
Seperti yang di inginkan Ratih, Dua keluarga itu mengantar Aleta dan Kenzou ke rumah barunya dengan beralasan supaya mereka tau Alamat tinggal Aleta, Mobil pertama di isi oleh Aleta dan Kenzou sebagai penunjuk jalan di ikuti dengan dua mobil di belakangnya yang di isi oleh Ana dan Baskara, di ikuti Ratih dan Herlangga.
Mobil Kenzou memasuki kawasan perumahan elit yang begitu asri karna banyak pohon pohon yang di tanam di setiap pinggir jalannya, Mobil Kenzou berhenti disebuah rumah yang sangat Besar dan Mewah.
"Ini rumah siapa Zou?" kata Aleta yang bertanya di dalam mobil dengan mata yang menatap rumah mewah di melalui jendela mobil.
Kenzou tidak menjawab pertanyaan Aleta, ia langsung turun meninggalkan Aleta yang kesal karna pertanyaannya tidak di jawab oleh laki laki yang sudah berstatus suaminya itu.
"Zou ini rumah kamu?" kata Ana kepada putranya.
"Iya Ma" jawab Kenzou, sedangkan Baskara menarik ujung bibirnya saat melihat rumah yang di belikan Kenzou untuk Aleta sebagai maharnya.
Aleta menatap bangunan di depannya ini tidak percaya rumah yang sangat mewah yang di jadikan maharnya, "Sekarang sudah terbukti siapa yang lebih banyak omong bukan" bisik Kenzou, Aleta hanya menatap Kenzou sesaat.
Semua orang melangkah masuk untuk melihat isi Rumah yang bisa di bilang Mansion itu, Ana , Ratih,Aleta, Herlangga menyusuri setiap sudut rumah itu sedangkan Baskara dan Kenzou berjalan jauh.
__ADS_1
"Berapa harga Mansion ini?" tanya Baskara kepada putranya yang berjalan di sebelahnya.
"Lima puluh Milyar berserta isinya" jawab Kenzou.
"Murah sekali" kata Baskara, mata Kenzou membulat dan menatap sang ayah, Bagaimana bisa sang ayah bilang rumah yang ia beli seharga lima puluh Milyar sangat murah pikirnya.
"Apa tidak ada rumah yang lebih mahal dari ini?" kata Baskara lagi.
"Memangnya kenapa? bagiku Mansion ini sudah cukup toh yang tinggal di sini cuma aku dan Aleta" kata Kenzou.
Hari semakin sore Herlangga dan Baskara berserta istri mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing, sedangkan Aleta yang merasa perutnya kelaparan menuju dapur membuka lemari pendingin mencari makanan yang bisa ia makan untuk mengisi perutnya yang sudah meronta ronta minta di isi, tapi itu hanya sebatas angan angan saat melihat isi lemari pendingin tidak ada satupun bahan makanan yang bisa ia makan.
Aleta melihat Kenzou yang sedang mengambil air putih melangkah mendekat ke arahnya.
"Eh kudanil....lo bilang lo kasih Mansion ini ke gue berserta isinya tapi apa!, lemari pendingin aja gak ada bahan makanan satu pun!" kata Aleta yang sudah berada di depan Kenzou yang dengan santainya meminum air di gelas yang ia ambil tadi. "Apa jangan jangan lo gk sanggup beli bahan makanan doang?" cibir Aleta.
__ADS_1
Kenzou melihat Aleta sekilas tanpa menjawab hinaan Aleta yang ia lontarkan kepada dirinya dengan mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, Kenzou mengotak ngatik ponsel yang berada di tangannya dan menghubungi seseorang.
"Suruh pihak Mall kirim bahan makanan ke rumah ku sekarang juga! nanti alamatnya saya kirim!" titah Kenzou kepada orang di sebrang sana dan langsung mematikan sambungan telefon secara sepihak.
Setelah sambungan telfonnya putus Aleta kembali melontarkan pertanyaan untuk Kenzou. "Terus aku tidur di mana?" tanya Aleta.
"Di rumah ini ada enam kamar kau bebas mau tidur di mana saja" kata Kenzou melangkah pergi tapi tidak membalikkan badannya saat membalas ucapan Aleta dan melanjutkan langkahnya menaiki tangga untuk masuk ke kamar utama rumah itu.
Mansion Kenzou dan Aleta.
***
Gais...... Author minta maaf kalo bagi kalian kata kata dalam ceritanya gak nyambung sama sekali, tapi Author bakal berusaha lebih baik lagi dalam menulis episode episode selanjutnya, jadi Author mohon saran dan kritik nya dari kalian yang membaca Novel Author ini.
__ADS_1