
Baby Aluna yang dulu masih sangat mungil sekarang sudah menginjak usia lima bulan membuat bayi yang sudah bisa terlentang,tengkurap, dan berguling itu semakin terlihat menggemaskan bahkan Aleta kadang di buat kaget saat anaknya sudah berada di pinggir kasur padahal baru ia tinggal sebentar untuk membuat susu. Sang suami sebenarnya juga sudah menawarkannya untuk menggunakan jasa baby sister tapi Aleta yang masih tidak ingin baby Aluna di pegang oleh orang asing memutuskan untuk merawat Aluna sampai ia sendiri kewalahan menangani putrinya itu.
Seperti janji Kenzou pada Aleta dulu yang akan membawanya ke Paris, hari ini juga Kenzou membawa istri dan anaknya itu ke Paris sekalian untuk mengecek apartemen yang resmi di buka enam bulan lalu.
Di dalam pesawat pribadi milik keluarga Jhonson bayi mungil itu tidak bisa lepas dari kaca pesawat, melihat pemandangan di luar sana saat membuatnya tidak bisa berhenti melihat hall baru. bahkan Kenzou sama Aleta harus bergantian memegangi putrinya itu.
Sampai akhirnya bayi mungil itu tertidur juga di dalam pelukan Aleta setelah meminum asi sang Mommy. Kanzou menyingkirkan anak rambut dari wajah sang istri saat putrinya berhenti menyusu.
"Kamu capek sayang?" tanya Kenzou dan mendapatkan anggukan dari Aleta.
"Kita istirahat ya" Kenzou mengambil alih Aluna dari gendongan sang istri membawanya ke kamar yang ada di pesawat itu.
Dengan Aluna yang ada di tengah keduanya Kenzou memandangi wajah Aleta yang langsung tertidur dengan sangat pulas, tangan Kenzou terulur mengusap wajah putih milik Aleta.
"Ra, lihat sekarang aku bisa bahagia seperti yang kamu mau bahkan aku sangat mencintai wanita yang ada di hadapan ku ini, dan sekarang aku sudah memiliki seorang anak yang sangat cantik"
"Sekarang kamu bisa istirahat dengan tenang di sana Ra" Dengan tersenyum Kenzou perlahan memejamkan matanya menyusul istri dan anaknya ke dunia mimpi. mengistirahatkan tubuh mereka karena perjalanan yang masih sangat panjang.
***
Pesawat pribadi keluarganya Jhonson mendaratkan dengan mulus di bandara Charles de Gaulle, Aleta melingkarkan tangannya di pergelangan tangan Kenzou yang tengah mengendong Aluna berjalan keluar dari bandara menuju mobil yang akan membawa mereka ke apartemen milik Kenzou.
Pandangan Aleta tidak bisa lepas dari setiap bangunan yang ia lewati rasanya Aleta benar-benar di buat jatuh cinta dengan kota paris ini untuk kedua kalinya. Mengarahkan kamera ponselnya Aleta memotret beberapa tempat yang ia lewati dan meng-upload di sosial media miliknya.
__ADS_1
Kenzou yang melihat itu hanya mengelengkan kepalanya. Dengan baby Aluna yang ada di dalam pangkuannya Kenzou mengajak bicara anaknya itu membuat baby Aluna berguman tidak jelas membalas ucapan sang Daddy membuat Aleta dan Kenzou mencium pipi Aluna karena gemas.
Mobil yang membawa mereka berhenti tepat di depan pintu lobi apartemen milik Kenzou. Dengan sigap kedua orang satpam membuka pintu mobil untuk Kenzou dan Aleta.
"Bienvenue M. Kenzou, Mlle Aleta"
(Selamat datang tuan Kenzou, Nona Aleta)
Kenzou hanya menganggukkan kepalanya menjawab sapaan itu sedangkan Aleta yang masih belum paham akan apa yang di ucapkan pria itu hanya membalasnya dengan senyuman. Melangkah masuk ke dalam lobi mata Aleta di buat terpanah dengan arsitektur yang sangat modern di lobi hotel tersebut yang rata-rata interiornya berwarna emas membuat apartemen itu terlihat sangat mewah mata Aleta menatap setiap sudut lobi sampai matanya berhenti di tulisan yang sangat besar di belakang dinding resepsionis.
Aleta Apartemen
"Zou" panggil Aleta yang tidak melepaskan pandangannya dari tulisan berwarna emas itu.
"Nanti aku jelaskan di kamar" ucap Kenzou menarik pinggang Aleta agar masuk ke dalam lift saat sang anak yang sudah mulai rewel meminta agar segera diturunkan.
Sampainya di lantai teratas ternyata hanya ada satu ruangan saja dengan dua orang penjaga bertubuh kekar yang berjaga di depannya. Membukakan pintu untuk tuan,dan nona mereka Kenzou membawa Aleta melangkah lebih masuk ke dalam. Masih dengan tatapan takjubnya mata Aleta melihat satu bersatu benda yang ada di dalamnya ini tempat ini lebih pantas di bilang istana dari pada apartemen.
Kenzou menurunkan baby Aluna terlebih dahulu di karpet bulu yang ada di ruangan itu baru berjalan ke arah Aleta setelah memastikan anaknya aman. Memeluk tubuh Aleta dari belakang Kenzou menaruh dagunya di bahu Aleta.
"Apa kamu suka sayang?" tanya Kenzou.
"Ini sangat mewah Zou bahkan isinya lebih mewah dari mansion kita" mendengar itu Kenzou terkekeh kecil. Dirinya memang sengaja membangun satu ruangan full di lantai teratas untuk ia hadiahkan kepada Aleta, karena Kenzou masih sangat ingat dengan perkara sang istri saat bulan madu satu tahun yang lalu. Yang sangat suka dengan kota paris dan ingin tinggal di sana.
__ADS_1
Membalikan badannya Kenzou menatap wajah Kenzou. "Kamu belum menjawab pertanyaan ku, kenapa nama ku ada di lobi apartemen?" Aleta melayangkan pertanyaan yang belum di jawab suaminya itu.
Menarik pinggang sang istri agar mendekat ke arahnya Kenzou mencium singkat bibir merah milik Aleta. "Apartemen ini milik kamu sekarang" perkataan Kenzou berhasil membuat Aleta membulatkan matanya.
"Dan lantai teratas ini aku bikin juga khusus untuk dirimu sayang" lanjut Kenzou dan kali ini mulut Aleta yang terbuka.
"Untuk hadiah anniversary satu tahun setengah pernikahan kita" kata Kenzou lagi saat Aleta hanya diam saja tidak merespon perkataannya.
"Tapi ini berlebihan"
"Gak ada yang berlebihan Aleta, itu sebanding dengan apa yang telah kamu perjuangkan dan kamu berikan kepada aku" potong Kenzou yang tidak suka dengan kata berlebihan yang di ucapkan istrinya.
"Kamu telah memperjuangkan cinta kita walau banyak sekali penghalang sebelum kita berada di titik ini, dan kamu juga telah memberikan aku putri yang sangat cantik, Aluna" lanjut Kenzou.
Aleta tidak bisa membalas ucapan suaminya itu ia hanya bisa menjawabnya dengan air mata kebahagiaan yang mulai jatuh dari kedua bola matanya. Dengan melingkarkan tangannya di leher Kenzou Aleta memeluk tubuh kekar itu dengan sedikit berjinjit.
"Terimakasih Zou"
"Sama-sama sayang"
Suara gumanan Aluna yang keras membuat Kenzou dan Aleta menatap putrinya yang sudah berubah posisi tengkurap yang menendang menendang kakinya seperti ingin menghampiri kedua orangtuanya. Kenzou dan Aleta saling pandang sebelum tawa mereka terdengar, berjalan ke arah Aluna Aleta mengendong tubuh mungil Aluna yang tengah menghisap jarinya sendiri.
"Anak Mommy juga mau di peluk?" tanya Aleta. seakan-akan Aluna tau apa yang di katakan Mommy nya bayi mungil itu terlebih dahulu menyandarkan kepalanya di dada sang Mommy dan itu membuat Kenzou dan Aleta tidak bisa menahan tawanya.
__ADS_1