Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Mencari.


__ADS_3

Setalah perdebatan di meja makan tadi, Kenzou langsung pergi dari rumah dan mengendarai mobilnya mendatangi semua tempat yang pernah Aleta kunjungi sampai tempat terakhir yang ia kunjungi adalah restoran milik Aleta, karena Aleta selalu kesana untuk mengurus restorannya itu.


"Tuan Kenzou?" sapa Aldo yang langsung keluar dari dalam ruangannya saat salah satu pelayan memberitahu kalo Kenzou datang berkunjung.


"Dimana Aleta? apa dia ada di dalam" kata Kenzou yang langsung pada intinya, yang membuat Aldo mengerutkan keningnya.


Kenzou yang melihat asisten Aleta itu terlalu telmit, langsung melangkah menuju ke ruangan Aleta tanpa menunggu persetujuan Aldo, Aldo yang melihat Kenzou melangkah menuju ruangan Aleta buru buru Aldo mengekor di belakang Kenzou.


"Tuan...nona Aleta tidak ada di sini" kata Aldo tapi tidak di ubris sama sekali oleh Kenzou.


"Ale...." panggil Kenzou saat tangannya membuka pintu ruang Aleta tapi ia mendapati ruangan tersebut kosong, Kenzou berjalan ke kursi kebesaran Aleta yang membuat dahi Kenzou bekerut, sebelum ia mengedarkan pandangannya keseluruhan penjuru ruangan Aleta.


"Dimana Aleta?!" kata Kenzou sambil menatap tajam mata Aldo.


"N—nona Aleta tidak ada di sini tuan" kata Aldo terbata bata saat mendapatkan tatapan tajam dari Kenzou.


"Jangan bohong!!, dimana kamu sembunyikan Aleta...kasih tau saya sekarang juga!!" kata Kenzou menekan setiap ucapannya.


"S—saya tidak bohong tuan, Nona Aleta memang tidak ada di sini, dan terakhir kali saya mendapat informasi kalo Nona Aleta pergi keluar kota, setelah itu saya tidak mendengar informasi apapun tentang Nona Aleta" kata Aldo dengan suara ketakutan, Kenzou menatap kedua bola mata Aldo mencari kebenaran dari dua bola mata tersebut, tapi yang di dapatkan Kenzou bahwa Aldo tidak tau dimana Aleta berada.


"Kalo Aleta tidak ada di sini, tapi kenapa meja ini seperti baru saja di pakai seseorang?" batin Kenzou saat melihat botol minuman yang masih baru tertinggal di atas meja dan beberapa lembar kertas yang tidak tertata rapi pada map nya.


"Saya pastikan kamu akan menyesal nantinya kalo telah membohongi saya!!" kata Kenzou menepuk pundak Aldo sebelum melangkah keluar dari ruang Aleta.


Sedangkan Aldo yang menatap pintu ruangan Aleta telah tertutup rapat menghela nafas panjang dan menetralkan detak jantungnya yang berdetak tidak karuan saat mendengar ucapan Kenzou yang terakhir.


"Apa Kenzou sudah pergi?" kata Vony yang tiba tiba saja muncul dari kamar rahasia milik Aleta, beruntung Kenzou tidak mengecek kamar tersebut, kalo tidak dapat dipastikan ia akan ketahuan saat itu juga bukan hanya dia, tapi Vony juga yakin kalo Kenzou akan memaksakannya untuk memberitahu keberadaan Aleta sekarang ini.


"Aaa....." teriak Aldo saat jantungnya belum berdetak dengan normal tapi sudah di buat kaget dengan kedatangan Vony yang secara tiba tiba.

__ADS_1


"Stttt, jangan keras keras dodol" kata Vony yang langsung membungkam mulut Aldo dengan tangannya. "Diam gak!!" kata Vony dengan menunjukan tatapan tajamnya saat Aldo berusaha melepaskan tangannya dari mulutnya dan mendapatkan anggukan dari Aldo yang membuat Vony langsung melepaskan tangannya yang membungkam mulut Aldo.


"Nona ini sebenarnya ada apa sih? kenapa banyak sekali yang nyari Nona Aleta, dari tuan Baskara terus sekarang gantian tuan Kenzou yang tiba tiba ke sini mencari keberadaan Nona Aleta, bukannya Nona Aleta ada di luar kota? dan kenapa anda juga harus bersembunyi seperti tadi?" kata Aldo yang langsung melayangkan banyak pertanyaan kepada Vony saat tangan Vony sudah tidak berada lagi di mulutnya.


Vony yang tadinya menatap pintu ruangan Aleta mastikan Kenzou tidak kembali masuk beralih menatap Aldo. "Brisik..... tau gak!"


"Tapi Nona...kalo nanti gantian Ayah nona Aleta kesini bagaimana?" kata Aldo yang membuat Vony diam sejenak sambil menatap Aldo dengan otak yang mulai bekerja.


"Semoga saja Om Herlangga tidak pernah kesini" kata Vony berusaha berfikir positif.


"Kalo beliau ke sini bagaimana Nona?" kata Aldo yang membuat Vony terpancing api emosi.


"Aku akan membuatmu manjadi umpan ikan hiu sekarang juga kalo kamu tidak segera pergi dari sini!"


"Ih...Nona Vony galak banget"


"Keluar sekarang juga" kata Vony menekan setiap katanya.


"Satu...." kata Vony yang mulai menghitung.


"Nanti kalo galak galak cantiknya luntur loh..."


"Dua....."


"Nona...." kata Aldo yang tidak jadi berbicara saat hitungannya mau sampai angka tiga.


"Ti....."


"Baik baik saya keluar sekarang" kata Aldo yang mulai menciut saat Vony menatapnya dengan tatapan tajam, dan buru buru Aldo keluar dari ruangan Aleta dengan berlaril.

__ADS_1


"Aku tidak bisa bayangkan bagaimana Aleta bisa betah memiliki asisten gila seperti itu" kata Vony yang merasa juga hampir gila.


Sedangkan di dalam mobil Kenzou mengusap wajahnya kasar sambil memandang keluar jendela. "Sekarang aku harus mencari Aleta di mana?"


"Semua tempat sudah aku datangi, dan tidak ada satupun yang melihat Aleta" sesaat Kenzou terdiam sambil menatap lurus kedepan.


"Kalo aku mencari Aleta sendiri seperti ini,sampai lebaran kuda pun gak akan ketemu" kata Kenzou merutuki kebodohannya.


Kenzou meraih hp miliknya yang ia taruh di dasbor mobilnya karena hp Kenzou yang letaknya terbalik membuat mata Kenzou menatap gambar yang ada di dalam softcase hpnya yang transparan.


"Ini kan...." kata Kenzou tergantung saat jari jarinya mengusap foto tersebut dengan jantung yang mulai berdetak dengan sangat cepat.


"Kamu di mana sayang" kata kata itu lolos begitu saja dari mulut Kenzou saat matanya menatap lekat gambar USG yang hari itu ia taruh di softcase hpnya.


Karena sejak saat Kenzou mengetahui Aleta tengah mengandung, hati Kenzou langsung berbunga bunga yang membuat Kenzou membawa kemanapun foto itu kemanapun ia pergi, tapi karena belakang ini Kenzou sedikit kacau sampai ia lupa dengan foto tersebut.


"Apa kamu baik baik saja? apa kamu nakal di perut Mommy?" Kenzou yang tadinya menolak keras mencari Aleta, perlahan hatinya bergetar saat rasa rindu, dan penasaran akan tubuh kembang anaknya itu membuatnya harus menemukan Aleta sekarang juga.


"Seharusnya, ukuran janin Aleta sudah terlihat agak jelas sekarang" kata Kenzou yang menunjukan senyuman kesedihannya.tanpa pikir panjang lagi Kenzou langsung menghubungi Alan.


📞 : Halo tuan.


📞: Suruh semua anak buah ku mencari Aleta ke seluruh penjuru kota, cek Bandara apakah Aleta melakukan penerbangan ke luar kota maupun ke luar negri, Pastikan kamu cari dengan teliti jangan sampai ada yang terlewatkan!.


Kenzou langsung mematikan sambungan telefonnya dengan Alan dan melajukan mobilnya ke sebuah cafe cafe untuk menenangkan pikirannya.


Kini Kenzou sudah duduk di dalam cafe, Kenzou memilih tempat di dekat kaca besar dan melihat lalu lalang orang keluar masuk ke dalam cafe dengan pasangan mereka masing masing.


"Hah....." sudah kesekian kalinya Kenzou menghela nafas kasar.

__ADS_1


"Kenapa aku ini Sebarnya, kenapa aku tidak bisa sedetik saja melupakan Aleta, aku bisa gila kalo seperti ini terus" kata Kenzou mengusap wajahnya kasar.


"Kamu tidak akan gila, kalo kamu tidak memikirkan hall yang akan membuat batin mu tertekan" kata seseorang dari samping Kenzou.


__ADS_2