
"Aleta" panggil Ratih dari arah pintu di ikuti, Ana, Baskara dan Herlangga dari belakang Ratih yang terlebih dahulu dengan cepat berjalan ke arah ranjang putrinya.
"Bunda?" kata Aleta beralih pada pintu ruangannya di mana semua keluarga sudah berkumpul di sana dan berjalan mendekat kearah Aleta dan Kenzou yang langsung turut dari atas tempat tidur.
"Kamu gak kenapa kenapa kan sayang?" tanya Ratih mengusap kepala Aleta
"Aleta baik baik saja Bunda" kata Aleta tersenyum ke arah Ratih yang juga membalas senyumannya.
"Sayang" panggil Ana yang berdiri di samping Kenzou dengan Baskara juga yang berdiri di sampingnya.
"Mama?, Papah?"
"Kamu baik baik saja nak?" tanya Ana yang di iyah kan oleh Aleta.
"Sayang kenapa kamu menyembunyikan ini semua dari Bunda?" Tanya Ratih yang sudah tau semua saat sang suami menjelaskannya di luar ruangan Aleta dan mendengar semua pembicaraan Aleta dan Kenzou.
"Aleta minta maaf kalo Aleta sudah bohong sama kalian semua, Aleta tidak bermaksud untuk membohongi kalian, Aleta hanya takut Ayah dan Papah akan bertengkar hanya karena hall ini" kata Aleta menatap wajah Herlangga dan Baskara secata bergantian.
"Ini bukan salah Aleta Yah, ini salah Kenzou, kalo ayah ingin menyalahkan Kenzou salahkan saja Kenzou yah, jangan Aleta, kalo ayah ingin menghukum Kenzou hukum saja yah, Kenzou akan terima apapun hukuman dari Ayah" kata Kenzou meralat semua ucapan Aleta dengan cepat membuat semua mata tertuju padanya.
Herlangga berjalan mendekat ke arah Kenzou yang berdiri di samping Aleta, dan menepuk pundak menantunya itu.
"Kamu yakin mau menerima hukum apapun dari Ayah?"
"Iyah yah Kenzou yakin"
"Tinggalkan anak ayah" kata Herlangga membuat satu ruangan menatap tak percaya ke arah Herlangga yang berdiri tepat di samping Kenzou.
"Ayah, ayah bicara apa? kenapa ayah bicara seperti itu?" kata Aleta yang berusaha untuk duduk di bantu Ratih.
Herlangga hanya diam tidak menjawab pertanyaan Aleta,sedangkan Kenzou membulatkan matanya saat mendengar hukuman yang keluar dari mulut Herlangga untuknya. "T-tidak yah, Kenzou tidak akan mau meninggalkan Aleta" kata Kenzou mengelengkan kepalanya pelan dengan suara yang mulai gemetar.
"Yah, bukankah ini tidak seperti yang kita bicarakan di luar tadi?" kata Ratih menatap suaminya itu.
__ADS_1
"Iyah her, ini sangat jauh berbeda dari apa yang sudah kita sepakati tadi" kata Baskara yang juga berjalan ke arah Herlangga dan Kenzou. "Jangan mengambil keputusan secara sepihak seperti ini"
"Ayah Kenzou mohon jangan kasih hukum itu untuk menghukum kesalahan Kenzou, karena Kenzou tidak mau kehilangan Aleta yah" kata Kenzou yang langsung menggenggam erat tangan Aleta yang tengah menatapnya.
"Ayah Aleta juga mohon kasih satu kesempatan saja buat Kenzou, bukankah ayah pernah bilang sama Aleta kalo setiap manusia itu bisa berubah?"
"Apa kamu yakin Kenzou bisa berubah?" tanya Herlangga menatap wajah Aleta yang juga tengah menatapnya dengan mata yang mulai berair.
Aleta beralih menatap Kenzou yang juga beralih menatapnya sesaat tatapan mata mereka bertemu dan membuat semua orang yang berada di ruangan itu menatap Aleta dan Kenzou yang masih diam dengan pikirannya masing-masing sampai suara Aleta terdengar, "Aleta yakin Kenzou bisa berubah, karena Aleta sendiri yang akan membantu Kenzou untuk berubah" kata Aleta mantap membuat seutas senyuman tergambar di wajah Kenzou.
"Apa yang membuat kamu bisa seyakin itu?" tanya Herlangga lagi dengan Kenzou dan Aleta yang masih di posisi yang sama tanpa menoleh sedikitpun ke arah Herlangga.
"Cinta" jawab keduanya bersamaan.
"Walaupun cinta datang setelah Aleta menikah dengan Kenzou,tapi cinta mengajarkan banyak hall kepada Aleta salah satunya kalo cinta itu butuh perjuangan walau terdengar sedikit alay tapi itulah buktinya" kata Aleta terkekeh pelan, tanpa sadar banyak mata yang tengah menatap keduanya
"Dan perjuangan itu bahkan bisa membuat kita saling gila satu sama lain hanya untuk satu kata yaitu Cinta, dan sekarang aku benar benar membuktikan kalo cinta itu benar benar bisa membuat kita gila" kata Kenzou yang membuat satu ruangan tersenyum mendengar penuturan pasangan suami istri itu.
Kenzou yang tidak ingat kalo di ruangan itu masih ada orang tua dan mertuanya, perlahan menundukkan wajahnya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Aleta yang sudah terlebih dahulu menutup matanya siap menerima ciuman hangat di bibirnya dari sang suami, membuat Ana dan Ratih langsung menutup matanya dengan telapak tangan mereka masing masing dan mengintip di sela sela jari mereka, sedangkan Baskara dan Herlangga saling tatap sebelum kembali menatap putra dan putri mereka masing masing.
Kenzou menegakkan badannya dan melihat kedua orang tuannya dan kedua mertuanya secara bergantian dengan menggaruk garuk rambutnya yang tidak gatal dengan menunjukan dua baris putih giginya.
"Mama tidak lihat Zou"
"Iyah Bunda juga tidak lihat di sini gelap banget jadi lanjutkan saja" kata Ratih dan Ana dengan tangan yang masih ada di depan wajah mereka.
Sedangkan Aleta menahan rasa malu yang tidak tertata saat dirinya dengan polosnya menutup mata dan siap menerima ciuman dari Kenzou yang membuat rona merah tergambar jelas di wajah Aleta.
"Gak usah malu malu sayang, Mama dulu juga pernah muda jadi mama tau rasanya" kata Ratih saat melihat Aleta menunduk malu dari sela sela jarinya.
"Iyah Aleta,gak usah malu lagian cuma sama mas Kenzou doang kan ya jeng" Imbuh Ratih sambil menyenggol bahu Ana.
"Iyah lah, nanti kalo sama yang lain nanti mas Kenzou nanges" kata Ana yang membuat perasaan malu Kenzou dan Aleta semakin tidak karuan.
__ADS_1
"Mamah" lirih Kenzou yang masih di dengar jelas oleh Ana yang membuat semua orang terkekeh pelan.
"Mama apaan sih, kasihan tu mantunya" kata Baskara yang melihat wajah malu Aleta yang semakin tertunduk.
"Anak ayah sudah dengan cepat seyakin itu dengan mu, dan ayah harap kamu tidak bikin anak ayah tersakiti untuk yang kedua kalinya" kata Herlangga menepuk pundak Kenzou.
"J-jadi ayah kasih Kenzou kesempatan?" tanya Kenzou penuh dengan keseriusan.
"Hanya sekali!, dan jika kamu ulangi lagi Ayah akan benar benar membawa Aleta dan anaknya pergi sejauh mungkin sampai kamu tidak bisa menemukannya"
"Dan Kenzou tidak akan membiarkan hall itu sampai terjadi" kata Kenzou cepat dengan senyuman yang yang ia tunjukan kepada semua orang, Kenzou langsung memeluk Ayah mertuanya itu dan di balas oleh Herlangga dan menepuk punggung menantunya.
"Ayah pegang omongan kamu Zou" kata Herlangga melepas pelukannya yang mendapatkan anggukan dari Kenzou.
Kenzou beralih menatap Aleta dan langsung memeluk tubuh istrinya itu. "Sejauh apapun kamu pergi kalo sudah ditakdirkan berjodoh cepat atau lambat juga pasti akan kembali"
"Dan sekarang kamu telah kembali ke pelukan ku, jadi jangan pergi lagi"
"Aku tidak akan pergi" kata Aleta yang juga melingkarkan tangannya di pinggang Kenzou membalas pelukan hangat suaminya itu.
"Ayah Bunda juga mau di peluk" kata Ratih yang langsung berjalan ke arah Herlangga yang masih berdiri di samping Kenzou, dan langsung memeluk tubuh suaminya itu dari samping.
"Bunda ih, kaya anak muda aja" kata Herlangga yang melihat tingkah lucu Istrinya itu.
"Biarin"
"Pah mama juga mau" kini gantian Ana yang menatap sang suami yang berdiri di sebelahnya.
"Mama mau?" tanya Baskara yang mendapat anggukan dari Ana.
"Di kamar aja yuk" kata Baskara membuat Ana mencubit pinggang suaminya itu.
"Papah ngomong apa sih"
__ADS_1
"Aduh...aduh... sakit ma" kata Baskara yang berpura pura sakit sebenarnya cubitan dari Ana tidak lah kencang. "Sini sini papa peluk" kata Baskara yang langsung menarik Ana ke dalam pelukannya saat istrinya itu menyalakan mode marahnya.
"Hahaha" sesaat tawa kecil keluar dari masing-masing pasangan suami istri yang tengah berpelukan memenuhi ruangan presidensuit itu.