
Sampainya di rumah Aleta langsung turun dari dalam taksi dan melangkah cepat masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan panggilan dari para art yang berpapasan dengannya. Aleta terus melangkahkan kakinya sampai ke dalam kamar, tempat pertama kali yang ia tuju adalah nakas di samping ranjangnya, Aleta mengacak ngacak nakas tersebut tapi tidak mendapat apa yang ia cari, saat mata Aleta menatap beberapa laci di kamarnya Aleta membongkar laci tersebut satu persatu membuat lantai kamar Aleta yang tadinya bersih sekarang penuh dengan kertas kertas dan majalah yang bertebaran di atas lantai.
"Dimana kenzou menyimpan kotak itu? kenapa di mana mana tidak ada?" kata Aleta yang sudah membongkar semua laci kamarnya dan tidak mendapati satu kotakpun. Aleta yang masih tidak mau menyerah, mengecek satu per satu laci lagi yang sudah ia obrak abrik sampai matanya menatap lemari yang belum ia buka.
"Lemari?" guman Aleta yang langsung melangkahkan kakinya menuju lemari, tapi saat tangan Aleta hendak membuka pintu lemari perutnya tiba tiba saja terasa sakit.
"Au....." ringis Aleta sambil memegang perutnya yang tiba tiba terasa sakit.
"Sayang, Mommy mohon kali ini saja kamu berpihak sama Mommy nak, mommy berhak tau apa yang harus mommy ketahui" kata Aleta pada janinnya sambil mengusap perutnya lembut, saat rasa sakitnya mulai berkurang, Aleta langsung membuka lemari mengeluarkan pakaiannya dan pakain Kenzou yang ia sebar di atas lantai dan sesekali mengusap perutnya yang masih terasa sakit.
Dan saat Aleta membuka laci di dalam lemari Aleta mendapati satu kotak berukuran sedang berwarna merah yang terdapat di dalam laci tersebut, perlahan Aleta mengeluarkan kotak tersebut dari dalam laci dan membawanya ke sisi rajang.
"Apa ini kotak yang di maksud Mama?" kata Aleta sambil menatap kotak yang ada di atas pangkuannya. "Jika benar ini kotaknya kamu harus siap menerima apapun yang akan terjadi nantinya, dan kamu juga harus siap jika kamu akan tersakiti setelah mengetahui semuanya" kata Aleta pada dirinya sendiri, Aleta mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum membuka kotak tersebut.
Perlahan tangan Aleta membuka tutup kotak berwarna merah tersebut, matanya menatap beberapa lembar foto Kenzou yang tengah berfoto dengan seorang wanita yang sangat cantik dengan mata berwarna coklat dan berkulit putih, di dalam foto tersebut Kenzou terlihat sangat bahagia, tidak ada raut wajah tertekan seperti yang sering Aleta lihat.
"Anindira? kenapa wanita ini sangat mirip dengan Anindira?" kata Aleta yang melihat beberapa lembar foto tersebut. "Tapi wanita ini tidak sepenuhnya sama persis dengan Anindira, wanita ini terlihat jauh lebih baik dari Anindira" kata Aleta saat memandangi beberapa lembar foto sampai matanya menatap selembar kertas yang ada di dalam kotak tersebut.
"Surat apa ini?" tangan Aleta membuka lipatan kertas dan membaca isinya.
^^^Tanggal 13 Maret 2019^^^
Mungkin saat surat ini Sampai ke tanganmu nantinya, aku sudah tidak ada di dunia ini lagi, maaf kalo dari awal aku tidak jujur sama kamu tentang kondisi aku dari awal, awalnya aku tidak percaya saat tes laboratorium menyatakan bahwa aku mengidap penyakit kangker darah stadium empat aku menyembunyikannya dari mu karena aku tidak mau kamu sampai khawatir Zou...sama kondisi aku yang seperti ini,karena selama ini kamu sudah terbebani dengan kehadiranku di sisimu. dan aku pergi menjauh dari kamu selama tiga bulan ini karena aku tidak mau membuatmu melihat kepergian ku secara langsung.
Terimakasih kamu sudah hadir di saat semua orang tidak peduli dengan ku..., Terimakasih kamu sudah mau menjadi kekasih yang selalu ada di samping ku saat aku membutuhkan sandaran tanpa melihat sisi kekurangan dari diriku... Dan terimakasih sudah menjadikan aku ratu di kerajaan mu, aku sangat bahagia bisa menjadi ratumu walau hanya sesaat...
Berjanjilah kalo aku nanti pergi, teruslah tersenyum, dan carilah wanita yang tulus dan bisa merawatmu dengan baik nantinya, dan cintailah dia dengan sepenuh hati seperti kamu mencintaiku...karena aku tidak mau kamu terus merasa sedih setelah kepergian ku nantinya...
__ADS_1
^^^Clara Veronica^^^
Saat Aleta hendak melipat kembali surat itu matanya menangkap tulisan yang ada di belakang kertas tersebut yang membuat hatinya teriris iris.
PEMBOHONG...!!!
KAMU PEMBOHONG...!!!
Kamu bilang kamu akan selalu bersamaku tapi apa!! kamu pergi tanpa aku mengetahui kondisi mu!! apa kamu masih meragukan cinta ku selama ini? Sampai sampai kamu menyembunyikan kondisi mu dari ku bertahun tahun?, Bukankah kita mempunyai impian membangun sebuah kerajaan yang indah nantinya?, bersama anak anak kita?, Kamu pembohong Clara! Kamu meninggalkan aku tanpa aku yang tidak mengetahui kondisi mu dari awal, dan aku melihat mu untuk terakhir kalinya sudah terbujur kaku.
Wanita lain? Apa kamu mencoba untuk menyingkirkan namamu di hati ku? Tidak! Tidak...!! ada satupun wanita yang bisa menggantikan posisi mu di hati ku sampai kapanpun!! dan jika ada aku tidak akan pernah membalasnya!!!.
Tanpa Aleta sadari bulir bening di pelupuk mata Aleta lolos begitu saja saat membaca surat yang di tulis Kenzou itu, tiba tiba dadanya terasa sesak bersamaan dengan perutnya yang kembali terasa sakit, Aleta yang ingin memenangkan dirinya agar perutnya tidak terasa sakit tapi semua itu kalah dengan rasa sakit di yang teramat di dadanya.
"Apa yang kamu lakuin sama kotak itu! Hah!!!" teriak seseorang dari arah pintu, wajah Aleta yang tertunduk beralih menatap ke arah pintu.
"Z—Zou...? K—Kamu sudah pulang?" tanya Aleta dengan tangan yang buru buru merapikan kotak yang ia buka tadi tapi karena tangannya yang gematar membuat kotak tersebut jatuh ke atas lantai membuat semua isi kotak tersebut jatuh, dan kalung yang ada di dalam kotak tersebut jatuh pas di atas kaki Aleta, kalung dengan liontin huruf C seperti yang ia gunakan saat ini membuat dada Aleta terasa semakin sesak.
"M—maaf Zou a—aku t—tidak sengaja, B—biar aku bantu" kata Aleta terbata bata dan ikut berjongkok tapi saat Aleta ingin memegang kalung yang ada di kakinya teriakan Kenzou membuat Aleta tidak jadi menyentuh kalung itu.
"JANGAN SENTUH APAPUN" Kata Kenzou sambil menatap Aleta dengan tatapan penuh amarah.
"M—maaf Zou aku tidak sengaja" kata Aleta dengan air mata yang masih jatuh dari dua bola matanya.
"Kamu udah lancang buka barang barang yang bukan hak kamu Aleta! Apa karena selama ini aku baik sama Kamu, kamu bisa lakuin semau mu" Bentak Kenzou.
"E-engak, t-tadi aku....." Kata Aleta terbata bata saat melihat sorot kemarahan dari mata Kenzou.
__ADS_1
"Apa....!"
"Apa karena selama ini aku baik sama kamu kamu bisa melakukan hall apapun itu?" kata Kenzou dengan nafas memburu dan menegakan badannya yang membuat Aleta juga menegakan badannya Dengan tangan yang mengusap perutnya. "Ingat dan dengar ini baik baik Aleta....aku baik sama kamu bukan berarti aku suka sama kamu...tidak...bahkan sampai sekarang pun seujung kuku hitam pun aku tidak pernah memiliki rasa kepadamu..." kata Kenzou sambil menunjukan kukunya di depan wajah Aleta pas.
"Bahkan sampai kapanpun aku tidak akan pernah jatuh cinta dengan wanita seperti dirimu ini" kata Kenzou dengan nada bicara yang masih sama.
Deg....
Hati Aleta yang teriris berkeping keping tadinya mungkin kalo ada alat yang bisa menggambarkannya mungkin sekarang hati Aleta sudah tidak terbentuk lagi. Air mata Aleta lagi lagi lolos begitu saja saat mendengar ucapan Kenzou yang terakhir.
"Apa ini alasan kamu tidak mau membuka hati mu untuk ku?" Tanya Aleta lirih.
"Kalo iyah kenapa?!"
Aleta mencoba untuk tersenyum walu hatinya berkata lain. "Zou, mungkin aku bisa hadap in orang orang yang mencoba untuk merebut mu dari ku Tapi...." kata Aleta dengan kepala yang tertunduk tapi kali ini dengan keberanian yang tersisa di dirinya ia menatap manik mata Kenzou yang masih menyorotkan kemarahan pada dirinya. "Tapi tidak dengan masa lalu mu Zou, Apa lagi orang itu sudah mati dua tahun yang lalu"
"Zou, jujur tanpa aku sadari tuhan telah membuat ku jatuh cinta padamu tanpa aku minta, aku juga ingin di cintai Zou, bukan hanya mencintai orang yang tidak pernah membalas rasa cintanya ke diriku" kata Aleta yang mulai terisak tangisannya yang tidak dapat ia cegah lagi.
"Mimpi....." teriak Kenzou lagi yang masih di selimuti api kemarahan. "Sampai kapan pun aku tidak akan pernah mencintai mu...."
"Kamu tau kenapa?" tanya Kenzou yang mendapatkan gelengan lemah dari Aleta. "Karena Clara lebih baik dari pada dirimu..."
"Cukup Zou.... cukup....." teriak Aleta saat Kenzou membanding bandingkannya dengan mantan kekasihnya yang sudah meninggal. "Aku nyerah Zou....aku nyerah....hiks...hiks..." kata Aleta yang sudah tidak tahan lagi. "Aku nyerah dan detik ini juga aku berhenti berjuang untuk membuat mu jatuh cinta dengan ku hiks...hiks..."
Mata Aleta yang penuh dengan air mata dan sudah berubah menjadi berwarna merah menatap lekat bola mata Kenzou. "Bagian tersedih yang aku rasakan saat ini adalah ketika kamu mengucapkan selamat tinggal pada seseorang yang sudah mati, tapi kamu ingin menghabiskan waktu seumur hidup mu bersamanya!!"
"Dan itu sangat menyakitkan Zou...hiks..hiks..."
__ADS_1
***
Jangan lupa Like, Vote, Komen dan beri hadiah🤗♥️.