
Part~10
"Terimakasih, Pak."
"lya, sama-sama. Tapi, apa kaki kamu baik-
baik saja?" tanya Pak Bima.
"Nggak papa kok Pak. Kaki aku baik-baik
saja, emm ... kalau begitu aku pulang dulu."
"Kamu bisa pulang sendiri? Mau Bapak
antarkan pulang?" tanya Pak Bima.
"Tidak! Hal itu tidak perlu dilakukan Pak! Aku
bisa sendiri," jawab Bella dengan cepat
meninggalkan sekolah.
Bella pulang menggunakan taksi, dan
sampainya di rumah Bella langsung
membuka semua penyamarannya dan
kembali menjadi dirinya sekali.
Dengan memakai pakaian serba hitam, Bella
kembali berpamitan kepada Bu Rani untuk
pergi lagi.
"Kamu mau kemana lagi? Baru juga pulang
masa udah mau pergi lagi?" tanya Bu Rani
merasa khawatir.
"Emmm.. aku ada tugas kelompok Bu,"
jawab Bella jelas-jelas membohongi Bu Rani.
"Tugas kelompok? Dimana? Sama siapa aja?
Kamu pulang jam berapa?" tanya Bu Rani.
"Dirumah teman. Teman-teman sekolah aku.
Emm.. mungkin agak malam pulangnya,"
jawab Bella.
"Yaudah, tapi kamu terus beri kabar pada lbu
ya? Kamu disini baru, Ibu takut terjadi
sesuatu kepada kamu. Tapi, apa kamu harus
berpakaian seperti ini?" tanya Bu Rani
bingung dengan pakaian serba hitam dan
tertutup yang digunakan oleh Bella.
__ADS_1
"Kenapa? Aneh?"
"Tidak juga, hanya saja kamu seperti orang
yang ingin berbuat kejahatan tanda diketahui
saja." Bu Rani hanya tertawa.
Melihat tawa di wajah lbunya, Bella pun ikut
tertawa kemudian pergi meninggalkan
rumah dengan menggunakan taksi
Bella menghentikan taksinya di sebuah
mpat di pinggir jalan yang di mana sudah
ada seseorang yang menunggunya.
"Kamu bawa pesanan aku?" tanya Bella.
"Tentu. Ini kuncinya, dan itu motornya,"
jawabnya menujuk sebuah motor yang
terparkir di pinggir jalan.
"Motor yang bagus. Ini uangnya." Bella
menyerahkan sejumlah uang kepada orang
itu.
"Sepertinya kamu masih murid SMA. Dari
mana dapat uang sebanyak ini?"
Yang penting kita sama-sama untung Om.
Om datang uang, Saya dapat motor! Jadi,
bisa Saya pergi sekarang?
"Silahkan."
Dengan menggunakan motor yang baru saja
ia beli Bela pergi ke suatu tempat, dan
tempat itu tidak lain adalah rumah Kathryn.
Bella memarkirkan motornya di tempat yang
tak jauh dari jangkauannya, sedangkan ia
mengambil sesuatu dari tasnya. Barang
yang di ambil oleh Bella tidak lain adalah
darah, kemudian dengan cepat Bella
menuliskan serangkaian kata-kata di kaca
mobil Kathryn.
Kata-kata itu bertuliskan "Pembunuh! Pelaku
__ADS_1
bully harus di hukum! Kau harus masuk
penjara! Atau mati!"
"Ini bukan seberapa Kathryn! Aku akan buat
kamu kehilangan akal sampai akhirnya kamu
sendiri yang menyerahkan di polisi. Ini bukan
tentang Billa lagi, tapi ini tentang semua
korban yang ada di sekolah. Kamu harus
tahu apa kesalahan yang tlah kamu lakukan.
Setelah selesai melakukan tugasnya Bella
pun bergegas kembali ke motornya, tapi di
sana Bella kaget melihat lqbal ada di dekat
motornya dan menatapnya dengan tajam.
Kenapa dia melihatku seperti itu? Apa dia
mengenali aku?' tanya batin Bella.
"loe...,,"iqbal menunjuk ke arah bella
Tangan Bella bergetar karena takut melihat
Igbal yang tampaknya mengenali dirinya
dengan penampilan yang berbeda ini.
"Loe.." Iqbal menatap tajam kearah Bella.
"Apa?" tanya Bella dengan takut.
Tiba-tiba lqbal tertawa kecil. Bella yang
melihat itu merasa aneh dengan hati
bertanya-tanya, apa dia sudah tidak waras?
"Kenapa tertawa?" tanya Bella.
"Tidak apa. Tapi, apa ini motormu?" tanya
lqbal.
Mendengar pertanyaan lqbal, Bella sedikit
kaget serta senang karena ia sepertinya
tidak mengenali dirinya saat ini. Jadi, Bella
pun bersikap santai saja.
"Motor ini? Tentu. Ini punya gue. Kenapa?"
tanya Bella.
"Motornya bagus. Ini mahal kan?"
"Tidak tarlalu"
__ADS_1
Bersambung
jangan lupa vote like dan coment nya yah😊