
"Selamat siang Nona" sapa seorang pegawai resepsionis saat melihat Aleta masuk ke dalam perusahaan, setelah sekian lama Aleta tidak menginjakan kakinya di perusahaan Kenzou.
"Siang" balas Aleta dan melanjutkan langkahnya, baru satu langkah Aleta menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap pegawai resepsionis itu. "Apa Kenzou ada di ruangannya?" seperti biasa sebelum masuk ke dalam lift Aleta selalu memastikan suaminya itu berada di ruangannya apa tidak.
"Tidak nona, tuan Kenzou sedang berada di ruangan miteeng" jawabnya.
Aleta mengangguk paham. "Kamu bisa antar saya kesana?" tanya Aleta lagi karena ia juga tidak tau letak ruangan miteeng di perusahaan Kenzou sebelah mana.
"Bisa nona, mari lewat sini" pegawai resepsionis itu berjalan lebih dahulu ke arah lift untuk menunjukan ruangan miteeng kepada Aleta.
Aleta melangkah keluar lift dengan pegawai resepsionis itu bersamaan dengan Alan yang baru saja keluar dari ruangan miteeng untuk mengambil berkas yang ketinggalan.
"Nona Aleta? anda disini?" tanya Alan karena dari cerita yang ia dengar dari Kenzou, kalo Aleta sudah tidak boleh berpergian kemanapun karena kandungannya yang sudah memasuki delapan bulan dan itu dapat di lihat dari perut Aleta yang sudah besar.
"Apa Kenzou ada di dalam?" bukannya menjawab pertanyaan Alan, Aleta melayangkan pertanyaan untuk Alan dengan tangan yang menunjuk pintu ruangan meeting.
"Iyah nona, dan tuan Kenzou sedang memimpin dengan staf perusahaan" jawab Alan.
"Kalo begitu saya mau masuk" kata Aleta tapi dengan cepat Alan mencegahnya.
"Sebaiknya anda tunggu saja di ruangan tuan Kenzou nona sampai meetingnya selesai" saran Alan
"Apa miteeng ini lebih penting dari pada aku?" pertanyaan itu di lontarkan kepada Alan membuat Alan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sudah minggir!" Aleta menggeser tubuh Alan membuat pria itu bergeser beberapa langkah ke samping.
Alan menatap tubuh Aleta yang sudah mulai masuk ke dalam ruangan meeting tersebut, bagi Alan sifat Aleta sangat berubah drastis dari dulu sebelum hamil sampai setelah hamil karena sifat bar barnya yang baru kelihatan.
"Sayang..." panggil Aleta dengan suara manjanya, membuat lima orang staf perusahaan menatap Aleta yang baru saja datang.
Kenzou memutar kursi tempat duduknya dan terlihat Aleta yang baru saja datang dengan senyuman merekah di bibirnya, dan tanpa aba aba bumil satu ini langsung mendudukan tubuhnya di atas paha Kenzou dan itu membuat Kenzou membulatkan matanya karena tingkah Aleta yang di perhatikan oleh staf perusahaannya.
"Sayang...aku kangen" lanjut Aleta menyandarkan kepalanya di dada bidang Kenzou dengan tangan yang memainkan dasi suaminya itu.
Sungguh sifat wibawa Kenzou bisa hilang kalo seperti ini caranya, lima orang staf yang ada di dalam sana mulai berbisik bisik dengan senyuman menggoda saat melihat sifat Aleta yang sangat manja dan itu membuat Kenzou sedikit salah tingkah.
"Ra-rapat kali ini saya tunda dan kan di ganti minggu depan,Dan kalian bisa keluar sekarang" ucap Kenzou dengan suara terbata batanya.
__ADS_1
Lima orang tersebut langsung keluar dari ruangan meeting saat atasannya menunda miteeng hari ini.
"Zou...aku kangen" ulang Aleta sambil mendongakkan wajahnya.
"Dasar nakal!" Kenzou menarik pelan hidung mancung milik Aleta karena gemas. "Siapa yang izinin kamu keluar dari mansion?"
Bukannya marah Aleta malah terkekeh dan itu semakin membuat Kenzou langsung memeluk Aleta.
"Kamu kenapa kesini? kan aku sudah bilang kamu harus banyak banyak istirahat di rumah dan apa dua dokter itu tidak melarang mu untuk tidak keluar mansion?"
"Mereka berdua aku kerjain" jawab Aleta yang masih terkekeh geli mengingat dirinya berhasil mengerjai kedua dokter yang menjaganya itu.
"Mulai nakal kamu yah!" Kenzou mengacak ngacak rambut Aleta karena ia sendiri juga pernah jadi korban kejahilan Istrinya itu.
"Ya kamu habisnya di telfon gak bisa"
"Hp ku di ruangan sayang dan kamu lihat sendiri kalo aku lagi meeting" kata Kenzou dengan menyisiri rambut Aleta menggunakan tangannya yang baru saja ia acak acak.
"Kamu mau apa?" tanya Kenzou karena kalo sudah seperti ini, ia yakin Aleta memiliki keinginan yang tidak bisa di tunda.
"Aku mau yoghurt" pinta Aleta dengan wajah gemasnya itu.
"Nanti kita beli" jawab Kenzou dengan tersenyum.
"Tapi aku tidak mau yang ada di mall" kata Aleta dengan mengelengkan kepalanya kecil.
Kenzou mengerutkan keningnya bingung terus yogurt yang di maksud istrinya itu seperti apa?. "Terus?" tanya Kenzou.
"Mau yang langsung dari pabriknya" jawab Aleta mengutarakan keinginan sesungguhnya.
"Apa!" ucap Kenzou sedikit kaget dan itu juga membuat Aleta yang ada di pangkuan Kenzou juga tersentak kaget.
"Maksudku kenapa harus dari pabriknya?"
"Karena biar fresh, kan enak tu makan yoghurt yang baru di produksi" jawab Aleta membayangkan betapa enaknya makan yoghurt yang baru selesai di produksi dan langsung ia makan.
"Bolehkan?" tanya Aleta mastikan.
__ADS_1
"Boleh, tapi ada syaratnya"
"Apa?" tanya Aleta antusias.
"Aku akan bawa kamu ke pabrik yoghurt, tapi kamu tidak boleh masuk ke dalam pabriknya" kata Kenzou dan itu membuat Aleta menunjukan wajah kecewanya.
"Tapi aku ingin masuk ke dalam sana" pinta Aleta.
"Kamu tengah hamil sayang, gak baik ibu hamil masuk ke dalam pabrik apa lagi aku yakin kamu akan berjalan kesana kemari untuk melihat setiap prosesnya, dan lagi kamu melupakan sesuatu kalo kaki kamu yang juga mulai sering bengkak"
"Bahkan di buat berdiri sebentar saja langsung bengkak" ucap Kenzou dengan lembut.
Kenzou yang melihat raut wajah Aleta berubah mengusap rambut panjang Aleta, "Nanti ya...kalo kamu sudah lahiran dan aku akan membawa kamu kemanapun kamu mau tanpa melarangnya, tapi untuk satu bulan kedepan ini saja...biarkan aku sedikit posesif sama kamu dan anak kita"
"Janji akan nurutin keinginan aku untuk pergi kemanapun yang aku mau setelah baby boy lahir?" tanya Aleta mastikan.
"Iyah" jawab Kenzou dengan tersenyum dan itu sedikit membuat kekecewaan Aleta terobati.
"Yuk" Aleta bangun dari pangkuan Kenzou dengan menarik tangan Kenzou.
"Kemana?" tanya Kenzou bodoh.
"Ke pabrik yoghurt sayang! ya kali ke kamar" ucap Aleta dengan malas.
"Tapi habis ini kita ke kamar kan?" goda Kenzou dengan menaik turunkan alisnya.
"Gak!" tolak Aleta cepat.
"Iyah juga gak papa, hitung hitung sebagai bayarannya untuk yoghurt yang kamu mau" kata kenzou dan kali ini ia meraih pinggang Aleta berjalan keluar ruang dari meeting.
"Perhitungan banget jadi suami" kata Aleta ketus.
"Sama istri sendiri gak papa, dari pada sama istri tetangga" ucapan itu membuat Aleta mendaratkan satu cubitan di pinggang Kenzou.
"Awas aja kalo sampai kamu beneran ngelakuin hall itu!" ancam Aleta.
"Memang kenapa?" tanya Kenzou yang masih terkekeh karena melihat wajah kesal Aleta.
__ADS_1
"Nanti malam gak ada acara jenguk menjenguk!"
Kenzou menelan salivanya dengan susah payah karena selalu hall itu yang menjadi senjata Aleta untuk mengancamnya tapi ancaman itu bukan hanya gurauan sesaat melainkan bisa menjadi kenyataan karena sudah tiga kali Kenzou apes sendiri karena keusilannya.