Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Sungai Seine


__ADS_3

Setalah melakukan pembayaran untuk lima set perhiasan, Kenzou langsung memasangkan kalung berinisial C di leher Aleta.


"Kamu terlihat sangat cantik...." kata Kenzou saat memegang liontin kalung yang ada di leher Aleta.


"Makasih...." kata Aleta yang memaksakan senyumnya, ada perasaan aneh saat Aleta memakai kalung yang di pasangkan Kenzou pada lehernya bukan karna inisial huruf itu tidak atas namanya, tapi ada desiran yang tidak bisa di jelaskan dengan kata kata.


"Apa kau yakin tidak ingin menambah lima set perhiasan lagi?"


"Tidak...." tolak Aleta dengan cepat.


"Kalo begitu sekarang kita beli sepatu, tas, dan kosmetik untuk mu sebelum kita pulang dari Paris"


"Tidak zou...cukup, kamu sudah mengeluarkan banyak uang dari tadi" kata Aleta yang tidak ingin melihat kegilaan suaminya itu untuk membelikannya barang barang dengan harga yang tidak wajar menurutnya.


"Aku sudah bilang Aleta....kalo uang ku tidak akan habis kalo kamu mau memborong barang barang yang ada di sini"


"Tidak....!Sekarang aku lapar dan aku hanya ingin makan itu saja" kata Aleta.


"Yasudah kita cari makan dulu, habis itu kita lanjut blanja"


"Ohh...tidak.....!" desah Aleta.


"Hahahaha...kenapa kau terlihat sangat furstasi..."


"Kalo kamu tidak ingin beli untuk dirimu setidaknya belilah oleh oleh untuk di bawa pulang ke tanah air" kata Kenzou yang kali ini di setujui oleh Aleta.


Saat ingin masuk ke sebuah restoran Mata Kenzou menatap toko yang menjual jam tangan Couple branded, dan entah kenapa Kenzou ingin sekali membeli jam tangan itu.


"Zou restoran di sebelah sana" kata Aleta dengan jari telunjuk mengarah para restoran.


"Aku tau, aku hanya ingin membeli jam tangan, sebentar saja" kata Kenzou yang langsung menggeret tangan Aleta, Aleta hanya menurut dan berfikir yang hanya membeli jam tangan itu hanya Kenzou seorang.


"Apa ada jam tangan keluar an terbaru? kalo bisa yang couple"


"Ada tuan sebantar saya ambilkan" kata pegawai tersebut mengambil pesanan yang di inginkan Kenzou.


"Silahkan tuan, ini ada tiga merek jam tangan, tapi tuan...yang paling unik dan jarang ada yang membelinya adalah jam tangan ini" kata pegawai wanita tersebut yang memajukan satu set jam tangan Couple berwarna hitam ke depan Kenzou.


"Apa karena tidak laku?" kata Kenzou dengan entangnya.


"Bukan tuan, itu karna jam tangan ini di ciptakan khusus bukan hanya sebagai jam tangan Couple yang sangat cantik dan elegan tapi jam tangan ini juga bisa langsung mengirimkan lokasi ke jam tangan satunya lagi kalo sewaktu waktu ada hall yang tidak di inginkan"


"Caranya anda cukup menekan tombol ini dan akan secara otomatis mengirimkan alamat ke jam tangan satunya lagi, begitu juga sebaliknya" jelas pegawai tersebut sambil mencontohkannya di depan Kenzou,sedangkan Aleta yang melihat tidak terlalu memikirkan akan hall itu, siapa juga yang akan terkena musibah pikirnya.


"Aku ingin jam tangan ini..." kata Kenzou tanpa pikir panjang.


"Sinikan tangan mu..." perintah nya pada Aleta.


"Buat apa...?"


"Sini...." kata Kenzou yang langsung meraih tangan Aleta melepas jam tangan di pergelangan tangan Aleta dan memasangkan jam tangan yang baru saja ia beli ke pergelangan tangan Aleta.

__ADS_1


"Mulai sekarang kau harus terus memakainya jangan pernah di lepas kecuali saat di rumah kau bisa melepaskannya".


"Iyah in aja lah..." jawab Aleta dengan malas.


Setelah membeli jam tangannAleta dan Kenzou masuk ke salah satu restoran yang ada di Mall tersebut untuk menganjal perut yang mereka yang sudah berbunyi dari tadi. setelah makan, Aleta dan Kenzou masuk ke pusat oleh oleh yang ada di toko tersebut, kali ini Aleta meminta kenzou agar ia sendiri yang memilih barang barang untuk di jadikan oleh oleh karena kalo Kenzou yang memilih pasti akan sama seperti saat di toko baju dan perhiasan yang langsung membeli dengan harga tinggi tanpa melihat barangnya terlebih dahulu. setelah sudah mendapatkan apa yang ia cari kenzou keluar dari Mall tersebut dan ternyata hari sudah sore.


"Sebelum kita pulang ke Indonesia, aku ingin mengajakmu melihat mata hari terbenam di kota paris" kata Kenzou saat sudah masuk di dalam mobil.


"kamu serius mengajak aku untuk melihat matahari terbenam di paris...?" kata Aleta memastikan.


"Terus aku harus mengajak siapa lagi kalo buka kamu....?" kata Kenzou ketus.


"Aku hanya memastikan suami sultan ku..." goda Aleta.


"Percuma sultan... kalo punya istri aja gk bisa morotin suami"


"Bukannya gk bisa Zou....Kita itu harus hemat dan tidak boleh berlebihan, karna cari uang itu susah"


"Makanya itu Aleta, Uang ku sangat sangat berlebihan, bahkan rencananya aku ingin membuat black card satu lagi dan itu khusus untuk mu"


"Memang kau punya berapa kartu black card?" tanya Aleta.


"Lima"


"Apa...? itu isinya uang semua...?"


"Kalo bukan uang apa? apa kau pikir isi black card ku isinya daun?"


"Memang kita mau lihat matahari terbenam di mana?" tanya Aleta yang mengalihkan topik pembicaraan.


"Kita akan melihat mata hari terbenam di sungai sine, sebenarnya saat kita memasang gembok cinta hari itu aku ingin sekalian mengajak mu melihat matahari terbenam tapi karna ada hasrat yang sudah tidak bisa di tahan, baru sekarang aku mengajak mu melihatnya" kata Kenzou sambil mencolek dagu Aleta.


"Dasar mesum....!"


"Bukan mesum, hanya saja itu normal saat laki laki sedang bersama seorang wanita."


"Ngomong ngomong apa di sini sudah ada baby kudanil?" tanyanya sambil mengusap perut Aleta yang masih datar


"Apa....? Kudanil....?Zou aku ini manusia yang pastinya aku akan hamil anak manusia juga bukan anak kudanil"


"Itu sebutan untuk calon anak kita nantinya, karna Mommy nya saja manggil Daddy nya Kudanil, jadi anak nya juga harus di panggil Baby Kudanil dan kamu akan menjadi Mommy Kudanil nantinya"


"Apa tidak ada sebutan yang lebih bagus dari itu?"


"Gk ada, aku maunya sebutannya Babby Kudanil"


"Terserah kamu lah Zou" kata Aleta yang lebih memilih ngalah dan membiarkan tangan Kenzou mengusap perut datarnya.


*


Setelah lelah seharian berbelanja di Galeries Lafayette Kenzou mengajak Aleta ke Sungai Seine yang memang sudah tidak diragukan lagi ketika matahari terbenam, air sungai akan memantulkan warna oranye atau merah seperti warna matahari terbenam dengan ditemani semilir angin.

__ADS_1



Seperti saat ini Kenzou menyewa satu kapal untuk menikmati sunset dengan naik kapal mengelilingi sungai seine dengan pemandangan indah dan lampu-lampu di Paris.


Mata Aleta terpanah saat melihat matahari terbenam dari kapal yang ia tumpangi dan Aleta merasakan suasana yang begitu romantis, Aleta membiarkan angin menerpa rambutnya.


"Cantik..." kata Aleta saat melihat pantulan mata hari terbenam dari air yang ada di sungai Seine.


"Sama seperti kamu cantik..." kata Kenzou yang memeluk Aleta dari belakang dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Aleta dan membenamkan wajahnya di celuk leher Aleta, menghirup aroma tubuh Aleta.


"Zou geli..." Kenzou langsung mengehentikan aktivitasnya dan menatap mata hari yang sedikit demi sedikit tengelam.


"Aku sangat jatuh cinta dengan kota paris....Rasanya aku ingin tinggal si sini dan tidak ingin pulang" kata Aleta.


Kenzou membalikan badan Aleta suapaya menghadapnya. "Kenapa kau ingin tinggal di sini?" tanya Kenzou sambil menyelipkan anak rambut di belakang telinga Aleta.


"Karena aku ingin terus merasakan kamu yang menjadi dirimu sendiri zou....Aku takut kalo kita pulang dari sini sifatmu akan berubah lagi....Jujur aku takut kalo sampai itu terjadi karena aku sudah sangat nyaman saat melihat mu bisa menjadi dirimu sendiri, aku merasa duniaku begitu indah"


"Kenapa melamun?" tanyanya sambil menarik pinggang Aleta supaya mendekat ke tubuhnya.


"Karena aku suka dengan ke indahan yang ada di kota paris ini" bohong Aleta yang melingkarkan tangannya di leher Kenzou.


"Kamu tidak bisa tinggal di sini karna kamu tidak bisa bahasa Prancis" ejek Kenzou.


"Aku bisa belajar"


"Aku tidak yakin kamu bisa mempelajari bahasa Perancis"


"Kamu terlalu meremehkan ku Zou" jawab Aleta yang yang berusaha melepaskan tangan Kenzou dari pinggangnya.


"Hahahaha... jangan ngambek, karna saat kamu ngambek kau terlihat tambah jelek"


"Kalo aku jelek kenapa kamu mau sama aku?"


"Apa kamu lupa...? kamu sendiri yang dari awal mengejar ngejar ku"


"Ihhhh....Pe-de"


"Itu kenyataannya dan kamu tidak mau menerima kenyataan itu"


"Sudahlah Zou...aku malas bahas itu"


"Iyah Iyah Mommy Kudanil"


Cup


Kenzou ******* bibir Aleta, Aleta langsung melingkarkan tangannya di leher Kenzou dan belas ciuman tersebut, Aleta tidak memperdulikan orang orang yang melihatnya, yang ada dipikirannya sekarang ia hanya ingin merasakan saat saat terakhir kali di kota paris bersama suaminya itu.


***


Jangan lupa Like & Vote🤗♥️.

__ADS_1


Komen juga jangan sampai lupa 🤗♥️.


__ADS_2