
Setalah memakan satu piring telur ceplok buatan suaminya, kini gantian Kenzou yang mempunyai permintaan pada Aleta untuk mandi bersama, Aleta yang tidak mau acara mandi menjadi lama menolak ajakan suaminya itu.
Tapi bukan Kenzou namanya kalo ia tidak mendapat apa yang ia inginkan, Kenzou langsung mengangkat tubuh Aleta dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Seperti dugaan Aleta sebelumnya bukan hanya mandi biasa yang akan di lakukan tapi mandi luar biasa yang membutuhkan waktu berjam-jam, suara erangan dan ******* saling bersautan di dalam kamar mandi tersebut untuk merengkuh kenikmatan antara Keduanya.
Mencengkram, memekik nama mereka masing masing terdengar saling bersahutan saat pasangan suami istri itu mencapai puncak nikmatan surga dunia, Kenzou yang melihat raut wajah lelah Aleta menghentikan permainannya dan membantu istrinya membersihkan tubuhnya, di angkatnya tubuh lelah Aleta yang berbalut kimono berwarna putih dan di letakannya di atas kasur secara perlahan.
"Haus" rengek Aleta saat merasakan tenggorokannya terasa kering.
Kenzou meraih gelas yang ada di atas nakas dan membantu Aleta untuk minum, setelah di rasa tenggorokan sudah tidak kering Aleta kembali merebahkan tubuhnya kali ini dengan cepat dirinya masuk ke alam mimpi.
Kenzou yang melihat Aleta langsung tertidur dengan pulas membuatnya senyam senyum sendiri saat otoknya kembali teringat dengan olah raga panas yang ia lakukan dengan Aleta di kamar mandi untuk mencapai pelepasan kesekian kalinya.
Kenzou yang tidak ingin Aleta tidur dengan menggunakan kimono miliknya, memakaikan piama yang baru saja ia ambil dari dalam lemari secara telaten pada tubuh istrinya itu, Aleta yang sudah sangat lelap dalam mimpinya tidak terusik sama sekali saat Kenzou mengenakan piamanya.
Kenzou menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya itu, wajah Aleta yang semakin cantik semenjak mengandung membuatnya semakin gemas pasalnya pipi Aleta mulai terlihat sedikit berisi, Kenzou yang tidak ingin menganggu tidur pulas Aleta mencium kening istrinya dan beralih mengecup perut buncit istrinya, merangkak ke atas kasur Kenzou merebahkan tubuhnya di samping Aleta di peluknya tubuh istrinya itu menyusul Aleta masuk ke alam mimpi.
*
Dinginnya pendingin udara membuat Kenzou menarik selimutnya yang merosot, walau selimut yang tebal tapi tidak bisa meredakan dinginnya kamar Kenzou, tangan Kenzou yang mulai meraba raba tempat di sebelahnya untuk mencari kehangatan tapi kehangatan itu sepertinya tidak ada membuat dengan malas Kenzou membuka matanya dan mendapati tempat di sampingnya sudah kosong.
Di tatapnya seluruh penjuru kamarnya mencari keberadaan istrinya yang tiba tiba saja hilang, Kenzou menyibakkan selimut yang membungkus tubuhnya dan berjalan ke arah kamar mandi tapi yang di cari ternyata juga tidak ada di sana membuat dahi Kenzou berkerut memikirkan ke mana malam malam seperti ini Aleta pergi.
Kamar Kenzou yang semakin terasa dingin membuatnya ingin menurunkan suhu AC di kamarnya tapi saat melihat suhu kamarnya sama seperti biasanya membuatnya lagi lagi terheran-heran di hari yang sudah tengah malam seperti ini.
Suara tirai kaca di kamar Kenzou membuat Kenzou menatapnya tirai tersebut dan memperlihatkan pintu balkon kamarnya terbuka dengan lebar, pantas saja kamarnya semakin dingin. Kenzou yang penasaran langsung melangkah ke balkon kamarnya dan terlihat Aleta yang tengah duduk di ayunan gantung dengan satu toples cemilan di tangannya.
"Ternyata kamu di sini" suara Kenzou membuat Aleta menoleh ke samping saat Kenzou sudah duduk di sampingnya.
"Kenapa bangun?" tanya Aleta karena saat ia ke balkon tadi Kenzou masih tidur dengan nyenyak.
__ADS_1
"Karena kamu menghilang"
"Aku tidak menghilang hanya saja tadi aku lapar dan aku ingin makan dengan menatap langit malam"
"Kamu lapar?"
"Iyah"
"Kenapa kamu tidak membangunkan ku?"
"Karena kamu terlihat sangat lelah tadi jadi aku tidak tega membangun mu" ucap Aleta dengan mulut yang masih mengunyah cemilannya.
"Tapi aku tidak akan tambah lelah hanya karena kamu bilang kamu lapar" tanya Kenzou menyingkirkan anak rambut Aleta yang ada di wajahnya. "Kamu mau makan apa? apa kamu mau aku masakkan telur ceplok lagi?" tawar Kenzou membuat Aleta mengelengkan kepalanya.
"Terus?"
"Aku ingin makan, makanan cepat saji" Aleta mengungkapkan keinginannya pada Kenzou.
"Tapi aku tidak mau kalo kamu ordernya via online" kata Aleta tidak ingin makanan itu sampai kepadanya dalam keadaan sudah dingin, yang ada ia tidak memakannya.
"Terus?" membuat tangan Kenzou yang ingin memilih menu terhenti.
"Aku ingin makan langsung di tempatnya"
"Tapi ini sudah malam, tidak baik ibu hamil keluar malam malam seperti ini, kita order via online saja ya" kata Kenzou berharap Aleta mengerti.
"Aku tidak mau, aku maunya makan di tempatnya"
"Lagi pula aku bisa menggunakan switer tebal ku"
Kenzou yang tidak dapat menjawab ucapan Aleta memilih mengiyakan saja ucapan Istrinya, dan agar Aleta bisa cepat istirahat karena jam sudah menunjukkan pukul satu malam.
__ADS_1
Kenzou yang mengiyakan permintaannya langsung masuk kedalam kamar untuk mengambil switer tebal miliknya, saat semuanya sudah siap Aleta dan Kenzou keluar dari dalam rumah masuk ke dalam mobil untuk menuju restoran yang menjual makanan cepat saji yang buka dua puluh empat jam.
Jalan yang longgar membuat perjalanannya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di restoran yang Aleta inginkan. "Kamu mau pesan apa?" tanya Kenzou saat sudah masuk ke dalam restoran makanan cepat saji.
"Dua potong paha ayam bagian atas, satu burger berukuran jumbo, dua kentang goreng, satu cream soup dan minumnya satu gelas jus jeruk" jawab Aleta menyebutkan makanan yang ingin ia makan.
"Banyak sekali"
"Karena aku makan bukan hanya untuk diriku sendiri tapi juga di bagi dengan baby boy"
"Ya sudah aku pesan dulu, kamu duduk saja" ucap Kenzou mengusap kepala Aleta sebelum ia melangkah memesan semua pesanan Aleta tadi.
Aleta memilih duduk di dekat kaca untuk melihat langit malam yang di hiasi banyak bintang yang bertaburan di langit sambil menunggu suaminya datang dengan membawa pesanan miliknya.
Kanzou yang sudah mendapatkan semua pesanan Aleta membawanya ketempat Aleta yang duduk di dekat kaca, Aleta yang melihat Kenzou datang dengan nampan yang berisi pesanannya sudah tidak sabar untuk melahapnya.
"Makasih" ucap Aleta antusias saat semua pesannya sudah berada di depan mata, tanpa berlama lamaan Aleta memakan satu persatu makanannya dengan lahap karena memang malam ini ia sangat lapar.
Sedangkan Kenzou yang melihat Aleta makan dengan lahapnya tidak bisa berkomentar apa apa, membiarkan Aleta mengisi perutnya yang lapar itu tanpa mengganggunya.
"Kamu mau?" tawar Aleta menyodorkan paha ayam miliknya ke arah Kenzou.
"Tidak kamu saja yang makan biar kenyang" tolak Kenzou halus.
"Baiklah akan aku habiskan semuanya" ujar Aleta kembali melahap makanannya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Aleta menghabiskan semua makanan itu, makanan yang tadinya terlihat banyak sekarang sudah ludes habis, Aleta megusap perut buncitnya yang terasa sudah sangat kenyang.
Kenzou yang melihat jam menunjukkan pukul dua lebih mengajak Aleta untuk segera pulang karena ia tidak ingin Aleta berlama lama di luar.
Aleta yang ke kenyangan tertidur dengan pulas di dalam mobil membuat Kenzou hanya mengelengkan kepalanya, membiarkan Aleta tidur karena memang hari juga sudah larut.
__ADS_1