
Di meja makan Ratih dan Ana masih sibuk dengan Aleta yang berada di tengah mereka, sedangkan Baskara, Herlangga dan Kenzou hanya melihat ketiga wanita itu sambil menggeleng gelengan kepalanya.
"Sayang kamu hamil berapa bulan?" tanya Ratih sambil mengusap perut Aleta yang masih datar.
"Kata dokter baru dua Minggu Bund..."
"Apa kamu merasakan mual nak saat di pagi hari?" kini gantian Ana yang bertanya, Aleta menoleh kepada Ana yang duduk di samping kirinya.
"Kalo mual Aleta belum terlalu Ma...karena kata dokter mualnya akan baru terasa sekali saat memasuki satu bulan" jawab Aleta.
"Apa kamu pernah ngidam pengen makan yang kecut kecut? seperti mangga muda misalnya?" tanya Ratih.
"Enggak Bund..."
"Oh ya sayang...kamu jangan capek capek ya" kata Ana mengingatkan.
"Iyah sayang, masalah restoran kan kamu bisa menyuruh Vony untuk menghendel sementara waktu sampai kandungan kamu kuat"
"Dan ingat jangan angkat barang barang yang berat" dan masih banyak lagi nasihat yang di keluarkan oleh dua calon nenek itu yang membuat kepala Aleta tiba tiba saja terasa sedikit pusing saat untuk menoleh ke kanan dan ke kiri segara bergantian saat Bunda dan Mama mertuanya itu berbicara.
"Bun....Ma....udah dong kasian Aleta nya" kata Kenzou yang melihat Aleta memijat keningnya pelan, yang membuat kedua calon nenek itu kembali heboh.
"Bund....Ma....Aleta gak papa, Aleta cuma laper saja, Gimana kalo kita langsung makan saja" kata Aleta.
"Kamu laper sayang...?" tanya Ratih yang di angguki oleh Aleta. Ratih langsung meraih nasi dan menuangkannya di piring Aleta.
"Kamu makan yang banyak ya sayang..." kata Ratih menuangkan nasi ke piring Aleta.
"Iyah ini juga, makan ikan, ayam sama sayurnya itu bagus untuk ibu hamil" kata Ana yang mengambilkan banyak lauk di piring Aleta.
"Ma... Aleta gak mungkin habis makan sebanyak itu" kata Aleta membulatkan matanya saat melihat piringnya hampir penuh.
Sedangkan Kenzou menutup mulutnya dan mulai tertawa tanpa suara saat melihat wajah panik Aleta, yang sangat terlihat menggemaskan di matanya yang ingin ia cubit pipinya saat itu juga.
"Sini Mama Suapin" kata Ana.
"Sama Bunda aja ya Sayang, biar bunda yang nyuapin kamu, bukannya kamu suka bunda suap in kan..?"
"Sekarang buka mulutnya" kata Ratih mengarahkan satu sendok ke mulut Aleta bersamaan dengan sendok Ana yang juga sudah berada di depan mulutnya.
"Ayo sayang buka mulutnya" perintah Ana, saat Aleta baru sedikit membuka mulutnya dua sendok itu sepertinya buru buru ingin masuk ke dalam mulutnya yang membuat Aleta kembali menutup mulutnya dengan rapat.
Sedangkan Kenzou yang sudah tidak bisa menahan tawanya langsung tertawa lepas saat melihat Aleta dengan wajah yang mengekspresikan perasaan yang campur aduk, Aleta yang melihat Kenzou malah tertawaan bukan membantunya sedikit geram sendiri.
"Bunda...Mama... Aleta mau di suap in Kenzou aja" kata Aleta yang langsung berdiri dari duduknya dan membawa piringnya dan duduk di samping Kenzou yang masih terus tertawa terpingkal pingkal.
"Trus......" kata Aleta yang sudah duduk di samping Kenzou yang melihat suaminya itu masih saja tertawa.
Kenzou langsung berhenti tertawa dan mengusap air matanya yang sedikit keluar karena terlalu banyak tertawa. "Kamu tau Aleta, wajahmu tadi itu mirip sekali kucing habis ke cebur air" kata Kenzou yang kembali tertawa.
"Lucu...?"
__ADS_1
"Sangat lucu Ale, bahkan kalo tadi aku mengambil fotonya, aku akan memasangnya di pintu masuk runah kita" kata Kenzou yang masih terus tertawa membuat Ana dan Baskara menatap putra mereka.
"Pah...Mama sudah lama sekali tidak melihat Kenzou tertawa seperti itu Setelah kepergian Clara" bisik Ana pada suaminya.
"Iyah, papah juga lupa kapan terakhir kali Kenzou bisa tertawa seperti itu"
"Mama kangen sama Kenzou yang ceria sama semua orang, tapi sepertinya perlahan Aleta bisa mengembalikan Kenzou yang dulu"
"Papah juga merasa saat bersama Aleta Kenzou bisa jadi dirinya yang dulu" kata Baskara yang masih menatap anak dan menantunya secara bergantian. "Dan lihat bahkan sekarang ini Aleta tengah mengandung anak kenzou"
"Mama harap, Kenzou bisa terus seperti ini dan tidak kembali ke dirinya yang dulu"
"Papah juga harap seperti itu, sekarang kita berdoa saja semoga rumah tangga Kenzou bisa terus bahagia seperti ini" kata Baskara saat melihat Kenzou yang menyuapi Aleta dengan telaten.
Semua orang yang ada di meja makan, makan dengan Ana dan Ratih yang membicarakan masalah perhiasan keluar an terbaru, Herlangga dan Baskara membicarakan kerja sama yang sedang mereka jalin, sedangkan Kenzou masih setia menyuapi istrinya itu, bahkan nasi di piring Aleta yang katanya kebanyakan hampir mulai habis saat Kenzou menyuapinya.
***
Pagi harinya Aleta memasangkan dasi di leher suaminya itu yang akan berangkat bekerja dengan sedikit berjinjit.
"Kamu pendek sekali Ale..." Cibir Kenzou sambil melingkarkan tangannya di pinggang ramping milik Aleta.
"Kamu saja yang terlalu tinggi kaya tiang listrik" kata Aleta melingkarkan tangannya di leher suaminya yang baru saja ia selesai memasangkan dasi.
"Bilang saja kamu tidak mau mengakui kependekan kamu ini yang seperti kurcaci"
"Kamu bilang apa...??"
"Kalo aku kurcaci berarti kamu raksasa yang sangat jelek yang suka menganggu kurcaci"
"Apa kamu tidak bisa melihat ketampanan dari wajah ku ini?"
"Ohhh sayang di sini sangat gelap sekali jadi aku tidak bisa melihatnya" kata Aleta yang langsung menutup matanya.
"Buka matamu maka kamu akan melihat pangeran di depan mu"
"Huek.....rasanya aku mau muntah Zou"
Kenzou langsung berjalan mundur dan mendorong Aleta sampai terlentang di atas kasur, Aleta yang di perlakukan seperti itu kaget dan langsung membuka matanya melihat Kenzou yang sudah mengungkungnya di bawah tubuh kekarnya itu.
"Zou Minggir" Aleta mendorong tubuh suaminya itu.
"Bilang dulu kalo aku tampan"
"Kamu tidak tampan sama sekali dan sekarang menyingkir lah dari atas tubuhku, kau tau tubuh mu ini sudah mirip dengan tubuh buto ijo, sangat berat Zou" kata Aleta yang malah mengejek suaminya itu.
"Memang kau sudah pernah di tindih ii buto ijo?"
"Sudah"
"Kapan?"
__ADS_1
"Apa kau tidak bisa melihat kau lah buto ijo itu, masih nanya lagi"
"Kau...." Kenzou langsung melahap habis bibir Aleta yang sedari tadi mengejeknya tanpa henti, Kenzou terus mencium bibir mungil milik Aleta tanpa menghiraukan tangan Aleta yang memukul dadanya.
"Au...."Pekik Aleta, dan saat itu juga Kenzou menghentikan aktivitasnya dan melihat wajah Aleta.
"Kamu kenapa?"
"Perutku sakit Zou" Kenzou yang mendengar Aleta bilang perutnya tiba tiba sakit langsung bangun dari atas tubuh Aleta.
"Mana yang sakit...? bilang sama aku?" kata Kenzou panik sambil mengusap perut Aleta.
"Satu kosong Weekkkk" kata Aleta menjulurkan lidahnya sebelum ia berlari keluar kamar.
"Ale...kau menggunakan anak kita untuk mengelabuhi ku?" teriak Kenzou saat Aleta sudah hilang dari pandangan matanya, Kenzou juga langsung keluar dari kamar dan melihat ke lantai bawah memastikan Aleta tidak berlari lari kaya tadi malam.
Kenzou bernafas lega saat Aleta berjalan santai ke arah meja makan, buru buru Kenzou menuruni anak tangga dan berjalan perlahan ke arah Aleta yang juga berjalan ke arah meja makan.
"Kena....Dasar kurcaci nakal" kata Kenzou memeluk Aleta dari belakang.
"Aaa....lepas Zou" teriak Aleta saat Kenzou tiba tiba memeluknya.
"Ini hukuman buat istri yang nakal seperti dirimu" kata Kenzou menggelitik tubuh Aleta.
"Hahaha...Ampun Zou ampun" kata Aleta yang berusaha lari tapi tidak bisa karena tangannya di pegang oleh Kenzou.
"Ampun Zou... hahaha"
"Bilang dulu aku tampan"
"Kalo aku gak mau..?"
"Oh...kamu gak mau? baiklah terima ini hukumannya" kata Kenzou mengerahkan tangannya ke pinggang Aleta tapi buru buru Aleta memegang tangan Kenzou.
"Ampun Zou..."
"Makanya cepat bilang"
"Kenzou tampan" kata Aleta cepat.
"Lebih keras aku gak dengar"
"KENZOU TAMPAN...." Teriak Aleta membuat para art yang melihat kejadian itu hanya menggeleng gelengan kepalanya.
"Bagus... Sekarang aku mau sarapan" kata Kenzou yang langsung menarik kursinya sedangkan Aleta mengoleskan selai pada roti dan menaruhnya di piring Kenzou.
***
Untuk kalian pembaca setia Istri Kesayangan CEO Dingin, Author mau menyampaikan info, kalo Author untuk beberapa hari ke depan gak bisa Up untuk Cerita ini karena author juga harus Up novel Author yang udah beberapa hari ini Author gak Up supaya cepat di revisi.
Author harap kalian bisa terus dukung Author walau author akan libur beberapa hari di Cerita Aleta dan Kenzou. Tapi bagi kalian yang masih mau Author up untuk Istri Kesayangan CEO Dingin, kalian harus like dan Komen sebanyak banyaknya, siapa tau author bakal Up satu Episode untuk kalianš¤ā„ļø.
__ADS_1