
Herlangga yang sudah lama menaruh curiga kepadanya putrinya itu semenjak ia mengatakan berada di luar kota dan selalu melarangnya untuk mengunjungi dirinya dengan berbagai alasan membuat Herlangga kali ini mengikuti mobil putrinya itu secara diam diam saat ingin berangkat ke restoran, sampainya di parkiran Herlangga memarkirkan mobilnya agak jauh dari parkiran restoran milik Aleta, Herlangga mengerutkan dahinya saat Aleta dan Vony malah berbincang bincang di parkiran dan tidak masuk ke dalam restoran.
Herlangga perlahan melangkah mendekat ke arah keduanya dan bersembunyi di tempat yang menurutnya sudah bisa untuk mendengar apa yang di bicarakan kedua pangan sahabat sejati itu.
"Eh... ngomong ngomong lo jadi ceraikan sama Kenzou?" Satu kalimat yang bisa di dengar Herlangga saat Vony mengeluarkan pertanyaan untuk Aleta yang membuat Herlangga mengerutkan keningnya merasa bingung dengan kata perceraian yang di layangkan untuk Putrinya.
"Cerai? Aleta mau cerai sama Kenzou? tapi ada masalah apa sampai mereka ingin bercerai?" guman Herlangga semakin menajamkan pendengarannya tapi ia tidak bisa menyimpulkan kesimpulan yang pas saat kedua sahabat itu kembali bercerita.
"Sakit hati? siapa yang sudah bikin Aleta sakit hati? apa Kenzou? tapi tidak mungkin selama ini yang aku tau keadaan rumah tangga mereka baik baik saja"
"Dan hall apa yang Aleta tutupi serapat ini? sampai sampai orang tuannya saja tidak di kasih tau" kata Herlangga sambil menatap dua sahabat itu mulai berjalan ke arah restoran sampai seseorang meman.gil nama Aleta lumayan keras dari arah belakang membuat Herlangga mengalihkan perhatiannya pada sumber suara dan mendapati Kenzou yang baru saja turun dari mobil.
"Kenzou? bukannya dia ada di luar kota? kenapa tiba tiba dia bisa ada di sini?" Herlangga semakin bingung dengan kondisi ini, ia semakin penasaran hall apa yang membuat ia tidak tau sama sekali permasalahan yang tengah d hadapi putrinya itu,dan ini pertama kalinya Aleta tidak menceritakan permasalahan yang ia lewati biasanya Aleta akan sering bercerita kepada istrinya dan istrinya itu baru menyampaikan kepada dirinya.
"Buatlah aku menjadi orang yang kamu inginkan,agar kamu tidak menginginkan orang lain dan lepaskan dulu semua orang yang ada di masa lalu mu itu terutama mantan kekasih mu itu, karena aku tidak akan pernah bisa bersaing dengan orang yang sudah meninggal!"
"Aku tau kamu tidak akan bisa Zou, jadi jangan paksakan dirimu untuk tetap bersama ku kalo hatimu saja masih mengharapkannya"
Perkataan Aleta membuat Herlangga yang melihat kejadian itu bisa menyimpulkan bahwa selama ini putrinya hidup dengan seoarang peria yang tidak pernah mau membuka harinya untuk Aleta, dan lebih menyakitkan lagi Kenzou masih mencintai wanita yang sudah meninggal, dari pada belajar mencintai yang sudah di takdirkan untuk menjadi istrinya.
Herlangga yang sudah tidak bisa menahan amarahnya perlahan keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan ke arah Kenzou, Aleta dan Vony.
"Tidak ada yang perlu di buktikan di sini!!" tegas Helangga membuat ketiga orang itu beralih menatap dirinya yang tengah berjalan menuju ketiganya.
"Om Herlangga?"
"A—ayah?" Kata Kenzou, Aleta dan Vony secara bersamaan saat Herlangga sudah berdiri tepat di hadapan ketiganya.
Herlangga melepas genggaman tangan Kenzou dan Aleta dengan kasar dan menarik Aleta untuk berdiri di belakangnya, Kenzou yang melihat sorot kemarahan dari mata mertuanya itu berdiri dari tempatnya dan mensejajarkan tubuhnya dengan Helangga.
"A—ayah, K—kenapa ayah ada di sini?" pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Putrinya.
"Kenapa? kamu kaget saat ayah tiba tiba ada di sini dan tau semua rahasia kamu?" kata baskara menekan kata rahasia dan menatap tajam manik mata Aleta.
__ADS_1
"A—pa yang ayah dengarkan tadi semuanya tidak benar" kata Aleta saat ayahnya itu beralih menatap tajam Kenzou. "Ayah Aleta bisa jelas..." kata Aleta terputus saat Herlangga mengangkat tangannya memerintahkan putrinya itu untuk diam.
Plak....
"Ayah!" pekik Aleta saat Herlangga mendaratkan satu tamparan di pipi Kenzou membuat wajah Kenzou menoleh ke samping dan tangannya memegangi pipi yang terasa panas bekas tamparan dari ayah mertuanya.
"Jadi selama ini kamu sudah menyakiti Aleta zou?! laki laki macam apa kamu!, yang masih mencintai wanita lain saat istri kamu tengah hamil! apa kamu sudah tidak punya otak?"raung Herlangga sedangkan Kenzou hanya diam menerima amarah dari ayah mertuanya, Herlangga yang melihat Kenzou hanya diam membuat amarahnya semakin memuncak Herlangga mencengkeram kuat kerah kemeja Kenzou.
"Ayah... hentikan yah, ini semua tidak seperti apa yang Ayah pikirkan" kata Aleta berusaha melepaskan tangan Ayahnya dari kerah kemeja suaminya.
"Diam kamu Aleta!!" kata Herlangga beralih menatap Aleta yang berdiri di sampingnya dan beralih menatap Vony yang berdiri tidak jauh dari ketiganya, Vony yang mendapatkan tatapan dari Herlangga tau maksud dari tatapan itu, dengan langkah kaki gemetar Vony mendekat ke arah Aleta dan menarik sahabatnya itu menjauh dari Herlangga yang masih terselimut emosi
"Aleta kita pergi dari sini ya..." bujuk Vony.
"Ayah jangan sakiti Kenzou yah..." teriak Aleta saat Vony sudah menyeretnya cukup jauh dari keduanya. "Vony lepas Von..." kata Aleta berusaha melepaskan cengkraman tangan Vony dari pergelangan tangannya, tapi cengkraman tangan Vony begitu kuat di pergelangan tangannya.
"Kamu tau bukan Zou, Ayah membesarkan Aleta dengan penuh kasih sayang bahkan sampai detik ini Ayah bahkan belum pernah menyakiti Aleta dan kamu..." kata Herlangga mengantung kalimatnya membuat tatapan kedua pria tersebut sesaat bertemu "Kamu adalah laki laki pertama yang berhasil membuat anak Ayah tersakiti seperti ini!"
Buk...
"Apa salah Aleta sampai kamu berani menyakitinya?!" teriak Herlangga dan kembali menarik kerah kemeja Kenzou.
"Kalo kamu tidak pernah suka dengan anak Ayah kamu bilang Zou!! maka Ayah dengan senang hati akan menjemput Aleta pergi dari kehidupan mu!!"
"Yah, Kenzou tau Kenzou salah, tapi itu dulu yah saat Kenzou belum menyadari kalo sebenarnya Kenzou sudah jatuh cinta dengan Aleta saat kita masih tinggal bersama, dan Kenzou baru menyadari hall itu saat Aleta meninggalkan Kenzou selama enam bulan lamanya" kata Kenzou dengan tatapan yang penuh keyakinan.
"Kasih Kenzou satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya yah, kasih Kenzou satu kesempatan lagi" kata Kenzou memohon sambil menyatukan kedua tangannya.
"Apa pantas peria seperti dirimu mendapatkan satu kesempatan lagi!"
Buk....
Buk....
__ADS_1
Herlangga yang dari tadi menahan api amarahnya memukul Kenzou dengan bertubi-tubi, Sedangkan Kenzou tidak melawan sama sekali, ia hanya diam menerima setiap pukulan yang di layangkan Herlangga untuk dirinya.
"Ayah...stop yah!"
"Ayah... Vony lepas!" kata Aleta melepaskan genggaman tangan sahabatnya dengan kasar dari pergelangan tangannya dan langsung berlari ke arah Ayahnya yang masih memukuli Kenzou dengan Kenzou yang hanya diam saja.
"Aleta jangan kesana!!" teriak Vony saat Aleta sudah berlari mendekat, ia takut akan terjadi sesuatu sama Aleta saat melihat Aleta berlari.
"Ayah cukup yah, cukup" kata Aleta yang sudah sampai di antara Herlangga dan Kenzou, Aleta menarik lengan Ayahnya untuk berhenti memukuli Kenzou, tapi karena tenaga Aleta yang tidak sebanding membuat Herlangga masih bisa memukuli Kenzou.
"Ayah! sudah yah! kasian Kenzou, jangan seperti ini yah, hiks....hiks...."
"Kamu diam Aleta! urusan Ayah sama suami kamu belum selesai!" kata Herlangga sesaat memberhentikan pukulannya dan menatap tajam putrinya yang mulai mengeluarkan air mata.
Buk...
Saat Herlangga ingin kembali memukul Kenzou dengan gerakan cepat Aleta menjadikan tubuhmu sebagai benteng untuk melindungi Kenzou yang akhirnya dirinya lah yang menenreima pukulan dari Herlangga di pipi kanannya dengan cukup kuat.
"Aleta" lirih Kenzou saat pukulan yang harus mengenai pipinya mendarat dengan mulus di pipi istrinya, Aleta yang merasakan kepalanya tiba tiba saja pusing membuat tubuhnya terhiyung ke samping dan dengan cepat Kenzou menangkap tubuh itu.
"Aleta!" Teriak Vony histeris saat melihat tubuh Aleta tidak sadarkan diri, sedangkan Herlangga mematung di tempatnya dan menatap tangan yang masih terkepal yang baru saja mendaratkan satu pukulan keras di pipi Aleta.
"Aleta, sayang buka mata kamu" lirih Kenzou dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya saat Aleta tidak kunjung membuka matanya."Sayang bangun, maaf in aku"
"Zou sebaiknya kita bawa Aleta kerumah sakit sekarang juga" kata Vony memberi saran, karena tidak mau terjadi sesuatu yang buruk menimpa sahabatnya itu.
"Iyah" kata Kenzou yang langsung mengangkat tubuh Aleta dan menyandarkannya di kursi samping kemudi.
"Om, om Herlangga" kata Vony menyadarkan Herlangga dari lamunannya.
"Aleta?" lirih Herlangga.
"Aleta sudah di bawa ke rumah sakit om,kita nyusul mereka ya pakai mobil Vony aja" kata Vony, Karena Vony tidak mungkin membiarkan Herlangga menyetir mobil sendirian dalam keadaaan seperti ini.
__ADS_1