Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Menggantikannya Dengan Mimpi Indah


__ADS_3

"Permisi tuan" kata Alan saat menutup pintu ruangan Kenzou.


"Masuk Alan"


"Tuan, ini dokumen baru tentang pembangunan proyek kita dengan Agatha group" kata Alan menyerahkan dua berkas di hadapan Kenzou.


"Kalo begitu saya permisi tuan"


"Tunggu Alan" kata Kenzou menghentikan langkah kaki Alan dan membuat Alan kembali menatap Kenzou.


"Iyah tuan"


"Duduklah" perintah Kenzou, dan Alan langsung mendudukkan tubuhnya di kursi di depan meja kerja Kenzou.


"Ada apa tuan?"


"Saya ingin kamu mencari tau siapa orang yang telah menculik Aleta" kata Kenzou membuat Alan mengerutkan keningnya.


"Kenapa anda tidak bertanya langsung kepada Nona Aleta tuan...? dengan begitu kita bisa langsung melakukan tindakan selanjutnya bukan?" kata Alan Alan.


Kenzou menghembuskan nafasnya kasar dan memiringkan kursi kebesarannya ke samping menatap jendela yang menunjukkan kemacetan di beberapa jalan dari ruangannya. "Aku tidak berani menanyakannya kepada Aleta, karena dari yang aku lihat dia masih ketakutan dengan kejadian yang menimpanya, bahkan dokter bilang kalo kandungan Aleta masih lemah dan aku tidak ingin membuatnya tambah lemah karena hanya menanyakan masalah yang menimpanya itu" kata Kenzou dan Alan menganggukkan kepalanya paham kalo atasannya itu tidak mau hall buruk terjadi pada calon anaknya.


"Bahkan saat aku ingin pergi ke kantor saja Aleta harus menangis terlebih dahulu karena takut aku tinggal, jadi aku memutuskan untuk memintanya menghubungi sahabatnya itu untuk menemaninya sampai aku pulang nanti" lanjut Kenzou yang kembali menatap Alan. "Jadi aku harap kamu bisa menemukan pelakunya secepatnya dan dalam keadaan masih hidup"


"Baik tuan, Saya akan menghubungi anak buah anda untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya"


"Dan satu lagi Alan, berhentilah memanggilku tuan, kita ini sahabat dari SMA bahkan kita kuliah di tempat yang sama dengan jurusan yang sama juga, dan aku juga terpaksa menerima mu di kantorku juga, karena kamu sahabatku, dan sampai kapan kamu akan marah sama Ayah mu itu?" kata Kenzou membuat Alan menghembuskan nafasnya secara perlahan.


"Sudah saatnya kamu memimpin perusahaan milik ibumu itu yang sedang di pegang ayah mu, dan berhenti bekerja di perusahaan ku"


"Apa kamu memintaku untuk keluar dari perusahaan mu ini?" tanya Alan menatap Kenzou.


"Bukan...aku hanya mengingatkan kamu saja Alan, dan aku tidak akan memintamu berhenti dari perusahaan ku ini kalo bukan kamu sendiri yang mengundurkan diri"


"Sebenarnya aku ingin sekali memimpin perusahaan milik ibuku itu sebelum hall buruk terjadi, tapi aku tidak akan melakukannya kalo ibuku masih memilih bertahan dengan laki laki brengsek itu!!" kata Alan dengan rahang yang mengeras.


"Tapi dia itu ayah mu Alan"


"Kamu tidak tau Rasanya seperti aku, dan tidak akan pernah tau rasanya itu Zou!"


"Terserah kamu saja Alan, aku tidak akan memaksakan mu untuk memimpin perusahaan yang tengah di pimpin ayah mu itu, tapi renungkan ini baik baik Alan, kembalilah ke rumah mu itu kasian ibu mu dia pasti sangat merindukanmu apa lagi kamu anak satu satunya"


"Aku tau itu, tapi aku tidak akan kembali ke rumah itu!, dan sampai sekarang juga aku masih berusaha membuat ibuku meninggalkan laki laki berengsek itu" kata Alan.


Kenzou yang tau Alan adalah orang keras kepala sama seperti dirinya, hanya bisa memberikan saran saja, selebihnya ia serahkan kepada Alan. "Ayo ikut aku" kata Kenzou menutup laptopnya dan berdiri membenarkan jasnya.


"Kemana?"


"Ini sudah memasuki jam makan siang dan aku mengajakmu makan siang di rumahku, sambil melihat keadaan Aleta" kata Kenzou yang langsungmelangkah keluar dari ruangannya terlebih dahulu tanpa menunggu jawaban dari Alan.


***


"Lo beneran hamil...??" tanya Vony dengan mulut yang terbuka lebar setelah mendengar ucapan Aleta yang sambil mengusap perutnya yang masih rata.


"Gak usah mangap mangap gitu juga kali" kata Aleta yang menaikan dagu sahabatnya itu agar mulutnya tertutup.


"Tapi lo beneran hamil...??" tanya Vony sekali lagi dan di angguki oleh Aleta.


"Kok bisa...?" pertanyaan Vony membuat Aleta tiba tiba saja kesal.

__ADS_1


"Ya bisalah, gue itu punya suami jadi biasa aja kalo gue hamil, yang gak biasanya itu kalo lo yang nantinya tiba tiba hamil tanpa ada suami" kata Aleta ketus dan memasukkan cemilan ke mulutnya.


"Nih...mulut gak bisa di rem dikit napa"


"Ya lo sih, nanyanya aneh, udah tau gue punya suami jadi wajar aja kalo gue hamil"


"Iyah... Iyah... bumil" goda Vony.


"Ngomong ngomong, tubuh lo kok bisa lecet lecet kaya gini sih...?" tanya Vony yang penasaran dari tadi mengenai luka luka di tubuh Aleta.


"Gak papa kok" jawab Aleta yang tidak ingin menceritakan hall yang telah menimpanya yang malah akan membuatnya semakin takut kalo membayangkan hall itu lagi.


"Jujur sama gue Aleta, lo ini kenapa...? apa lo di kdrt sama Kenzou??"


"Enggak Von...."


"Terus...??" Tanya Vony yang semakin penasaran tapi Aleta tidak menjawab pertanyaan sahabatnya itu dan memilih diam meski sahabatnya itu mengoyang goyangkan tangannya.


Mobil Kenzou yang di kemudikan Alan berhenti tepat di depan pintu utama rumah Kenzou, Kenzou keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam rumahnya, dan melihat Aleta dan sahabatnya itu tengah duduk di kursi depan tv, saat Kenzou melangkah mendekat ke dua perempuan itu, Kenzou dapat melihat Aleta yang tengah seperti orang tertekan dan sahabatnya itu malah mengoyang goyangkan tangan istrinya seperti meminta jujur untuk suatu hall, sedangkan Alan yang baru saja masuk melihat Kenzou terdiam di belakang sofa yang jaraknya tinggal beberapa meter saja mengikuti arah pandang sahabatnya itu.


"Aleta jujur sama gue, siapa yang bikin lo sampai luka luka seperti ini...apa ini gara gara suami lo itu...!!"


"Bukan Von..."


"Terus apa? jawab Aleta, lo tau kan kita dari dulu selalu terbuka, dan kenapa lo tiba tiba seperti ini? gue khawatir sama lo Aleta"


Kenzou yang melihat Aleta semakin tertekan langsung melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah kedua perempuan itu. "Ale..." panggil Kenzou membuat Aleta mendongakkan wajahnya.


"Kenzou..." kata Aleta, Kenzou langsung duduk di samping Aleta dan langsung di peluk oleh Aleta dengan erat dan Kenzou mengusap rambut istrinya itu. Sedangkan Vony yang melihat suami sahabatnya itu pulang berpindah posisi duduk.


"Zou....Lo apa in sahabat gue sampai kaya gini" kata Vony yang masih penasaran dengan luka luka yang ada di tubuh Aleta.


"Zou...gue gak akan tinggal diam kalo lo nyakitin sahabat gue ya...!!"


"Lepas....!! Lo ini apa apaan sih...! gue belum selesai bicara sama sahabat gue dan lo main narik narik gue aja" kata Vony dengan tangan yang masih di seret Alan.


"Lepas....!!" kata Vony menghempaskan tangan Alan kasar.


"Dasar gila...! main tarik tarik aja" kata Vony yang ingin melangkah masuk lagi ke dalam tapi di cegah oleh Alan.


"Minggir gak!!"


"Gak!"


"Minggir" kata Vony mendorong tubuh Alan tapi yang di dorong tidak bergerak sedikitpun, sampai Vony menginjak kaki Alan dengan high heels yang yang ia gunakan, yang membuat Alan meringis kesakitan saat kakinya di injak dengan begitu kencang.


"Sialan" umpat Alan sambil memegang kakinya yang terasa sakit.


"Sukurin...weekkkk" kata Vony menjulurkan lidahnya kepada Alan dan melangkah masuk tapi baru beberapa langkah saja tangan Vony di pegang lagi dengan Alan, Alan menarik tubuh Vony dan memojokkannya di dinding dan mengunci dengan kedua tangannya.


"Minggir...!" kata Vony sambil membulatkan matanya.


"Enggak!"


"Gue bilang minggir, gue gak ada urusan ya sama orang gak jelas kaya lo...gue ada urusannya sama Aleta karena dia harus menjelaskan sesuatu" kata Vony sedangkan Alan diam dan malah menatapnya.


"Hei.... gue bilang minggir bukannya ngeliat gue seperti itu....awas nanti lo suka sama gue"


"Suka sama lo....?"

__ADS_1


"Iyah...secara gue ini cantik, siapa coba yang gak mau sama gue" kata Vony dengan p-d nya.


"Gue suka sama lo...? gak ada yang lain...?" kata Kenzou sinis. sedangkan Vony ingin rasanya meremas mulut laki laki yang ada di hadapannya itu saat itu juga.


"Kalo gitu minggir lo dari hadapan gue"


"Kalo gue gak mau kenapa....?" kata Alan yang perlahan lahan mencondongkan tubuhnya ke arah Vony, Vony yang merasa tubuh Alan semakin mendekat ke arahnya berusaha untuk memundurkan dirinya tapi sial tubuhnya sudah sangat menempel Dengan dinding rumah Kenzou.


"Mmm-mau apa lo...!!"


"Jjjj-jangan macam macam" kata Vony yang mulai terbata bata saat wajah Alan semakin dengan wajahnya bahkan perlahan Vony bisa merasakan deru nafas Alan. Vony langsung memejamkan matanya saat Alan semakin mendekat.


Alan yang melihat wanita di dahadapa nya tiba tiba memejamkan matanya, ingin sekali tertawaan karena wajah wanita itu sangat lucu saat tengah ketakutan, Vony yang tidak merasakan apa apa yang menempel pada tubuhnya membuka matanya perlahan dan melihat Alan dengan posisi yang sudah mulai menjauh tapi tangannya masih mengunci tubuh Vony.


"Sialan....! pria ini membuatku seperti berharap ingin di cium, ni mata juga kenapa harus tertutup sih kenapa gak melek saja...!!" batin Vony.


"Lo ingin tau apa yang terjadi dengan Nona Aleta...?" tanya Alan dan refleks di angguki oleh Vony.


"Gue bakal cerita tapi lo janji gak bakal cerita hall ini di hadapan sahabat lo itu, Gimana setuju...?" tanya akan lagi dan di angguki lagi oleh Vony.


"Sial....nih kepala ngangguk ngangguk saja dari tadi kaya orang bodoh!"


"Memang lo bodoh" kata Alan seperti tau apa yang ada di pikirannya saat ini.


Sedangkan Aleta, setelah kepergian sahabatnya itu masih memeluk Kenzou dengan kuat, "Udah...gak usah takut lagi" kata Kenzou saat Vony sudah di bawa Alan ke taman belakang rumahnya.


"Zou..."


"Iyah...." jawab Kenzou sambil menatap wajah Aleta.


"Bayang bayang hari itu masih terus terulang ulang, aku gak suka zou"


"Gak usah di pikirkan, anggap saja itu mimpi buruk, dan aku akan menggantikannya dengan mimpi indah yang membuat mu bisa melupakan hall itu" kata Kenzou membuat Aleta melepaskan pelukannya dan menatap suaminya itu dengan tatapan bingung.


"Nih..." kata Kenzou mengambil paper bag di samping sofa yang di bawa Alan tadi.


"Apa ini?" tanya Aleta.


"Bukalah" perintah Kenzou dan Aleta langsung membuka paper bag tersebut dan melihat tas yang di janjikan suaminya itu tadi malam.


"Waowwww.... bagus banget..." kata Aleta membolak-balikkan tasnya.


"Kamu suka?" tanya Kenzou.


"Suka sekali...bahkan aslinya lebih bagus dari ada yang di foto" kata Aleta yang masih melihat lihat tas di tangannya itu.


"Masih ada lagi" kata Kenzou yang membuat Aleta kembali menatap Kenzou saat suaminya itu menyodorkan satu lagi paper bag ke arahnya, Aleta yang penasaran langsung membuka paper bag tersebut dan melihat dres berwarna pink dengan lengan panjang yang senada dengan warna tasnya yang begitu sangat cantik dan sangat elegan.


"Ini cantik sekali... warnanya juga sama kaya tasnya" kata Aleta yang menempelkan baju itu ke tubuhnya.


"Aku membelinya untukmu karena nanti malam aku mengundang Papah,Ayah,Mama,dan Bunda untuk makan malam di sini"


"Mereka mau ke sini?" tanya Aleta yang di angguki oleh Kenzou.


"Rencana aku ingin memberi tau mereka mengenai kehamilan mu ini" kata Kenzou yang mengusap perutnya Aleta lembut.


"Aku sangat merindukan Bunda dan Mama, aku jadi gak sabar cerita sama mereka" kata Aleta senyum senyum sendiri sambil memeluk dresnya.


"Aku membelikan mu dress lengan panjang supaya luka luka mu itu tertutup agar nanti tidak ada yang menanyakan tentang luka luka mu itu yang akan membuatmu semakin susah untuk melupakan hall buruk itu" batin Kenzou sambil menatap Aleta yang masih asik menelusuri jari jarinya di dres barunya itu.

__ADS_1


***


Jangan lupa Like & Vote 🤗♥️


__ADS_2