
PLAK.....
PLAK.....
"Dasar bodoh....!!" kata seorang wanita yang baru menampar pipi kedua pria yang sedang berdiri di depannya sambil memegang pipi mereka yang baru saja di tampar dengan sangat keras. "Dasar tidak becus....!! menjaga seorang wanita saja kalian tidak bisa....!!" Teriak wanita tersebut tepat di depan wajah dua orang pria tersebut, yang hanya menundukkan kepalanya.
"Kalian tau....Aku membayar kalian kali ini sangat mahall....!! tapi kalian melakukan hall sekecil ini saja kalian tidak becus sama sekali!!"
"Maaf Nona Tira, kami tidak tau kalo wanita itu pergi lewat pintu belakang dari gubuk tersebut" kata salah satu pereman tersebut yang memberanikan membuka mulutnya.
"Tidak tau...?? apa saja yang kalian lakukan sampai tidak tau wanita itu pergi hah....!!!" Teriak Tiara dan dua orang tersebut tidak ada yang menjawabnya sama sekali.
"Saya ingin kalian mencari wanita itu lagi sampai dapat!!, apapun caranya saya tidak perduli yang penting bagi saya wanita itu harus datang kembali ke hadapan ku secepatnya...!!"
"Tapi Nona..."
"Tapi apa....!! aku tidak akan membayar kalian kalo sampai kalian tidak bisa membawa wanita itu kembali ke hadapanku...!!" kata Tiara menunjuk wajah kedua pereman itu secara bergantian.
"Sekarang pergi dari sini dan cari wanita itu sampai ketemu....!!" Teriak Tira menunjuk pintu keluar, kedua pereman itu saling sengol sebelum Tiara kembali membentaknya.
"Apa kalian tuli??, Aku bilang keluar...!! dan cepat keluar dari sini sebelum aku memanggil anak buah ku yang lain untuk menyeret kalian keluar secara paksa dari sini...!!" kata Tiara yang menaikan nada teriakannya.
Kedua pereman tersebut langsung keluar terbirit birit dari raungan kerja Tiara. "Sial kau Aleta....!! aku tidak akan membiarkan mu lolos begitu saja sebelum kamu benar benar melepaskan Kenzou untuk ku...!!"
"Aghhhh........" Teriak Tiara dengan tangan yang membanting apapun yang ada di dekatnya sampai lantai yang tadinya bersih sekarang berubah penuh dengan pecahan kaca di mana mana.
"Tunggu saja pembalasanku Aleta....!! aku akan membuatmu mu melepaskan kenzou saat itu juga....!!"
"Aghhhhh......" kemarahan Tiara sekarang semakin memuncak dan membuang berkas berkas yang sudah tertata rapi di atas meja dan berserakan di atas lantai dengan nafas yang memburu.
"BIBI.....!!!" teriak Tiara begitu kencang.
"Iyah Non...yak ampun Non ini ada apa....??" tanya seorang pelayan yang seumuran dengan Tiara saat memasuki ruangan majikannya, dan melihat ruangan Majikannya itu seperti kapal pecah.
"Jangan banyak bicara dan bersihkan semua ini...!!" kata Tiara yang langsung menyambar hpnya di atas meja dan melangkah keluar dari ruangan kerjanya, sedangkan art tersebut langsung membersihkan ruangan Tiara.
***
"Pelan pelan" kata Kenzou saat membantu Aleta untuk duduk di atas kasur dan membenarkan posisi kaki Aleta dan menutupnya dengan selimut.
"Makasih" kata Aleta saat Kenzou sudah duduk di sampingnya dan di balas dengan senyuman.
"Aku sangat rindu dengan kamar ini" kata Aleta menyapu setiap sudut kamarnya.
"Apa kamu juga merindukan kita melakukan itu?" goda Kenzou sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Tidak sama sekali" Jawab Aleta cepat.
"Yah, sayang sekali...padahal aku sudah sangat rindu melakukan hall itu bersamamu" kata Kenzou yang membuat pipi Aleta tiba tiba saja berubah jadi merah.
"Ingat Zou...kata dokter kita belum boleh melakukan itu sampai usia kandungan ku menginjak empat bulan" kata Aleta mengingatkan suaminya itu.
"Tapi kalo di celupin boleh kan...?"
"Mana ada kaya gitu?"
"Ada, kalo kita memperaktek kan nya". "Seperti di iklan iklan itu, di putar, di jilat di celupin, rasanya ahhh mantap" kata Kenzou yang kembali mengedipkan sebelah matanya yang membuat pipi Aleta semakin merah,kenzou melihat pipi Aleta yang semakin memerah membuatnya tertawa terbahak bahak saat melihat wajah lucu Aleta di tambah mata Aleta yang membulat sempurna.
"Kamu ngerjain in aku...??" kata Aleta kesal sedangkan Kenzou masih tertawa terbahak bahak. "Nih rasain...rasain..." kata Aleta memukul mukul lengan suaminya itu.
__ADS_1
"Ampun Aleta.... Ampun....hahahaha...." kata Kenzou yang masih di sertai tawa yang keluar dari mulutnya.
"Ini hukuman buat suami yang suka ngerjain Istrinya, Rasain ini...."
"Ampun Aleta...Ampun, pis...." kata Kenzou sambil menunjukkan jari telunjuknya dan jari tengahnya yang membentuk angka dua.
"Awas aja kalo ngerjain Istrinya lagi" kata Aleta berhenti memukuli Kenzou.
"Aku jadi khawatir" kata Kenzou yang kembali menatap Aleta yang juga tengah menatapnya.
"Khawatir apa...?" tanya Aleta bingung.
"Aku khawatir kalo Baby kudanil akan segalak kamu nantinya"
"KENZOU.....!!!" Teriak Aleta yang akan kembali memukul suaminya itu tapi kenzou buru buru menengang tangan Aleta. "Lepas gak...!! lepas Zou..." kata Aleta berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Kenzou.
Sedangkan Kenzou tidak melepaskan tangan Aleta tapi malah menarik tangan Aleta yang membuat badan Aleta refleks mendekat ke arahnya, dan buru buru Kenzou mengunci pinggang Aleta dengan kedua tangannya dan...
Cup....
Aleta membulatkan matanya saat Kenzou mencium bibirnya secara tiba tiba. "Jangan marah marah, aku hanya bercanda" kata Kenzou yang masih mengunci tubuh Aleta.
"Bercandanya gak lucu..." kata Aleta yang membuang pandangannya agar tidak menatap Kenzou.
"Jangan marah, nanti cantik nya hilang"
"Gak mempan"
"Ayolah Aleta, kamu baru pulang dari rumah sakit jadi jangan marah marah" kata Kenzou yang tidak di balas oleh Aleta. "Gini saja kamu ingin apa..? nanti aku beli in" kata Kenzou yang membuat Aleta menatap suaminya itu.
"Pasti bo'ong" kata Aleta yang kembali membuang pandangannya.
"Ayolah Aleta jangan marah nanti aku belikan tas keluaran terbaru deh..."
"Yang harganya dua milyar itu?" tanya Aleta memastikan.
"Iyah yang itu, nanti aku belikan buat kamu bebas kamu mau milih warna apa, asal Mommy Kudanil jangan marah lagi"
"Gak jadi marah" jawab Aleta langsung dengan bibir yang membentuk sebuah senyuman.
"Nah gitu dong nanti biar Alan yang membawakannya untuk mu ke sini besok"
"Aleta mau yang warna pink boleh?" tanya Aleta dengan wajah imutnya.
"Hahaha....bahkan kamu bisa memiliki ke lima warna tas tersebut sekaligus kalo kamu mau" kata Kenzou yang gemas dengan wajah Aleta dan memeluk tubuhnya.
"Gak Aleta cuma mau yang warna pink"
"Iyah iyah...besok tas warna pink nya datang" kata Aleta yang membalas pelukan Kenzou, sesaat kedua insan itu berpelukan dengan Kenzou yang mengusap lengan Aleta yang ada jam tangan yang ia belikan saat di paris, Kenzou melonggarkan pelukannya dan menatap jam tangan itu.
"Kenapa...?" tanya Aleta saat Kenzou melepaskan pelukannya.
"Masih hidup" kata Kenzou saat melihat jam tangan Aleta berfungsi dengan baik.
"Ya masih lah...kan jam tangan mahal" kata Aleta yang tau suaminya itu tengah memastikan jam tangannya masih hidup atau tidak.
Kenzou beralih menatap Aleta yang juga tengah menatapnya. "kenapa kamu tidak mengirim lokasimu saat kamu hilang dengan memencet tombol di jam tangan ini?" tanya kenzou kepada Aleta yang mengerutkan dalam dahinya.
"Mana bisa jam tangan mengirimkan lokasi, jam tangan itu buat kita lihat waktu zou..., bukan untuk mengirim lokasi" cibir Aleta.
__ADS_1
"Makanya itu kelebihan jam tangan ini selain buat melihat waktu juga bisa mengirimkan lokasi ke jam tangan kita satu sama lain saat kita memencet tombol ini, lihat ini" kata Kenzou yang menekan tombol di samping jam tangan Aleta dan tiba tiba saja jam tangan yang ada di pergelangan tangan Kenzou muncul warna merah bersamaan dengan lokasi yang di kirim dari jam tangan Aleta.
"Waow.....aku baru tau jam tangan ku bisa melakukan itu" kata Aleta.
"Dasar Norak"
"Biarin iri aja lu, kalo iri bilang bos...." Cibir Aleta.
"Dasar" kata Kenzou sambil mengelengkan kepalanya. "Lain kali kalo kamu dalam Bahaya seperti kemarin kamu langsung tekan saja tombol ini" kata Kenzou.
"Iyah...." kata Aleta yang malah memainkan tombol di jam tangannya yang membuat jam tangan Kenzou terus menerus memunculkan cahaya berwarna merah.
"Aku baru tau ternyata Aleta sangat selucu ini" kata Kenzou saat melihat tingkah Aleta yang sangat menggemaskan di matanya.
"Udah...jangan di buat mainan" kata Kenzou melepas jam tangan dari lengan Aleta.
"Zou aku masih mau menekannya" rengek Aleta seperti anak kecil.
"Tidur...kamu harus banyak banyak istirahat supaya cepat sembuh" kata Kenzou, Sedangkan Aleta memanyunkan bibirnya.
Cup...
"Zou..." pekik Aleta.
"Ayo tidur" kata Kenzou membantu Aleta untuk merebahkan tubuhnya,saat Aleta sudah merebahkan tubuhnya Kenzou juga merebahkan tubuhnya di samping Aleta dengan badan terlentang menatap langit langit kamar.
"Zou...." panggil Aleta.
"Hmmm" jawab Kenzou dengan nata yang sudah terpejam.
"Peluk" kata Aleta pelan.
"Aku tidak dengar" kata Kenzou yang sebenarnya mendengar ucapan Aleta tapi kenzou ingin mendengar Aleta mengatakannya dengan jelas.
"Baby nya pengen di peluk Daddy nya" kata Aleta hati hati.
"Baby nya apa Mommy nya?" kata Kenzou Dengan posisi yang masih sama dan mata yang masih terpejam.
"Baby nya" kata Aleta.
"Oh....aku pikir Mommy nya" kata Kenzou yang tidak merubah posisinya.
"Zou..." kata Aleta menusuk nusuk lengan kekar suaminya itu dengan jari telunjuknya.
Kenzou ingin sekali tertawa dengan keras saat tingkah Aleta persis seperti anak kecil dan pasti wajah Aleta yang sangat menggemaskan, tapi sebisa mungkin Kenzou menahannya.
"Zou..."
"Apa..."
"Peluk.... kali ini yang mau Mommy nya bukan Baby nya" kata Aleta yang membuat kenzou langsung memiringkan badannya.
"Bener...?" kata Kenzou yang langsung di angguki oleh Aleta, kenzou langsung membuka tangannya lebar lebar meminta Aleta masuk ke dalam pelukannya dan dengan cepat Aleta masuk ke dalam pelukan Kenzou dengan menjadikan lengan Kenzou sebagai batalnya.
"Tidurlah yang nyenyak" kata Kenzou sambil mengusap rambut Aleta dan di angguki Aleta dan langsung memejamkan matanya. Sesaat pasangan suami istri itu sudah masuk ke alam mimpinya masing masing dengan posisi yang saling memeluk.
***
Jangan lupa Like & Vote 🤗♥️
__ADS_1