Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Kamar


__ADS_3

Pesawat Kenzou mendarat dengan mulus di Bandara internasional Soekarno-Hatta, pagi ini Kenzou dan Aleta di jemput ke dua keluarga yang sudah menjadi besan itu yang tengah menunggu kedatangan meraka tapi dari tadi mereka tidak melihat satu orang keluarga yang mereka kenal.


"Zou...Ayah,Papah, Bunda dan Mama jadi jemput kita gak sih?" tanya Aleta yang tidak menemukan keberadaan keluarganya.


"Seharusnya sih mereka sudah sampai sekarang" kata Kenzou yang mengedarkan pandangannya.


"Itu mereka..." kata Kenzou menunjuk Ratih yang tengah melambaikan tangannya ke arah Kenzou dan Aleta.


"Zou bawa in koper ku, itu di belakang masih ada barang barang, kamu bawa sekalian okey... Awas jangan sampai lecet karna itu harganya sangat mahal" kata Aleta yang langsung menyerahkan kopernya ke tangan Kenzou dan berlari menuju sang bunda, Kenzou yang melihat barang bawaan yang sangat banyak sangat kesal kepada Aleta yang tidak membantunya tapi malah meninggalkannya. bibir Kenzou komat kamit tidak jelas saat harus membawa barang barang yang sangat banyak.


"Bunda....." teriak Aleta sambil berlari ke arah Ratih yang meregangkan tangannya untuk memeluk sang putri.


"Bunda... Aleta kangen" kata Aleta yang berada di pelukan sang Bunda.


"Sayang...Bunda juga kangen banget sama kamu, kamu di sana baik baik saja kan?" tanya Ratih dan di angguki sang putri.


"Sama Mama gak nih...?" kata Ana sambil melihat kuku kuku jari tangannya yang sedari tadi di abaikan oleh sang menantu.


"Kangen doang..... kengen banget malahan" kata Aleta yang bergantian memeluk Ana dari samping.


"Jangan ngambek doang Mama Ana yang cantik, nanti keriputan lho" kata Aleta sedikit menggoda mama mertuanya itu.


"Dasar anak nakal" kata Ana yang kali ini membalas pelukan sang menantu.


"Gimana zou perjalanannya lancar?" tanya Herlangga menepuk pundak Kenzou, saat Kenzou yang juga sudah ikut berkumpul.


"Lancar yah"


"Pelepasan kecebong nya lancar?" goda Baskara.


"Sangat lancar, dan tinggal tunggu hasil cetakannya" kata Kenzou dan ketiga peria tersebut langsung tertawa saat mendengar jawaban dari Kenzou.


"Kalian tertawaan in apa?" tanya Ana.


"Masalah anak muda Ma" kata Bakara.


Dua keluarga tersebut memasuki tiga buah mobil,yang satu di isi Kenzou dan Aleta, mobik ke dua di isi Baskara dan Ana, mobil ke tiga di isi oleh Herlangga dan Ratih. kedua orang tua tersebut memutuskan untuk mampir dulu ke rumah Kenzou dan Aleta.


*


"Ahh... akhirnya sampai rumah" kata Aleta yang menyenderkan punggungnya ke sofa.


"Mama sama Bunda nginap di sini saja ya malam ini, Aleta masih kangen sama kalian" kata Aleta menatap Ratih dan Ana bergantian.

__ADS_1


"Mama sih terserah papa saja"


"Iyah Bunda juga terserah sama Ayah, kalo ayah minta pulang Bunda akan ikut Ayah pulang"


"Yah...Pah...Nginap di sini satu malam saja ya plis.... Aleta pengen cerita banyak hall sama Bunda dan Mama"


"Kalian harus istirahat, kan kalian baru saja melakukan perjalanan panjang bukan?" kata Baskara dan bersamaan dengan Juminten yang membawakan teh beserta makanan ringan.


"Mbak Jum... kamar Aleta udah di bersihkan belum?" tanyanya pada Juminten.


"kamar mbak Aleta, sama Tuan Kenzou sudah di bersihkan mbak tinggal pakai saja" kata kata Juminten tadi membuat Baskara, Herlangga,Ratih dan Ana saling pandang satu sama lain dan beralih menatap Aleta dan Kenzou.


"Dasar kucing garong...kenapa harus tanya kamar saat masih ada Mama papah sih" batin Kenzou yang menyalahkan Aleta.


"Aduh mbak jum...kenapa harus nyebutin dua kamar sih... kenapa gk satu aja" batin Aleta yang malah menyalahkan pembantunya.


"Aleta...Kenzou... maksudnya tadi apa?" Suara berat Herlangga terdengar membuat Kenzou dan Aleta yang saling menyalahkan dalam hati langsung menatap Herlangga dan juga yang lainnya.


"Itu yah...Anu...Emmm... Anu..."


"Anu... Anu apa?" kini gantian suara Ana yang terdengar.


"Itu ma...."


"Kenzou jawab Papah....!"


"Iyah pah..."


"Kalian ini apa apaan? kalian itu suami istri kenapa tidur di kamar terpisah...?" tanya Ratih.


"Itu dulu Bun... Sekarang ini Aleta sama Kenzou sudah tidur bersama kok" kata Aleta meyakinkan semua orang yang berada di rumahnya.


"Iyah Pah...yang di katakan oleh Aleta benar"


"Apa kalian membuat kontrak pernikahan sampai sampai kalian tidur terpisah...!" kata Herlangga yang menatap lekat bola mata sang putri, Aleta dan Kenzou langsung mengelengkan kepalanya dengan cepat.


"Kenzou....Kalo kamu tidak suka sama anak Ayah kamu bilang...! maka Ayah yang akan menjemput Aleta dan membawanya pergi dari sini...!" kata kata Baskara membuat Kenzou melebarkan bola matanya saat mendengar penuturan dari mulut ayah mertuanya.


"Ayah... ayah apa apaan, kenapa ayah bilang seperti itu?" tanya Aleta yang merasa tidak ingin berpisah dari Kenzou untuk saat ini.


"Aleta....Ayah besar in kamu dengan penuh kasih sayang, dan setalah kamu besar kamu bisa di sakiti oleh siapa saja? ayah tidak akan biar kan itu"


"Tapi ayah juga bukan... yang dulu memaksa Aleta menikah sama Kenzou? padahal Aleta sudah menolaknya"

__ADS_1


"Aleta...."


"Yah... Aleta menikah tanpa ada nya cinta di antara kita, wajar yah Aleta tidur di kamar terpisah dari Kenzou untuk berjaga jaga...,tapi yah... ayah harus percaya sama Aleta, kalo sekarang Aleta sama Kenzou sudah tidur bersama bahkan melakukan hall lebih dari itu" kata Aleta menjeda ucapan Herlangga dan langsung ini menundukan kepalanya.


"Yah... Kenzou mohon jangan bawa Aleta pergi" kata Kenzou yang tiba tiba menggenggam tangan Aleta.


Aleta menatap tangan pria yang sedang mengeggam tangannya itu yang tengah menatap sang ayah, kenapa pria itu berbicara seperti itu? seolah olah pria itu juga tidak ingin Aleta pergi darinya. tapi Aleta yakin Kenzou berbicara seperti itu bukan karna dasar cinta tapi ia berbicara seperti itu hanya ingin meyakinkan semua orang.


Akhirnya Herlangga dan semua orang yang ada di situ memaklumi apa yang di lakukan Aleta memang benar, karna Mereka menikah juga karna paksaan dari ke dua pihak keluarga yang memiliki janji yang harus di tepati, akhirnya Herlangga dan Baskara beserta istri mereka pulang ke rumah masing masing dan membiarkan Kenzou dan Aleta untuk istirahat.


Aleta naik ke lantai atas dengan menyeret koper miliknya, saat Aleta ingin memutar gagang pintu tiba tiba saja Kenzou memeluk nya dari belakang, Aleta yang kaget pun tidak jadi membuka pintu kamarnya.


"Tidurlah di kamar ku mulai hari ini, karna mulai hari ini kamar ku, kamar mu juga" kata Kenzou dengan menempelkan dagunya ke pundak Aleta.


"Aku tidak salah dengarkan? Kenzou menyuruhku tidur di kamarnya?" batin Aleta dengan bibir yang membentuk sebuah senyuman.


"Kenapa kau sering sekali melamun saat bersamaan ku?" Kenzou membalikan badan istrinya itu "Atau jangan jangan kau baru pertamakali nya bertemu seseorang yang sangat tampan di hidupmu dan itu suamimu sendiri?"


"Kau tau..? kamu itu tidak ada tampan tampannya sama sekali, pantas saja kau sampai di jodohkan dengan ku karna kau terlalu jelek untuk wanita di luar sana, bahkan keikei yang pernah viral waktu itu saja kalou bertemu dengan mu aku pikir dia juga tidak mau dengan mu"


"Apa kau bilang...!" Kenzou menempelkan tubuh Aleta di pintu kamar dan menguncinya dengan kedua tangan.


"Coba ulangi kata kata mu tadi...!"


"Kau sangat jelek kudanil...."


"Kau...!"


"Apa...? mau macam macam?" tantang Aleta dengan menyilangkan tangannya di depan dada.


"Ayo....tapi jangan harap nanti malam ada jatah..!" kata Aleta, sorot mata Kenzou yang tadinya menatap tajam ke Aleta berubah menjadi memelas.


"Kamu tidak seriuskan?" tanya Kenzou dengan suara yang lembut.


"Sangat serius" kata Aleta yang menyingkirkan tangan Kenzou dan menyeret kopernya menuju kamar suaminya itu.


"Aleta...." panggil Kenzou tapi Aleta tidak menghiraukan suara Kenzou yang terus memanggilanya dan mengikutinya sampai masuk ke kamar.


***


Maaf kalo gk nyambung, dan semoga kalian tetap suka baca karya Author.


Jangan lupa Like & VotešŸ¤—ā™„ļø

__ADS_1


__ADS_2