Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Kamar Bayi


__ADS_3

Dua hari berlalu kondisi Aleta yang sudah lebih baik di perbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit dengan saran Aleta harus datang kembali ke rumah sakit untuk memastikan keadaan jiwanya, Kenzou menghela nafas pelan saat doker mengatakan hall itu, walau keadaan fisik Aleta sudah dinyatakan seratus persen pulih tapi tidak dengan mentalnya walau Aleta sudah tidak histeris seperti hari pertama tapi kini Aleta banyak melamun bahkan saat Kenzou mengajaknya berbicara Aleta menatap arah lain dengan tatapan kosong.


"Kamu lapar?" tanya Kenzou yang saat Aleta bersandar di headboar tempat tidur.


Aleta mengelengkan kepalanya pelan dengan mata yang menatap layar televisi yang hitam.


"Kamu mau nonton tv?" tanya Kenzou lagi kini dengan mengusap rambut Aleta lembut.


"Tidak"


"Kamu tau Aleta aku jadi kangen dengan kue buatan kamu, gimana kalo kita bikin kue bersama kan kita belum pernah bikin kue"


"Aku tidak mau" ujar Aleta dengan tatapan yang masih sama.


Hati Kenzou terus di siksa dengan keadaan Istrinya yang seperti ini, seperti orang yang sudah kehilangan pandangan hidupnya satu bulir putih di pelupuk mata kenzou lolos begitu saja kenapa istrinya bisa sampai seperti ini?, tapi dengan cepat Kenzou menghapuskan air matanya itu dengan menggambar senyum manis.


"Kamu mau lihat kamar anak kita?" ucap Kenzou kali ini membuat Aleta beralih menatap wajah Kenzou.


Kenzou yang tau arti tatapan itu perlahan meraih tangan Aleta lembut menuntunnya turun dari atas ranjang berjalan ke pintu yang ada di sudut ruang kamarnya yang terhubung langsung dengan kamar sebelah yang akan menjadi kamar anak mereka nantinya.


Kenzou membuka pintu tersebut terlihat kamar yang bernuansa berwarna biru dengan gambar mobil mobil an di satu dinding yang full dengan gambar walau kamar itu belum terisi apa pun.

__ADS_1


Kenzou menuntun tubuh Aleta agar melangkah lebih masuk lagi ke kamar itu matanya menyapu setiap sudut ruangan yang masih kosong itu.


"Kamu mau kan kita mengisi kamar ini bersama sama?" tanya Kenzou membuat Aleta membalikan badannya menghadap Kenzou dan mengangguk kepalanya tanda ia mau.


"Tapi tidak apa apa di sini" ucap Aleta saat melihat ruangan itu masih kosong.


"Siapa bilang, dalam hitungan ke lima semua perabotan untuk kamar ini akan datang" ujar Kenzou dengan nada sombongnya.


Aleta memutar bola matanya dengan malas mendengar ucapan suaminya, "Kamu bukan pesulap" ucap Aleta singkat.


"Kamu tidak percaya?" Kenzou mendekat ke arah Aleta membuat tubuh Aleta tepat menghadap ke pintu utama kamar itu dengan dirinya yang memeluk dari belakang. "Coba kamu hitung satu sampai lima dan lihat apa yang akan terjadi"


"Ayo hitung sayang" lanjut Kenzou saat Aleta hanya diam saja.


"Dua"


"Tiga"


"Empat"


"Lima"

__ADS_1


Saat Aleta berhenti berhitung bersamaan dengan itu pintu terbuka dan terlihat banyak sekali orang yang masuk ke kamar itu dengan membawa barang barang untuk keperluan bayinya, dari boks bayi, ember bayi, mainan, karpet yang berwarna senada dengan warna ruangannya dan masih banyak lagi.


Aleta membulatkan matanya tidak percaya, sejak kapan semua orang itu berada di depan pintu itu kalo dirinya saja baru beberapa saat lalu masuk ke dalam kamar dan tidak melihat mereka semua.


"Sudah aku bilang kalo suami mu yang tampan ini bisa melakukan trik sulap" ucap Kenzou saat semua anak buahnya yang tadi ia suruh sudah keluar dari dalam kamar dan menyisakan Aleta dan dirinya.


"Dari mana mereka berasal?" tanya Aleta dengan tatapan yang masih tidak percaya.


"Dari langit" ujar Kenzou terkekeh membuat Aleta berdecak kesal.


Di coleknya dagu sang istri dengan gemas, "Jangan ngambek kan kita mau menata kamar baby boy" ucap Kenzou menundukan sedikit tubuhnya mengecup singkat perut Aleta.


Sesaat mereka mulai menata kamar yang masih kosong itu dengan barang barang yang baru saja datang dari tapi Kenzou tidak membiarkan Aleta melakukan hall hall yang akan membuatnya lelah ia menyuruh Aleta untuk memasukan baju baju bayi ke dalam lemari dan menata mainan ke dalam rak yang ada di kamar itu.


Sesekali Aleta berdecak kesal saat Kenzou meletakan barang yang tidak pas pada tempatnya dan beberapa kali juga Aleta mengomeli suaminya itu bahkan ia juga sedikit turun tangan untuk hall itu, membuat sesaat Aleta lupa dengan keadaan dirinya.


Dan sekarang Kenzou baru sadar kalo Aleta tidak boleh di biarkan terlalu lama sendiri setidaknya harus ada seseorang yang mengajaknya mengobrol atau melakukan hall hall yang mengasyikan agar bisa mengalihkan rasa sedih pada hati istrinya itu dan satu nama terlintas di otak Kenzou sebelum Aleta menegurnya.


"Zou! kenapa diam saja lihat ini semua masih banyak yang harus di tata" tegur Aleta membuat Kenzou menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Iyah sayang maaf" ucap Kenzou mencium singkat bibir Aleta sebelum kembali melakukan pekerjaannya.

__ADS_1


Kenzou membiarkan Aleta mengomelinya ia rela di omeli Aleta dua puluh empat jam asalkan istrinya itu tidak seperti saat saat sebelumnya dan tawa lebar sesekali keluar dari mulut Aleta saat Kenzou bertingkat sangat lucu membuatnya tidak bisa berhenti tertawa, dan Kenzou juga rela harus melakukan hall hall konyol untuk membuat Aleta tertawa.


__ADS_2