
Aleta yang sampai di rumahnya dan belum melihat mobil Kenzou di garansi, Aleta berfikir pasti Kenzou belum pulang atau sedang mengejar wanita tadi siang, Aleta yang mulai berfikir macam macam mengacak ngacak rambutnya berharap ingatannya tentang kejadian tadi siang itu bisa hilang dari bayang bayang ingatannya, dan bersamaan dengan hujan yang sangat lebat turun dari langit.
Aleta melangkah menaiki tangga dan masuk ke kamar Kenzou yang sekarang sudah menjadi kamarnya juga, Aleta duduk di pinggir tempat tidur sambil menatap layar ponselnya yang banyak notif panggilan tidak terjawab dari Kenzou.
"Buat apa dia menelfon ku? bukankah dia lebih memilih wanita itu dari pada istrinya sendiri?" kata Aleta yang sangat malas dan melempar hpnya di atas kasur dan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Dari mana saja kamu hujan hujan seperti ini baru pulang?" Dengan perasaan malas Aleta menatap Kenzou yang baru saja selesai mandi, Aleta memilih diam dari pada harus memulai perdebatan di antara mereka, yang nantinya akan memperkeruh keadaan.
"Siapa pria yang kau temui di taman tadi?!" tanya Kenzou yang kali ini sudah selesai menggunakan baju santainya.
"Bukan urusanmu"
"Aku ini suamimu jelas itu menjadi urusan ku tentang semua orang yang kamu temui!"
"Apa pedulimu?" tanya Aleta yang kali ini menatap wajah suaminya itu.
"Kau itu istriku Aleta....dan kau tanggung jawab ku!"
"Apa kau masih mempunyai hubungan dengan mantan kekasih mu yang kamu temui tadi?"
Aleta menatap Kenzou penuh tanda tanya bagaimana bisa ia tahu Brian adalah mantan kekasihnya? apa dia memata mataiku?
"Mencari informasi tentang lo itu sangat mudah, cuma membutuhkan waktu lima menit semua data diri lo sudah ada di depan mata gue" kata kata Kenzou hari itu terlintas di memori kepalanya. "Bahkan aku sampai melupakannya kalo dia itu mempunyai seribu mata di mana mana"
"Kalo memang iya kenapa?" pancing Aleta.
"Kau tidak boleh ada hubungan apa pun dengan pria mana pun termasuk mantan kekasih mu itu!"
"Sedangkan kamu boleh memiliki hubungan dengan wanita lain...?" tanya Aleta yang memutar pertanyaan untuk suaminya itu.
"Iyah..." jawab Kenzou dengan tegas.
"Kamu egois Zou...! Aku juga berhak memiliki hubungan dengan pria mana pun,karna suamiku saja tidak memperdulikan istrinya dan lebih memilih wanita lain...!"
"Apa kamu cemburu dengan Anindira?" tanya Kenzou.
"Kalo memang Iyah kenapa...!" kata Aleta yang kali ini bangkit dari duduknya.
"Kalo kamu cemburu, berarti kamu sudah jatuh cinta dengan ku?"
__ADS_1
"Iyah... aku sudah jatuh cinta dengan mu...tanpa aku sadar ii! dan tanpa bisa aku cegah...!" kata Aleta jujur dengan dada yang naik turun.
"Aku ulangi sekali lagi kata kata ku hari itu, kalo aku tidak akan pernah membalas cinta mu itu sampai kapan pun!!" tegas Kenzou menekan setiap kata uang keluar.
"Kenapa? kenapa kau tidak mau membalas cintaku? apa karna wanita sialan itu!" kata Aleta.
"Jaga ucap mu Aleta....!" kata Kenzou menunjuk wajah Aleta dengan jari telunjuknya "Kau tidak berhak berkata seperti itu!!" sambung Kenzou.
"Kenapa...? Aku ini istrimu dan aku berhak atas dirimu dan melarang mu dekat dengan wanita manapun termasuk wanita tadi siang!" Kata Aleta yang langsung masuk ke dalam kamar mandi dan menguyur tubuhnya di bawah air shower yang membasahi tubuhnya.
"Hiks...hiks...hiks...kamu egois Zou....kamu egois...!" Aleta menangis di bawah air shower yang dingin dengan memeluk lututnya dan menyembunyikan wajahnya berharap itu bisa menenangkan pikiran dan hatinya saat ini.
Setangan jam berlalu setalah di rasa hati dan pikirannya lebih tenang dan bisa di ajak kerja sama, Aleta keluar kamar mandi dan tidak melihat suaminya itu berada di dalam kamar, Aleta sangat malas sekali kalo harus melihat wajah suaminya itu yang akan mengingatkan nya dengn wanita tadi siang.
Aleta juga merasa ada yang aneh dengan dirinya kenapa tiba tiba saja ia sangat cemburu seperti ini dan gampang sekali menangis satu hari ini, tapi Aleta berfikir itu hanya hormon wanita saat emosi menguasai dirinya.
Aleta langsung naik ke kasur dan mengistirahatkan tubuh dan perasaannya yang sangat lelah dan menguras tenaganya hari ini. Kenzou yang baru saja kembali ke kamar setalah menyelesaikan beberapa berkas berkas di ruangan kerjanya melihat Aleta yang sudah tidur dengan pulas dengan selimut yang membalut tubuhnya, Kenzou berjalan mendekat ke arah istrinya itu. Kenzou ingin mengusap rambut Aleta tapi ia urungkan niatnya itu dan memilih melangkah ke lemari dan mengeluarkan kotak berwarna merah dari laci lemarinya dan mengusap kotak itu lembut yang selama ini masih ia jaga dengan baik, sampai bibir Kenzou membentuk sebuah senyuman dengan memeluk kotak tersebut.
***
Pagi harinya seperti biasa Aleta bangun terlebih dahulu dan melihat Kenzou yang juga tidur di sampingnya, Aleta yang masih malas untuk melihat wajah suaminya itu menyilakan selimut yang menutupi tubuhnya dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya, setelah melakukan ritual mandi Aleta keluar dengan handuk yang melilit tubuhnya dengan handuk kecil yang berada di kepalanya. saat Aleta hendak membuka lemari nada dering ponselnya berbunyi, Aleta menutup pintu lemari dan meraih ponselnya yang ada di atas nakas, dan tertera nama Aldo yang ada di layar ponselnya yang ia angkat menjadi asisten nya itu, menelfonnya di hari yang masih sangat pagi.
...📞:"Halo... Nona.... maaf mengganggu waktunya pagi pagi begini, saya cuma mau memberitahu anda bahwa stok bahan masakan di restoran tiba tiba saja habis nona" kata Aldo dari sebrang telfon....
📞:"Kenapa bisa kehabisan seperti ini? bukannya kemarin masih ada setangah?" tanya Aleta yang masih mengingat bahwa bahan makanannya itu masih cukup untuk hari ini dan stok bahan makanan yang baru akan datang besok.
...📞:"Maaf Nona, ini karena ketelodaran saya karena saya baru ingat kalo kemarin itu restoran benar benar ramai sehingga bahan makanan habis" kata Aldo jujur....
📞:"Kenapa kau bisa seteledor ini Aldo...! kau tau bukan kalo bahan makanan itu baru akan datang besok, kalo hari ini habis mau tidak mau aku harus datang ke pusatnya untuk memintanya mengantar bahan makanannya hari ini juga, dan terpaksa restoran buka agak siangan" kata Aleta dengan nada sedikit tinggi.
...📞:"Kenapa anda tidak menelfon saja Nona?" tanya Aldo....
📞:"Apa kau lupa...? kalo aku mengambil bahan makanan itu langsung dari tempat tanamannya dan lokasi itu berada jauh dari kota dan fasilitas sinyal di tempat itu juga belum memadai"
...📞:"Maaf Nona saya tidak tau" kada Aldo dengan nada merasa bersalah....
📞:"Sudahlah... sekarang tugas kamu beritahu semua karyawan kalo restoran buka jam satu siang" kata Aleta yang langsung mematikan sambungan telefon secara sepihak dan bergegas untuk siap siap karna berjalan yang membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam lamanya.
Setalah selesai Aleta menatap Kenzou yang masih tidur dengan nyenyak, Aleta yang tidak ingin menganggu tidur suaminya itu memutuskan untuk menulis secarik kertas sebelum ia pergi agar suami sultannya itu tidak berfikiran yang macam macam, apa lagi Kenzou kemarin tahu kalo ia bertemu dengan Brian. setalah menulis surat tersebut dan menaruhnya tepat di samping nakas seblah Kenzou yang tengah tidur. Aleta langsung mencanglong tas kesayangannya dan langsung berangkat ke tempat pemasok bahan makan di restorannya.
__ADS_1
Hari yang masih pagi membuat jalanan masih Longgar dan membuat Aleta bisa mengendarai mobilnya dengan kecepatan cepat agar bisa cepat sampai di tempat tujuan. benar saja Aleta tiba di tempat pemasok bahan makanan lebih cepat satu jam, Aleta meminta pada pihak pengelola tempat pemasok bahan makanannya untuk mengantar bahan makanan itu sekarang juga, setalah melakukan transaksi pembayaran Aleta kembali lagi ke kota dan kali ini Aleta mengendarai mobil dengan santai sambil menirukan lagu yang ia stell di dalam mobilnya Sampai Aleta tidak menyadari ada sebuah mobil yang mengikutinya dari rumah sampai ia ingin kembali lagi ke kota.
Sampai mobil tersebut menyalip mobil Aleta dan mengendarainya dengan cepat, setalah lumayan jauh dua orang pria yang mengendarai mobil tersebut turun dan menyebar paku di jalan yang akan di lintasi mobil Aleta, setalah beres mereka duduk di pinggir trotoar sambil menunggu mobil Aleta yang melintas. benar saja tidak membutuhkan waktu yang lama mobil Aleta tiba tiba saja berhenti.
"Lho....Lho.... ini mobil kenapa?" kata Aleta yang merasa mobilnya oleng sampai Aleta memutuskan untuk berhenti dan turun dari mobil untuk mengecek ke adaan mobilnya.
"Sial...! kenapa harus bocor sih...!" gerutu Aleta sambil menendang ban mobilnya. "mana jarak ke kota masih jauh lagi" kata Aleta dan mengambil ponselnya dari dalam mobil dan menelfon Aldo tapi Aldo tidak mengangkat teleponnya sampai akhirnya Aleta terpaksa menelfon Kenzou sampai telefon ke kelima kalinya Kenzou tidak menjawab panggilan telfonnya.
"Masa jam setengah sebelas Kenzou belum juga bangun sih?" kata Aleta melihat jam yang di belikan kenzou di pergelangan tangannya.
"Mana jalan sepi lagi" kata Aleta yang tidak melihat satu pun kendaraan yang melintas sampai mata Aleta menangkap dua orang pria yang tengah duduk di pinggir trotoar. "Masak iyah minta tolong sama mereka" kata Aleta ragu ragu tapi tidak ada jalan lain ia harus sampai di kota siang ini juga karena harus mengecek keuangan bulan ini, Aleta memasukan hpnya di saku celana dan menghampiri kedua orang tersebut.
"Permisi maaf menganggu waktunya" akhirnya Aleta menghampiri ke dua orang tersebut siapa tau mereka bisa menolongnya pikir Aleta.
"Iyah ada apa?" tanya salah satu dari mereka.
"Jadi begini, mobil ban saya tiba tiba saja Bocor jadi apa saya bisa minta tolong sama bapak bapak buat Batu saya untuk ganti ban mobil saya?" tanya Aleta yang membuat kedua pria tersebut saling tatap. "Tenang saja saya akan memberi bapak bapak uang kok sebagai tanda terimakasih" kata Aleta.
"Ok" kata kedua orang tersebut secara bersamaan dan melangkah menuju mobil Aleta.
"Ini banya dan ini dongraknya beserta alat alat yang di butuhkan" kata Aleta membuka bagasinya dan menunjukan perlengkapannya sampai salah satu dari kedua pria tersebut langsung membungkam mulut dan hidung Aleta dengan kain yang sudah di kasih obat bius"
"Emmm.....Emmmm...." Aleta berusaha berontak dengan memukul mukul tangan yang membungkam mulutnya, sampai akhirnya kesadaran Aleta perlahan mulai hilang.
"Bawa dia ke mobil" kata pria satunya lagi. dan kedua orang tersebut membawa Aleta pergi dari tempat tersebut dengan kondisi Aleta yang pingsan karena obat bius yang ia hirup.
Dret....Dret....Dret...
"Gimana?" tanya seseorang dari sebrang sana.
"Beres bos... Sesuai rencana"
"Bawa dia ketempat yang sudah saya kirim lokasinya"
"Baik bos"
"Langsung bawa ke tempat yang di kirim bos" kata pria pada temannya yang tengah mengemudikan mobil.
***
__ADS_1
Jangan lupa Like & Vote 🤗♥️