Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Baby Shop


__ADS_3

Kanzou yang baru saja sampai di kantor melihat jam di pergelangan tangannya masih ada waktu lima menit, Kenzou melangkahkan kakinya dengan cepat menuju lift khusus ruangannya, tapi saat lift terbuka terlihat Alan yang akan keluar dari dalam lift.


"Pagi tuan"sapa Alan saat berpapasan dengan Kenzou, mata Alan manatap tubuh Kenzou dari atas sampai bawah, penampilan Kenzou yang terlihat keren seperti biasanya terlihat sedikit aneh dengan jas yang agak kebesaran yang melekat di tubuhnya.


"Kamu mau kemana?" tanya Kenzou tanpa menjawab sapaan Alan.


"Saya mau kedepan sebentar tuan, ada berkas yang ketinggalan di dalam mobil"


"Ya sudah cepat kembali, lima belas menit lagi meeting akan di mulai bukan?" tanya Kenzou yang hendak melanjutkan langkahnya tapi sudah di tahan oleh Alan membuat Kenzou mengerutkan keningnya.


"Maaf tuan sebelumnya, tapi meetingnya di undur satu jam lagi karena tuan Bradlay ada acara yang tidak bisa di tunda, dan meetingng akan di lakukan di salah satu restoran yang ada di mall pusat kota" kata Alan.


"Kenapa kamu baru memberitahu aku sekarang? kenapa kamu tidak memberitahu tadi malam?" kata Kenzou dengan geramnya, tau meeting akan di undur satu jam lagi, ia pastikan mengambil jas di butik milik Mamanya.


"Maaf tuan tapi saya baru dapat informasi ini baru saja dari tuan Bradlay" kata Alan jujur.


"Sudahlah tidak penting" kata Kenzou yang langsung masuk ke dalam lift.


Kenzou yang sedikit kesal dengan Alan karena tidak memberitahunya kalo miteeng akan di undur satu jam lagi, mendengus kesal karenanya, ia harus terpaksa memakai jas milik Herlangga yang terlihat kebesaran di tubuhnya.


Tapi mau bagaimana lagi Kenzou harus terus memakainya mengingat beberapa saat lalu di meja makan Aleta memperingatinya.


"Jasnya harus terus di pakai jangan di lepas!,dan baru boleh di lepas kalo sudah sampai di rumah"


"Kenapa?"


"Karena jas itu jas keberuntungan" jawab Aleta dengan konyolnya.


"Gak percaya?" tanya Aleta saat melihat raut wajah tidak percaya dari wajah Kenzou.


"Aku tanya sama kamu saat kamu pakai jas ini waktu itu miteeng kamu sukses gak?" tanya Aleta mengingat Kenzou mencela jas milik Ayahnya hari itu.


Kenzou hanya mengangguk, karena pada saat itu ia ada miteeng penting dan ada sedikit masalah yang cukup serius di dalam proyek yang sedang berjalan, tapi semua itu bisa berjalan dengan lancar, tapi Kenzou masih tidak percaya kalo jas yang ia kenakan saat ini membawa keberuntungan baginya.


"Makanya jangan di lepas" kata Aleta lagi menatap lekat wajah Kenzou.


"Iyah sayang enggak" kata Kenzou yang memilih mengiyakan ucapan Aleta.


"Huf...." Kenzou menghela nafas panjang dan menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya mengingat pembicaraan yang cukup konyol saat di meja makan.

__ADS_1


***


Prok...prok...prok...


Suara tepuk tangan terdengar di ruangan VIP, dimana kenzou, Alan, tuan Bradle, dan asistennya tengah duduk di dalam ruangan itu mendengar Kenzou yang tengah mempresentasikan bahan miteeng dengan begitu sangat jelas, sampai suara tepuk tangan dari tuan Bradle terdengar saat Kenzou sudah selesai mempresentasikan bahan meetingnya.


"Hebat tuan Kenzou, saya suka dengan presentasi yang anda sampaikan, saya semakin yakin kalo Jonhson Company bisa menghendel proyek ini dengan dengan sangat baik nantinya" kata tuan Bradle yang belum lancar berbahasa Indonesia.


"Terimakasih tuan" jawab Kenzou saat mendapatkan pujian dari tuan Bradle.


"Saya harap anda bisa menghendel proyek ini sesuai presentasi yang anda sampaikan tadi tuan Kenzou, dan mengingat Jonhson Company adalah perusahaan besar pasti bukan hanya satu atau dua proyek yang tengah anda tangani, jadi saya berharap anda bisa konsinten di setiap proyeknya"


"Pasti tuan, saya akan pastikan proyek ini akan berjalan dengan lancar seperti proyek yang lainnya" kata Kenzou dengan yakin.


"Kalo begitu di mana saya harus menandatangani perjanjian proyek ini?" tanya tuan Bradle, membuat Alan menyodorkan berkas berkas yang harus di tabda tandatangani dua CEO besar itu.


"Selamat bergabung tuan Bradle, saya harap kedepannya kerja sama ini bisa berjalan dengan lancar" kata Kenzou mengulurkan tangannya saat ia dan tuan Bradle baru saja menandatangani kontrak.


"Terimakasih tuan Kenzou" kata tuan Bradle yang menyambut uluran tangan Kenzou.


Setelah rapat itu tuan Bradle memutuskan untuk langsung mengundurkan diri karena harus kembali ke hotel untuk menyiapkan dirinya untuk kembali ke negara asalnya, sedangkan Kenzou dan Alan keluar dari dalam restoran setelah melakukan pembayaran.


Saat Kenzou melewati toko baby shop matanya tidak sengaja menangkap satu baju bayi dengan model yang sangat lucu, membuatnya menghentikan langkah kakinya dan masuk ke dalam toko baby shop tersebut.


Alan di buat bingung saat Kenzou tidak menjawab ucapannya, biasannya Kenzou langsung dengan cepat memberikan respon untuk nenek sihir satu ini, tapi kali ini Alan merasa ada yang aneh dengan Kenzou, membuat Alan menoleh ke samping, tempat di mana Kenzou tadi berjalan di sampingnya.


Saat Alan menoleh ke samping ia mendapati dirinya yang tengah berjalan sendirian dengan Kenzou yang sudah tidak berada di sampingnya lagi, membuat Alan bingung sendiri kemana atasan sekaligus sahabatnya itu pergi.


"Tuan?" panggil Kenzou sambil mengedarkan pandangannya ke penjuru mall mencari keberadaan Kenzou yang tiba tiba saja hilang, sampai matanya menangkap Kenzou berada di dalam salah satu baby shop yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.


"Untung atasan gue" guman Alan yang langsung melangkah masuk ke dalam baby shop tersebut menghampiri Kenzou yang sangat fokus dengan deretan baju bayi.


"Tuan anda sedang apa?" tanya Alan saat Kenzou memegang satu persatu baju bayi yang tersusun rapi di depan mereka.


"Alan, sudah aku bilang bukan? jangan panggil aku tuan kalo kita sendang berdua seperti ini, atau aku akan benar benar memecat mu hari ini juga" kata Kenzou menatap tajam Alan, Kenzou sudah capek memberitahu sahabatnya satu ini sudah puluhan kali ia memberitahu Alan jangan memanggilnya dengan sebutan tuan saat mereka sedang berdua saja seperti saat ini.


"Iyah iyah" jawab Alan dengan malas.


"Kamu sedang ngapain kenapa kamu melihat baju baju itu? bukan kah Aleta melahirkan masih lama?"

__ADS_1


"Iyah aku tau, tapi baju baju ini terlihat begitu lucu dan wajib di beli" kata Kenzou memperlihatkan satu baju yang menurutnya sangat lucu ke Alan, membuat Alan mengerutkan keningnya.


"Bukannya itu baju untuk anak perempuan?"


"Iyah, lucu bukan?" kata Kenzou yang masih dengan antusiasnya.


"Memangnya anak kamu perempuan?" pertanyaan Alan membuat aktifitas tangan Kenzou seketika berhenti dan beralih menatap Alan.


"Aku tidak tau janin Aleta berjenis kelamin apa" jawab Kenzou dengan polosnya membuat Alan mengusap wajahnya kasar.


"Apa Aleta tidak memberitahu mu? tentang jenis kelamin anak kalian?"


"Tidak, memangnya jenis kelaminnya sudah kelihatan? kan dia belum lahir" kata kata Kenzou membuat Alan lagi lagi mengusap wajahnya, Kenzou memang sangat pintar dan handal dalam urusan perusahaan tapi untuk hall ini Alan akui Kenzou memiliki titik kebodohannya juga.


"Apa kamu tidak mengajak Aleta ke dokter kandungan untuk melakukan USG?" tanya Alan dan hanya di jawab dengan Kenzou dengan gelengan.


"Sebaiknya kamu mengajak Aleta ke dokter kandungan untuk melihat jenis kelamin anak kalian, laku laki atau perempuan, baru kamu bisa membeli baju untuk anak mu" kata Alan memberikan saran kepada Kenzou.


"Iyah besok aku akan mengajak Aleta ke dokter" kata Kenzou yang mengiyakan perkataan Alan.


Walaupun mulutnya berkata iya, tapi tangannya tetap mengambil beberapa baju yang terlihat sangat lucu ke dalam troli yang ternyata sudah ada beberapa barang khusus untuk bayi perempuan walau jumlahnya tidak terlaku banyak, tapi harganya terbilang cukup mahal, tapi tidak bagi kenzou, ia mengambil barang yang menurutnya sangat menggemaskan tanpa melihat label harga yang tertera di baju baju tersebut.


"Bukannya kamu tadi akan mengajak Aleta ke dokter kandungan dulu baru akan membeli perlengkapan bayi? tapi kenapa kamu mau beli baju baju itu?" tanya Alan dengan kening yang berkerut karena bingung.


"Tidak ada salahnya aku membelinya, hitung hitung anak ku sudah membantu Daddy-nya menghabiskan uangnya bukan" jawaban aneh itu keluar dari mulut Kenzou membuat Alan memutar bola matanya malas.


"Kalo tau dia akan tetap membelinya seharusnya aku tidak harus capek capek memberitahunya tadi"


"Kenzou terlalu heboh untuk bayi yang masih ada di dalam kandungan, apa semua calon ayah seperti Kenzou?" batin Alan memikirkan laki laki di luar sana yang sama hebohnya dengan Kenzou tapi dengan cepat Alan mengelengkan kepalanya saat melihat Kenzou tengah membayar barang belanjaannya, "Tidak! tidak semua, karena aku tidak akan seheboh Kenzou nantinya"


"Alan!" panggil Kenzou membuat Alan sadar dari lamunannya.


"Kenapa kamu diam saja di situ? bantu aku membawa belanjaan ini" kata Kenzou memperlihatkan tiga paper bag yang berjejer di meja kasir.


"Iyah" jawab Alan yang langsung menghampiri Kenzou.


"Kamu tidak membawanya?" tanya Alan saat Kenzou hendak melangkah pergi tanpa membawa satu Papar bag di tangannya.


"Aku ini CEO, jadi kamu yang harus membawanya" kata Kenzou membuat Alan geram sendiri mendengar perkataan sombong itu keluar dari mulut sahabatnya.

__ADS_1


"Iyah iyah aku juga membawanya" kata Kenzou saat melihat sorot kesal dari mata Alan.


"Iyah karena ini belanjaan mu!, bukan belanjaan ku" kata Alan yang memilih berjalan terlebih dahulu meninggalkan Kenzou yang masih berdiri di kasir depan baby shop tersebut.


__ADS_2