
Jepang, Tokyo.
Darren dan Natalie mulai menikmati acara honeymoon mereka pada hari kedua. Di hari pertama mereka hanya menghabiskan waktu di dalam penginapan karena Natalie mendadak terserang masuk angin ringan. Jadi belum ada ritual pembukaan segel gua suci ya.
Di hari kedua acara honeymoon, sepasang pengantin baru itu sudah tidak ingin menyia-nyiakan waktu beharga mereka di negara yang terkenal dengan julukan Negeri Matahari Terbit tersebut. Setelah selesai menyantap sarapan pagi, mereka ingin melakukan hanami di salah satu tempat wisata musim semi Chidorigafuchi yang berada di Tokyo.
Hanami adalah salah satu tradisi tradisional Jepang yang populer baik di Jepang atau di dunia. Aktivitas utama dalam tradisi ini adalah menikmati keindahan bunga yang sedang mekar, khususnya bunga sakura atau biasa juga disebut bunga cherry blossoms. Biasanya hanami di lakukan dengan pasangan atau orang-orang terkasih.
Chidorigafuchi merupakan nama sebuah taman air yang dimana para turis dapat menikmati keindahan bunga sakura yang sedang bermekaran anggun di musim semi.
Darren dan Natalie memilih menyewa sebuah perahu kecil untuk menyusuri kanal seraya menikmati pemandangan bunga sakura yang menjadi icon negara Jepang tersebut.
Sepasang kekasih halal itu tampak berkali-kali berdecak kagum ketika perahu kanal yang mereka tumpangi melewati ratusan pohon sakura yang berjajar rapi pada sisi kanan kiri sungai. Sebagian besar dahan pohon menjorok ke tengah sungai sehingga menyerupai terowongan bunga sakura.
Hampir seluruh permukaan air sungai diselimuti kelopak bunga sakura yang berguguran, menciptakan ilusi sungai bewarna merah muda yang sangat cantik dan juga menciptakan atmosfer syahdu yang sangat mendukung keromantisan bagi pasangan pengantin baru seperti Darren dan Natalie.
Hari sudah berselimut gelap. Akhirnya sepasang pengantin baru itu memutuskan kembali ke penginapan untuk melepas penat setelah seharian menghabiskan waktu dengan mengunjungi beberapa tempat wisata yang sangat di rekomendasikan bagi para turis seperti Tokyo tower yang merupakan bangunan baja tertinggi di dunia yang terletak di taman Shiba dan Tokyo Imperial Palace atau Istana Kekaisaran Tokyo merupakan tempat tinggal dari Kaisar Jepang.
Di atas ranjang berukuran king size, Darren tampak berkali-kali mengelus dada dengan mata masih terkunci pada benda yang masih teronggok di hadapannya. Sedangkan Natalie tampak duduk di bibir ranjang dengan perasaan kikuk.
"Sayang, siapa yang memberimu barang-barang ini?" tanya Darren menyelidik yang mulai mengabsen benda-benda berbau sesual itu dengan mengangkatnya satu persatu. Benda-benda itu berupa buku yang berjudul Kiat-Kiat Sukses Malam Pertama, jel pelumas untuk wik-wik, serta beberapa bungkus obat kuat yang bermeme sekeras besi, maju mundur cantik.
Natalie tersenyum kikuk seraya mengusap tengkuknya. "Kalau buku itu dari Mama Emy. Katanya sebagai antisipasi jika kau mendadak idiot. Sedangkan jel pelumas dan obat kuat dari Mommy Briana," jawab Natalie lirih. Sungguh dia sedang malu sekarang.
"Tapi aku tidak membutuhkan semua ini sayang," timpal Darren seraya melirik ke arah Natalie yang sedang mengenakan lingerie berwarna hitam transparan yang justru semakin terlihat seksi dan menggoda di mata Darren.
"Te-rus.. Kita mau apa sekarang?" tanya Natalie yang masih saja kikuk tanpa melihat muka suaminya.
Darren lantas mendekati Natalie. Memeluknya dari belakang dan meletakkan dagunya pada bahu Natalie. "Kenapa kau masih bertanya? Aku sudah menahannya dari kemarin karena kau masuk angin. Apa boleh aku melakukannya sekarang," bisiknya di telinga Natalie.
Sapuan hembusan napas Darren pada kulitnya sukses membuat tubuh wanita itu meremang. Dia merasakan sesuatu yang hangat menjalar di sekujur tubuhnya.
"Akan aku tunjukan betapa perkasanya aku tanpa benda-benda luknut itu," bisik Darren kembali lalu menarik tubuh Natalie untuk berbaring di tengah ranjang.
Pria yang sudah tersulut gairah seksual yang kian memuncak itu mulai bertindak mengikuti insting kejantanannya. Mencium dan meraba sebagai awal foreplay sebelum menuju permainan inti yang tentunya akan begitu melelahkan. Membiarkan wanita yang berada di bawah kungkungan tubuh kekarnya menikmati setiap sensasi panas dari rangsangannya. Menciptakan suasana tegang menjadi serileks mungkin untuk memberikan kesan manis dan tak terlupakan untuk pengalaman pertama mereka yang begitu beharga.
Hingga akhirnya tubuh mereka bersatu sempurna setelah kejantanan Darren menerobos selaput kehormatan Natalie. Sebuah penyatuan raga dan jiwa sebagai wujud besarnya cinta sepasang kekasih yang telah terikat oleh ikrar janji suci sebuah pernikahan.
"Darren...,"
"Iya sayang,"
"Ahhh..!"
Darren tersenyum puas ketika Natalie telah mencapai puncak kenikmatan untuk ke tiga kalinya.
°°°
Di tempat dan zona waktu yang berbeda, Inggris, London.
"Sayang, jangan terlalu memikirkan Jeaven. Mommy bisa mengurusnya dengan baik. Kalian bersenang-senanglah," tutur Briana seraya menimang cucu tampannya, Jeaven.
"Baik Mom, terimakasih. Jenny pergi dulu ya," pamit Jenny.
"Aku pergi dulu Mom," Jeffrey juga berpamitan.
"Berhati-hatilah," tutur Briana kembali seraya melempar pandangannya ke arah Jenny dan Jeffrey secara bergantian.
Jeffrey dan Jenny pun memasuki mobilnya. Briana melambaikan tangan dengan senyum yang terus terpatri hingga mobil yang ditumpangi putra dan menantunya menghilang dari pandangannya.
Hari ini Jeffrey memang berniat menyenangkan Jenny dengan membawanya keluar rumah menghirup udara segar. Dia sangat memahami kepenatan yang di rasakan Jenny selama merawat putra mereka yang begitu menguras energi dan menyita jam istirahatnya.
Meski Jenny tidak pernah sekalipun terlihat berkeluh kesah karena ia merawat Jeaven dengan penuh keihklasan dan cinta namun bukan berarti ia tidak membutuhkan sesuatu yang segar untuk mengusir rasa lelah dan stress. Itulah yang di pikirkan Jeffrey saat ini.
Jika membicarakan tentang sebuah kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, tentu tidak akan ada habisnya karena banyaknya kasih sayangnya melebihi hamparan laut bintang di cakrawala yang begitu luas tak bertepi. Seorang ibu tidak pernah mengharapkan balasan dari anaknya atas segala pengorbanannya.
Bentuk nyata kasih dan sayang yang sangat luar biasa begitu sulit dibuktikan dengan untaian kata-kata, tapi kita bisa melihat dan merasakannya. Maka dari itu, bersyukurlah bagi kalian yang pernah merasakan belaian hangat tangan seorang ibu yang merupakan sosok malaikat tak bersayap di dunia. Meski jasa dan pengorbanannya tidak akan bisa tergantikan oleh harta dan tahta sekalipun tapi berterimakasihlah dengan cara menghormati dan menyayanginya. Hargai kesempatan yang telah diberikan untuk membahagiakannya. Jangan sia-siakan waktu kebersamaan kalian karena akhirnya akan memberi penyesalan yang begitu memalung jika waktu yang diberikan telah berakhir.
Kembali ke Jeffrey dan Jenny ya..
Saat ini sepasang suami istri itu sedang menikmati waktu mereka di sebuah pusat keramaian kota London bernama Covent Garden. Covent Garden tidak hanya terkenal sebagai tempat wisata belanja saja namun juga terkenal akan wisata kulinernya. Selain itu disitu para wisatawan juga bisa menikmati kebolehan dari para seniman jalanan seperti musisi, penyanyi, pemain akrobat dan seniman berkostum khusus menghibur pejalan kaki sambil mengumpulkan uang recehan.
__ADS_1
Jenny tampak menikmati sebuah alunan lagu yang dibawakan oleh salah satu musisi jalanan. Nada musik yang dihasilkan dari petikan gitar akustik ikut mengiringi setiap syair lagu cinta yang semakin menambah keindahan seni romansa cinta yang penuh akan makna di setiap baitnya.
Plok! Plok! Plok!
Gemuruh suara tepukan tangan para penonton terdengar antusias ketika sang seniman jalanan telah menyelesaikan satu lagu. Tidak sedikit dari mereka memberikan uang tip sebagai tanda wujud penghargaan penampilan yang disajikan.
Jenny yang juga bertepuk tangan dengan antusias seketika menghentikan kegiatannya ketika melihat Jeffrey melangkah mendekati sang seniman jalanan. Sekilas Daddy muda itu tampak membisikkan sesuatu kepada sang seniman dan langsung dihadiahi sebuah anggukan sebagai tanda mengerti.
"Ehem! Aku ingin melantunkan sebuah lagu yang ku persembahkan khusus kepada seseorang wanita yang sangat berharga di hidupku. Dia wanita sempurna yang telah bersedia menjadi pendamping hidup dan ibu dari anakku. Dia wanita berhati malaikat yang selalu menghiasi hari-hariku dengan cintanya yang begitu besar. Jenny, aku mencintaimu,"
Jreng..!
Sebuah genjrengan gitar akustik sebagai tanda pembukaan sebuah lagu yang akan dinyanyikan.
Look into my eyes.
Lihat mataku.
Satu lirik pembukaan yang lolos dari mulut Jeffrey seketika menarik perhatian para pengunjung Covent Garden.
You will see, what you mean to me.
Kamu akan melihat, apa yang kamu maksudkan kepadaku.
Search your heart, search your soul.
Cari hatimu, cari jiwamu.
When you find me there, then you’ll search no more.
Bila kamu menemukanku di sana, maka kamu tidak akan mencari lagi.
Don’t tell me it’s not worth trying for.
Jangan bilang itu tidak layak dicoba.
You can’t tell me it’s not worth dying for.
Tubuh Jeffrey terlihat kian tenggelam di antara para manusia yang mengerumuninya untuk mendengarkan suara emasnya yang begitu merdu. Kebanyakan dari mereka ikut hanyut dalam iringan musik dan syair lagu, membuat tubuh mereka reflek bergoyang ke kanan dan ke kiri mengikuti ritme alunan lagu yang terdengar melow. Tidak sedikit dari mereka juga ikut bernyanyi sehingga membuat Jeffrey semakin menjiwai nyanyiannya.
You know it’s true, everything I do I do it for you.
Kamu tahu itu benar, semua yang aku lakukan aku melakukannya untukmu.
Look in to your heart, you will find.
Lihatlah ke dalam hatimu, kamu akan menemukannya.
There’s nothing there to hide.
Tidak ada yang bisa disembunyikan.
Take me as I am, take my life.
Terima aku apa adanya, ambil hidupku.
I would give it all, I would sacrifice.
Aku akan memberikan semuanya, aku akan berkorban.
Don’t tell me it’s not worth fighting for.
Jangan bilang itu tidak layak diperjuangkan.
I can’t help it, there’s nothing I want more.
Aku tidak bisa menahannya, tidak ada yang saya inginkan lagi.
You know it’s true, everything I do I do it for you.
Kamu tahu itu benar, semua yang aku lakukan aku melakukannya untukmu.
__ADS_1
There’s no love, like your love.
Tidak ada cinta, seperti cintamu.
And no other, could give me more love.
Dan tidak ada yang lain, bisa memberi saya lebih banyak cinta.
There’s nowhere, unless you’re there.
Tidak ada tempat, kecuali kamu berada di sana.
All the time, all the way.
Sepanjang waktu, sepanjang jalan.
You can’t tell me it’s not worth trying for.
Kamu tidak bisa mengatakan bahwa ini tidak layak dicoba.
I can’t help it, there is nothing I want more.
Aku tidak bisa menahannya, tidak ada yang aku inginkan lagi.
I would fight for you, I’d lie for you.
Aku akan berjuang untukmu, aku akan berbohong untukmu.
Walk the wire for you, yeah I’d die for you.
Berjalanlah untukmu, ya aku akan mati untukmu.
You know it’s true.
Kamu tahu ini benar.
Everything I do.
Segala hal yang aku lakukan.
I do for you.
Aku lakukan untukmu.
Bryan Adams - I Do It For You.
Plok! Plok! Plok!
Suguhan nyanyian cinta romantis telah berakhir diikuti gemuruh suara tepuk tangan dan riuh suara penonton yang berdecak kagum, memenuhi langit London yang tampak cerah.
Jeffrey meletakkan gitar akustiknya dan melangkah mendekati Jenny yang masih terpaku pada pijakan kakinya. Wanita blonde itu begitu kagum. Tepatnya terpesona untuk kesekian kalinya kepada pria yang merupakan ayah biologis Jeaven, putranya. Dadanya bergetar hebat ketika tubuh gagah Jeffrey sudah berdiri tegap di hadapannya. Seolah ia mengulang kembali sebuah rasa yang begitu asing ketika pertama kali ia jatuh cinta kepada Jeffrey si beruang kutub kesayangannya.
"Jenn, aku sangat mencintaimu," kalimat ajaib kembali lolos dari sepasang bibir Jeffrey.
"Aku juga sangat mencintaimu, suamiku," balas Jenny dengan perasaan mengharu biru diikuti mutiara birunya yang mulai mengembun.
Jeffrey mengukir sebuah senyuman manis sebelum akhirnya memangkas jarak di antara mukanya dan muka Jenny, mendaratkan bibirnya pada bibir ranum yang sudah menjadi candu baginya. Jenny yang sudah terbawa suasana, merespon ciuman manis itu dengan mengalungkan tangannya pada leher Jeffrey. Mengabaikan semua mata penonton yang sedang menyoroti.
Tidak ingin terlihat pasif, dengan bibir yang masih memagut tangan kekar Jeffrey menarik pinggang ramping Jenny sehingga membuat kedua tubuh mereka menempel dan hanya kain yang membalut tubuh mereka sebagai pembatas.
Dunia mereka seakan berhenti berputar. Satu persatu tubuh yang mengerumuni mereka menghilang dan hanya menyisakan mereka berdua disana. Jiwa sepasang kekasih itu seakan terbang dan berpindah ke dimensi lain.
Jiwa mereka yang masih terbang ke dimensi lain seolah ditarik paksa oleh suara riuh para penonton yang menyoraki mereka. Kesadaran mereka seketika kembali pada raganya. Alhasil, pagutan bibir mereka pun terlepas.
Jeffrey dan Jenny saling melempar pandangan yang diikuti sebuah senyuman yang mengembang sempurna. Menyadari keberadaan mereka sedang menjadi sorotan utama, Jeffrey lantas menarik tangan Jenny, membawanya keluar dari kerumunan orang-orang yang mengitari.
Bersambung~~
...Untuk para Readers kesayangan:...
...Tolong biasakan tinggalkan like dan coment setelah membaca ya. Bila ada rejeki lebih Vote dan Gift juga boleh. Dukungan kalian sungguh membuat auhtor bahagia dan lebih semangat dalam mengetik. Terimakasih🥰...
__ADS_1