Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
siapa mereka?


__ADS_3

Happy Reading


Selesai makan siang Illona melanjutkan pekerjaan nya. Ponsel nya berbunyi tanda ada panggilan masuk. Illona menghentikan sejenak pekerjaan nya, ia melihat siapa yang menghubungi nya. Melihat nama sang kakak yang melakukan video call, Illona sangat senang sekali. Ia sangat merindukan kakak nya itu, tanpa pikir panjang ia pun menggeser icon hijau untuk menerima panggilan itu dengan penuh semangat. Seketika wajah tampan kakak nya memenuhi layar ponsel nya.


Kak Xander calling...


" Hai kakak ku yang tampan " Seru Illona penuh semangat, ia mengembangkan senyum nya yang paling cerah.


" Hai sayang, gadis nakal ku " Balas Xander dengan senyum menawan nya yang pasti akan membuat para wanita klepek-klepek, termasuk Illona sendiri selaku adik kandung nya. Eist bukan berarti Illona jatuh cinta pada kakak nya sendiri ya, Illona menyukai semua kakak kakak nya. Mencintai dan menyayangi mereka sebagai saudara.


" Kangen " Rengek Illona seperti anak kecil


" Maka nya pulang " Xander terkekeh melihat adik kesayangan nya itu sangat lucu


Illona mengerucutkan bibir nya, ia memalingkan wajah nya ke arah lain. Tanpa sadar luka di bagian itu terlihat oleh mata Xander yang tajam. Luka lupa kecil Illona memang sudah memudah bahkan sudah menghilang namun ada luka yang cukup besar yang belum sembuh. Dan itu terlihat oleh mata Xander. Seketika Xander menghentikan tawa nya dan membanjiri Illona dengan berbagai macam pertanyaan.


" Lona, kenapa dengan wajah mu? Luka apa itu? Apa yang terjadi? Apa kau baik baik saja? Apa itu berbuat seseorang? " Belum juga Illona menjawab Xander terus bertanya ini dan itu


Illona menyentuh luka nya, ia terdiam sejenak " Aishhh kenapa aku lupa, kan dia jadi tahu. Gawat " Gumam Illona dalam hati


" I-ini ini " Illona ragu untuk memberitahu


" Katakan " Tekan Xander


" A-aku terjatuh di jurang saat berada di puncak " Ucap Illona cepat dengan memejamkan mata nya


Ia sangat takut kakak nya akan marah karena ia terluka. Kakak nya itu sangat posesif, luka kecil saja ceramah nya luar biasa. Siapa saja pasti akan kena getah nya apa lagi melihat luka nya seperti ini. Sudah di pastikan para bodyguard nya akan kena amukan.

__ADS_1


Benar saja ketika Illona tidak mendengar lagi suara kakak nya dari seberang sana, Illona membuka mata nya dan melihat ke layar ponsel. Wajah Xander sudah sangat mengerikan tanpa kata Xander memutuskan sambung telpon. Illona hanya menghela napas berat, akan tahu endingnya seperti apa.


-------


Pagi hari seperti biasa Illona dan Viona joging mengelilingi komplek. Di tengah jalan ada sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan mereka. Seorang pria tinggi besar berpakaian serba hitam dan kaca mata hitam menutupi mata nya ke luar dari dalam mobil.


Meski kaca mata hitam menutupi sebagai wajah nya, namun tidak mengurangi ketampanan dari pria bule berhidung mancung itu. Wajah nya tegas tidak ada senyuman sama sekali yang terlihat di wajah tampan itu. Terdapat earphone di telinga sebelah kiri nya.


Pria itu berjalan mendekati Illona dan Viona. Membuat Viona terkejut dan sedikit gugup karena takut. Viona menarik tangan Illona dan berbisik.


" Lona, bagaimana ini? Seperti nya dia orang jahat. Kita lari saja ke arah sana, di sana ramai orang tidak mungkin dia akan mengejar kita ke sana " Viona menoleh ke arah kanan nya yang memang ada warung dan sedang ramai pembeli


" Tidak apa apa kak, tenang saja " Illona menenangkan Viona yang ketakutan


" Dia tampan tapi sayang wajah nya tidak bersahabat, membuat ku merinding " Bisik Viona yang masih sempat sempat nya memuji wajah tampan pria itu


" Nona silahkan masuk " Ucap nya menggeser sedikit tubuh nya meminta Illona masuk ke dalam mobil


Illona pasrah, ia tahu siapa yang memerintah pria itu. Dengan paruh ia pun berjalan mendekati mobil.


Viona terkejut melihat itu, ia pun berlari mengejar Illona yang sudah berada di depan " Lona, Lon tunggu aku "


Viona ikut masuk ke dalam mobil bersama Illona. Pria itu pun berjalan di belakang mereka dan menutup pintu mobil setelah Illona dan Viona masuk. Kemudian pria itu pun masuk ke dalam mobil, duduk di kursi penumpang sebelah pengemudi.


Viona melihat Illona yang tenang dan ia melihat pria tadi duduk di depan. Viona melihat ke luar jendela mata nya terkejut melihat ada mobil yang mengikut mereka di belakang. Ia cemas memikirkan kemana mereka akan di bawa dan siapa orang yang membawa mereka.


" Lona, kita akan ke mana? " Bisik nya dan Illona hanya mengangkat bahu tanda tidak tahu membuat Viona semakin cemas

__ADS_1


" Lona siapa mereka? Apa kau mengenai mereka? " Tanya nya lagi


" Hemm " Illona mengangguk


Viona sedikit lega mendapat anggukan dari Illona. Walaupun Illona tidak menjawab hanya mengangguk saja tapi itu sudah cukup bagi Viona.


Illona menyenderkan punggung nya di jok mobil. Ia memejamkan mata nya menikmati lagu yang ia putar dari ponsel nya.


Viona melihat Illona nampak santai, ia pun ikut merebahkan tubuh nya bersandar di jok mobil seperti Illona.


Mobil yang membawa Illona berhenti di area hotel bintang lima. Seorang pria membuka pintu mobil di mana Illona duduk.


Viona terperangah melihat barisan pria berpakaian serba hitam berdiri berbaris rapih menyambut ke datang Illona. Ia melihat kiri dan kanan memperhatikan pria pria itu, wajah mereka datar pandangan lurus ke depan. Mereka semua kompak menunduk hormat saat Illona berjalan melewati mereka.


Pria yang tadi menjemput mereka memimpin jalan Illona dan Viona untuk masuk ke dalam hotel. Sepanjang jalan menuju kamar mereka menjadi pusat pergantian orang yang ada di sana.


Di depan pintu kamar sudah ada dua pria berdiri sigap. Ke dua pria itu memberi hormat pada Illona dan salah satu nya membuka pintu kamar mempersilahkan Illona untuk masuk.


Sebuah suite room yang sangat nyaman, kamar yang luas memiliki ruang tamu dan dapur tersendiri terpisah dari kamar tidur. Viona menelisik seisi ruangan, suara ada empat pria tampan duduk di sofa. Yang membuat ia terkejut ada empat pria tinggi besar berdiri di hadapan ke empat pria yang duduk di sofa dengan ke ada wajah sudah penuh dengan luka bekas pukulan.


Banyak pertanyaan bermunculan di kepala nya. Siapa mereka? Apa yang terjadi? Apa hubungannya mereka dengan Illona? Apa mereka orang jahat atau kelompok mafia? Dan masih banyak lagi yang lain nya. Viona bergedik ngeri ia pun hanya berdiri mematung di tempat tidak berani bergerak.


bersambung....


❄❄❄


minta like nya ya

__ADS_1


__ADS_2