
Flashback On.
Kenzou yang tadinya duduk dengan tenang di kursi kebesarannya mulai kasuk kasuk tidak jelas, membuka dokomen satu dan dokumen darinya lagi mencari dokumen penting yang akan ia gunakan miteeng nantinya.
"Dimana aku menaruhnya?" tanya Kenzou pada dirinya sendiri setelah mengecek tas kerjanya dan tidak mendapatkan apa yang ia cari. "Perasaan aku sudah menaruhnya di dalam tas, apa iya ketinggalan di ruangan kerja, tapi tidak mungkin karena sangat jelas kalo aku sudah menaruhnya di sini" kata Kenzou yang kembali membuka dokumen dokumen yang sudah ia cek.
Tok...Tok...Tok....
Suara ketika pintu membuat Kenzou menghentikan aktivitasnya dan menatap pintu yang terbuka setalah ia mengizinkan seseorang di luar sana untuk masuk.
"Tuan saya punya informasi penting buat anda" kata Aleta yang buru buru berjalan mendekat ke arah Kenzou.
"Info apa Alan?" tanya Kenzou dengan tangan yang kembali membuka dokumen dokumen yang ada di atas meja kerjanya.
"Ini tentang Nona Aleta tuan..."
"Aleta...?"
"Iyah tuan, dan tadi saya habis mendapat info dari anak buah saya kalo..."
"Alan...kau bisa menceritakan tentang Aleta nanti saja, dan sekarang bantulah aku untuk mencari dokumen yang sangat penting yang akan kita gunakan untuk miteeng beberapa jam lagi, dan masalahnya dokumen itu belum aku selesai kan" kata Kenzou meminta Alan membantunya.
"Tapi tuan..."
"Alan... kau bisa menceritakan semua tentang Aleta nanti saja dan cepat bantu aku cari dokumen itu" kata Kenzou yang beralih menatap Alan yang tengah berdiri di sampingnya. Alan yang melihat kepanikan dari raut wajah Kenzou membuatnya mengurungkan niat untuk menceritakan tentang siapa yang menculik Aleta beberapa hari yang lalu.
Sudah setengah jam Alan membantu Kenzou mencari dokumen yang Kenzou maksud tapi baik dirinya maupun Kenzou tidak menemukan dokumen tersebut. "Tuan sepertinya dokumennya ketinggalan di rumah" kata Alan yang sudah mengecek semua dokumen yang ada di ruang Kenzou.
"Tapi aku sangat ingat kalo aku sudah membawanya" kata Kenzou yang memijat keningnya yang terasa sedikit pusing.
"Tidak ada salahnya anda mengeceknya ke rumah tuan,lagi pula miteeng akan di lakukan masih sekitar dua jam setengah" kata Alan memberikan saran setelah melihat jam pergelangan tangannya, yang membuat Kenzou juga melihat jam i pergelangan tangannya.
"Kamu benar, masih ada waktu... Alan bereskan semua kekacauan ini, dan aku ingin semua ini sudah rapi setelah aku kembali" kata Kenzou kepada Alan untuk membersihkan ruangannya, Kenzou langsung meraih kunci mobilnya dan langsung di keluar dari dalam ruangannya.
"Astaga... ruangan ini sudah persis seperti kapal pecah" kata Alan saat melihat beberapa dokumen tergeletak di mana mana.
Sedangkan Kenzou yang sudah sampai di rumahnya berjalan dengan sedikit berlari menaiki anak tangga,tapi saat Kenzou melewati kamarnya Kenzou melihat pintu kamarnya sedikit terbuka.
"Perasaan tadi pagi aku sudah menutupnya" kata Kenzou yang perlahan mendorong pintu kamarnya dan matanya melihat kamarnya sudah sangat berantakan sampai mata Kenzou menatap Aleta yang tengah duduk di sisi ranjang sambil memegang sebuah kotak yang sangat ia kenali yang membuat dirinya tiba tiba saja merasa sangat marah.
"Apa yang kamu lakuin sama kotak itu! Hah!!!" Teriak Kenzou yang masih berdiri di ambang pintu yang membuat Aleta menatapnya.
__ADS_1
"Z—Zou...? K—Kamu sudah pulang?" tanya Aleta yang tiba tiba salah tingkah sampai membuat kotak yang ia pegang jatuh ke atas lantai membuat semua isi kotak tersebut jatuh, dan kalung yang ada di dalam kotak tersebut jatuh pas di atas kaki Aleta, yang membuat amarah Kenzou semakin memuncak
"ALETA" teriak Kenzou saat kotak yang selama ini ia jaga bahkan ia rawat dengan baik jatuh membuat barang barang yang ada di dalamnya berceceran di mana mana. Kenzou langsung melangkahkan kakinya dengan cepat memungut satu persatu isi kotak tersebut.
"M—maaf Zou a—aku t—tidak sengaja, B—biar aku bantu" kata Aleta yang juga ingin memungut kalung yang ada di kakinya, tapi belum sempat ia menyentuh kalung tersebut teriakan Kenzou membuat Aleta tidak jadi memegang kalung tersebut.
"JANGAN SENTUH APAPUN" Kata Kenzou sambil menatap Aleta dengan tatapan penuh amarah.
"M—maaf Zou aku tidak sengaja" kata Aleta dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.
"Kamu udah lancang buka barang barang yang bukan hak kamu Aleta! Apa karena selama ini aku baik sama Kamu, kamu bisa lakuin semau mu" Bentak Kenzou.
"E-engak, t-tadi aku....." Kata Aleta terbata bata.
"Apa....!"
"Apa karena selama ini aku baik sama kamu kamu bisa melakukan hall apapun itu?" kata Kenzou dengan nafas memburu dan menegakan badannya yang membuat Aleta juga menegakan badannya "Ingat dan dengar ini baik baik Aleta....aku baik sama kamu bukan berarti aku suka sama kamu...tidak...bahkan sampai sekarang pun seujung kuku hitam pun aku tidak pernah memiliki rasa kepadamu..." kata Kenzou tanpa berfikir tentang perasaan Aleta sambil menunjukan kukunya di depan wajah Aleta pas.
"Bahkan sampai kapanpun aku tidak akan pernah jatuh cinta dengan wanita seperti dirimu ini" kata Kenzou dengan nada bicara yang masih sama.
"Apa ini alasan kamu tidak mau membuka hati mu untuk ku?" Tanya Aleta lirih.
"Kalo iyah kenapa?!" kata Kenzou dengan rahang mengeras.
"Zou, jujur tanpa aku sadari tuhan telah membuat ku jatuh cinta padamu tanpa aku minta, aku juga ingin di cintai Zou, bukan hanya mencintai orang yang tidak pernah membalas rasa cintanya ke diriku" kata Aleta yang mulai terisak tangisannya.
"Mimpi....." teriak Kenzou lagi yang masih di selimuti api kemarahan. "Sampai kapan pun aku tidak akan pernah mencintai mu...."kata Kenzou tepat di depan wajah Aleta
"Kamu tau kenapa?" tanya Kenzou yang mendapatkan gelengan lemah dari Aleta. "Karena Clara lebih baik dari pada dirimu..."
"Cukup Zou.... cukup....." teriak Aleta dengan ke dua tangan yang menutupi telinganya. "Aku nyerah Zou....aku nyerah....hiks...hiks..." kata Aleta yang sudah tidak tahan lagi. "Aku nyerah dan detik ini juga aku berhenti berjuang untuk membuat mu jatuh cinta dengan ku hiks...hiks..."
Mata Aleta yang penuh dengan air mata dan sudah berubah menjadi berwarna merah menatap lekat bola mata Kenzou. "Bagian tersedih yang aku rasakan saat ini adalah ketika kamu mengucapkan selamat tinggal pada seseorang yang sudah mati, tapi kamu ingin menghabiskan waktu seumur hidup mu bersamanya!!"
"Dan itu sangat menyakitkan Zou...hiks..hiks..."
Flashback Off
"Dan apa itu juga alasan kamu dekat dengan Anindira? karena dia mirip dengan kekasih mu itu?" kata Aleta dengan air mata yang terus mengalir deras membasahi pipinya.
"Iyah...dan sampai kapanpun tidak akan ada yang bisa menggeser kan nama Clara dari hatiku..."
__ADS_1
"Apa namaku tidak ada sedikit saja di ruang hati mu itu Zou...?" tanya Aleta lirih dengan jari telunjuk menusuk nusuk dada bidang kenzou. "Apa selama ini usahaku sudah sia sia begitu saja?" tanya Aleta dengan suara paraunya.
"Aku kira tuhan sudah membukakan hati mu itu untuk ku walau hanya sedikit saja...,tapi ternyata... tuhan tidak memberikan itu untuk ku"
"Terus apa yang kau mau..." kata Kenzou penuh penekanan.
"Lupakan Clara Zou..." kata Aleta menatap bola mata Kenzou lekat.
"Tidak....karena itu hall yang sangat susah yang tidak pernah akan aku lakukan sampai kapan pun...." kata Kenzou menekan setiap kata katanya dan membalas tatapan mata Aleta dengan dengan tajam.
"Susah...? kamu bilang itu susah...?"
"Sekarang aku tanya sama kamu mana yang lebih susah,Merelakan? Atau Melupakan?" tanya Aleta yang membuat Kenzou tidak dapat menjawab pertanyaan Aleta, Kenzou hanya menatap bola mata Aleta yang terlihat begitu rapuh. "Kalo kamu memilih Merelakan bairkan aku pergi dari kehidupan mu dan kejarlah dia yang kamu anggap sempurna..."
"Tapi...kalo kamu memilih Melupakan, lupakan dia tinggalkan semua kenangan tentangnya karena masa depan mu bersamaku bukan bersamanya..."
"Sekarang mana yang akan kamu pilih? Merelakan? Atau Melupakan?" tanya Aleta sekali lagi saat Kenzou masih diam.
"Aku berharap kamu memilih aku Zou, agar rasa sakit ini tidak terlalu dalam" Sesaat Aleta dan Kenzou berada dalam keheningan saat otak dan hati Kenzou berdebat memilih jawaban yang akan ka berikan.
"Jawab Zou...."
"Aku memilih Merelakan...karena Sampai kapan pun aku tidak pernah bisa melupakan Clara...dan itu tidak akan pernah bisa..." kata Kenzou, dan tanpa Kenzou sadari nama Aleta sudah terselip di hati kecilnya.
Deg....
Jantung Aleta berdetak dengan begitu cepat saat Kenzou memilih jawaban yang membuat hatinya semakin tersakiti, hatinya saat ini sudah benar benar hancur, ia yang berharap Kenzou akan memilihnya membuatnya berasa jatuh dari ketinggian seratus lantai saat ini juga. "K—kamu lebih memilih orang yang sudah tiada dari pada memilih aku yang tengah mengandung buah hati kita?"
"Cukup..." kata Aleta saat Kenzou ingin mengeluarkan suaranya, "Jangan bicara satu patah kata lagi, karena dengan jawab an mu itu sudah membuatku begitu tidak di inginkan dalam hidupmu"
"Tadi kamu memilih Merelakan bukan? maka saat ini juga kita jalani kehidupan kita masing masing dan detik ini juga aku akan angkat kaki dari rumah ini" kata Aleta yang langsung mengambil koper miliknya dari dalam lemari dan memasukan baju bajunya yang berserakan di lantai ke dalam koper,sedangkan Kenzou tidak dapat berbicara apa apa, hanya mematung melihat Aleta yang sudah selesai mengemas barang barangnya.
"Dan satu lagi" kata Aleta yang sudah berdiri dan memegang kopernya yang bersiap menariknya keluar kamar, "Saat anak ini sudah lahir nantinya, aku ingin kita berpisah secara resmi di pengadilan agama" kata Aleta tegas, yang membuat tubuh Kenzou seketika lemas saat mendengar kata pisah dari mulut Aleta, entah kenapa perasaannya juga mulai tidak karuan, hatinya merasa tidak suka dengan ucapan pisah yang di layangkan Aleta kepadanya.
"Dan kamu juga tidak perlu khawatir apa lagi takut kalo Ayah akan marah kepadamu,karena aku sendiri yang akan bilang kepada keluarga kita kalo aku sendiri yang meminta pisah dari mu..." setelah Aleta mengatakan hall itu Aleta Manarik kopernya keluar dari dalam kamarnya meninggalkan Kenzou yang masih dalam diam dan menatap kepergian Aleta.
Aleta menyalakan mesin mobilnya dan mengendarainya tanpa tau arah, karena tidak mungkin ia akan pulang ke rumah Ayah dan Bundanya dengan kondisi yang seperti ini, yang ada itu akan membuat keributan di antara dua keluarga nantinya.
"Sekarang ini aku harus ke mana hiks..." tanya Aleta pada dirinya sendiri dengan air mata yang masih mengalir deras di pipinya.
***
__ADS_1
Jangan lupa Follow ig Author 🤗♥️.
(Ig :Dellina_09)