
Mobil Kenzou berhenti di depan rumahnya, tapi kali ini Aleta langsung turun dari dalam mobil tanpa menunggu Kenzou yang membukakan pintu untuk dirinya seperti biasa.
"Aleta pelan pelan" Teriak Kenzou yang baru saja keluar dari dalam mobil saat melihat Aleta berjalan dengan cepat masuk ke dalam rumah membuatnya juga langsung berlari masuk ke dalam rumah.
Aleta yang sudah masuk ke dalam rumah mengedarkan pandangannya ke segala arah sampai matanya menatap satu lemari es krim yang sudah berada di ruang keluarga membuatnya menghampiri lemari es krim tersebut melihat deretan berbagai jenis es krim tersusun rapi di dalamnya membuatnya membuka kaca es krim tersebut dan mengambil satu rasa es krim yang menurutnya enak.
Kenzou yang takut Aleta kenapa kenapa karena istrinya itu melangkah dengan cepat masuk ke dalam rumah bisa bernafas lega saat melihat Aleta yang berdiri di depan lemari es krim yang tengah memakan eskrim di tangannya.
"Apa lemari es krim ini membuatmu tidak bisa sabar sampai harus melangkah dengan cepat masuk ke dalam rumah?" ucap Kenzou melingkarkan tangannya di pinggang Aleta menaruh dagunya di pundak Aleta.
"Hehe...mau?" Bukannya menjawab Aleta malah menyodorkan es krim bekas gigitannya ke arah Kenzou, Kenzou yang melihat itu memilih memakannya dari pada membuat perasaan Aleta berubah lagi. "Enak?" tanya Aleta dengan Kenzou yang masih menempelkan dagunya di bahu Aleta.
"Lebih enak yang ini" Kenzou menangkup wajah Aleta mengarahkannya untuk sepenuhnya menghadap dirinya dan langsung mencium bibir Aleta yang meninggalkan sisa es krim disana.
Aleta yang kaget dengan tingkah suaminya itu membulatkan matanya saat Kenzou menciumnya dengan secara tiba tiba. "sangat enak" kata Kenzou dengan senyuman menggoda.
"Modus" wajah Aleta tiba tiba saja berubah merona saat Kenzou menciumnya membuat Aleta buru buru mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Kruk....
Aleta memegang perutnya yang tiba tiba berbunyi memang dari di perjalanan tadi Aleta merasakan kelaparan dan itu juga yang membuatnya dengan cepat turun dari dalam mobil agar bisa memakan es krim miliknya.
"Kamu lapar?" dahi Kenzou berkerut saat perut Aleta berbunyi cukup keras.
"Iyah" jawab Aleta malu dan memakan es krim di tangannya.
"Bukannya baru tadi kamu makan bakso?" perkataan itu membuat mata Aleta memincingkan matanya menatap wajah suaminya itu.
"Bukannya tadi mangkok bakso ku ikut kamu sikat juga?" ucap Aleta mengingat bagaimana Kenzou mengambil mangkok bakso miliknya dan di habiskannya tanpa sisa sedikit pun.
Kenzou menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal saat ia bari ingat dengan kekonyolan yang tadi ia buat saat di warung bakso. "Maaf" ucap Kenzou sambil menunjukan dua baris giginya.
__ADS_1
"Sekarang kamu ingin makan apa?" tanya Kenzou yang tidak ingin membiarkan terlalu lama Aleta dan anaknya merasakan kelaparan.
Aleta diam sejenak dengan masih memakan es krim yang berada di tangannya sambil memikirkan dirinya ingin makan apa, dan satu nama makanan lewat di pikirannya membuat Aleta menatap Kenzou dengan tatapan penuh harapan.
"Kamu mau makan apa?" tanya Kenzou sekali lagi saat Aleta hanya menatapnya.
"Aku ingin makan telur ceplok"
"Hanya telur ceplok?" tanya Kenzou memastikan.
"Iyah" jawab Aleta yakin.
"Sebentar, bik...."
"Kenapa panggil bibik?" potong Aleta membuat Kenzou beralih menatapnya.
"Bukannya kamu ingin makan telur ceplok? Makanya aku menyuruh bibik untuk membuatkannya untuk mu" jawab Kenzou.
"Tapi aku tidak mau bibik yang membuatnya" perkataan Aleta membuat Kenzou mengerutkan keningnya dalam.
"Kamu" jawab Aleta sambil menunjuk diri suaminya.
"Apa! Aku?" ucap Kenzou tak percaya, membuat Aleta sedikit kaget karena ucapan suaminya itu.
"Iyah, karena aku ingin kamu yang membuatkannya untuk ku" kata Aleta dengan memasukan terakhir es krim di tangannya.
"Tapi aku tidak bisa memasak" ujar Kenzou memelas karena selama ini ia tidak memegang peralatan dapur apa lagi memasak.
"Tapi aku ingin kamu yang membuatkannya untuk ku" ucap Aleta, karena entah kenapa dirinya ingin memakan masakan suaminya, padahal ia tau sendiri suaminya itu tidak bisa masak sama sekali.
"Biar bibik saja ya yang membuatkannya untuk mu?" ujar Kenzou berusaha bernegosiasi dengan Aleta.
__ADS_1
"Tidak aku tidak mau, lagian bukan aku yang memintanya tapi anak kita" kata Aleta dengan mengusap perutnya.
"Tapi aku tidak tau caranya" Kenzou mengharukan kepala bingung sendiri.
"Kamu bisa lihat di YouTube lagi pula bikin telur ceplok itu sangat mudah" perkataan Aleta membuat Kenzou pasrah pada akhirnya dan menuruti keinginan Istrinya dari pada istri dan anaknya itu kelaparan.
Kenzou menaikan kedua lengan kemejanya sampai di siku dan menggunakan celemek berwarna pink di depan tubuhnya, kalo di kantor Kenzou menjadi orang yang sangat di segani tapi beda halnya saat ini dengan sedikit terpaksa ia harus terjun ke dapur untuk pertama kalinya membuatkan makanan yang di inginkan Istrinya.
Kalo karyawati di perusahaan Kenzou melihat hall ini pasti mereka akan terpukau dengan ke tampan Kenzou yang mau turun ke dapur walau sedikit lucu dengan celemek berwarna pink yang terpasang di tubuhnya, tapi beda halnya dengan wartawan yang melihat hall ini, pasti mereka akan merekam dari awal sampai akhir bagaimana seorang CEO Jhonson Company turun tangan sendiri untuk memasak makanan untuk anak dan istrinya dan pasti setelah itu akan menjadi trending topik di semua media sosial.
Tapi kali ini hanya ada Aleta yang duduk di meja makan melihat suaminya itu yang tengah mempelajari cara memasak telur ceplok di layar ponselnya, sesaat pergerakan dari tubuh Kenzou mulai terlihat dari menyalakan kompor dan memasukan minyak tapi tidak sampai di situ keriuhan mulai terjadi saat suara telur yang mulai terdengar dari dalam wajan membuat Kenzou terperanjat kaget takut kena minyak panas mengenai tubuhnya.
"Aleta ini bagaimana?" teriak Kenzou dari arah dapur saat suara telur itu masih terdengar.
"Di balik zou jangan di diamkan seperti itu yang ada nanti bisa gosong" ucap Aleta membuat Kenzou mencari benda yang bisa ia gunakan untuk membalik masakannya.
"Yah gosong" ucap Kenzou kecewa saat telurnya benar benar gosong dan mau tidak mau ia harus memulainya dari awal.
Aleta yang melihat hall itu menahan tawanya saat telur pertama gosong membuat Kenzou kembali memasak yang baru, Aleta semakin menahan tawanya saat Kenzou menggunakan tutup panci menjadi pelindungnya agar tidak terkena cipratan minyak yang akan mengenai wajah paripurna nya itu.
Setelah melewati proses yang lumayan panjang dan membuat dapur sedikit berantakan hanya karena telur ceplok, kini satu piring telur ceplok beserta nasi sudah tersedia di hadapan Aleta walau penampilan agak sedikit aneh.
"Makanlah" kata Kenzou yang mendudukan tubuhnya di samping Aleta dengan celemek yang masih menempel di tubuhnya.
Aleta yang sudah merasa sangat lapar menyendokkan satu sendok nasi beserta telur dan memasukan ke dalam mulutnya, membuat Kenzou memperhatikan setiap ekspresi wajah Aleta saat memakan masakannya.
"Bagaimana?" tanya Kenzou penasaran.
"Enak" jawab Aleta yang lagi menyuapkan ke dalam mulutnya, walau tampilannya yang sedikit berantakan tapi rasanya bagi Aleta lumayan enak bagi Kenzou yang baru memulai memasak untuk pertama kalinya. "Coba kamu rasa in" kata Aleta menyodorkan satu sendok ke mulut Kenzou, Kenzou yang juga penasaran dengan rasa masakan pertamanya membuat dirinya membuka mulutnya, mengunyah makanan itu.
"Enak bukan?" puji Aleta saat satu sendok itu masuk ke dalam mulut Kenzou.
__ADS_1
"Lumayan, aku pikir rasanya akan seburuk penampilannya" kekeh Kenzou.
"Jangan tertipu dengan penampilan yang hanya terlihat dari luar" kata Aleta yang melanjutkan makanannya, menghabiskan satu piring telur ceplok itu sampai tidak ada yang tersisa.