
"Aleta... kamu kemana saja...?" kata Kenzou yang langsung memeluk tubuh Aleta begitu kuat.
"Apa kamu baik baik saja...? apa ada yang luka...? apa ada yang sakit...? bilang sama aku, dan sekarang juga aku akan membawamu keluar negeri untuk memberikan pengobatan yang terbaik untuk mu asal kamu sembuh" kata Kenzou melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Aleta.
"Zou....." kata Aleta lirih dan air matanya mulai jatuh.
"Hei...kenapa menangis...? apa ada yang sakit...?"
"Alan siapkan pesawat pribadi sekarang....! kita ke Amerika sekarang juga...!!" kata Kenzou yang panik saat melihat Aleta menangis.
"Tidak Zou, tidak ada yang sakit...." kata Aleta segukan.
"Terus apa...? apa ada yang menyakiti mu...?" kata Kenzou yang langsung duduk di depan Aleta dengan lutut yang menjadi tumpuan tubuhnya sambil menggenggam tangan Aleta. "Apa pria ini yang menyakiti mu...?" kata Kenzou menatap Brian dengan tatapan tajam.
"Bukan Zou..." kata Aleta mencegah Kenzou untuk berdiri.
"Terus apa...?"
"Aku butuh pelukan, hiks... hiks...."
"Oh ya ampun kucing garong ku...aku pikir kamu kenapa" kata Kenzou yang langsung memeluk tubuh Aleta dan Aleta membalas pelukan suaminya itu, yang sangat ia butuhkan dari tadi malam karna rasa takut yang masih mengikutinya sampai sekarang.
"Zou aku takut, hiks....hiks..." kata Aleta mencurahkan rasa takutnya tadi malam, yang menangis semakin kencang sedangkan Alan dan Brian menjadi penonton setia.
"Mereka....mereka.... ngejar ngejar aku terus Zou dan mereka...mau membakar semak semak yang aku gunakan untuk bersembunyi....mereka...mereka...hiks...hiks... mereka jahat Zou, mereka mau membunuhku...hiks...hiks...." kata Aleta dengan punggung yang semakin bergetar hebat karena isakan tangisannya.
"Shuttt......sekarang kamu aman, disini ada aku" kata Kenzou melepaskan pelukannya suapaya bisa melihat wajah Aleta. "Jangan nangis lagi...aku janji ini yang terakhir kalinya dan aku tidak akan membiarkan kamu pergi sendiri lagi..." kata Kenzou menangkup wajah Aleta dan menghapus air mata yang mengalir di pipi Aleta.
"Tapi zou...hiks...hiks....mereka ngejar ngejar aku terus, hiks....hiks....lihat aku terluka karena mereka hiks...hiks..." kata Aleta segukan sambil menunjuk luka di lengan dan kalinya, entahlah sifat Aleta kini seperti anak kecil yang mengadu kepada sang Ayah saat ia baru saja terjatuh dari sepeda.
Sedangkan Kenzou melihat tubuh Aleta banyak sekali goresan dan tidak semulus biasanya ingin sekali rasanya marah dan menghajar orang itu sekarang juga, tapi Kenzou berusaha untuk tenang biar kan ia menyelesaikan masalah ini tanpa Aleta tau. Kenzou tersenyum setelah melihat luka luka itu dan kembali menatap Aleta yang masih segukan, "Tidak apa apa, kamu masih terlihat sangat cantik...nanti kita pergi ke dokter kulit terbaik di kota ini suapaya luka luka kamu ini cepat hilang okey...?" kata Kenzou sambil mengusap rambut Aleta lembut.
"Bener..."
"Iyah bener... sekarang kita masuk ya kamu harus banyak banyak istirahat" kata Kenzou dan di angguki oleh Aleta, Kenzou berdiri dari duduknya dan mendorong kursi roda Aleta tapi baru beberapa langkah saja Aleta memintanya berhenti.
"Kenapa....?"tanya Kenzou.
"Aku mau kamu gendong" kata Aleta.
"Kenapa kamu tiba tiba jadi semanja ini...?" kata Kenzou mengerutkan keningnya saat melihat tingkah manja Aleta, sedangkan Aleta mengusap perutnya.
"Kenapa diam...?" tanya Kenzou semakin di buat bingung dengan tingkah Aleta.
__ADS_1
"Sini deh..." kata Aleta yang mengisyaratkan Kenzou agar Kenzou menundukan badannya dan mendekatkan telinganya ke bibir Aleta.
"Udah nih...ada apa...?" tanya Kenzou penasaran.
"Baby kudanil udah hadir" kata Aleta tepat di telinga Kenzou.
"Maksudnya...?" tanya Kenzou bingung dan kali ini Kenzou menoleh ke wajah Aleta dengan posisi yang masih sama, sedangkan Aleta menarik tangan Kenzou dan mengarahkan ke perutnya. "Kenapa...?apa perutmu sakit...?"
"Bukan..."
"Terus....?" tanya Kenzou Sedangkan yang di tanya hanya cengengesan tidak jelas. "kamu ini kenapa Ale...?"
"Aku hamil" kata Aleta to the poin dengan menunjukan senyuman termanisnya. sedangkan Kenzou mematung seperti orang bodoh di samping Aleta setelah mendengar ucapan Aleta yang ia ucapkan kepadanya.
"Zou kamu dengar aku gak sih....!"
"Coba ulangin sekali lagi" kata Kenzou yang masih dalam mode off+++.
"Aku hamil Zou....!"
"Lebih keras..."
"Aku hamil..... KENZOU FEBRIAN PUTRA JONHSON...!!!" Teriak Aleta sekeras kerasnya, yang membuat Alan melebarkan bola matanya saat Aleta bilang dirinya lagi hamil.
"Aku ikut bahagian Aleta kalo dirimu juga bisa bahagia seperti ini...Bahagialah terus Aleta dan teruslah tersenyum..."batin Brian yang melihat Kenzou dan Aleta yang masih saling tatap.
"Kamu serius...?" tanya Kenzou dengan wajah bodohnya.
"Iyah aku serius...apa kamu tidak suka...?" tanya Aleta dengan mata yang sudah berkaca kaca. "Hiks...hiks...apa kamu tidak suka aku hamil...?" kata Aleta dengan tangisan yang kembali pecah.
"Hei jangan menangis....aku hanya kaget saat kamu bilang kamu sedang hamil, dan aku justru sangat senang Aleta..." kata Kenzou yang Kembali duduk di depan Aleta dengan tangan mengusap perut Aleta yang masih datar, dan tiba tiba ada desiran aneh dari hati Kenzou saat mendengar Aleta yang tengah hamil yang membuat matanya berkaca-kaca. "Sejak kapan dia ada di sini?" tanya Kenzou bersamaan bulir bening jatuh dari pelupuk matanya sendiri.
"Aku tidak tau...tapi aku baru mengetahuinya tadi pagi, dan kata dokter aku harus mengecek keadaannya nanti ke dokter kandungan"
"Hai....anak Daddy" sapa Kenzou kepada anaknya dengan tangan yang masih mengusap perut Aleta.
"Kita ke dokter kandungan sekarang...?" tanya Kenzou dan di angguki antusias oleh Aleta.
"Aaaa.... Kenzou...kamu apa apaan...?" kata Aleta saat tiba tiba saja tubuh Aleta melayang karena Kenzou menggendongnya dan Aleta langsung melingkarkan tangannya di leher Kenzou.
"Bukankah kamu minta di gendong tadi...? dan sekarang aku mengabulkan permintaan mu itu dengan senang hati..." kata Kenzou sambil mencuri satu ciuman dari bibir Aleta yang sedikit kering, dan Aleta memekik kaget saat Kenzou menciumnya di tempat umum.
R. Poli Kandungan.
__ADS_1
kenzou mengendong Aleta sampai masuk ke ruang dokter kandungan, dan Kenzou mengendong Aleta lagi saat dokter kandungan tersebut memintanya untuk naik ke atas kasur saat akan melakukan tes USG.
"Zou aku bisa jalan sendiri...." kata Aleta yang malu saat Kenzou menggendongnya di depan dokter yang akan memeriksanya.
"Diamlah Aleta dan nikmati saja okey..." kata Kenzou sedangkan Aleta hanya menurut saja lagi pula sebenarnya dirinya sangat senang bisa di gendong Kenzou.
Aleta berbaring di ranjang rumah sakit dengan di bantu Kenzou juga tentunya dan seorang dokter yang berjenis kelamin perempuan itu mengangkat baju Aleta sampai dada dan menuangkan gell berwarna putih di atas kulit perut Aleta. dan alat USG digerak-gerakkan di atas perut Aleta yang langsung, terhubung ke layar televisi di depan Aleta dan Kenzou yang hanya menunjukkan warna putih hitam dan di tengah tengahnya seperti ada sebutir kacang yang sangat kecil dan belum terlihat dengan jelas.
"Dok...itu Kenapa di perut istri saya ada benda seukuran kacang...? apa itu berbahaya...?" tanya Kenzou kepada dokter yang masih sibuk memutar mutar alat USG di perut Aleta.
"Dok...jawab pertanyaan saya...!! kalo tidak saya akan menutup rumah sakit ini hari ini juga dan saya jamin anda tidak bisa mengenakan jas putih anda itu...!!" kata Kenzou saat dokter tersebut tidak merespon pertanyaan Kenzou, sedangkan dokter wanita yang tengah fokus pada layar monitor tersebut dengan susah payah menelan salivanya sendiri saat mendengar ancaman dari mulut Kenzou yang sedang menatap tajam ke arahnya.
"Zou... kamu ini apa apaan... biar kan dokter itu melakukan tugasnya dulu" kata Aleta mengusap lengan suaminya itu, padahal dirinya juga sama takutnya seperti Kenzou saat melihat seukuran kacang itu di perutnya, tapi Aleta masih bisa menyimpan rasa khawatirnya tapi tidak dengan Kenzou.
"Maaf tuan tadi saya terlalu fokus pada layar monitor...dan untuk benda seukuran kacang itu, itu janin ibu Aleta yang usianya baru menginjak dua minggu ini, Pada minggu kedua ini, sudah terbentuk embrio yang berukuran sekitar 0,01–0,02 sentimeter yang terdiri dari dua lapisan sel, yaitu ektoderm dan endoterm yang akan menjadi cikal bakal organ tubuh. Di saat inilah, kehamilan sudah bisa terdeteksi melalui hormon HCG dalam darah. Tapi, janin di dalam kandungan masih belum menampakan bentuknya secara utuh." jelas dokter tersebut.
"Jadi istri saya beneran hamil dok...? dan usia kandungannya menginjak dua minggu...?" tanya Kenzou dengan memasang kembali raut wajah bodohnya yang tidak sama mencerminkan kepribadian seperti seorang CEO Jonhnson company seperti biasanya.
"Iyah tuan..dan kehamilan dalam usai ini masih sangat rawan dan Nona Aleta harus menjaganya dengan sebaik mungkin, dan juga harus mengonsumsi makan makanan yang sehat dan jangan lupa sama susu hamilnya" kata dokter tersebut tersenyum ke Aleta yang tengah berbaring dan juga tengah mendengar penjelasannya.
"Tapi dok...kalo saya beneran hamil kenapa saya baru merasakan mualnya sekarang?"
"Memang dalam kehamilan rata rata wanita di luar sana tidak tau kalo dirinya sedang hamil bahkan mual baru akan sangat terasa saat usia kandungannya menginjak satu bulan" jelas dokter tersebut.
"Dan saya sarankan lebih baik tidak melakukan hubungan intim terlebih dahulu" lanjut dokter kandungan tersebut.
"Apa....!! apa anda melarang saya untuk menyentuh istri saya sendiri...??" kata Kenzou dengan nada yang sudah meninggi sedangkan dokter kandungan tersebut mulai ketakutan, Aleta yang menyadari halk itu mengusap lembut lengan suaminya itu agar tidak berbicara seperti itu.
"Bukan tuan, bukan itu maksud saya...saya bilang seperti itu karena janin ibu Aleta masih lemah dan usianya yang juga masih sangat muda, saya sarankan untuk melakukan suami istri saat usia kandungan ibu Aleta di atas 16 Minggu, alasannya karena usia kandungan ibu Aleta sudah lebih aman dan lebih kuat" jelas dokter tersebut membuat Kenzou menghembuskan nafas panjang dan mengusap wajahnya kasat.
"Apa foto USG nya mau di print...?" tanya dokter kandungan tersebut sambil menatap Kenzou dan Aleta bergantian.
"Boleh dok" kata Aleta.
"Anak kita...?" kata Kenzou saat memegangi hasil print USG yang di berikan oleh dokter kandungan tersebut dengan mata yang kembali berkaca kaca. seakan foto itu bisa membuat Kenzou lupa kalo dirinya tidak boleh berhubungan dengan Aleta selama 16 minggu atau setara sampai usia kandungan Aleta memasuki empat bulan.
"Iyah...itu anak kita...dan dia ada di dalam sini" kata Aleta mengusap perutnya sambil tersenyum, Kenzou beralih memandangi Perut rata Aleta yang tengah ia usap, Kenzou mendudukan tubuhnya dan mencium perut Aleta yang tertutup oleh baju.
"Makasih....makasih... kamu sudah memberikan aku anak...kamu harus janji sama aku, kamu akan menjaga anak kita dengan baik" kata Kenzou sambil mencium wajah Aleta bertubi tubi dan menyatukan keningnya dan kening Aleta dan air kata Kenzou jatuh tepat di kulit mata Aleta, Aleta yang merasakan hall itu juga ikut menangis.
"Iyah aku akan menjaga dia seperti aku menjaga nyawaku sendiri...hiks...hiks..." kata Aleta.
***
__ADS_1
Jangan lupa Like & Vote🤗♥️