Pernikahan Karena (Perjanjian)

Pernikahan Karena (Perjanjian)
Masalalu Aleta


__ADS_3

Aleta memasuki kantor Kenzou dengan menenteng rantang yang ada di tangannya, ia menjawab sapaan setiap karyawan yang ia lewati dengan begitu ramah dengan senyum manisnya.


"Ahhh... kudanil itu, baru saja tadi pagi kita berpisah dan sekarang aku sudah mulai merindukannya" kata Aleta saat memencet tombol lift untuk lantai teratas gedung ini.


"Aku yakin Kenzou pada suka dengan menu baru ku ini" kata Aleta mencium aroma makanan yang ia bawa dari luar rantang.


"Kenapa lift ini lambat sekali sih? apa aku saja yang tidak sabar ingin ketemu tu kudanil?" kata Aleta memukul kepalanya pelan.


Ting...


pintu lift terbuka dan Aleta keluar dari dalam lift dengan ceria dan bersenandung kecil, tapi Aleta menghentikan langkahnya lumayan jauh dari ruangan suaminya itu saat melihat pintu ruangan Kenzou yang terbuka lebar dan melihat orang orang yang tengah berdiri.


Tanpa pikir panjang Aleta langsung melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ruangan suaminya, Aleta takut terjadi apa apa sama suaminya itu saat melihat beberapa orang yang tidak bergerak dari tempat mereka berdiri.


Deg.....!


Aleta yang baru saja datang membawakan makanan untuk suaminya itu harus melihat suaminya yang tengah memeluk seorang wanita begitu kuat sampai menitikkan air mata.


"Kamu tau...selama ini aku sangat kesepian saat kamu meninggalkan aku"


"Aku monhon jangan tinggalin aku lagi...aku tidak sanggup"


"Tuan...saya tidak suka dengan cara anda seperti ini!" kata wanita itu mendorong tubuh Kenzou sekuat tenaganya hingga pelukan Kenzou terlepas.


"Tuan Kenzou...saya mohon tolong jaga sikap anda!!" tegas wanita tersebut sambil merapikan bajunya yang agak berantakan.


"Sayang...kenapa kamu bicara seperti ini?" kata Kenzou yang kembali ingin memeluk wanita itu tapi wanita itu memundurkan langkahnya dan tangan Kenzou di cegah oleh Alan yang sudah berdiri di sampingnya.


"Sayang? siapa wanita itu?" batin Aleta yang sedang bertanya tanya pada dirinya sendiri yang masih melihat kejadian di depan matanya.


"Lepas Alan" kenzou mendorong tubuh Alan hingga membentur dinding ruangan Kenzou dan kembali memeluk wanita yang berusaha lari darinya.


"Tuan lepas....!" teriak Anindira.


"Sayang...! kamu harus memanggil ku sayang...!" kata Kenzou yang tidak menyadari keberadaan Aleta yang tengah menatapnya dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya.


"Oh sial!! kenapa air mata sialan ini harus keluar!!" batin Aleta yang langsung menghapus air matanya dengan kasar.


"Tuan...Anda salah orang, ini Anindira CEO dari Agatha grup" kata Alan yang ingin mendekat dan memisahkan bosnya itu yang tengah memeluk CEO Agatha grup kembali.


"Kenzou.....!" Teriak Aleta dari arah pintu ruangan Kenzou yang terbuka membuat Alan menatap ke arah pintu dan mengurungkan niatnya untuk memisah tuannya. Aleta berjalan dengan cepat dan ingin menyudahi kegilaan suaminya itu.


"Lepas....!" seru Aleta sambil melepaskan pelukan Kenzou dan menampar pipi suaminya itu dengan kuat.


PLAK.....!


"Kau...! beraninya kamu nampar aku...!" kata Kenzou dengan rahang yang mengeras dengan sorot mata yang menatap tajam ke arah Aleta.


"Kenapa aku tidak berani menampar mu!" kata Aleta dengan nada menantang dengan air mata yang kembali mengalir di pipinya. Alan yang melihat keadaan semakin menegang menyuruh asisten pribadi Anindira dan Bella sekertaris Kenzou untuk keluar ruangan.


"Kau tidak berhak menampar ku...!" tagas Kenzou sambil menunjuk wajah Aleta dengan jari telunjuknya.


"Kenapa aku tidak berhak menampar mu saat aku melihat suamiku memeluk wanita lain...!" kata Aleta yang merasa dadanya sangat sesaat saat ini.


"Dia bukan wanita lain...!!"


"Terus siapa hah...!"

__ADS_1


"Kau tidak perlu tau...! karena kamu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya!!"


Deg....!


Hati Aleta bagai tersambar petir saat Kenzou mati matian membelawa wanita lain di hadapannya, "Aku tau zou di antara kita belum ada cinta, tapi tolong hargai aku sebagai istri sah kamu hiks..hiks..." kata Aleta yang menekan setiap kata kata yang keluar dari mulutnya.


"Tuan Kenzou....saya sangat kecewa dengan sikap anda yang seperti ini... saya permisi, masalah kerja sama kita batalkan hari ini juga!" kata wanita bernama Anindira itu yang melangkah ke arah pintu tapi tangannya di tahan oleh Kenzou.


"Kau tidak boleh pergi lagi...." kata Kenzou mengelengkan kepalanya.


"Lepas tuan...."


"Tidak... kau harus tetap di sini bersamaku" kata Kenzou tanpa memikirkan perasaan Aleta yang sangat hancurkan saat itu juga, saat melihat suaminya yang menahan wanita lain dari pada memikirkan perasaan nya.


"Tuan saya mohon lepas"


"Zou aku ini istrimu! bukan wanita ini!, kau menahannya agar tidak pergi sedangkan kau tidak tau perasaan ku yang tengah hancur zou! wanita mana yang tahan melihat sikap suami mereka seperti ini di depan mata kepalanya sendiri" batin Aleta.


"Zou...dia bilang lepas...!" kata Aleta yang sudah tidak tahan dan melepaskan tangan suaminya itu yang tengah memegang tangan Anindira, Anindira yang merasa tangannya sudah terlepaskan langsung melangkah dengan cepat keluar dari ruangan Kenzou.


Dan kali ini Kenzou menatap Aleta dengan tatapan pembunuh. "Apa sekarang kau puas!! kau sudah membuatnya pergi dari sini!!"


"Karena memang dia harus pergi dari sini!!" teriak Aleta tanpa rasa takut sedikitpun.


"Zou sadar....dia bukan siapa siapa mu, Aku...aku ini istrimu" kata Aleta dengan suara yang Kembali lembut berusaha menenangkan diri suaminya itu dengan mengusap lembut pipi suaminya itu tapi segara di tepis degan kasar hingga Aleta meringis kesakitan di pergelangan tangannya yang di tepis oleh suaminya itu.


"Auu...."


"Jangan sentuh aku!! lebih baik kau keluar dari kantor ku sekarang juga!!"


"Zou..."


Aleta berlari keluar dari kantor Kenzou dan masuk ke dalan mobil nya dan mengendarainya dengan kecepatan penuh.


"Sial...!! kenapa sakit sekali rasanya....!!"


"Aaaaaaaaaa" teriak Aleta di dalam mobil sambil memukul mukul dadanya yang terasa amat sangat sesak.


Aleta menghentikan mobilnya di sebuah taman yang sepi karna hari ini bukan hari weekend jadi taman itu sangat sepi. Aleta duduk di bangku taman tersebut dengan air mata yang masih mengalir dari kedua bola matanya dengan sangat deras.


"Kenzou berengsek....!!!"


"Kenzou sialan....!!!"


"Apa dia tidak tau aku sangat tersakiti dengan sikapnya tadi yang lebih memilih membela wanita yang jelas jelas bukan Istrinya...!"


"Dan apa hubungannya dengan wanita itu...! kenapa dia memanggilanya dengan sebutan sayang dengan sangat jelas dan sangat dalam...!"


"Sedangkan bersamaku?" Aleta tersenyum sendu sebelum melanjutkan kata katanya. "Bahkan dia tidak pernah memanggilku dengan sebutan sayang seperti yang ia cukupkan tadi pada wanita itu...!"


"Tuhan kenapa ini sangat sakit sekali....!!" teriak Aleta dengan kencang.


Seorang pria yang kebetulan lagi berjalan di sekitar taman tersebut mendengar suara teriakan seorang wanita dan mengedarkan pandangannya.


"Aku sumpahin....kamu akan jatuh cinta dan tergila gila dengan ku nantinya...!!" teriakan itu kembali terdengar dan mata laki laki tersebut menatap seorang wanita yang tegah duduk membelakanginya.


"Apa wanita itu gila?" tanya pria tersebut ke dirinya sendiri.

__ADS_1


"Kenapa semua laki laki di dunia ini sama saja....!!"


"Siapa coba wanita yang gak sakit hati melihat suami mereka memeluk wanita lain di depan kepala matanya sendiri...!! bahkan anak SMA aja kalo tau cowoknya chat an sama laki laki lain saja marah nya bisa kaya orang gila....!!" gerutu Aleta tidak jelas.


"Sama seperti kamu...sama sama gilanya!" kata seseorang dari belakang Aleta. dan Aleta menoleh ke belakang di mana sumber suara itu berasal.


"Brian...?"


"Aleta...?" kata Aleta dan pria tersebut yang bernama Brian secara bersamaan.


"Sejak kapan lo pulang dari Ausi...?" ketus Aleta sambil menghapus kasar sisa air matanya.


"Lo kenapa...? apa ada yang nyakitin lo?" tanya Brian yang tidak menjawab pertanyaan Aleta dan memegang pundak Aleta, sedangkan Aleta langsung melangkah ke belakang untuk melepaskan tangan Brian dari pundaknya.


"Lo kenapa?"


"Bukan urusan lo...!"


"Aleta tunggu!" kata Brian memegang tangan Aleta yang hendak melangkah pergi.


"Lepas...! gk usah pegang pegang...!" kata Aleta menepis tangan Brian yang memegang tangannya.


"Ale...jujur sama gue, apa ada orang yang nyakitin lo sampai lo nangis kaya gini? siapa orangnya..? biar gue kasih pelajaran sama tu orang"


"Sudah gue bilang itu bukan urusan lo..!"


"Jelas itu jadi urusan gue Aleta... karna gue masih sayang sama lo"


"Cih.... sayang...?" kata Aleta sinis dan di angguki oleh Brian. "Kalo lo sayang sama gue, lo gak bakal ninggalin gue gitu aja brengsek...!!" kata Aleta.


"Aleta... kamu tau sendiri aku pergi bukan untuk cari wanita lain, tapi aku pergi untuk meneruskan studi kuliahku"


"Itu bukan alasan yang tepat saat lo ninggalin gue...lo tau di luar sana banyak yang ldr dan mereka bisa jalani itu tapi lo...? lo itu seorang pengecut!"


"Aleta gue tau gue salah dan gue udah bikin kesalahan besar dengan ninggalin lo, gue mohon tolong kasih gue satu kesempatan lagi, satu kali saja untuk memperbaiki semuanya" kata Brian memegang ke dua tangan Aleta.


"Lepas...!"


"Enggak...! gue mohon Aleta...kasih gue satu kesempatan lagi"


"Terlambat...! karena gue udah nikah...dan pernikahan gue mau masuk satu bulan ini!" tegas Aleta, yang membuat Brian melebarkan bola matanya dan genggaman tangannya mulai melemas, segera Aleta melepas tangannya dari genggaman tangan Brian.


"Kamu bohongkan? mana mungkin kamu nikah sama orang lain, karena kamu itu terlalu sayang sama aku" kata Biran gak percaya.


"Lihat...! lo masih punya mata kan? lihat ini dengan benar...! ini cincin pernikahan gue...! dan itu tandanya gue udah nikah!"


"Gak...engak mungkin... ini pasti bohong. kamu pasti bohong Aleta....!!" teriak Brian sambil menggelengkan kepalanya yang tidak tau sama sekali wanita yang di cintainya selama ini sudah nikah dengan pria lain.


"Dasar bodoh...apa orang tua lo gak ngasih tau lo tentang hall ini? lo tau...? pernikahan gue di siarkan di beberapa stasiun televisi negeri maupun swasta di negeri ini jadi gue yakin orang tua lo tau tentang hall itu tanpa gue kasih undangan pernikahan gue ke mereka...!"


"Kalo begitu ceraikan suami mu...! dan aku akan menikahi mu dan menerima apapun konsekuensinya kalo kamu nantinya hamil anak suami mu itu, dan aku akan menerima anak itu dan menganggapnya seperti darah daging ku sendiri"


"Dasar gila....! terlalu lama lo di Ausi membuat otak lo ini sudah tidak bisa bekerja dengan normal!" kata Aleta yang melangkah menuju mobilnya tapi di hadang oleh Brian.


"Biar gue antar"


"Gak usah...lebih baik lo urus urusan lo sendiri dan jangan ganggu gue mulai detik ini juga karna gue udah gak punya perasaan apapun dengan orang seperti dirimu!" kata Aleta menyingkirkan Brian dari depan mobilnya. dan Aleta segera masuk mengendarai mobilnya pulang ke rumah dengan perasaan malas.

__ADS_1


***


Jangan lupa Like & VotešŸ¤—ā™„ļø


__ADS_2