
Suami muda itu merebahkan tubuh kecil istri kontraknya di atas ranjang miliknya dengan sangat hati-hati. Dengan sigap ia melepas sweater tebal yang melekat pada tubuh Jenny hingga menyisakan atasan tank top-nya saja.
Glek!
Jeffrey seketika menelan salivanya yang terasa berat. "Ayolah Jeff, dia masih berpakaian lengkap, jangan berpikiran aneh-aneh," Jeffrey mencoba mentralkan hasrat gairahnya yang entah mengapa akhir-akhir ini mudah sekali tersulut jika berdekatan dengan istri kecilnya itu.
"Kau mau apa? Jangan coba-coba bertindak mesum," ucap Jenny yang masih sadar tapi dengan kondisi tubuh yang sangat lemah.
"Aku hanya ingin mengompres tubuhmu dengan air hangat. Lagian penderita deman tidak disarankan mengenakan pakaian tebal karena itu justru semakin meningkatkan suhu badan," tutur Jeffrey dingin.
Setelah mengompres tubuh dan meminumkannya obat pereda panas, kini Jenny tampak tertidur pulas. Sepertinya efek obat yang dia minum langsung bereaksi.
"Apa selama ini aku bertindak terlalu kasar pada gadis ini?" gumam Jeffrey seraya menatap beberapa luka lecet di tangan Jenny yang baru saja dia obati. Dia juga baru menyadari luka-luka itu beberapa saat yang lalu ketika ia mengelap tubuh Jenny.
"Andai kau menerima pernikahan ini bukan karena uang, mungkin aku tidak akan kecewa kepadamu,"
Jeffrey beranjak dari ranjang tempat Jenny berbaring. Malam ini dia memilih tidur di atas sofa.
Penunjuk waktu yang tergantung di dinding masih menunjukkan jam 1 dini hari. Sensasi kering pada tenggorokan karena dehidrasi mengusik istirahatnya. Dengan rasa pening yang masih merajai kepalanya, ia membuka kelopak matanya. Gadis itu menyelidik seluruh ruangan dan mencari seseorang di sana.
"Beruang kutub, kenapa dia tidur di sana, sofa itu tampak tidak nyaman baginya," gumam Jenny lirih setelah melihat Jeffrey sedang tertidur di atas sofa yang panjangnya tidak melebihi kaki jenjangnya.
"Aku haus sekali, sebaiknya aku segera minum dan kembali ke kamarku," Jenny mengangkat tubuhnya dari posisi berbaring dan menurunkan kakinya dari atas ranjang. Tapi aksinya harus terhenti, karena ternyata Jeffrey sudah terjaga dari tidurnya.
"Kau mau kemana?" tanya Jeffrey datar.
"Aku ingin minum dan akan kembali ke kamarku," jawab Jenny dengan suara serak dan lemah.
Jeffrey beranjak dari sofa dan mengambil gelas yang sudah berisi air putih dari nakas kamar lalu memberikannya kepada Jenny.
"Kau masih sakit, sementara tidurlah di sini, aku akan tidur di sofa," tutur Jeffrey dengan muka datarnya.
"Jangan percaya diri dulu, aku melakukan ini karena tidak ingin kau kenapa-kenapa. Gudang itu juga tidak patut ditempati untuk orang sakit. Lagian aku juga tidak ingin dimakan bulat-bulat oleh Mommy yang begitu menyayangimu itu,"
"Terimakasih," ucap Jenny tulus setelah meneguk air yang tinggal tersisa setengah gelas. Meskipun perkataan Jeffrey terdengar menyebalkan bagi Jenny tapi setidaknya dia sudah membantunya ketika sakit. Jadi tidak ada salahnya jika dia mengucapkan terimakasih.
"Tidurlah lagi, ini masih dini hari," tutur Jeffrey.
"Tapi kau terlihat tidak nyaman tidur di sana?" Jenny merasa tidak enak hati.
Benar saja, baru tidur dua jam di sana, Jeffrey sudah merasakan pegal di sekujur tubuhnya.
"Jika kau tidak keberatan, aku akan tidur satu ranjang denganmu,"
Jenny sedikit tertegun mendengar ucapan Jeffrey. "Apa? Tidur satu ranjang dengan beruang kutub? Bagaimana kalau dia bertindak nakal? Aku takut," batin Jenny resah.
__ADS_1
"Tidak usah takut, aku tidak akan bertindak nakal. Kau bisa lihat ranjangku berukuran besar. Kau bisa meletakkan bantal dan guling di tengah sebagai pembatas," sanggah Jeffrey yang seakan bisa membaca pikiran Jenny.
Jenny menganggukkan kepalanya dengan sedikit ragu. "Baiklah, lagian ini juga ranjang milikmu," Jenny menyetujui.
Jenny meletak bantal dan guling di tengah ranjang berukuran king size tersebut kemudian membaringkan tubuhnya. Untuk saat ini dia tidak ingin banyak berdebat karena tubuhnya sedang tidak bersahabat. Ia ingin mendapatkan istirahat cukup agar cepat pulih.
Jeffrey pun langsung mendaratkan tubuhnya di atas ranjang dan menenggelamkan tubuhnya di bawah selimut yang sama dengan Jenny. Sesaat dia menatap tubuh istri kecil yang sedang memunggunginya dan pada akhirnya dia kembali terlelap dan mulai melalang buana ke alam mimpi.
Waktu terus bergulir, sudah 3 hari Jenny hanya terkurung di apartemen. Sebenarnya kesehatannya sudah kian membaik bahkan dia sudah bisa beraktivitas seperti biasanya, namun Jeffrey masih mengekangnya untuk keluar apartemen. Ingin sekali dia pergi ke kampus, gadis blonde itu bener merasa jenuh di apartemen terus.
"Lama-lama aku bisa mati karena bosan kalau begini, dasar beruang kutub menyebalkan!" sungut Jenny yang lalu bangkit dari posisi berbaringnya.
"Dia melarangku keluar apartemen sampai aku sembuh, padahal aku sudah baik-baik saja sekarang," Jenny tampak cemberut.
"Tapi aku merasa aneh dengan sikapnya akhir-akhir ini. Dia sudah tidak lagi memperlakukanku seperti pembantu, dia bahkan menyuruhku untuk tidur di kamar tamu. Sepertinya sakitku ini membawa berkah," Jenny masih saja bercelatuk dengan dirinya sendiri.
。。。
Sementara itu di Universitas Cambridge, Daisy, Jullian, dan Avellyn sedang berjalan menyusuri koridor kampus seraya berbincang ringan.
"Teman-teman bagaimana setelah ini kita ke apartemen Jenny," ajak Daisy.
"Sepertinya aku tidak bisa, karena aku harus kerja part time, lagian dua hari yang lalu aku sudah menjenguknya langsung bersama Avellyn.
"Apa?! Kenapa kalian tidak mengajakku sekalian? Kalian benar-benar sudah melupakanku," sewot Daisy seraya mencurutkan bibirnya.
Jullian melayangkan satu sentilan pada kening Daisy.
"Kau seperti nenek-nenek yang sudah pikun, bukankah waktu itu aku juga mengajakmu tapi kau tidak bisa ikut karena kau harus bolak balik ke kamar mandi untuk buang air besar," ledek Jullian.
"Ehee, iya aku baru ingat," ucap Daisy seraya mengusap kening bekas sentilan Jullian.
Evellyn yang sedari tadi hanya menjadi pendengar yang baik hanya bisa memasang ekspresi jengah.
Sedangkan dari arah berlawanan arah terlihat Alvin sedang mengejar Sammy yang berada di depannya.
"Woi! Kembalikan ponselku, kau pasti akan menghapusnya semua video lucuku lagi, itu koleksi behargaku tau," seru Alvin yang mencoba merebut ponselnya dari tangan Sammy.
"Ayolah kenapa kau pelit sekali? aku hanya ingin meminjamnya sebentar, aku penasaran sama adegan yang berkelamin ganda itu," sahut Sammy yang masih menghindari kejaran Alvin sembari memutar lehernya ke arah belakang.
Karena kurang berhati-hati saat berlari, sebelah kaki Sammy tersangkut dengan kaki yang satunya sehingga membuat dia tersungkur di atas ubin kampus dengan sangat keras.
Sammy meringis menahan sakit akibat benturan keras tubuhnya dengan lantai. Dia terjatuh dalam posisi tubuh berada di bawah kaki Daisy, tepatnya di antara kedua kaki Daisy yang kebetulan sedang mengenakan bawahan rok mini selutut. Sammy seketika membulatkan matanya ketika tanpa sengaja melihat dalaman Daisy yang terpampang nyata di atas kepalanya.
"Kyaaaak! Dasar kadal cabul!" pekik Daisy histeris.
__ADS_1
"A-aku tidak sengaja melihatnya tadi," sanggah Sammy setelah beranjak dari lantai.
"Kau mesum sekali, seharusnya kau memejamkan matamu, tapi kau malah melebarkan matamu untuk melihatnya," pekik Daisy seraya memukul Sammy dengan tasnya.
"Aku tadi hanya sekalian memastikan kau memakai CD dengan motif apa, kan nanggung. Awh! Hentikan pukulanmu! Awh!" cerosos enteng Sammy seraya menangkis pukulan Daisy.
"Benarkan kau kadal cabul, siput mesum! Bisa-bisanya kau berkata seperti itu!" Daisy masih menyerang Sammy dengan brutal.
"Hentikan!" bentak Sammy lalu merebut tas yang dijadikan senjata Daisy.
Suara bentakan Sammy begitu keras dan menggema ke seluruh lorong kampus. Membuat semua orang yang kebetulan menjadi penonton pertunjukkan mereka ikut tersentak begitupun Daisy.
"Sebenarnya apa yang kau permasalahkan? Lagian yang aku lihat juga tidak menarik sama sekali, hanya gundukan bukit kecil yang terbungkus CD bermotif Hello Kitty, seperti anak SD saja," ledek Sammy yang semakin membuat muka Daisy memanas dan akan mengeluarkan asap dari kedua lubang telinganya yang akan meledak sewaktu-waktu.
Alvin yang berada di belakang Sammy hanya bisa menepuk jidat karena ucapan bodoh dari mulut tak beradap milik sahabatnya itu.
"Eeerggg! Kau sudah mempermalukanku, lihat saja aku juga akan mempermalukanmu balik," ucap Daisy menyeringai penuh arti dan mendekati Sammy yang mulai tampak gugup.
"Sepertinya, Daisy akan menerapkan ilmu yang diajarkan Jenny," bisik Jullian kepada Avellyn.
"Iya sayang, ini bakal jadi pertunjukan seru," balas Avellyn seraya menyunggingkan salah satu sudut bibirnya.
Sedangkan Alvin berbisik kepada Sammy. "Sebaiknya kau segera meminta maaf. Dia adalah sahabatnya Jenny, pasti level kegilaannya juga sama," saran Alvin yang memiliki firasat buruk saat ini.
Sementara itu, Daisy melirik ke arah celana Sammy. "Dia tidak mengenakan ikat pinggang, itu akan sangat mempermudahkanku," batin Daisy.
"K-kau mau apa hah?" tanya Sammy. Tatapan tak terbaca Daisy membuatnya panik.
*Sruuu*k!
Dengan gerakan secepat kilat dan cekatan, Daisy menarik celana Sammy ke bawah hingga menampakkan kain dalaman yang dikenakannya.
Tontonan yang tersajikan saat ini kontan mengundang gelak tawa orang-orang di sekitar. Cel*na d*lam bermotif gajah lengkap dengan aksen belalainya tampak membungkus pisang tunggal bertelur kembar milik Sammy.
Sammy sontak menangkup batangnya dengan kedua tangannya. Saat ini mukanya benar-benar memerah karena menahan malu.
"Hahaha...! Kau sangat memalukan, cel*na d*alammu bentuknya sungguh aneh, corak Hello Kitty jauh lebih baik dari pada CD belalaimu," Daisy tertawa terbahak-bahak seraya memegang perutnya yang terasa kaku.
Sedangkan Alvin memilih melenggang pergi dari sisi Sammy yang masih terpaku dengan tampang terkejutnya.
"Vin, kau mau kemana? Jangan tinggalkan aku," teriak Sammy sambil mengangkat kembali celananya.
"Mulai saat ini persahabatan kita putus. Memalukan," ucap Alvin yang merasa malu mempunyai sahabat aneh seperti Sammy.
Bersambung~~
__ADS_1
...Untuk para Readers yang berbudiman:...
...Tolong biasakan tinggalkan Like dan Coment setelah membaca ya, jangan lupa kirim rate bintang 5 juga. Kalau ada rejeki lebih, sangat diperbolehkan untuk mengirim vote atau gift. Dukungan kalian sungguh membuat auhtor bahagia dan lebih semangat dalam mengetik. Terimakasih🥰...