
"Aleta lo bisa agak jauh gak sih" kata Kenzou yang merasa pelukan Aleta sangat kuat.
"Zou gue takut"
"Gue tau lo takut, tapi gk usah peluk peluk segala" kata Kenzou yang berusaha menjauhkan tubuh Aleta dari tubuhnya, setelah pelukan Aleta terlepas Kenzou langsung mengambil guling dan menaruhnya di tengah tengah antara ia dan Aleta.
"Stop! jangan mendekat!, atau gue pergi dari sini" kata Kenzou yang melihat Aleta ingin kembali memeluknya dan ia juga hendak turun dari ranjang Aleta.
"Plis jangan tinggalin gue" kata Aleta dengan mata yang mulai berkaca kaca.
"Makanya kalo gak mau di tinggal diam!" kata Kenzou, seperti kucing yang baru kena marah dari sang majikan seketika Aleta diam dan tidak memeluk tubuh Kenzou lagi dengan guling yang menjadi pembatas di antara mereka berdua.
Sesaat kemudian bunyi petir bergemuruh, bersamaan dengan kilat yang membuat cahayanya terlihat dari kaca kamar Aleta yang menandakan sebentar lagi akan turun hujan, dan benar saja hujan yang sangat lebat turun dan bersamaan dengan suara petir dan cahaya kilat yang saling bersahutan.
Kenzou yang bersikap tenang dan memilih memejamkan matanya untuk istirahat, berbeda dengan Aleta, gadis itu masih saja terjaga dengan tangan yang menutupi telinganya dan mata yang mengamati setiap sekelilingnya, Aleta benar benar tidak suka dalam keadaan seperti ini, sesekali tubuhnya menegang saat bunyi petir kembali datang, jika saja ada Ratih sang Ibunda bisa di pastikan Aleta langsung memilih tidur dan memeluk Ratih setiap ada mati lampu dengan bersamaan dengan hujan seperti sekarang ini.
Aleta yang melirik Kenzou yang sudah menutup matanya, memilih untuk diam dari pada harus di kamar sendirian, tapi tiba tiba saja Aleta menangis tapi sekuat tenaga ia tidak menimbulkan suaranya, badannya sudah terasa sangat dingin karna ketakutan, ingin sekali rasanya memeluk Kenzou yang tengah tidur tapi sebisa mungkin ia tahan. Kenzou yang belum tidur mendengar isakan kecil dari mulut Aleta, dengan rasa penasaran Kenzou mengintip Aleta dan mendapati gadis itu meringkuk di bawah selimut yang sudah bisa di pastikan sedang menangis.
__ADS_1
Kenzou menyingkirkan egonya sebentar, perlahan ia membuang guling yang menjadi penghalang antara ia dan Aleta, dan di bukanya selimut yang menutupi tubuh Aleta dan mendapati Aleta dengan posisi kaki yang di tekuk sampai dada dan tangan yang menutupi telinganya. "Aleta" kata Kenzou dengan suara lembut dengan memegang tangan gadis itu.
Aleta yang kaget pun langsung menatap Kenzou dan buru buru menghapus air matanya agar pria itu tidak pergi pikirnya. Tapi di luar dugaannya tanpa aba aba Kenzou langsung memeluk tubuhnya, Aleta yang merasakan kehangatan di tubuh suaminya itu merasa sangat nyaman dan tidak ingin jauh rasanya. "Zou gue takut hiks...hiks..." kaya Aleta saat mendengar bunyi petir yang kembali datang.
"Jangan takut gue ada di sini" kata Kenzou, Kenzou yang merasakan tubuh Aleta sangat dingin langsung menarik selimut menyelimuti tubuh istrinya itu dan sesekali mengusap kepalanya. "Tidurlah" kata Kenzou tapi dengan cepat mendapatkan gelengan dari Aleta.
"Gue takut lo tinggal" kata Aleta.
"Gue gak bakal ke mana mana, gue bakal tetap di sini, percayalah" kata Kenzou yang sedikit melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Aleta. "Tidurlah" kata Kenzou lagi dan kali ini di angguki oleh Aleta.
Aleta yang merasakan jantungnya berdetak dengan cepat merasa aneh, baru kali ini ia dekat dengan seorang pria tapi jantungnya sudah tidak bisa di kondisikan. perlahan Aleta memejamkan matanya dan dengan cepat ia masuk ke alam mimpi karna Kecapean menangis.
Malam ini hujan,petir, kilat dan kamar Aleta menjadi saksi ke dua insan yang sudah resmi menjadi suami istri itu untuk pertama kalinya tidur di atas ranjang dan selimut yang sama dan tanpa ada penghalang di antara mereka. Mungkin alam juga ingin membuat rumah tanga mereka ada kemajuan sedikit demi sedikit.
***
Pagi harinya mata Aleta mulai terbuka sedikit demi sedikit dan pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah sang suami yang tengah memeluknya, sempat Aleta ingin berteriak, tapi buru buru tangannya menutup mulutnya yang sudah terbuka karna kaget. Lama kelamaan Aleta merasakan ke hangatkan dari tubuh Kenzou entah magnet dari mana yang membuat dirinya lebih memilih diam sambil memandangi wajah tenang suaminya itu.
__ADS_1
"Kalo kaya gini sih ganteng, tapi kenapa kalo udah bangun jadi ngeselin?" batin Aleta dengan tangan yang ingin mengusap wajah Kenzou tapi buru buru Aleta menjauhkan tangannya dari wajah Kenzou karna takut membuat suaminya itu terbangun. "Loh...lho...lho...ni jantung kenapa berdisko kaya gini sih" batin Aleta yang merasakan jantungnya kembali berdetak dengan cepat seperti tadi malam.
"Sebelumnya aku tidak pernah bermimpi akan menikah dengan cara perjodohan seperti ini, tapi kenapa lama kelamaan tuhan mempunyai banyak cara untuk menyatukan kita?, seperti sekarang ini aku merasa sikapnya sudah mulai berubah yang mau berbicara dengan ku tidak seperti awal saat kita saling bertemu dan Sampai sekarang aku masih berusaha untuk membuat rumah tanga ku lebih baik lagi, entah kenapa saat berada di pelukannya ada getaran yang tidak ingin jauh darinya, atau membaginya dengan wanita lain" batin Aleta yang masih menatap wajah Kenzou yang tengah tertidur pulas.
Sebelum Kenzou bangun Aleta memilih untuk bangun terlebih dahulu, dan turun ke lantai bawah untuk menyiapkan sarapan. Sesaat setelah kepergian Aleta Kenzou membuka matanya dan melihat tinggal ia di kamar itu tanpa ada Aleta yang berada di sampingnya, Kenzou masuk ke kamar mandi Aleta dan mencuci mukanya itu agar terlihat segar.
Kali ini Kenzou langsung turun dan menuju ke dapur memastikan Istrinya itu berada di dapur atau tidak, dan benar saja Aleta yang tengah memakai celemek berwarna pink dengan tangan yang memainkan beberapa peralatan dapur.
"Andai saja kalo Aleta itu kamu, pasti aku sudah sangat bahagia dan membangun keluarga kecil yang sangat harmonis dengan adanya malaikat kecil kita" batin Kenzou.
"Zou ngapain di situ?" tanya Aleta yang melihat Kenzou berdiri di dinding yang lumayan jauh dari dapur.
"Gak ngapa-ngapain" kata Kenzou yang langsung berjalan menuju meja makan.
"Nih gue bikinin nasi goreng, buruan di makan mumpung masih anget" kata Aleta yang juga ikut duduk dan langsung menyendok kan nasi goreng ke dalam mulutnya.
***
__ADS_1
Like & Vote