
Dan benar saja setelah makan malam Kenzou kembali melahap Aleta habis habisan sampai ibu hamil satu ini kewalahan untuk menghadapi suaminya, yang tenaganya tidak ada habisnya, sampai Aleta baru bisa tidur dengan nyenyak jam dua dini hari, di mana Aleta langsung tertidur dengan pulas saat Kenzou melepas benda pusaka miliknya.
Baru beberapa jam yang lalu Aleta memejamkan matanya untuk mengembalikan energinya yang terkuras habis tapi tepat jam setengah tuju pagi Kenzou membangunkannya dari tidur nyenyaknya membuat Aleta berdecak kesal saat, dan menatap suaminya yang baru saja selesai mandi dengan handuk yang masih melingkar di pinggangnya.
"Aku baru tidur beberapa jam yang lalu Zou, dan kau sudah menganggu ku?, apa tenaga mu itu tidak ada habisnya?" kata Aleta yang kembali membenarkan posisi selimutnya.
"Iyah memang tenagaku tidak akan ada habisnya saat menerkam mu, tapi Aleta kemeja hitam ku tidak ada di lemari" kata Kenzou dengan suara memelas.
"Tolong carikan Aleta" kata Kenzou dengan suara yang masih di buat memelas.
"Kamu memiliki lebih dari tiga puluh jas di lemari, kenapa tidak pakai salah satunya saja? kenapa harus yang hitam?" cibir Aleta dengan malas mendudukan tubuhnya dan menyandarkan di headboar tempat tidur sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
"Karena pagi ini aku ada miteeng penting di kantor sama klien dari luar negeri" kata Kenzou berharap Aleta bisa mencarikan jasnya.
"Kenapa tidak bilang dari tadi malam? kalo tau kamu akan miteeng penting pagi hari pasti sudah dari tadi malam aku menyiapkannya sebelum kamu menerkam ku habis habisan" kata Aleta yang langsung turun dari tempat tidur dan meraih kimono miliknya dan memakainya dengan berjalan ke arah lemari Kenzou.
Sedangkan Kenzou hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil enyengir kuda memperlihatkan deretan gigi putihnya tanpa dosa. saat Aleta mencarikan jas miliknya Kenzou mengecek berapa laporan yang berada di atas nakas yang akan ia bawa nanti, memastikan semua sudah tertata dengan rapi dan tidak ada yang ketinggalan.
"Zou jas mu belum sempat di cuci" kata Aleta berjalan ke arah Kenzou sambil membawa jas Kenzou di tangannya yang baru saja ia temukan di ranjang pakaian kotor.
"Kenapa belum di cuci?" tanya Kenzou dengan bodohnya.
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu, beberapa hari ini aku tidak melihat mu pakai jas tapi kenapa jas ini bisa ada di ranjang kotor?" kini gantian Aleta yang bertanya kepada suami sultannya itu.
Kenzou diam sejenak memikirkan kapan terakhir kali ia menggunakan jas itu dan kenapa bisa jasnya itu berada di dalam ranjang kotor, dan baru Kenzou sadari jas itu sudah ada tiga hari yang lalu saat ia gunakan pulang dari kantor.
__ADS_1
"Jas itu sudah ada tiga hari lalu di ranjang kotor" jawab Kenzou dengan muka bodohnya.
"Menjijikkan!" kata Aleta saat mendengar jas itu sudah ada tiga hari lamanya dan belum sempat di cuci sama sekali, pantas saja baunya sangat menyengat.
"Kenapa kamu tidak menyuruh bibik mencucinya?" tanya Aleta dengan tatapan kesalnya.
"Aku lupa" . "Sekarang gimana Aleta?" tanya Kenzou karena waktunya sudah tidak banyak lagi, karena ia harus cepat cepat berangkat ke kantor.
"Oh ya, jas Ayah masih kamu simpan kan?" tanya Aleta saat otaknya mengingat Kenzou belum mengembalikan jas milik Ayahnya yang sempat ia pinjamkan hari itu.
"Jas mana?" tanya Kenzou bingung.
"Jas yang aku pinjamkan kepadamu saat pertama kali kita bertemu di restoran milik ku" kata Aleta berusaha mengingatkan Kenzou.
"Oh jas itu, masih ada di dalam lemari" kata kenzou, Aleta langsung melangkah kembali menuju lemari milik Kenzou membuka satu persatu deretan jas milik suaminya itu sampai jas ayahnya ia temukan di deretan paling belakang sendiri.
"Pakai ini saja" kata Aleta menunjukan jas milik Herlangga.
"Pakai ini?" tanya Kenzou kembali mengucapkan kalimat yang di ucapkan Aleta.
"Iyah pakai ini? katanya mau pakai jas warna hitam kan? tidak ada cara lain selain pakai jas ini" kata Aleta membuat kenzou melihat jas yang ada di tangan Aleta dengan teliti.
"Kalo kamu mau pakai jas hitam, hanya ada ini, kalo kamu tidak mau terserah" kata Aleta saat melihat suaminya itu hanya diam, Aleta hendak mengambilkan jas Herlangga kembali ke dalam lemari tapi Kenzou langsung menggenggam tangan.
"Iyah aku akan pakai ini" kata Kenzou yang langsung meraih jas di tangan Aleta dan langsung memakainya.
__ADS_1
Kenzou beberapa kali menatap pantulan tubuhnya di cermin meja rias Aleta, sedikit aneh saat jas milik Herlangga ia kenakan, jas dengan model yang sudah lama dan sedikit kebesaran terlihat aneh di tubuhnya, tapi tidak dengan Aleta, bagi Aleta jas Herlangga sangat lucu saat Kenzou kenakan.
"Kenapa?" suara Aleta membuat Kenzou membalikan badannya menatap Aleta yang sudah berdiri di belakangnya.
"T-tidak" Jawa Kenzou dengan wajah yang terlihat menggemaskan di mata Aleta.
"Kamu tau, jas ini Ayah gunakan saat Ayah memenangkan tender besar" kata Aleta dengan memasangkan dasi di leher Kenzou.
"Benarkah?"
"Iyah, dan sekarang aku harap kamu juga bisa mendapatkan proyek itu dengan mudah" kata Aleta setelah memasangkan dasi di leher suaminya, sambil tersenyum ke arah Kenzou, Kenzou hanya menganggukkan kepalanya dan membalas senyuman Aleta.
Kenzou dan Aleta keluar dari kamar dan melangkah menuju meja makan, Aleta memutuskan untuk menemani suaminya sarapan pagi, dan mengantarkannya sampai depan rumah baru ia akan kembali melanjutkan waktu istirahatnya yang sempat tertunda karena persoalan jas di pagi hari.
"Sayang Daddy berangkat dulu ya, kamu jangan nakal di dalam" kata Kenzou mengajak bicara janin yang ada di dalam perut Aleta saat sudah berada di teras rumah.
"Apa sakit?" tanya Kenzou menatap wajah Aleta,saat Kenzou merasakan tendangan dari anaknya.
"Tidak" jawab Aleta sambil mengusap rambut Kenzou yang tengah menundukan tubuhnya saat berbicara kepada anaknya.
"Aku baru tau ternyata bayi di dalam kandungan bisa nendang" kata Kenzou yang kembali merasakan tendangan dari anaknya. "Menang sejak kapan dia bisa nendang seperti ini?"
"Sekitar umur lima bulan" kata Aleta membuat Kenzou mengangguk paham.
"Sudah Zou,nanti kamu bisa telat" kata Aleta saat Kenzou malah asik dengan perutnya.
__ADS_1
"Hehehe, kalo gitu aku berangkat dulu" kata Kenzou, Aleta language mencium punggung tangan Kenzou dan Kenzou mencium kening Aleta dan beralih ke perutnya sebelum masuk ke dalam mobil.
Saat mobil Kenzou sudah meninggalkan halaman rumah Aleta kembali masuk ke dalam rumah untuk membersihkan dirinya dan istirahat sebentar karena rasa kantuk yang belum hilang.