
Sedangkan di Mansion, Kenzou yang masih meringkuk di atas kasur perlahan tangannya meraba raba kasur di sampingnya saat tangannya merasakan tidak ada seseorang di sampingnya perlahan Kenzou membuka mata dan melihat tempat di sampingnya sudah kosong.
"Ale...." panggil Kenzou dengan mengedarkan pandangannya.
"Aleta apa kamu di kamar mandi?" teriak Kenzou yang duduk di atas kasur, tapi tidak mendapatkan sahutan dari Aleta.
"Ale..." Kenzou membuka pintu kamar mandi dan tidak mendapati Aleta di dalamnya.
"Kemana dia pagi pagi seperti ini sudah tidak ada?" kata Kenzou pada dirinya sendiri sampai mata Kenzou menatap secarik kertas kecil di atas nakas, Kenzou mengambil kertas tersebut dan membacanya.
Selamat pagi.....
...Kalo kamu bangun nanti dan tidak melihat ku, aku pergi karena tadi aku mendapatkan kabar dari Aldo asisten ku di restoran kalo saja bahan masakan di restoran tiba tiba saja habis, jadi aku harus pergi pagi pagi. Maaf kalo tidak membangunkan mu karna aku melihat mu tidur sangat nyenyak....
...Jas mu sudah aku siapkan di atas sofa dan aku juga sudah membuatkan sepotong roti di atas meja makan sebelum kamu berangkat ke kantor....
...Aleta....
Kenzou meletakan secarik kertas tersebut kembali ke tempatnya dan menatap jas berwarna biru muda yang ada di atas sofa lengkap beserta dasi dan sepatunya.
"Aku pikir Aleta tipe wanita yang akan marah dalam jangka panjang dan tidak peduli sama orang lain, ternyata meski dia sedang dalam keadaan marah dia tidak melupakan tugasnya sebagai seorang istri" kata Kenzou yang masih menatap jasnya.
Kenzou langsung masuk ke kamar mandi dan melakukan ritual mandinya, setalah dua puluh menit Kenzou sudah rapi denga setelan jasnya, Kenzou melangkah menuju meja makan dan mendapati dua potong roti dengan selai coklat beserta susu putih yang sudah tersedia di atas meja dan juga secarik kertas yang ada di bawah gelas susu.
...Maaf aku cuma bisa membuatkan mu roti, tapi kamu harus menghabiskannya karna aku tidak mau kamu jatuh sakit karna itu cuma akan membuat ku repot saja nantinya!...
...Aleta....
"Dasar...."Kata Kenzou setelah membaca secarik kertas tersebut dan langsung memakan roti yang di buat Aleta hingga habis dan langsung berangkat ke kantor.
***
"Pagi tuan..." sapa Alan yang juga baru sampai di parkiran dan melihat Kenzou keluar dari dalam mobil.
"Hmmm...."
"Alan....."
"Iyah tuan ada yang bisa saya bantu?"
"Aku ingin meminta maaf kepada CEO Agatha grup tentang kejadian kemarin, dan tolong sampaikan kepada CEO Agatha grup kalo aku ingin bertemu Jam sepuluh nanti"
"Tapi tuan..."
"Aku tidak ingin Papah tau kalo proyek ini di batalkan secara sepihak!" kata Kenzou to the poin menjeda ucapan Alan, dan langsung melangkah masuk ke kantornya
"Baik tuan" Jawab Alan yang juga melangkah masuk ke dalam kantor.
***
Di sebuah ruangan VIP di sebuah restoran bintang lima kini Kenzou, Alan, Anindira dan asistennya yang bernama Tito itu duduk di kursi VIP ruangan yang telah di pesan Alan sesuai permintaan Kenzou, karena Kenzou selalu memesan ruangan privat room saat ingin menbahas hall penting. saat Anindira masuk ke ruangan tersebut Kenzou terus menatapnya tanpa berkedip sedikitpun sampai Alan menyadarkan lamunan bosnya itu saat Anindira bertanya kepadanya.
"Tuan...anda sampai seperti ini walau hanya menatap wanita itu, terus bagaimana dengan Nona Aleta?" batin Alan setelah menyadarkan bosnya itu dari lamunannya sendiri.
"Ada apa Tuan Kenzou ingin bertemu dengan saya?" kata Anindira langsung pada intinya yang membuat Kenzou langsung sadar akan tujuannya.
"Saya mengajak anda dan asisten anda kesini karna saya mau minta maaf secara langsung tentang kejadian kemarin,Dan saya harap kerja sama ini masih bisa di lanjutkan" jelas Kenzou yang masih memandangi wajah wanita yang duduk di sampingnya itu.
"Dan untuk kejadian kemarin itu karna wajah anda yang sangat mirip dengan seseorang yang saya kenal dan tidak bisa saya temui lagi" lanjut Kenzou.
"Kenapa?"
Dret....Dret...Dret...
Suara ponsel Kenzou berbunyi membuat Kenzou tidak bisa menjawab pertanyaan Anindira. Kenzou mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jasnya dan tertera nama Aleta di layar ponsel Kenzou, kenzou membiarkan panggilan itu dan kembali fokus pada pembicaraannya.
"Tidak apa apa" jawab Kenzou.
"Saya...."
Drett....Dret...Dret....
Suara ponsel Kenzou kembali terdengar untuk ke dua kalinya memotong ucapan yang akan di keluarkan oleh Anindira. dan kembali tertera nama yang sama di layar ponselnya membuat kenzou tidak mengangkat telefon itu lagi.
"Siapa tuan?" tanya Anindira.
__ADS_1
"Bukan siapa siapa" jawab Kenzou cepat dan menaruh ponselnya di atas meja.
Dret....Dret...Dret...
Ponselnya kembali berbunyi untuk ke tiga kalinya dengan orang yang sama yang menelfonnya, Kenzou langsung mensailet ponselnya.
"Aleta... kenapa kau harus menelfonku di saat seperti ini?" batin Kenzou. tanpa Kenzou tau kalo istrinya itu sedang dalam bahaya yang tengah mengincar nyawanya.
"Anda bisa mengangkatnya terlebih dahulu siapa tau itu penting" kata Anindira saat ponsel Kenzou berbunyi untuk yang ketiga kalinya.
"Tidak" jawab Kenzou
"Bisa kita teruskan?"
"Silahkan" kata Kenzou setelah mesailet ponselnya.
Rapat di ruangan itu terus berlangsung tentang kerja sama yang sempat tertunda, dengan Kenzou yang terus menatap Anindira yang sedang mempresentasikan laporannya.
"Kenapa dia sangat mirip sekali dengan mu?" batin Kenzou.
"CEO Jonhson Company ganteng juga ternyata...., tapi sayang sudah punya istri, tapi kenapa dia menatapku seperti itu terus? Dan sepertinya aku mulai tertarik dengan CEO Jonhson Company ini, apa ini kesempatanku untuk mengambil hati CEO Jonhson Company? lagi pula hubungan dengan istrinya tidak begitu baik" batin Anindira yang merasa Kenzou selalu melihat setiap gerak geriknya.
***
Sedangkan di sebuah gubuk tua di tengah hutan, wanita cantik yang masih di bawah pengaruh obat bius masih memejamkan matanya, dengan tangan dan kaki yang terikat,sampai seseorang menepuk pundak wanita tersebut berkali kali agar wanita tersebut bangun.
"Bangun...."
"Bangun....apa kau tuli aku bilang bangun...." teriak seseorang tersebut di telinga Aleta sambil menggoyangkan pundak Aleta dengan kencang.
"Auuuu" Aleta membuka matanya dan merasakan kepalanya yang sangat pusing dan berat, dan tangan yang terikat di belakang.
"Dimana aku?" kata Aleta lirih dan mencoba mengenali sekelilingnya.
"Bangun juga akhirnya dia"
"Siapa kalian...? dan kalian mau apa...?" tanya Aleta saat melihat kedua orang yang tadi ingin menolongnya berdiri tepat di hadapannya.
"Aku mohon tolong lepaskan aku" kata Aleta yang berusaha menetralkan tubuhnya karna kepalanya yang masih terasa sangat berat.
"Hai Aleta... apa kabar....?" sapa seseorang wanita dari arah pintu, mata Aleta mengarah pada sumber suara yang memanggil namanya.
"Tiara...?" kata Aleta saat melihat Tiara berjalan mendekat kearahnya.
"Ternyata kau masih mengingatku rupanya"
"Apa kamu yang menyuruh mereka menyekap ku?"
"Kalo memang iyah kenapa...?"
"Kenapa kau menyekapku Tiara...? apa salah ku sampai kamu menyekapku seperti ini....?" Teriak Aleta.
PLAK.....
"Diam.....!" Bentak Tiara setelah menampar pipi mulus milik Aleta, meninggalkan bekas merah di pipi putih Aleta.
"Kamu masih tanya apa salah mu...?! apa kau sudah lupa dengan apa salah mu...!!" kata Tiara mencengkram dagu Aleta dengan kuat.
"Lepas Tiara.... dan apa maksudmu aku tidak tau"
"Jangan pura pura bodoh" kata Taira yang kali ini menarik rambut Aleta ke belakang.
"Au.... sakit Tiara lepas....."
"Sakit kau bilang?" Tiara semakin menarik rambut Aleta mengakibatkan beberapa helai rambut Aleta rontok dari kepalanya "Ini tidak seberapa dengan apa yang aku rasakan setelah kamu merebut apa yang menjadi milikku....!!"
"Lepas Tiara...Ahhh sakit....." ringis Aleta.
"Aaa-aku tidak pernah merebut apapun darimu.....dan apa yang kamu inginkan dari ku Tira, auu...sakit...."
"Ceraikan Kenzou....!" kata Tira to the poin tepat di telinga Aleta.
"Jangan mimpi....!!" kata Aleta melirik Tiara yang masih ada di sebelahnya.
PLAK...
__ADS_1
Tamparan kedua mendarat mulus di pipi Aleta yang satunya lagi. "Aku bilang lepaskan Kenzou...dan aku jamin kau akan keluar dari sini dengan keadaan masih hidup"
"Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan Kenzou..." kata Aleta menatap wajah Tira yang sangat marah,dan menahan rasa perih di kedua pipinya.
"Oh.... ternyata kau lebih memilih mati di tangan ku dari pada melepaskan suamimu itu?"
"Iyah....aku lebih memilih rela mati dari pada aku harus melepaskan suamiku untuk wanita licik seperti mu" jawab Aleta tegas, berusaha untuk tidak mengeluh kesakitan.
"Kau...!" kata Tiara yang sudah melayangkan tangannya ingin menampar pipi Aleta tapi itu terhenti saat melihat kalung Aleta.
"Jauhkan tangan kotor mu itu dari kalungku....!"
"Apa ini Kenzou yang membelikannya?" tanya Tiara memegang liontin kalung Aleta.
"Iyah...ini sebagai bukti bahwa kenzou sangat mencintai ku" kata Aleta tegas.
"Cinta...? Hahahaha apa kau sudah gila....?" kata Tiara mendorong kepala Aleta ke belakang.
"Aku tidak gila karna itu kenyataannya...!"
"Kenyataan...? biar aku kasih tau kenyataanya pada mu, kalo Kenzou tidak akan pernah jatuh cinta dengan wanita seperti dirimu ini..! karna apa....? karena Kenzou memiliki wanita yang sangat ia cintai sampai sekarang...! dan tidak ada yang bisa menggantikan posisinya di hati Kenzou sampai kapan pun..!"
"Dan kau...? kamu hanya wanita yang datang di hidupnya dengan cara perjodohan bukan karena cinta! karna sampai kapanpun Kenzou tidak akan pernah jatuh cinta dengan orang seperti dirimu ini"
"Ahhh... ternyata Kenzou sampai sekarang belum bisa ngelupain wanita itu..." guman Tiara dan mendapatkan tatapan penuh tanda tanya dari Aleta.
"Maksud dari ucapan mu apa..?"
"Kamu belum tau...? cek...cek...cek... kamu sudah mau satu bulan nikah sama Kenzou dan kamu tidak tau apa apa? kasian..." kata Tira mengusap pipi Aleta.
"Tiara apa maksud mu? dan wanita siapa yang kamu maksudnya hah..!" Teriak Aleta.
"kau belum tau...?"
"Cepat beritahu siapa wanita yang di sukai Kenzou sampai sekarang...!" kata Aleta yang membuat Tiara langsung menatap Aleta.
"Kamu serius ingin tau siapa wanita yang di sayangi sama suami kamu itu?" kata Tira dan di angguki dengan anggukan lemah dari Aleta.
"Wanita itu adalah kekasih Kenzou"
"Aaa-apa? Kenzou selama ini punya kekasih?" kata Aleta yang di benarkan oleh Tiara. "Tapi kenapa Kenzou menikah sama gue?"
"Ya karena Kalian di jodohkan... dan juga Karena kekasih Kenzou itu sudah mati" kata Tira to the poin
Deg...!
"Berarti selama ini aku bersaing dengan orang yang sudah tiada...?" entah hati Aleta terasa sangat sakit bahwa tau sanginnya adalah orang yang sudah tidak bernyawa. "Apa ini alasannya Kenzou bilang kalo dia tidak akan membalas cintaku sampai kapanpun?" batin Aleta dengan tatapan yang langsung kosong dan tanpa Aleta sadari kedua bola matanya mengeluarkan cairan berwarna putih. Tiara yang melihat air mata Aleta tumpah tersenyum sangat senang.
"Tidak.... tidak mungkin.... Aleta jangan percaya dengan omong kosong Tiara...karna dia ingin membuatmu berpisah dengan suamimu, kau tidak boleh percaya begitu saja dengannya, kau harus menemukan bukti terlebih dulu baru kau bisa percaya dengan omongan Tiara"
"Dan tentang kalung lo ini bukan tanda Cinta bodoh... ini karna inisial nama kekasih Kenzou yang sudah mati. Clara... nama orang yang sangat di sayangi Kenzou sampai sekarang adalah gadis yang bernama Clara"
Deg....!
"Apa ini alasan Kenzou tidak mengizinkanku untuk mengganti inisial kalung ini?" mata Aleta mulai berkaca kaca saat mendengar kata kata dari mulut Tiara.
"Kau pikir aku percaya begitu saja dengan omong kosong mu itu...? tidak aku tidak akan pernah percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut busuk mu itu"
"Terserah kau mau percaya aku tidak, yang aku mau kamu tanda tangani surat ini" kata Tiara menyodorkan kertas ke depan wajah Aleta.
"Pengadilan Agama?" guman Aleta di dalam hati dan kembali menatap Tiara dengan senyuman yang berharap Aleta mau menandatangani surat itu.
"Aku ingin kau tanda tangani surat ini dan aku akan membebaskan dirimu detik ini juga tanpa ada satu kekurangan di tubuh mu"
"Cih.... jangan harap aku akan menandatangani surat perceraian itu, karna sampai kapanpun aku gak akan melepaskan apa yang sudah menjadi milik ku...!!"
"Baik...kalo itu keputusan lo, tapi jangan harap lo bisa keluar dari sini" kata Tiara melangkah pergi dari tempat Aleta.
"Tiara.... lepaskan aku....." teriak Aleta saat Tiara melangkah keluar gubuk.
"Tiara....!!!"
***
__ADS_1
Marem gak tuh mau 2000 kata lo😭 buat kalian yang baca novel author harus like, vote dan komen sebanyak banyaknya, biar author tambah semangat. jangan lupa komen yang positif ya... 🤗♥️