Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Pembalasan Dimulai


__ADS_3

Hari ini Kenzou meminta Alan untuk melibur total para pegawai perusahaannya selama satu hari bahkan sampai satpam yang seharusnya tepat berjaga pun juga di liburkan tapi yang membuat para pegawai senang mereka sudah mendapatkan libur satu hari gaji mereka untuk bulan ini juga utuh seperti biasanya.


Kenzou yang baru saja datang langsung melangkahkan kakinya di ikuti Alan dari belakang berjalan melewati tangga rahasia yang tidak ada satupun staf kantor yang mengetahui akan tangga itu bahkan orang yang membersihkan ruangan itu khusus dan sudah mengabdikan seumur hidupnya dengan Kenzou, tangga yang tertuju pada ruang bawah tanah dari perusahaan Jhonson Company itu di sinari dengan lampu berwarna kuning dengan sigap dua anak buah Kenzou yang berjaga di depan pintu itu membuka pintu ruang rahasia itu saat melihat Kenzou dan Alan sudah datang.


Ruangan rahasia yang sudah lama sekali tidak ia memasuki kali ini ia kembali menginjakan kakinya setelah sekian lama tidak melihat keadaan di dalamnya, mendudukkan tubuhnya di kursi yang sudah di sediakan di tengah ruangan itu dengan tangan Kenzou memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk menghadirkan dua orang yang sudah ia udang tadi malam untuk datang ke kantornya.


"Zou..." panggil kedua wanita tidak lain dan tidak bukan adalah Tiara dan Anindira.


Kedua wanita itu di bawa ke hadapan Kenzou dengan tangan mereka yang di borgol di belakang tubuh keduanya, "Zou...mereka sangat kasar dengan ku lihat bahkan mereka dengan lancangnya memborgol tangan ku" ucap Tiara berusaha melepaskan borgol tersebut.


"Zou apa salah ku sampai kamu menyuruh mereka untuk memborgol ku?" pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Anindira yang tidak tau letak kesalahannya.


"Iyah Zou, kenapa kamu ngelakuin ini? bukankah kita teman saat kuliah dulu? bahkan dulu kita sangat dekat bukan?" ucap Tiara membuat Kenzou langsung bangun dari duduknya.


"Kalian tau kenapa kalian bisa ada di sini?" tanya Kenzou basa basi.


"Aku tidak tau alasan apa yang membuat mu memperlakukan kita seperti ini, tapi yang jelas pasti ini karena suruhan Aleta bukan?" ucap Tiara.


"Iyah pasti istrimu itu sudah berkata kata yang tidak tidak tentang kita?" imbuh Anindira.


Kenzou yang tidak suka nama istrinya di bawa bawa menatap tajam kedua wanita yang tengah berdiri di hadapannya, "Jangan pernah kalian menyebut nama Aleta dari mulut busuk kalian itu!" tegas Kenzou.


Tiara dan Anindira yang tidak pernah melihat tatapan setajam itu dari bola mata Kenzou menelan salivanya dengan susah payah.


"Disini yang jadi korban istri dan anak ku dari rencana busuk kalian itu!"


"Apa yang kamu maksud Zou?"


"ki-kita tidak tau apa apa"


Dengan satu gerakan kepalanya dengan sigap anak buah Kenzou yang berdiri di belakang Anindira dan Tiara mendaratkan satu pukulan rotan di tubuh keduanya dari belakang membuat kedua wanita itu tersungkur di atas lantai dan merasakan sakit di punggungnya.


Sebenarnya Kenzou sendiri yang ingin melakukan hall itu, tapi karena dirinya masih ingat kalo Aleta tengah mengandung mau tidak mau Kenzou menyuruh anak buahnya yang mengantikan dirinya.

__ADS_1


"Au...." ringis keduanya.


"Sakit?" tanya Kenzou saat rambut kedua wanita itu di tarik dengan kuat dari belakang membuat Kenzou dapat melihat wajah iblis keduanya.


"Pe-perih Zou..." Ringis Tiara yang sudah mengeluarkan air matanya.


"Bahkan rasa perih itu tidak ada apa apanya yang di rasakan Aleta kemarin!"


"Apa dengan cara kalian menangis di depan ku aku akan memberikan keringanan untuk kalian berdua? Jangan harap!!"


"A-apa maksud mu Zou? Aa-aku tidak paham" ucap Anindira membuat Kenzou semakin marah.


Dalam tiga tepuk tanganya pagar besi yang ada di ruangan Kenzou terbuka terlihat tiga ruangan yang di mana satu ruangan pertama di isi oleh lima belas pereman yang menghalangi jalannya saat masuk ke dalam pabrik, di ruangan satunya lagi terlihat kelima pria yang mencoba melecehkan istrinya, dan di raungan yang terakhir terlihat macam pelihara Kenzou yang sudah meronta ronta dari dalam sana untuk meminta daging manusia.


Semua yang melihat macam tersebut beberapa kali mengaung bergidik ngeri beda halnya dengan Alan dan anak buah Kenzou yang sudah terbiasa dengan hall itu, Tiara yang katanya teman Kenzou sejak kuliah tidak pernah menyangka di bawah gedung semegah Jhonson Company bisa terdapat hewan sebuas itu dan sejak kapan hewan itu ada di sana? yang jelas mereka berdua baru tahu kalo di balik wajah tampannya Kenzou merupakan seorang Mafia.


"Apa kalian masih mau bilang di mana letak kesalahan kalian?" suara Kenzou membuat Tiara dan Anindira kembali menatap Kenzou tapi kali ini keduanya tidak berani mengeluarkan suara.


"Cih...!! bahkan hewan saja jijik melihat wajah kalian!"


"Kalian tau karena ide jahat kalian sudah dua kali istriku merasakan takut yang belum pernah ia rasakan selama hidupnya dan kini gantian kalian yang akan merasakan hall itu" lanjut Kenzou membuat tubuh Tiara dan Anindira menegang.


"A-apa yang akan kamu lakukan Zou?" tanya keduanya secara bersamaan membuat Kenzou tau akan ketakutan mereka dengan hewan peliharaannya di balik sell besi itu.


"Jangan takut, kita main main saja sebentar" ucap Kenzou yang langsung berdiri dari duduknya.


Kenzou membuka dua map secara bergantian di tangannya saat Alan menyerahkannya kepada dirinya, "Aku rasa kalian tahu arti dari warna dari map ini" ucap Kenzou tanpa melihat keduanya.


Tiara dan Anindira saling pandang sebelum keduanya baru sadar map apa yang di pegeng Kenzou saat ini, keduanya tidak terlalu bodoh sampai lupa warna map yang di dalamnya terdapat saham Jhonson Company di perusahaan mereka masing masing dan sekarang Kenzou apakan surat itu?.


"Kalo kalian lupa biar aku ingatkan kembali dengan kalian,Beatrix grup merupakan salah satu perusahaan di bawah naungan Jhonson Company dengan total saham yang mencapai lima puluh lima persen, Agatha grup juga merupakan salah satu perusahaan yang ada di bawah naungan Jhonson Company dengan total saham sebanyak tuju puluh tiga persen"


"Dan sekarang semua saham itu mulai hari ini juga akan aku tarik!" lanjut Kenzou membuat nyawa kedua wanita itu seperti ingin lepas dari tubuh keduanya.

__ADS_1


Mereka tidak siap untuk jatuh miskin, mereka tidak mau hidup di jalanan seperti gelandang, tapi nasi sudah menjadi bubur Kenzou tidak akan pernah main main dengan ucapannya saat seseorang sudah berani mengusik kehidupannya.


"Ja-jangan Zou aku mohon jangan ambil semua sahamnya" ucap Anindira memohon dengan wajah raut wajah yang sudah mulai berubah.


"Aku juga mohon sama kamu jangan ambil semua saham kamu kalo seperti ini semua investor di perusahaan ku akan pergi" kini gantian Tiara yang memohonkan bahkan hampir mencium lantai.


Sudut bibir Kenzou membentuk sebuah senyuman, "Kalian tau perusahaan kalian itu tidak ada apa apanya, perusahaan Beatrix grup salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan dunia bawah secara besar besar an sedangkan perusahaan Agatha grup merupakan perusahaan yang hampir gulung tikar dengan sang CEO barunya yang dengan sangat berani ingin memeras CEO dari Jhonson Company" ujar Kenzou dengan suara yang di buat menjijikan.


"Ti-tidak itu tidak seperti yang kamu pikirkan Zou aku bisa jelas kan kalo sebenernya...."


"TUTUP MULUT MU!!" raung Kenzou dengan menunjuk wajah Anindira dengan jari telunjuknya. "Kamu benar benar wanita iblis Anindira! dan apa kamu pikir aku bodoh?, bahwa kamu sendiri yang mempunyai ide utama untuk melecehkan istriku dengan kelima pereman tidak berguna mu itu!!"


"Dan kamu Tiara?" kini Kenzou beralih menunjuk wajah Tiara dengan tatapan elangnya, "Apa kamu pikir aku tidak tau kalo kamu lah dalang di balik penculikan pertama kali istriku!!"


"Bahkan apa kamu tidak bisa merasakan bahwa aku selama ini yang memainkan harga saham perusahaan mu setiap harinya?" ucap Kenzou terang terangan membuat hati Tiara seketika terasa sangat sakit dan saat itu juga rasa cintanya dengan Kenzou sudah hilang tapi sayang seharusnya perasaaan itu datang jauh saat dirinya tidak mencoba bermain main dengan Aleta istri dari Kenzou.


"Apa kamu juga yang membocorkan data data rahasia perusahaan ku?" tanya Tiara berharap itu tidak ada sangkut pautnya dengan Kenzou.


"Kamu pikir?" ujung bibir Kenzou membentuk sebuah senyuman kemenangan.


Tiara mengelengkan kepalanya dengan pelan, "Dasar Iblis!" teriak Tiara.


"Iyah aku memang iblis tapi kamu harus lihat bagaimana Iblis ini membalas semua perbuatan mu itu!"


"keluarkan lima orang itu!" perintah Kenzou dengan tangan yang menunjuk sell yang terdapat lima belas orang di dalamnya.


"Kamu akan lihat bagaimana aku berubah menjadi iblis dalam sekejap mata" Kenzou mengeluarkan dua pistol dari belakang tubuhnya mengarahkannya ke lima anak buah Tiara dan Anindita.


Alan yang melihat itu langsung berlari ke arah Kenzou yang lupa akan ucapannya tadi, "hentikan Zou!" Alan memegang tangan Kenzou yang sebentar lagi meluncurkan timah panas dari pistolnya itu.


"Diam dan lihat saja Alan!"


"Ingat Aleta! dia sedang mengandung anak kamu" ucapan itu membuat Kenzou mengumpat kesal seharusnya ini bagian yang paling menyenangkan untuk dirinya menyiksa orang orang yang sudah berani mencari gara gara dengannya setelah sekian lama tidak ia lakukan.

__ADS_1


__ADS_2