
Alan mengendarai mobil Kenzou memecah kemacetan di pagi hari, mengantarkan istri atasannya itu ke rumah Mama mertuanya. karena kemacetan di pagi hari membuat Aleta sampai di rumah ana membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.
"Silahkan Nona" kata Alan saat membuka pintu untuk Aleta.
"Makasih Alan"
"Sama sama Nona, kalo begitu saya harus Kembali koli ke kantor" kata Alan yang di angguki oleh Aleta saat Alan akan masuk ke dalam mobil tiba tiba saja ponselnya berbunyi membuatnya tidak jadi masuk ke dalam mobil.
📞: Ada apa?
^^^📞 : Tuan Alan, saya mau menyampaikan informasi, kalo saya sudah tau siapa yang menculik Nona Aleta beberapa hari yang lalu.^^^
📞 : Siapa?
^^^📞 : Orang yang menculik Nona Aleta itu seorang perempuan yang bernama Tira tuan.^^^
Alan yang mendengar informasi tentang siapa yang menculik Aleta menatap Aleta yang masih berdiri dan tengah menatapnya dengan tatapan penasaran.
^^^📞 : Wanita itu menculik Nona Aleta karena ia ingin Nona Aleta melepaskan Tuan Kenzou dengan menyodorkan surat gugatan cerai tuan.^^^
📞 : Apa dia sudah menandatanganinya?
^^^📞 : Belum tuan, karena saat itu Nona Aleta lebih memilih mati dari pada harus menandatangani surat gugatan cerai itu.^^^
Mungkin kalo tidak ada Aleta yang melihatnya Alan akan memukul apa yang ada di hadapannya, tapi karena Aleta yang masih belum masuk ke dalam rumah Ana dan masih asik mengamatinya membuat Alan hanya bisa mengepalkan tangannya.
"Zou...Kamu beruntung memiliki istri seperti Aleta yang rela menukar nyawanya dari pada harus melepaskan suaminya untuk orang seperti Tiara, ini saja baru Tira yang beraksi bagaimana nanti jadinya kalo Anindira juga turun tangan?, sungguh dua setan itu membuatku ingin mengantar mereka ke neraka sekarang juga!"
📞 : Terus amati gerak geriknya, dan kasih informasi sekecil apapun itu.
Alan langsung mematikan sambungan telfonnya dan melihat Aleta sebentar sebelum ia masuk ke dalam mobil.
"Apa yang Alan bicarakan? dan kenapa wajahnya tiba tiba berubah menjadi marah seperti itu?" kata Aleta melihat mobil Kenzou yang di bawa Alan meninggalkan halaman rumah Ana, Aleta yang tidak mau berlama lama berdebat dengan pikirannya toh itu juga bukan urusannya pikir Aleta, Aleta melangkah kan lakinya masuk ke dalam rumah Mama mertuanya itu.
"Assalamu'alaikum Ma" kata Aleta mengucapkan salam saat melihat Ana yang berjalan ke arah dapur.
"Aleta....kamu ke sini? sama siapa nak?" tanya Ana yang langsung menghampiri Aleta.
"Aleta ke sini sama Alan mah, karena Kenzou tidak bisa antar Aleta karena ada miteeng di kantor" kata Aleta yang membalas pelukan Ana.
"Terus Alan nya kemana?" tanya Ana celingak-celinguk mencari keberadaan Alan yang sudah di anggap sebagai anaknya sendiri.
"Alan langsung pergi ma setelah mengantar Aleta"
__ADS_1
"Anak itu sama saja dengan Kenzou". "kita duduk di meja makan yuk, tadi Mama habis bikin puding jagung dan belum sempat nyobain" kata Ana yang di angguki oleh Aleta.
"Pudingnya enak banget Mah...manisnya juga pas gak berlebihan" kata Aleta memuji puding buatan Ana dengan tangan yang masih menyuapi puding itu ke dalam mulutnya.
"Kamu bisa membawanya pulang kalo kamu mau, karena Mama bikin banyak" kata Ana yang mendapatkan anggukan antusias dari Aleta yang masih asik dengan pudingnya sampai lupa dengan tujuan awalnya menemui Ana.
"Sayang...apa yang membuatnya mu datang sepagi ini ke rumah Mama?" tanya Ana yang membuat tangan Aleta berhenti untuk memasukan puding ke dalam mulutnya saat otak Aleta ingat dengan tujuan awalnya.
"Ma..." Aleta memiringkan tubuhnya menatap Ana yang juga tengah menatapnya, Ana yang melihat ada sesuatu yang ingin di tanyakan Aleta hanya bisa menerka nerka dalam hatinya. "Ma... Aleta mau nanya sesuatu sama Mama tapi Mama jawab yang jujur ya" kata Aleta.
"Apa ini soal Kenzou?" tanya Ana yang di angguki oleh Aleta. "Kamu mau tanya apa sayang?"
"Masalalu kenzou Ma" kata Aleta membuat Aleta menarik nafas panjang, ia sudah bisa menebak kalo Kenzou belum cerita apa apa tentang masa lalunya saat melihat keseriusan dari dua bola mata menantunya itu.
"Aleta mau tanya sama Mama apa sifat Kenzou dulu berbeda dari yang sekarang?"
"Maksud kamu nak?"
"Aleta ingin Mama cerita in semuanya tentang masalu Kenzou sama Aleta, karena jujur Aleta penasaran apa yang terjadi sama kenzou di masalalunya, karena kadang Kenzou bersikap baik dan kadang Kenzou berubah jadi dingin dalam waktu yang bersamaan, itu yang membuat diri Aleta berani menanyakan hall itu sama Mama"
"Apa Kenzou belum menceritakan apa apa sama kamu?" tanya Ana yang mendapatkan gelengan dari kepala Aleta.
"Kenzou belum cerita apa apa sama Aleta ma" kata Aleta yang langsung menggenggam tangan Ana "Aleta mohon ma, tolong cerita in semuanya sama Aleta, karena kalo Aleta menunggu Kenzou yang menceritakannya pasti sampai kapanpun Kenzou tidak akan mau menceritakannya" kata Aleta memohon berharap Mama mertuanya itu akan menceritakan cerita yang sesungguhnya.
"Tapi aku harap apa yang di katakan Tiara mengenai kekasih Kenzou yang sudah meninggal itu tidak benar, dan aku harap itu semua hanya karangan cerita Tiara saja."
Ana membuang nafas panjang sebelum ia menceritakan semuanya kepada menantunya itu, sesaat ana diam menyusun kata kata sebelum ia menceritakan semuanya tentang masalalu Kenzou kepada menantunya itu. "Dulu Kenzou itu seorang yang sangat periang, bahkan Kenzou selalu ramah sama siapa saja tanpa melihat sudut pandang hidup seseorang dan beberapa tahun yang lalu Kenzou juga sempat memiliki seorang kekasih yang sudah menjalin hubungan dengan kekasihnya hampir dua tahun lamanya bahkan saat itu Kenzou juga sudah hampir melamarnya, tapi kekasihnya selalu saja menolak saat Kenzou mengajaknya ke jenjang yang lebih serius"
"Kenapa kekasih Kenzou selalu menolak saat Kenzou mengajaknya ke hall yang lebih serius, kalo mereka saja saling mencinta? apa keluarga kekasih Kenzou tidak suka dengan Kenzou?" tanya Aleta saat Ana berhenti bercerita.
"Tidak..." kata Ana mengelengkan kepalanya "Ke kasih Kenzou itu sebenarnya anak yang baik dan juga berasal dari keluarga yang berada tapi sayang, ia di buang dari keluarganya saat Ayahnya menikah lagi setelah Kematian sang Mama entah apa yang membuat Ayahnya tega membuang darah dagingnya sendiri dan memilih wanita lain, Mama juga tidak tau cerita ditailnya karena Kenzou tidak menceritakannya secara ditail sama Mama"
"Terus apa yang membuatnya tidak mau menikah dengan Kenzou? apa dia mencintai pria lain selain Kenzou?" tanya Aleta hati hati tapi Ana mengelengkan kepalanya sambil tersenyum sendu.
"Tidak... Sebenarnya Kenzou ingin langsung melamarnya di depan publik supaya Ayah dari kekasihnya itu menyesal telah membuangnya, tapi beberapa bulan kekasih Kenzou itu menghindari kenzou, lebih tepatnya tidak menampakan dirinya lagi selama tiga bulan lamanya, ia pergi dengan alasan harus bekerja di kota xxx tapi saat Kenzou melacaknya tidak ada satupun tempat kerja yang menerima kekasihnya itu"
"Terus kemana dia pergi?" tanya Aleta yang semakin penasaran.
"Dia menghilang hampir selama tiga bulan lamanya itu karena kekasih Kenzou sedang di rawat di rumah sakit dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, bahkan Kenzou sendiri tidak tau sama sekali kalo kekasihnya itu sedang melawan maut karena tidak satupun orang yang memberitahunya dan itu semua permintaan dari kekasih Kenzou sendiri, Kenzou sendiri juga baru tau kekasihnya berada di rumah sakit saat pihak rumah sakit mengabarinya bahwa kekasih kenzou itu sudah tidak bernyawa lagi" kata Ana yang langsung mendudukan kepalanya, mengingat di mana hari itu ia melihat putranya begitu rapuh bahkan Kenzou sendiri hampir saja mengakhiri hidupnya saat itu juga.
Jantung Aleta berdetak dengan cepat saat apa yang di katakan Mama mertuanya itu sama dengan yang di ucapkan Tiara saat dirinya berada di bawah tawanan Tiara. "Mungkin saja ceritanya bisa sama tapi bisa juga nama orang yang di sebut Tiara saat itu berbeda, aku yakin pasti itu orang yang berbeda, bukan orang yang berinisial C seperti inisial kalung ini" batin Aleta sambil mengusap liontin kalungnya.
"Apa Kenzou sangat mencintai kekasihnya itu Ma?"
__ADS_1
"Sangat....kenzou sangat mencintai kekasihnya, bahkan saat pihak rumah sakit memberikan kabar bahwa kekasihnya sudah tidak bernyawa, Kenzou langsung pergi dari kantor yang saat itu tengah melakukan miteeng penting, dan sampainya Kenzou di rumah sakit dunia Kenzou seperti berubah seratus delapan puluh derajat saat melihat kekasihnya yang sudah terbujur kaku" Kata ana yang langsung menundukan kepalanya saat mengingat putranya begitu terpukul.
"Saat itu juga kehidupan Kenzou berubah, Kenzou menjadi orang yang lebih banyak melamun, diam, Kenzou juga akan berbicara itupun harus di awali terlebih dahulu, bahkan setelah kematian kekasihnya itu Mama sudah tidak pernah melihat senyuman nya lagi."
"Kalo Aleta boleh tau Nama kekasih Kenzou itu siapa Ma?" tanya Aleta yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya berharap Ana akan menyebutkan nama lain dari yang di sebutkan Tiara saat itu.
"Clara" bagai di sambar petir di pagi hari, tubuh Aleta langsung terasa lemas saat semua yang di katakan Tiara benar adanya, satu bulir putih lolos dari matanya dan tangannya memegang liontin miliknya.
"Gak...ini gak mungkin..." lirih Aleta, Ana menatap Aleta dengan tangan yang memegang liontin berinisial C membuat Ana mendadak merasa bersalah, setelah menceritakan semuanya kepada menantunya itu.
"Sayang..."
"Mama bohongkan?" potong Aleta saat mama mertuanya itu ingin berbicara sesuatu.
"Sayang Mama bisa jelas in" Ana berusaha menangkan Aleta, tapi sepertinya menantunya itu seperti menginginkan jawaban lebih lagi darinya.
"Ma...apa yang Mama ceritakan sama Aleta tadi bohongkan?" kata Aleta dengan pipi yang sudah penuh dengan air mata, yang membuat Ana hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Mama gak bohong sayang" kata Ana lirih.
"Kalo Mama gak bohong tunjukin satu saja benda yang bikin Aleta percaya semua itu" kata Aleta yang membuat Ana hanya diam sambil meremas tangannya.
"Ma... tunjukin sama Aleta satu benda saja hiks...."
"Maaf Aleta Mama tidak bisa"
"Kenapa ma? Aleta cuma ingin melihat satu barang saja, Aleta tau mama pasti tau ada banyak benda yang Kenzou miliki bersama mantan kekasihnya itu, dan Aleta hanya minta satu saja ma dari sekian banyaknya benda itu hiks...hiks..."
"Ma...Jawab Aleta...." kata Aleta yang mengguncang kan tangan Ana yang memilih diam. "Ma.... Aleta mohon tunjukin sama Aleta ma satu benda saja"
"Mama hanya tau satu kotak yang selama ini Kenzou simpan" kata Ana yang menatap menantunya dengan sorot mata yang sangat sedih.
"Dimana Kenzou menyimpan kotak itu ma? apa Kenzou menyimpannya di kamarnya?" kata Aleta yang sudah tidak sabar berharap kotak yang di maksud Ana tadi memberikan jawaban yang berbeda yang bisa bikin hatinya sedikit lebih tenang.
"Tidak sayang, kotak itu sudah di bawa Kenzou ke rumah kalian" kata Ana yang membuat Aleta menatap Ana sebentar sebelum melangkah keluar rumah Ana dengan melangkahkan kakinya cepat dan menyetop taksi di depan rumah Ana. Ana yang melihat Aleta langsung pergi begitu saja terus memanggilnya tapi karena langkah kaki Aleta yang cepat membuat Ana tidak bisa memberhentikan menantunya itu.
***
Assalamu'alaikum selamat pagi.
Di sini author cuma mau kasih sedikit info sama kalian, kalo author udah bikin akun ig khusus buat cerita novel novel author kedepannya, ya mungkin sih baru dua novel yang author bikin tapi gak ada salahnya kan kalo author bikin akun ig seperti author yang lainnya?. Jadi buat kalian jangan lupa follow akun ig author, yang baru author bikin.
(Ig : Dellina_09)
__ADS_1
Terimakasih 🤗♥️