
"Zou kamu itu mandi atau ngapain sih...? nanti telat lo ke kantornya"
Tok...Tok...Tok...
"Zou...?" Aleta menempelkan telinganya di pintu kamar mandi mencoba mendengar apa yang sedang di lakukan suami sultannya itu di dalam sana yang sudah setengah jam tidak keluar kamar mandi.
Ceklek...
"Aaaaa" Teriak Aleta saat pintu kamar mandi tiba tiba saja terbuka membuat badannya yang belum siap hampir jatuh ke lantai kamar mandi dan siap merasakan sakitnya mencium keramik kamar mandi, tapi Aleta tidak merasakan tubuhnya yang sakit, Aleta membuka matanya dan menatap Kenzou yang menangkap tubuhnya, yang baru saja selesai mandi dadanya yang Sixpack dan rambut yang basah membuat kenzou pagi itu terlihat sangat tampan di mata Aleta.
"Dasar ceroboh..! ngapain kamu di depan pintu kamar mandi? mau ngintip aku mandi?" tanya Kenzou dengan Aleta yang masih di dalam pelukannya.
"Aku cuma memastikan kamu tidak mati tengelam di dalam bhatup" Kenzou mengerutkan keningnya saat Aleta melepaskan pelukannya.
"Cepat pakai jas kamu habis itu turun sarapan" kata Aleta yang langsung melangkahkan keluar kamar.
"Zou habis ini aku mau ke restoran ketemu sama Vony untuk kasih oleh oleh" kata Aleta.
"Hmmm"
***
"Ciee...yang baru pulang hanymoon" goda Vony saat Aleta baru saja sampai dan duduk di depannya.
"Apaan sih...Nih oleh oleh buat lo" kata Aleta menyerahkan paper bag warna putih pada sahabatnya itu.
"makasih sayang ku...ngomong ngomong gimana hanymoonnya?" tanya Vony penasaran.
"Hah....." Aleta menghembuskan nafas kasar.
"Apa ada masalah?" tanya vony mengusap tangan sahabatnya itu yang ada di atas meja.
"Dikit"
"Coba cerita sama gue" kata Vony.
"Males ahh" kata Aleta meminum jus jeruk yang baru saja di antar pelayanan restorannya.
"Ayo dong cerita...."
"Huff.....Saat di Paris Kenzou pernah mengigau tidak jelas, bukan hanya satu dua kali tapi berkali kali sampai tadi malam pun Kenzou kembali mengigau tidak jelas" kata Aleta lesu.
"Tidak jelas bagaimana?" tanya Vony penasaran.
"Dia terus mengingau takut di tinggal seseorang dalam mimpinya, bahkan Kenzou sampai menangis karena mimpi itu"
"Apa Kenzou punya masa lalu yang membuatnya seperti itu?" tanya Vony yang mendapat gelengan dari kepala Aleta.
"Gue gak tau apa yang membuat Kenzou sampai mengigau seperti itu setiap malamnya dan gue juga gak berani nanya, lo tau sendirikan rumah tangga gue"
"Bahkan saat gue membeli kalung ini dan ingin menggantinya dengan inisial nama gue, Kenzou melarang untuk tidak usah mengantinya" kata Aleta memegang liontin huruf C di lehernya.
"C...? siapa C?" tanya vony setelah melihat Liontin di leher Aleta.
"Aku juga tidak tau" kata Aleta.
"Yak ampun Aleta.....Lo ini gak pintar pintar ya dari dulu..." kata Vony yang tau arti inisial kalung Aleta. "C itu airtinya Cinta, mungkin saja kenzou sudah jatuh cinta sama lo, makanya dia gak mau ganti tu huruf" kata Vony sambil meminum jus jeruk di hadapannya.
"Ahh.. memasak iyah Kenzou suka sama gue?" kata Aleta yang kurang percaya.
__ADS_1
"Ya iyah lah...kalo gk suka kenapa tu kalung gak boleh di ganti sama inisial nama lo" kata Vony yang langsung membuat Aleta terdiam dan sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Ngomong ngomong nih udah mau masuk jam makan siang. mendingan lo bawa in makanan deh buat suami tercinta lo itu, sekalian gue juga mau balik ke kantor" kata Vony yang melihat jam di pergelangan tangannya.
"Nanti saja lah..." kata Aleta dengan tangan mengaduk ngaduk gelas jusnya.
"Nanti kalo ada yang nganterin makanan buat suami lo itu jangan nangis..." goda Vony yang memanas manasi sahabatnya itu. "Terus kalo tiba tiba suami lo jatuh cinta diam diam, nanti nanges..."
"Bener juga tuh...gak bisa di biar in" kata Aleta yang langsung menyuruh juru masak restorannya untuk memasak makanan sepesial untuk sang suami.
***
Berbeda di sebuah gedung pencakar langit, Kenzou yang tidak masuk ke kantor selama satu minggu ini, memutuskan pagi ini masuk ke kantor untuk mengerjakan pekerjaannya yang tertunda selama satu Minggu belakangan ini.
"Selamat pagi tuan" sapa Bella saat Kenzou akan memasuki ruangannya dan Bella mengikutinya dari belakang dan membacakan jadwal kenzou hari ini saat Kenzou sudah duduk di kursi kebesarannya.
"Jadwal anda hari ini,saat jam makan siang nanti CEO dari Agatha grup ingin bertemu dengan anda tuan, membahas tentang kerjasama untuk kedepannya, dan dia ingin bertemu anda langsung di kantor"
"Beritahu Alan untuk menyiapkan bahan bahan yang di perlukan nanti"
"Baik tuan" kata Bella yang langsung keluar dari ruangan Kenzou saat tangan Kenzou menyuruhnya keluar.
Kenzou kembali di sibukkan dengan tumpukan berkas yang ada di atas mejanya yang selama satu minggu ini, dan harus ia cek satu persatu. tanpa terasa saat setengah berkas berkas yang ia cek, ketokan pintu ruangannya membuatnya menatap jam tangan yang ada di pergelangan tangannya dan waktu sudah menunjukkan jam makan siang
"Masuk"
"Permisi tuan, CEO Agatha grup beserta asisten pribadinya sudah datang" kata Bella.
"Suruh mereka masuk" kata Kenzou menutup laporan yang akan ia cek di atas meja.
"Selamat pagi Tuan Kenzou..." sapa seorang wanita yang masuk ke ruangan kenzou di ikuti asisten pribadinya dari belakang, Kenzou menatap ke arah pintu dan langsung berdiri dari kursi kebesarannya.
"Kamu..?" kata Kenzou pelan saat melihat seorang wanita yang sangat mirip dengan seseorang yang sangat ia sayangi dari postur tubuhnya,matanya, rambutnya,serta suaranya.
"Ini beneran kamu..?" mata Kenzou berkaca kaca dan berjalan mendekat ke arah wanita yang ternyata rekan bisnisnya itu dan memegang ke dua pundak wanita tersebut.
"Maaf tuan apa yang anda maksud?" kata wanita tersebut yang berusaha melepaskan tangan Kenzou dari pundaknya.
"Aku sedang tidak bermimpi kan..." Kenzou langsung memeluk wanita tersebut dengan erat bersamaan dengan Alan yang memasuki ruangan Kenzou yang membawa berkas berkas di tangannya dan melihat atasannya itu tengah memeluk seorang wanita yang tengah berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Kenzou. "Kamu kemana saja hiks....hiks.... aku rindu"
"Tuan tolong lepas...."
"Jangan pergi...." kata Kenzou yang memeluk Anindira sangat kuat, sampai wanita itu tidak bisa bernafas.
"Tuan saya mohon lepaskan"
"Tuan...anda salah orang tuan" kata Alan yang berusaha melepaskan pelukan Kenzou yang memeluk Anindira begitu kuat, bersamaan dengan Aleta yang baru saja datang membawakan makanan untuk suaminya itu dan harus melihat suaminya yang tengah memeluk seorang wanita begitu kuat sampai menitikkan air mata.
"Kamu tau...selama ini aku sangat kesepian saat kamu meninggalkan ku"
"Aku mohon jangan tinggalin aku lagi...aku tidak sanggup"
"Tuan...saya tidak suka dengan cara anda seperti ini!" kata Anindira mendorong tubuh Kenzou sekuat tenaganya hingga pelukan Kenzou terlepas.
"Tuan Kenzou...saya mohon tolong jaga sikap anda!!"
"Sayang...kenapa kamu bicara seperti ini?" kata Kenzou yang kembali ingin memeluk Anindira tapi wanita itu memundurkan langkahnya dan tangan Kenzou di cegah oleh Alan.
"Sayang? siapa wanita itu?" batin Aleta yang sedang bertanya tanya pada dirinya sendiri yang masih melihat kejadian di depan matanya.
__ADS_1
"Lepas Alan" kenzou mendorong tubuh Alan hingga membentur dinding ruangan Kenzou dan kembali memeluk Anindira yang berusaha lari darinya.
"Tuan lepas....!" teriak Anindira.
"Sayang...! kamu harus memanggil ku sayang...!" kata Kenzou yang tidak menyadari keberadaan Aleta yang tengah menatapnya dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya.
"Tuan...Anda salah orang, ini Anindira CEO dari Agatha grup" kata Alan yang ingin mendekat dan memisahkan bosnya itu yang tengah memeluk CEO Agatha grup kembali.
"Kenzou.....!" Teriak seorang perempuan dari arah pintu ruangan Kenzou yang terbuka membuat Alan menatap ke arah pintu dan mengurungkan niatnya untuk memisah tuannya.
"Lepas....!" seru Aleta sambil melepaskan pelukan Kenzou dan menampar pipi suaminya itu.
PLAK.....!
"Kau...! beraninya kamu nampar aku...!" kata Kenzou dengan rahang yang mengeras dengan sorot mata yang menatap tajam ke arah Aleta.
"Kenapa aku tidak berani menampar mu!" kata Aleta dengan air mata yang masih mengalir di pipinya. Alan yang melihat keadaan semakin menegang menyuruh asisten pribadi Anindira dan Bella sekertaris Kenzou untuk keluar ruangan.
"Kau tidak berhak menampar ku...!"
"Kenapa aku tidak berhak menampar mu saat aku melihat suamiku memeluk wanita lain...!"
"Dia bukan wanita lain...!!"
"Terus siapa hah...!"
"Kau tidak perlu tau...! karena kamu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya!!"
Deg....!
Hati Aleta bagai tersambar petir saat Kenzou mati matian membelawa wanita lain di hadapannya, "Aku tau zou di antara kita belum ada cinta, tapi tolong hargai aku sebagai istri sah kamu hiks..hiks..." kata Aleta yang menekan setiap kata kata yang keluar dari mulutnya.
"Tuan Kenzou....saya sangat kecewa dengan sikap anda yang seperti ini... saya permisi, masalah kerja sama kita batalkan hari ini juga!" kata Anindira yang melangkah ke arah pintu tapi tangannya di tahan oleh Kenzou.
"Kau tidak boleh pergi lagi...." kata Kenzou mengelengkan kepalanya.
"Lepas tuan...."
"Tidak... kau harus tetap di sini bersamaku" kata Kenzou tanpa memikirkan perasaan Aleta yang sangat hancurkan saat itu juga, saat melihat suaminya yang menahan wanita lain dari pada memikirkan perasaan nya.
"Tuan saya mohon lepas"
"Zou...dia bilang lepas...!" kata Aleta yang sudah tidak tahan dan melepaskan tangan suaminya itu yang tengah memegang tangan Anindira, Anindira yang merasa tangannya sudah terlepaskan langsung melangkah dengan cepat keluar dari ruangan Kenzou.
Dan kali ini Kenzou menatap Aleta dengan tatapan pembunuh. "Apa sekarang kau puas!! kau sudah membuatnya pergi dari sini!!"
"Karena memang dia harus pergi dari sini!!"
"Zou sadar....dia bukan siapa siapa mu, Aku...aku ini istrimu" kata Aleta dengan suara yang Kembali lembut berusaha menenangkan diri suaminya itu dengan mengusap lembut pipi suaminya itu tapi segara di tepis degan kasar hingga Aleta meringis kesakitan di pergelangan tangannya yang di tepis oleh suaminya itu.
"Jangan sentuh aku!! lebih baik kau keluar dari kantor ku sekarang juga!!"
"Zou..."
"Keluar!!!" teriak Kenzou, Aleta yang mendengar teriakan suaminya itu menatap suaminya sebentar sebelum keluar dari ruangan Kenzou dengan berlari dan menghapus air matanya yang terus mengalir keluar tanpa bisa ia hentikan.
***
Author upnya besok lagi ya...Selamat malam dan selamat beristirahat dari Author abal abal ini untuk kalian semua pembaca setia Istri Kesayangan CEO Dinginš¤ā„ļø.
__ADS_1
Jangan lupa Like & Voteš¤ā„ļø