
Milyaran bintang tampak menggelayut manja di angkasa memamerkan keindahan lewat kerlingan cahayanya yang berkelap kelip. Laksana hamparan berlian yang bersatu membentuk sebuah permadani langit untuk menyambut datangnya sang Dewi malam.
Malam yang cerah, diikuti hembusan angin yang menerpa daun-daun kering dan membawanya terbang terbawa angin menjelajah malam yang terang.
Udara malam memberi sensasi sejuk hingga menembus relung kalbu bagi setiap insan di bumi. Sepasang kekasih hati tampak berdiri di gazebo pavilion taman belakang rumah yang berdampingan dengan kolam renang. Menikmati malam seraya melepas rindu.
"Kenapa kau diam saja?" tanya Jeffrey yang masih memeluk Jenny dari belakang. Sesekali ia menghirup dalam-dalam aroma rambut istrinya yang begitu candu baginya.
Jenny mengulas senyum tipis. "Aku mencoba mengulas kembali peristiwa-peristiwa yang sudah kita lalui bersama. Mengingat semua kenangan yang selalu tersimpan rapi di otakku. Apalagi seminggu trakhir ini semuanya terjadi begitu tiba-tiba. Dari awal pertemuan kita di pantai Ryde, Kak Darren yang mengakui kesalahannya, Penyakit yang di derita Kak Darren, hingga terbongkarnya satu fakta bahwa Kak Darren adalah Kakak kandungku. Sungguh, aku tidak menyangkanya," ucap Jenny mengutarakan segudang isi hatinya.
Jeffrey memutar tubuh Jenny hingga keduanya saling berhadapan. "Jangan lakukan itu lagi," pinta Jeffrey yang seketika membuat Jenny mengerutkan keningnya pertanda ia tidak mengerti. "Melakukan apa?"
"Waktu itu, di pantai Ryde. Bagaimana jadinya kalau aku tidak segera datang untuk menghentikan niatmu untuk bunuh diri? Kita pasti tidak akan bisa bersama seperti sekarang ini,"
"Sebenarnya waktu itu aku benar-benar tidak berniat bunuh diri. Lagian aku tidak segila itu hingga harus berbuat nekat untuk mengakhiri hidup. Buat apa aku lakukan itu jika aku sangat yakin bahwa kau masih hidup. Hanya saja...," ucapan Jenny terjeda sesaat.
"Hanya saja apa?" Jeffrey tampak tidak sabar.
"Hanya saja aku sedikit kehilangan kesabaranku untuk menunggu kau kembali lebih lama, maka dari itu aku mencoba peruntunganku kali aja kau akan datang ketika aku di dalam bahaya. Aku hanya coba-coba," imbuh Jenny sedikit ragu. Ia bahkan tidak berani membalas tatapan Jeffrey.
"Coba-coba katamu?" ulang Jeffrey yang langsung mendapat anggukan Jenny.
"Dasar wanita bodoh. Dari dulu kau selalu bertindak ceroboh," olok Jeffrey.
"Kenapa kau selalu mengejekku? Kau masih sama seperti dulu, sangat menyebalkan," sungut Jenny lalu memutar kembali tubuhnya membelakangi Jeffrey lalu melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Aku tidak mengejekmu, aku hanya mengatakan sesuai kenyataannya. Bisa-bisanya kau berkata coba-coba padahal kau sendiri tidak bisa berenang. Apa kau ingin mengulang kembali insiden tenggelam di Amsterdam?" cerocos Jeffrey. Tiba-tiba ia merasa kesal jika mengingat perbuatan nekat Jenny. Bagaimana dia bisa menjalani hidup jika kekasih hatinya itu tenggelam dan hilang. Itulah yang terlintas dalam pikirannya saat ini.
Tanpa Jeffrey sadari, Jenny berusaha mencerna halus semua ucapannya dengan mimik muka menyelidik. Ia langsung memutar kembali tubuhnya menghadap Jeffrey.
"Beruang kutub?" panggil Jenny.
"Hm?" sahut jeffrey spontan.
"Apa ingatanmu sudah kembali?" tanya Jenny menyelisik.
"Iya,"
"Benarkah?"
"Benar,"
__ADS_1
"Sungguh?" Jenny mencoba meyakinkan diri.
Pletak!
Sentilan mendarat di kening Jenny.
"Aw! Sakit! Kenapa kau menyentilku?"
"Agar otakmu bisa sedikit pintar dan tidak terlalu banyak bertanya," seloroh Jeffrey.
Merasa yakin bahwa ingatan Jeffrey sudah kembali, muka mukanya yang muram seketika terlihat bercahaya. Ia berhamburan memeluk tubuh Jeffrey dan langsung mendapat balasan.
"Aku sangat senang. Kalau boleh aku tahu sejak kapan? Dan apa yang membuat ingatanmu cepat kembali? tanya Jenny dengan muka masih tenggelam di dada lebar Jeffrey.
"Selama tujuh hari ini sudah banyak peristiwa yang membuat ingatanku berangsur-angsur pulih. Dan keberadaanmulah yang paling banyak mengambil andil dalam kembalinya ingatanku. Dan sepertinya ada satu hal yang selalu tersimpan pada ingatanku meskipun aku amnesia," jelas Jeffrey.
"Apa memangnya?" tanya Jenny penasaran seraya menengadahkan mukanya.
Jeffrey meraih beberapa helai rambut Jenny dan menciumnya. "Aroma rambutmu dan ini," Jeffrey mendaratkan mukanya ke ceruk leher Jenny dan menciumnya dalam-dalam. "Dan aroma tubuhmu, sama sekali tidak pernah terlupakan,"
Tubuh Jenny menegang ketika bibir kenyal Jeffrey menyentuh kulit lehernya.
"Apa itu? Langsung saja bilang," Jenny tampak tidak sabar.
"Sebenarnya.. Aku..," ucapan Jeffrey menggantung.
"Sebenarnya apa?" Jenny mengurai pelukannya dan semakin memasang muka penasaran.
"Sebenarnya ketika aku menjalani hari-hariku sebagai Nuan di pulau Isle Of Wight, aku jatuh cinta kepada seorang wanita," aku Jeffrey.
Deg!
Jantung Jenny berdenyut sangat dalam hingga terasa sakit. Wajahnya yang berseri-seri seketika berubah muram. Kecewa, itu yang dirasakan. Dia tertunduk untuk menutupi rasa yang tentu bisa dibaca melalui mimik mukanya.
Sementara Jeffrey ternyata diam-diam menahan sekuat tenaga untuk tidak tertawa. Suka sekali dia menggoda Jenny.
"Seperti apa wanita itu sehingga bisa membuatmu jatuh cinta?" hati Jenny terasa perih ketika melontar pertanyaan tersebut.
"Hmmm, dia itu wanita yang berbeda dari yang lain dan hanya ada satu di dunia. Dia sangat cantik, penyayang dan memiliki hati seperti malaikat sehingga membuatku jatuh hati kepadanya," jawab Jeffrey antusias.
Jenny mengambil satu langkah ke belakang. Sepasang telaga beningnya sudah mengembun. Kedua sudut bibirnya tampak melengkung ke bawah hingga akhirnya menangis karena rasa kecewa dan cemburu bercampur jadi satu.
__ADS_1
"Hiks! Hiks! Kenapa kau memujinya di depanku?"
"Aku hanya menjawab pertanyaanmu," jawab Jeffrey lalu membuang muka sembarang arah seraya mengulum bibirnya.
"Tapi bukan berarti kau harus menjawabnya dengan sangat jujur! Dasar beruang kutub nggak peka sama sekali. Hiks! Hiks! Kau menyakiti hatiku," ucap Jenny sesenggukan.
"Kenapa kau manis sekali kalau lagi ngambek? Ya Tuhan, ingin rasanya aku memakan istriku saat ini juga," batin Jeffrey.
"Tahukah kamu, waktu di pulau Isle Of Wight, setiap menjelang petang wanita itu selalu duduk di bangku yang terletak tidak jauh dari bibir pantai untuk menikmati matahari terbenam. Dan di waktu yang sama aku sering mengamati wanita itu dari balik jendela hingga akhirnya aku jatuh cinta," jelas Jeffrey kembali.
"Sudah cukup! Aku nggak mau mendengarnya lagi, hiks!" seru Jenny seraya menutup kedua telinganya.
Jeffrey mendekat dan menurunkan tangan Jenny dari telinganya lalu berbisik. "Wanita itu sukses membuatku jatuh cinta dua kali. Dan dia sekarang, berada di depanku,"
Jenny sontak menautkan mutiara birunya ke mutiara hijau Jeffrey. "Apa wanita itu adalah..,"
"Iya, wanita itu adalah kau, kucing kecilku. Sepertinya aku memang sudah cinta mati kepadamu. Bahkan di saat amnesia, aku kembali jatuh cinta kepadamu," sahut Jeffrey.
Alih-alih tersenyum senang, Jenny justru semakin memecahkan tangisnya. Bukan sebuah air mata duka, melainkan air mata kebahagiaan bercampur haru dan juga rasa kesal karena telah dipermainkan oleh Jeffrey.
"Kau membuatku takut! Sungguh beruang kutub menyebalkan, aku membencimu!" Jenny menangis seraya memukul-mukul dada Jeffrey namun aksinya terhenti karena Jeffrey menarik tubuhnya ke dalam dekapannya. Ia menopang dagunya pada pucuk kepala Jenny.
"Benarkah kau membenciku?" tanya Jeffrey setengah berbisik.
"Tentu saja aku tidak sungguh-sungguh membencimu," balas Jenny.
"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu," ungkap Jeffrey kemudian mencium ujung kepala Jenny dengan penuh sayang. Mencurahkah segala rasa yang bersemayam di jiwanya.
"Aku juga mencintaimu," balas Jenny yang masih sesenggukan.
Bersambung~~
Yey! Akhirnya mereka kembali uwuh. Sepasang anak manusia ini mang sering berdebat tapi ujung2nya pasti kembali manis🥰
Keuwuhan mereka di episode ini masih berlanjut di episode selanjutnya ya.
Nofi kasih bocoran sedikit. Sini-sini agak mendekat, Nofi bisikin. Besok keuwuhan mereka sedikit hareudang, siapkan mental kalian. Yang jomblo dan LDR-an banyak-banyak istigfar🤫🤭
...Untuk para Readers kesayangan:...
...Tolong biasakan tinggalkan like dan coment setelah membaca ya. Bila ada rejeki lebih Vote dan Gift juga boleh. Dukungan kalian sungguh membuat auhtor bahagia dan lebih semangat dalam mengetik. Terimakasih🥰...
__ADS_1