Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
USG


__ADS_3

Kini di sebuah cafe dua wanita cantik tengah duduk berhadapan dengan makanan mereka yang berada di atas meja karena kebetulan jam makan siang sudah datang membuat mereka memutuskan untuk bertemu sekalian mengisi perut mereka.


"Ada apa kamu mengajak aku ketemuan?" suara Tiara terdengar membuka obrolan.


"Kamu tau kalo Aleta sudah kembali bukan?" tanya Anindira.


"Iyah, terus?"


"Sepertinya kita harus segera bergerak dan tidak boleh membiarkan Aleta berlama lama di samping Kenzou" perkataan Anindira membuat Tiara tidak jadi menyuapkan makanannya ke dalam mulut.


"Apa kamu ingin membiarkan Aleta lebih lama lagi dengan Kenzou? dan membiarkan rumah tangga mereka baik baik saja?"


"Apa kamu selamanya hanya ingin mencintai Kenzou tanpa memilikinya?" kata Anindira membuat Tiara membenarkan ucapan Anindira sudah lama ia menyukai Kenzou dan sudah lama juga ia membiarkan Aleta hidup dengan tenang dengan Kenzou, sedangkan dirinya? dirinya hanya berani melihat Kenzou dari jauh, dan memperhatikan gerak gerik Kenzou dari jauh juga, dari Kenzou berangkat ke kantor sampai pulang ke kantor bahkan Kenzou meeting di luar kantor pun ia mengikuti Kenzou supaya ia bisa melihat wajah laki laki yang ia sayang selama ini.


Dan tidak jarang juga ia harus merasakan sakit hati saat Kenzou memperlakukan Aleta dengan begitu lembut, membuatnya merasa iri dengan Aleta tapi perlahan rasa itu berubah menjadi rasa benci yang teramat kepada Aleta. kenapa harus Aleta yang menjadi istri Kenzou? kenapa harus Aleta yang memiliki Kenzou seutuhnya? kenapa harus Aleta yang mendapatkan perlakuan lembut seperti itu? dan kenapa bukan dirinya yang mengalami semua itu? kenapa harus Aleta!!?.


"Aku mencintaimu dari lama Zou dari lama!, bahkan sebelum kamu berhubungan dengan Clara aku sudah menaruh hati padamu, tapi saat mendengar kamu menjalin hubungan dengan Clara aku berusaha mengikhlaskan mu untuknya sampai Clara meninggal, dan di saat itu juga titik harapan ku yang pernah padam kembali menyala tapi semua itu kembali sirna saat wanita itu merebut dirimu dari diriku!" Tira mengepalkan tangannya sangat kuat di bawah meja dengan tatapan tajam yang terlihat dari dua bola mata Tiara.


"Dan berapa lama lagi kamu akan berdiam diri seperti ini?" suara Anindira menyadarkan Tiara dari lamunannya.


"Apa kamu sudah punya rencana yang pas untuk hall ini?" pertanyaan itu yang ia lontarkan kepada Anindira membuat sudut bibir wanita itu membentuk sebuah senyuman.


"Kamu tau otakku selalu mempunyai rencana untuk segala hall, dan untuk hall ini aku juga sudah memiliki rencananya"


"Apa kamu yakin rencana kamu akan berjalan dengan lancar?" tanya Tiara memastikan.


"Sangat yakin, dan aku yakin setelah itu Kenzou pasti akan langsung menggugat cerai Aleta saat itu juga"


"Kapan rencana itu akan kamu laksanakan?" tanya Tiara yang ingin mengetahui tanggal main Wanita di hadapannya ini.


"Setalah peresmian proyek yang aku lakukan dengan Kenzou" kata Anindita sambil meraih gelas yang berisi jus jeruk.


"Aku serahkan semuanya kepada mu, kalo kamu membutuhkan bantuan apapun katakan saja karena anak buahku siap untuk membantu semua rencanamu"


"Dan sampai sekarang aku belum tau apa alasan mu untuk membantuku mendapatkan Kenzou? tidak mungkin wanita seperti dirimu tidak memiliki niat terselubung dari ini semua" ucap Tiara karena dari awal Anindira mengajaknya kerja sama sampai sekarang ia tidak tau apa niat wanita di hadapannya itu mengajaknya untuk bekerja sama.


"Niat ku dari awal hanya mengincar harta Kenzou untuk membantu perusahaan ayah ku yang hampir gulung tikar itu, tapi sekarang karena perusahaan ayah ku sudah berjalan seperti sedia kala, aku rasa cukup sampai di sini aku memanfaatkan Kenzou dan sekarang tugasku hanya membantumu untuk mendapatkan Kenzou"


"Apa! rencanamu dari awal hanya itu?" tanya Tiara tak percaya.


"Iyah dan sekarang aku sudah mendapatkannya"


"Kenapa kamu tidak bilang dari awal kalo tau kamu membutuhkan suntikan dana aku pun bisa memberikan suntikan dana itu kepada perusahaan mu"


"Sudahlah tidak perlu di pikirkan sekarang tugas kita tinggal satu mendapatkan Kenzou untuk dirimu karena yang aku lihat kau sangat mencintai Kenzou"

__ADS_1


"Sangat bahkan aku rela menyerahkan apapun yang aku punya untuk Kenzou"


"Dasar wanita bodoh! apa kamu pikir aku mendekati Kenzou selama ini hanya karena hartanya?,hah...cuma wanita gila yang tidak tertarik dengan Kenzou, ya... memang awal awal aku hanya mengincar hartanya sama tapi lama kelamaan kalo bisa beserta orangnya apa salahnya?, yang ada aku mendapatkan dua keuntungan"


"Tapi sekarang aku harus fokus pada tugas ku yang pertama yaitu membuat Aleta pergi dari Kenzou setelah itu baru kamu yang aku singkirkan, karena tidak susah menyingkirkan wanita seperti dirimu"


"Kalo begitu aku kembali ke kantor dulu" kata Tiara yang sudah selesai dengan makan siangnya.


"Hubungi aku jika kamu butuh bantuan" kata Tiara yang langsung bangkit dari duduknya.


"Iyah"


"Kamu terlalu berharap kalo Kenzou akan menjadi milik mu tanpa kamu sadari bahwa aku juga menginginkan laki laki yang sama, tapi tidak ada salahnya memanfaatkan dirimu untuk diriku" kata Anindira menatap kepergian Tiara.


***


Sesuai ucapan Kenzou tadi malam,bahwa dirinya akan membawa Aleta ke Dokter kandungan saat makan siang untuk melakukan USG untuk melihat jenis kelamin anak mereka dan kebetulan bulan ini Aleta juga belum melakukan USG jadi dirinya mengiyakan ajakan suaminya itu.


Sebenarnya Aleta tidak terlalu memikirkan jenis kelamin anak karena baginya baik laki laki maupun perempuan sama saja tidak ada bedanya,tapi saat melihat Kenzou yang sangat berharap anaknya berjenis kelamin perempuan membuat Aleta sedikit gelisah, bagaimana kalo jenis kelaminnya laki laki? Apa Kenzou masih sayang dengan janin yang ia kandung?.


"Aku ini mikir apa sih,ya jelas Kenzou pasti akan sayang dengan anaknya" ucap Aleta saat pikiran buruk itu datang.


Aleta menatap layar ponselnya saat Kenzou tidak kunjung datang untuk menjemputnya, karena tepat jam dua belas tadi Kenzou menghubunginya kalo dia sudah membuat janji dengan dokter kandungan dan akan segara pulang untuk menjemputnya tapi sampai sekarang Kenzou tidak juga kunjung sampai.


"Mungkin dia terjebak macet" kata Aleta dan mematikan layar ponselnya dan menyalakan televisi di hadapannya sambil menunggu Kenzou.


"Aleta"


"Kenzou?" Kata Aleta saat Kenzou berjalan ke arahnya.


"Sudah siap?" Tanya Kenzou yang sudah sampai di samping Aleta.


"Sudah" kata Aleta yang langsung bangun dari duduknya dan melangkah keluar rumah dengan menggandeng tangan suaminya.


"Silahkan tuan putri"


"Terimakasih" kata Aleta saat Kenzou membukakan pintu mobil untuknya.


Kenzou menutup pintu mobil saat Aleta sudah masuk ke dalamnya dan ia segera memutari mobil dan segara duduk di belakang kemudi di samping istrinya, mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit.


***


Dan kini Aleta sudah berbaring di atas ranjang rumah. sakit dengan alat USG yang berada di atas perutnya yang di gerakan oleh dokter ke kanan dan kekiri untuk melihat pertumbuhan janin yang ada di dalam perut Aleta.


Aleta yang melihat anaknya dari layar monitor merasa senang karena terlihat dengan jelas pertumbuhan janinnya yang sangat baik, walau wajahnya belum terlihat terlalu jelas bagi Aleta itu sudah lebih dari cukup.

__ADS_1


Sedangkan Kenzou yang sedari tadi memegang tangan Aleta merasa sangat senang saat melihat layar televisi di hadapannya yang memperlihatkan janinnya yang bergerak, karena ini kali kedua Kenzou mengikuti Aleta USG dan sekarang pertumbuhan janinnya sudah terlihat lebih jelas dari sebelumnya membuat dirinya semakin bahagia.


"Dok apa boleh saya dengar detak jantungnya?" tanya Aleta saat dokter tersebut masih mengerakan alat USG.


"Detak jantung?" ucap Kenzou bingung sebelum dokter tersebut menjawab pertanyaan Aleta.


"Iyah detak jantung anak kita" kata Aleta tersenyum sambil menatap Kenzou yang menatapnya dengan tatapan bingung.


"Boleh" jawab Dokter kandungan tersebut dan menunjuk kepada calon orang tua itu detak jantung anak mereka.


Dokter kandungan tersebut mengerakan alat tersebut di sekitar permukaan perut Aleta mencari tempat di mana detak jantung janin dapat terdeteksi, Alat yang di gerakan di perut Aleta mengirim dan menerima gelombang suara yang memantul dari jantung bayi membuat detak jantung janin Aleta dapat terdengar cukup keras, agar Aleta dan Kenzou bisa ikut mendengarnya.


"Itu suara detak jantung anak kita?" tanya Kenzou dengan tatapan tidak percaya saat ia bisa mendengar suara itu dengan sangat jelas dengan pandangan yang masih melihat layar televisi di hadapannya.


"Iyah itu suara detak jantung anak kita" suara Aleta membuat Kenzou beralih menatap Istrinya yang masih berbaring di atas brangkar rumah sakit sambil tersenyum dengan sangat manis.


"Terimakasih Aleta" Kenzou yang tidak tau harus berkata apa memilih untuk langsung mencium kening istrinya itu dengan satu air mata yang lolos begitu saja dari ujung matanya, "Kamu sudah menjaganya dengan sangat baik selama ini, maafkan aku kalo aku tidak ada di saat saat penting seperti ini sebelumnya di sini kamu, aku minta maaf" lirih Kenzou saat detak jantung anak nya masih terdengar membuat rasa penyesalannya bertambah semakin menjadi.


"Sudah aku bilang bukan itu hanya masa lalu dan sekarang yang ada tinggallah masa depan, jadi jangan pernah menatap lagi kebelakang"ucap Aleta sambil mengusap lengan Kenzou yang masih mencium keningnya.


"Udah ah, malu sama dokternya" Ucap Aleta dengan tangan memukul dada bidang suaminya itu saat Kenzou masih menciumnya.


"Aku tidak peduli" jawab Kenzou dengan posisi yang masih sama.


"Dok apa jenis kelaminnya sudah kelihatan?" tanya Kenzou setelah mencium kening istrinya dan beralih menatap dokter kandungan tersebut.


"Sudah tuan" jawab dokter tersebut yang kembali mengerakan alat USG tersebut mencari letak keberadaan jenis kelamin janin Aleta.


"Gimana dok jenis kelaminnya perempuan atau laki-laki?" tanya Aleta penasaran saat Dokter kandungan tersebut tidak kunjung memberikan jawaban.


"Sepertinya anak tuan, dan nona merasa malu saat ingin di lihat jenis kelaminnya, pasalnya dia langsung menutupnya dengan kakinya" kata dokter tersebut.


"Jadi tidak kelihatan dok?" tanya Kenzou.


"Tadi sekilas saya melihat jenis kelaminnya laki laki sebelum akhirnya dia menutupinya" kata dokter tersebut.


"Laki laki?"


"Iyah nona, di perkirakan jenis kelaminnya laki laki" ucap dokter kandungan tersebut membuat Aleta menatap Kenzou yang masih fokus pada layar televisi yang memperlihatkan janinnya.


"Laki laki?"ulang Aleta sekali lagi dalam hatinya.


"Mau di print gambar USG nya tuan, nona?" tanya dokter tersebut.


"Boleh dok" jawab Kenzou.

__ADS_1


Setalah dokter tersebut memberikan print gambar USG janin Aleta, dokter tersebut menuliskan resep vitamin yang harus Aleta minum dengan rutin sesuai aturan yang sudah ia berikan dan memberikan Kenzou sedikit nasehat agar Aleta meminum vitaminnya tersebut tepat waktunya, membuat Kenzou dengan cepat mengiyakan perkataan dokter kandungan tersebut.


__ADS_2