
Saat mobil Kenzou melaju menuju kantornya, mobil Kenzou melewati sebuah taman yang sudah banyak sekali para pedagang kaki lima yang mangkal di sekitar taman tersebut yang membuat mata Aleta tertuju pada sebuah gerobak penjual gula gula kapas.
"Zou...aku mau gula gula kapas itu" kata Aleta dengan tangan menujuk gerobak penjual gula gula kapas yang ada di depan dari dalam mobil.
"Itu pasti tidak sehat untuk mu" kata Kenzou yang masih fokus ke jalanan.
"Tapi Zou...aku mau gula gula kapas itu, sepertinya terlihat enak, dan aku ingin memakannya" rengek Aleta seperti anak kecil.
"Kalo kamu menginginkannya, nanti aku suruh salah satu koki di hotel ku untuk membuatkannya untuk mu"
"Tidak" jawab Aleta cepat yang membuat Kenzou beralih menatap Aleta. "Aku tidak mau yang lain aku hanya ingin gula gula kapas itu, zou...." kata Aleta yang langsung menyilangkan tangannya di depan dada dan membuang pandangannya ke luar kaca mobil.
Kenzou langsung menepikan mobilnya dan memiringkan tubuhnya menghadap Aleta yang masih memandang ke luar jendela. "Ale..." panggil Kenzou tapi tidak di jawab oleh Aleta.
"Aleta, aku tau kamu ingin memakannya tapi itu tidak sehat untuk mu dan anak kita" kata Kenzou yang masih tidak ditanggapi oleh Aleta.
"Kalo kamu menginginkannya aku bisa menyu..." belum sempat Kenzou melanjutkan ucapannya Aleta terlebih dahulu memotong ucapannya yang beralih menatapnya.
"Kalo kamu tidak ingin membelikannya untuk ku tidak apa apa aku tidak akan marah, cepat jalan dan jangan banyak bicara!" kata Aleta ketus dengan mata yang berkaca kaca, Aleta langsung menatap keluar jendela lagi sebelum air matanya menetes.
"Ale..."
"Cepat jalan..." kata Aleta memotong ucapan Kenzou lagi dengan tatapan yang masih memandangi orang orang dari dalam kaca mobil Kenzou.
Kenzou yang melihat Aleta mulai meneteskan air mata hanya karena gula gula kapas, membuang nafasnya pelan sebelum ia turun dari dalam mobil, Aleta yang melihat Kenzou turun dari dalam mobil tidak ingin tau kemana suaminya itu pergi, yang ada di pikirannya saat ini ia hanya ingin makan gula gula kapas yang tidak akan di berikan sang suami yang membuat Aleta meneteskan air mata.
sedangkan Kenzou yang sudah sampai di pedang kaki lima yang menjual gula gula kapas terlihat harus mengantri saat ada beberapa anak anak yang juga mengerubungi Pedagang gula gula kapas tersebut.
"Bang bisa gak itu buat saya dulu" kata Kenzou yang tidak mungkin akan menunggu sampai antrian anak anak itu habis karena ia pasti akan sangat telat datang kekantor.
"Eh... mas ngantri dong, saya juga udah dari tadi"
"Iyah nih mas nya, kita yang ngantri dari tadi ehh... dia datang datang minta duluan"
"Maaf ibu ibu,tapi Istri saya nungguin saya di dalam mobil dan juga saya harus segera sampai ke kantor" kata Kenzou yang memberikan penjelasan kepada ibu ibu tersebut berharap mereka mengerti keadaannya pagi ini, alih alih perhatian yang Kenzou dapatkan tapi demo ibu ibu itu yang justru Kenzou terima.
"Memang ya orang kaya ngelakuin hall selalu se enak nya, mau nya apa apa harus langsung dapat"
"Iyah betul itu, ngantri dong mas..."
"iyah Nih masnya ganteng doang tapi gak mau ngantri"
"Anak kecil aja bisa sabar untuk ngantri, emang mas gak malu sama anak anak itu?" kata salah satu ibu ibu itu menunjuk anak laki lakinya.
"Kalo begitu gini saja, saya akan borong semua gula gula kapas ini buat ibu ibu dan adik adik ini, tapi biarkan saya yang dapat gula gula kapas ini untuk istri saya"
"Modus.... ngomong doang, tapi habis itu pasti langsung pergi begitu saja, dasar..."
"Betul...."
"Betul itu..."
"Betul..." jawab ibu ibu kompak, Kenzou semakin di buat pusing dengan tingkah ibu ibu itu, yang membuat Kenzou langsung mengeluarkan dompetnya, untung saat itu dompet Kenzou memiliki uang ces, jadi ia bisa cepat menyelesaikan masalah perdebatan gula gula kapas tersebut.
__ADS_1
"Bang ini ada uang sekitar tiga juga, saya borong semua dagangannya untuk ibu ibu itu, tapi berikan saya dulu satu pelastik gula gula kapas itu" kata Kenzou yang menyodorkan uang ces tersebut ke pedagang gula gula kapas tersebut yang melebar kan matanya.
"Mas ini kebanyakan, bahkan uang ini bisa membeli gula gula kapas saya berserta gerobaknya"
"Tidak apa apa, dan cepat bikinkan saya satu pelastik gula gula kapas itu" titah Kenzou yang membuat tangan pedang gula gula kapas itu gemetar saat membikin pesanan Kenzou.
"Aduh... mas ini udah tampan baik lagi"
"Iyah Masnya baik banget mau neraktir buat anak kita"
"Coba saja suamiku seperti masnya, pasti aku sangat bahagia" dan masih banyak lagi pujian yang Kenzou dapatkan saat ia membayar semua dagangan gula gula kapas itu.
"Mas ini gula gula kapasnya" kata penjualan gula gula kapas tersebut menyerahkan satu plastik gula gula kapas kepada Kenzou, Kenzou langsung menerimanya dan melangkah menuju mobilnya.
Kenzou masuk ke dalam mobil dan melihat Aleta yang masih memandangi keluar jendela, "Aleta aku punya sesuatu untuk kamu" kata Kenzou yang membuat Aleta dengan malas menatap wajah Kenzou.
"Aku punya sesuatu untuk mu" kata Kenzou lagi sambil mengeluarkan gula gula kapas yang ia sembunyikan di balik punggungnya yang membuat mata Aleta langsung berbinar cerah.
"Kamu membelikannya? untuk ku?" tanya Aleta yang langsung mengambil gula gula kapas tersebut dari tangan Kenzou.
"Iyah...ini untuk kamu, untuk bumil" kata Kenzou yang membuat Aleta tersenyum senang.
"Makasih Zou...." Aleta langsung membuka pelastik gula gula kapas miliknya dan langsung mengigit nya merasakan manis yang ia rasakan saat gula gula kapas itu masuk ke dalam mulutnya.
"Enak?" tanya Kenzou saat melihat Aleta memakan gula gula kapas miliknya sambil menutup mata.
"Enak, kamu harus coba, biar aku suapin" Aleta langsung mengambil sedikit gula gula kapasnya dan mengarahkan ke mulut Kenzou
"Hahaha... kamu lucu sekali Ale...." Kenzou tertawa lepas saat melihat tingkah Aleta.
"Buka mulutnya yang lebar karena pesawat akan mendarat" kata Aleta yang membuat Kenzou langsung membuka mulutnya dengan begitu lebar dan Aleta langsung menyuapi gula gula kapas miliknya ke mulut Kenzou, yang membuat perjalanan Kenzou ke kantor hari ini begitu bahagia walau hall kecil yang di lakukan Aleta yang bisa membuatnya terasa amat senang.
*
Sampainya di kantor Kenzou dan Aleta melangkah masuk ke dalam kantor Kenzou dengan Aleta yang menggandeng tangan suaminya itu, semua mata karyawan tertuju pada Kenzou dan Aleta yang terlihat sangat serai, dengan Kenzou yang tersenyum setelah apa yang membuatnya sangat bahagia pagi ini dengan melihat tingkah Aleta tadi.
"Itu tuan Kenzou tersenyum?" tanya salah satu karyawati yang mengucek matanya memastikan apa yang ia lihat tidak salah. "Apa ini cuma aku yang sedang berhalusinasi?" tanya nya lagi yang langsung mendapatkan cubitan dari temannya.
"Au....sakit" katanya sambil mengusap lengannya yang di cubit oleh temannya.
"Itu artinya kamu tidak sedang berhalusinasi"
"Astaga.... setalah sekian lamanya tuan Kenzou kembali tersenyum seperti itu lagi, oh...tuhan rasanya seperti aku mendapatkan pencahayaan lagi untuk mendekati tuan Kenzou"
"Sadar bego....tuan Kenzou udah punya istri"
"Gue gak papa jadi yang kedua, gak masalah gue mah ikhlas lahir batin dah..."
"lo yang ikhlas tapi Nyonya muda Aleta yang gak ikhlas karena harus berbagi suami dengan orang jelek seperti mu"
"Ye.... sirik aja lu"
"Udah...udah... cepat kerjain tugas lu gak usah bayang in hall yang mustahil terjadi"
__ADS_1
Aleta yang mendengar sekilas pembicaraan para karyawan melihat Kenzou dan benar apa yang di katakan para karyawan karyawati tersebut bahwa Kenzou tengah tersenyum sangat manis.
"Sebenarnya sifat Kenzou dulu itu seperti apa? kenapa banyak yang kaget hanya melihat Kenzou yang hanya tersenyum seperti itu?, apa sifat Kenzou sangat jauh berbeda dari yang sekarang?"
"Mama...." satu nama yang terlintas di otak Aleta, yang pastinya tau tentang seluk beluk kehidupan Kenzou selama ini. "Ya... pasti Mama Ana tau semuanya tentang Kenzou, dan aku harus cari tahu itu sekarang juga" Rasa penasaran Aleta semakin menggunung saat melihat para karyawan melihat Kenzou seperti melihat orang baru saja.
"Zou..." panggil Aleta yang mengehentikan langkahnya yang membuat Kenzou juga menghentikan langkahnya.
"Kenapa?"
"Emmm, aku mau ke rumah Mama" kata Aleta.
"Mau ngapain kamu ke rumah Mama?" tanya Kenzou bingung saat Aleta tiba tiba ingin pergi ke rumah sang Mama.
"Aku....aku....aku ada janji sama mama buat ngajarin Mama resep bolu yang hari itu aku bawa ke rumah Mama, karena Mama ingin aku mengajarinya" bohong Aleta.
Kenzou menatap kedua bola mata Aleta dalam mencari kebohongan dari bola mata Aleta, Aleta yang di tatap Kenzou seperti itu seketika tubuhnya gemetar. "Apa kamu tidak percaya? kalo kamu tidak percayalah kamu bisa mengantar ku ke rumah Mama dan tanya sendiri sama Mama"
"Kamu yakin cuma ingin masak bolu? bukan sedang mencari hall lain?"
"I—iyah....memang aku mau ngapain lagi?" kata Aleta yang semakin takut kalo Kenzou tahu apa yang ia akan lakukan.
"Baiklah kamu boleh ke rumah Mama, tapi aku tidak bisa mengantar mu, karena aku harus menyiapkan berkas berkas untuk miteeng" kata Kenzou saat ia ingat ada miteeng penting yang tidak bisa ia tinggalkan.
"Tidak apa apa, aku bisa berangkat ke rumah Mama naik taksi"
"Kamu tidak boleh naik taksi!!"
"Kenapa? lagi pula rumah Mama dari kantor mu juga tidak terlalu jauh"
"Apa kamu mau di culik seperti saat itu lagi?" kata Kenzou yang membuat Aleta mengelengkan kepalanya cepat.
"Kalo begitu biar suruh Alan saja yang mengantarmu" kata Kenzou yang langsung merogoh kantong di dalam jasnya dan langsung menelfon Alan yang mungkin sudah berada di ruangannya sekarang.
"Alan akan mengantarkan mu ke rumah Mama" kata Kenzou setelah mematikan sambungan telefonnya. Sesaat pintu lift terbuka dan keluar lah Alan yang berjalan mendekat ke arah Kenzou dan Aleta.
"Tuan"
"Alan stop panggil aku dengan sebutan tuan!" kata Kenzou saat mendengar Alan yang masih memanggilnya dengan sebutan tuan.
"Tapi ini di kantor dan di kantor jabatan saya sebagai bawahan anda, saya akan memanggil nama anda saat berada di luar jam kantor" kata Alan yang di benarkan oleh Kenzou.
"Terserah kau saja Alan, Sekarang aku mau kamu antar Aleta ke rumah Mama"
"Baik tuan, mari Nona"
"Zou aku pergi dulu ya, nanti saat jam makan siang aku akan kesini membawakan mu makan siang" kata Aleta.
"Iyah, sayang...jaga Mama ya" kata Kenzou yang berbicara pada janin Aleta.
***
Jangan lupa Like, komen, Vote, dan beri hadiah🤗♥️
__ADS_1