
"Kenapa tiba tiba perutku terasa sangat sakit?" batin Aleta saat merasakan perutnya yang mulai sakit. "Sial....maag ku pasti kambuh karena dari tadi pagi sampai sekarang aku belum makan apapun"
"Hari juga mulai berganti malam...gak mungkin aku terus berada di tempat seperti ini...pasti Kenzou khawatir saat aku tidak pulang nantinya" kata Aleta saat melihat cahaya dari celah celah gubuk yang berwarna kuning.
"Aku gk boleh diam saja membiarkan Tiara menyekapku seperti ini terus" Aleta mengesek gesekan tali tangannya dengan kayu kursi yang ia duduki. "Ayo Aleta kamu pasti bisa...." kata Aleta menyamangati dirinya sendiri.
"Auuu....."Aleta meringis kesakitan saat tangannya ikut kegesek dan pasti akan meninggalkan bekas luka di pergelangan tangan mulianya.
"Akhirnya lepas juga.... terimakasih tuhan" kata Aleta sambil melepas tali di kakinya, setelah tali di kakinya lepas Aleta mengedarkan pandangannya mencari celah keluar dari dalam gubuk tersebut sampai mata Aleta menangkap ada pintu belakang yang mungkin ia bisa keluar melalui pintu tersebut.
Sebelum Aleta keluar dari dalam gubuk tersebut Aleta berjalan ke arah pintu masuk dan mengintip dari celah celah kayu,Aleta melihat kedua orang yang tadi membawanya ternyata tengah duduk di luar gubuk yang sedang main catur.
"Aman...." lirih Aleta, dan berjalan ke arah pintu belakang. setelah pintu gubuk terbuka Aleta melihat awan yang mulai tertutup dengan awan hitam pertanda malam akan segera tiba, Aleta perlahan lahan keluar dengan sangat pelan, dan sesekali Aleta menengok ke belakang berharap pereman pereman bayaran itu tidak menyadari kalo ia berhasil lepas.
Krekkk.....
"Yak ampun Aleta....." pekik Aleta saat menginjak kayu kering yang menimbulkan suara yang cukup keras, Aleta menatap ke arah gubuk sebantar dan buru buru lari dengan sekuat tenaganya. Aleta juga tidak tau arah hutan tersebut yang ada di pikirannya sekarang yang penting ia lolos dulu dari sekapan Tiara.
"Bunyi apa itu...?"
"Coba cek....!"
"Sial dia kabur lewat pintu belakang..!"
"Hei....jangan lari......!!" teriak pereman Tersebut dari arah belakang Aleta saat melihat Aleta berlari.
"Cepat kejar bodoh.....!!kalo tidak bos bisa marah besar....!" kedua pereman Tersebut mengejar Aleta yang sudah berlari agak jauh.
"Auuu......perutku sakit banget...Tuhan jangan kasih kesakitan ini sekarang....auuuuu" tangan Aleta memegang perutnya yang terasa sangat sakit dengan terus berlari tanpa ada tujuan, sampai Aleta menemukan semak semak yang cukup besar dan lebat untuk tempatnya bersembunyi.
Aleta melihat ke belakang dan belum melihat kedua orang yang tadi tengah mengejarnya, Aleta memutuskan untuk istirahat tersebut di semak semak. Aleta mengatur nafasnya yang terengah engah karena berlari cukup jauh dan mengusap perutnya lembut berharap rasa sakit itu hilang.
"Hp....hp ku dimana....?" Aleta meraba raba kantong celananya dan beruntung kedua pereman Tersebut tidak mengambil hpnya. "Ini dia syukurlah....." Aleta langsung mencari nama kenzou dan menelfon suaminya itu.
"Zou...aku mohon angkat...."
"Ayo zou....angkat, aku butuh kamu sekarang...."
"Agh..... kenapa gak di angkat sih...." Aleta frustasi saat Kenzou tidak kunjung mengangkat telfon darinya.
"Hai....wanita sialan.....kamu dimana...cepat keluar sebelum kita melakukan cara kasar....!"Teriak pereman yang mengejarnya.
Aleta langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar tidak menimbulkan suara sedikitpun, Aleta mengetik beberapa pesan dan ia kirim ke Kenzou. saat Aleta ingin mengirim lokasinya saat ini tiba tiba saja ponsel hpnya habis.
"Kenapa harus habis sih..." batin Aleta dengan memukul mukul pelan hpnya berharap hpnya itu bisa hidup walau hanya sebentar saja. "Ayo nyala...."
"Aku hitung sampai tiga....kalo dalam hitungan ke tiga kamu tidak juga keluar siap siap kami akan melakukan cara kasar...!!"
"Tuhan... tolong aku, tolong bantu aku pergi dari sini" Aleta berdoa dan mengintip kedua pereman Tersebut dari celah celah semak semak.
"Satu....."
"Dua...."
"Tiga....."
"Sepertinya dia tidak ada di sini" kata temannya saat tidak menemukan tanda tanda bahwa Aleta ada di sana. "Kalo dia ada di sini pasti kita sudah bisa menemukannya"
"kalo begitu kita bakar saja semak semak itu siapa tau wanita itu ada di sana" kata salah satu dari pereman tersebut saat melihat semak semak di sekitarnya mulai mengering. "Mungkin dengan begitu wanita itu langsung keluar"
__ADS_1
"Bakar....? tidak...tuhan jangan biarkan mereka membakar semak semak ini" Aleta muai merasa takut dengan keringat dingin yang mulai keluar dari tubuhnya.
"Dasar bodoh....!! kalo kamu membakar semak semak itu bisa saja seisi hutan ini akan terbakar karena ide gila mu itu....!, lebih baik kita cari wanita itu di sebelah sana" kata permanen satunya lagi sambil menunjuk ke arah kiri.
"Terimakasih tuhan..." setidaknya Aleta bisa merasa lega sedikit saat kedua pria tersebut mencari Aleta semakin masuk ke dalam hutan. Aleta bangun dari duduknya dan berlari kecil mencari jalan raya di dekat hutan tersebut.
Langit yang sepenuhnya sudah berwarna hitam membuat seisi hutan yang Aleta lewati sangat gelap tanpa ada cahaya sedikitpun. sesekali Aleta menengok ke arah belakang dan sesekali menengok ke kanan dan ke kiri dengan tangan yang mengusap perutnya yang masih terasa sedikit sakit.
"Aaaaa....." Aleta tersandung kakinya sendiri saat menoleh ke belakang dan tidak hati hati saat bejalan. "Hiks....hiks..... Bunda... Ayah...Aleta takut" Aleta mulai menangis dengan memanggil nama Ayah dan Bundanya, sambil mengusap kakinya yang terasa sakit dan Aleta bangkit dari duduknya, dan kali ini Aleta hanya bisa bejalan perlahan lahan Karena ini bukan saatnya ia duduk di tengah hutan atau tidak ia akan tertangkap oleh anak buah Tiara.
"Kenzou.. tolong aku hiks...hiks..." kata Aleta yang merasakan tubuhnya benar benar lemas saat ini di tambah angin malam yang begitu dingin di sekitar hutan tersebut.
Sampai Aleta menatap kendaraan yang melintas di daerah tersebut dan bisa menyimpulkan jalan sudah berada di depan mata. Sampainya di jalan Aleta melihat jalan tersebut sangat sepi dan sangat gelap. Aleta terus berjalan berharap ada seseorang yang bisa menolongnya dan membawanya ke kota. Sesekali ada kendaraan yang lewat dan Aleta melambaikan tangannya berharap kendaraan tersebut berhenti tapi sepertinya mereka enggan untuk berhenti karena tau di daerah tersebut sangat rawan akan perampokan.
Aleta mengelengkan kepalanya saat pasangannya mulai kabur, Aleta terus melangkah dengan tertatih tatih.
"Huekkk....Huekkk...." Aleta berhenti sebentar dan menundukkan tumbuhnya saat ia merasakan perutnya sangat mual.
"To...long..., Huekkkk...." lirin Aleta yang melanjutkan perjalanan dengan tangan yang memegang kepalanya yang terasa sangat pusing dan tangan satunya lagi memegang perutnya yang masih terasa sakit di tambah mual mual yang mulai datang.
"Si..apa..pun.. to.. long.."
"Kamu harus kuat Aleta, kamu harus ku..." Aleta tidak melanjutkan ucapannya karna kesadarannya mulai menghilang dan pingsan di tengah jalan dengan kondisi yang sangat memperhatikan.
"Yak ampun...!! nak...bangun..." kata wanita paruh baya yang kebetulan lewat saat tengah berjalan pulang setelah mencari kayu.
"Tubuhnya dingin sekali... Nak...bangun... nak" kata wanita paruh baya tersebut sambil menepuk nepuk lembut pipi Aleta.
***
Sedangkan kenzou yang baru saja sampai rumah langsung masuk ke dalam kamar dengan melongarkan dasinya, sampainya di kamar kenzou tidak mendapati istrinya itu yang belum pulang, biasannya istrinya itu akan pulang dua jam sebelum Kenzou pulang dari kantor. Kenzou menatap jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan jam enam sore dan Aleta belum juga sampai di rumah.
"Kemana saja dia jam segini belum pulang" kata Kenzou sambil melempar jasnya asal. kenzou memutuskan untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu karna tubuhnya terasa sangat lengket.
"Saya tidak tau tuan, saya juga tidak melihat Nona Aleta dari tadi pagi" kata bi Iyem, dan langsung pergi saat Kenzou mengisyaratkannya untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Jam segini Aleta belum juga pulang...? apa dia bertemu dengan mantan kekasihnya itu lagi...?! sampai sampai dia lupa pulang?" Kenzou mengepalkan tangannya dan tiba tiba saja ***** makannya hilang, Kenzou memutuskan untuk naik lagi ke lantai atas untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai.
"Aghh....kenapa pikranku selalu menuju ke Aleta... sebenarnya di mana dia sekarang...!!!" Kata Kenzou saat bayang bayang Aleta terus melintas di pikirannya. Kenzou menyambar hpnya yang ada di sebelah laptopnya yang dari tadi siang ia sailet dan melihat beberapa pesan dari Aleta yang membuat Kenzou melebarkan bola matanya.
π¬:"Zou... tolong angkat telfonku..." pesan pertama dari Aleta yang di sambung dengan panggilan tidak terjawab yang begitu banyak.
π¬:"Zou... tolong aku, aku tidak tau aku berada di mana sekarang, tapi tolong aku zou...ada dua orang pereman yang mengejar ngejar aku dari tadi"
π¬:"Zou....Tolong aku....aku sangat takut..."
Entah kenapa perasaan Kenzou berubah menjadi sangat khawatir setelah membaca pesan yang di kirim Aleta dua jam yang lalu, Kenzou menelfon Aleta tapi berapa kali Kenzou menelfon istrinya itu malah operator yang menjawabnya. dan Kenzou langsung menelfon Alan.
^^^π: Halo tuan.^^^
π: Alan....lacak nomor Aleta sekarang juga....!!!
^^^π:Baik tuan...tapi buat apa saya melacak nomer Nona Aleta?^^^
π:Cepat lakukan saja dan Jagan banyak bicara...!!! langsung kirim alamatnya kalo kau sudah menemukannya...!!!
^^^π: Baik tuan...^^^
Kenzou menatap layar ponselnya seharian ini Aleta menelfonnya tapi tidak satupun telefon itu Kenzou angkat, dan sekarang Kenzou takut terjadi hall buruk yang menimpa istrinya itu.
__ADS_1
Ting....
Pesan dari Alan yang mengirimkan lokasi Aleta yang sekarang ini berada, Tanpa pikir panjang Kenzou langsung mengambil jaket kulit miliknya dan meraih kunci mobilnya. Kenzou memutuskan untuk menjemput Aleta malam ini juga.
"Ale...maafkan aku...."
Kenzou mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, Kenzou tidak memperdulikan keselamatannya sendiri yang ada di pikirannya saat ini ia harus bisa menemukan Aleta malam ini juga, dan membawanya pulang dengan keadaan selamat. bayang bayang Aleta yang ketakutan saat hujan hari itu terlintas dengan jelas di kepalanya.
"Zou gue takut hiks...hiks..." kaya Aleta saat mendengar bunyi petir yang kembali datang.
"Jangan takut gue ada di sini" kata Kenzou, Kenzou yang merasakan tubuh Aleta sangat dingin langsung menarik selimut menyelimuti tubuh istrinya itu dan sesekali mengusap kepalanya. "Tidurlah" kata Kenzou tapi dengan cepat mendapatkan gelengan dari Aleta.
"Gue takut lo tinggal" kata Aleta.
"Gue gak bakal ke mana mana, gue bakal tetap di sini, percayalah" kata Kenzou yang sedikit melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Aleta. "Tidurlah" kata Kenzou lagi dan kali ini di angguki oleh Aleta.
"Tuhan tolong jauhkan Aleta dari orang orang jahat yang tengah mengincarnya"
"Tolong jaga dia tuhan aku mohon..." Kenzou terus berdoa di sepanjang perjalanan.
Kurang lebih dari satu jam Kenzou sudah sampai di lokasi yang di kirimkan oleh Alan, sebuah jalan yang sangat sepi di mana kanan kiri jalan itu di kelilingi oleh hutan yang sangat lebat, Kenzou turun dari mobilnya dan mengedarkan pandangannya mencari Aleta.
"Aleta...."
"Ini aku Aleta, Kenzou....." teriak Kenzou sambil berjalan di sekitar jalan tersebut.
"Ale....Kau dimana....?"
"Aleta.... jawab aku, jika kau dengar suaraku...."
"Ale...."
"Permisi tuan"
Kenzou kaget saat seseorang memanggilnya dari belakang, Kenzou langsung membalikan badannya dan menatap pria paruh baya yang tengah berdiri di sampingnya dengan sarung yang melingkar di tubuhnya.
"Iyah...ada apa pak?" tanya kenzou.
"Seharusnya saya yang bertaya kepada anda, anda sedang ngapain di tengah jalan sepi seperti ini dan berteriak teriak?"
"Saya sedang mencari Istri saya pak, dan saya mendapatkan informasi bahwa istri saya berada di sekitar sini"
"Siapa tau, bapak tau wanita ini atau bapak pernah melihatnya di sekitar sini?" tanya Kenzou menunjukkan foto Aleta yang berada di ponselnya ke arah pria paruh baya itu.
"Ohhh...neng ini istri anda...?"
"Iyah pak...dia Istri saya apa bapak tau dimana dia sekarang?" tanya Kenzou berharap pria paruh baya tersebut melihat istrinya.
"Saya tau karena tadi warga desa kami menemukan wanita itu pingsan di tengah jalan ini, dengan keadaan yang sanggat memprihatinkan"
"Aleta..." lirih Kenzou saat mendengar penjelasan dari pria paruh baya tersebut. "Sekarang istri saya di mana pak...? apa dia baik baik saja?"
"Istri anda di rawat di rumah seorang janda di desa saya"
"Pak saya mohon tolong antar saya ke rumah wanita yang sudah menolong Istri saya pak...saya mohon..." kata Kenzou dengan suara yang berat.
"Mari saya antar"
"Kita nik mobil saya biar cepat sampai" kata Kenzou kepada pria paruh baya tersebut yang langsung masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
***
Jangan lupa Like & Voteπ€β₯οΈ