
Happy Reading
" Ayuuu " Pekik Cici dan ia langsung masuk ke dalam kamar tanpa memperdulikan Tama.
Tama dan gadis itu melihat ke sumber suara " Cici " Lirih mereka berdua
Gadis yang bernama Ayu itu pun semakin menangis melihat sahabat nya menghampiri nya. Cici memeluk tubuh Ayu yang terus bergetar hebat, ia pun ikut menangis.
Ke dua orang tua Tama juga ikut masuk ke dalam kamar Tama setelah mendengar suara Cici dan masuk ke dalam. Ke dua orang tua Tama pun ikut terkejut melihat apa yang terjadi, kamar itu terlihat berantakan, baju mereka berserakan di atas lantai. Beruntung ke dua orang tua Tama tidak memiliki riwayat penyakit jantung kalau tidak sudah di pastikan mereka akan mengisi daftar nama pasien di rumah sakit.
Buru buru mama Tama masuk ke dalam dan mengambil baju yang ada di lantai kemudian ia mendekati ke dua gadis itu dan ia menyerahkan baju itu pada Ayu agar Ayu memakai nya.
" Ma.. Pa " Tama melihat ke dua orang tua nya tak berdaya
" Bajingan, brengsek " Berang papa Tama
Bukk... Bukk
Tama mendapatkan dua pukulan keras di wajah nya dari sang papa. Marah dan kecewa itu sudah pasti yang di rasakan oleh ke dua orang tua Tama.
Dan sekarang di sini lah mereka berada, di ruang kerja papa Tama. Tama sedang di adili oleh orang tua nya.
Ayu masih sesenggukan di dalam pelukan Cici. Cici merasa bersalah atas musibah yang di alami oleh sahabat nya ini. Andai ia tidak memaksa Ayu untuk menginap di rumah itu, kejadian ini tidak akan terjadi. Ia juga ikut menangis dan berkali kali meminta maaf pada Ayu.
Mama Tama juga ikut menenangkan Ayu, ia mengusap punggung Ayu dengan lembut. Ayu anak yang baik, sopan, pintar dan ceria. Mama Tama sangat menyukai sosok Ayu. Ia juga ikut terpukul dengan apa yang di alami oleh Ayu. Lebih lebih yang melakukan perbuatan tercela itu adalah anak nya sendiri.
Ia tahu anak nya itu bejat, tapi ia tidak pernah menyangka jika anak nya itu akan melakukan hal menjijikan seperti ini bahkan di dalam rumah nya sendiri. Hancur sekali perasaan nya hancur berkeping-keping. Ia gagal menjadi orang tua.
" Jelaskan kenapa kamu tega menghancurkan hidup seorang gadis? " Tanya papa Tama yang menginginkan penjelasan
" Maafkan aku " Tama menunduk
" Jelaskan " Tuntut papa Tama yang berusaha menahan amarah nya
__ADS_1
Tama mengangkat pandangan nya, ia melihat satu persatu yang ada di sana. Kemudian ia menjelaskan apa yang sudah terjadi pada nya mulai dari perjamuan makan malam itu di mana ia di jebak dan di beri obat perangsang di dalam makanan nya sampai ia pulang dan melihat Ayu.
" Apa kau tidak berbohong? " Tanya mama Tama penuh selidik
" Ma, untuk apa aku berbohong? Jika aku ingin melakukan itu, aku tidak akan merusak seorang gadis, memaksa nya dan pasti nya akan merusak nama baik kalian. Jika aku mau, aku lebih memilih gadis di luar sana yang dengan suka rela datang sendiri untuk menyerahkan diri mereka pada ku " Jelas Tama
Mama Tama mengangguk, benar apa yang di katakan oleh anak nya itu. Selama ini juga Tama selalu bermain di luar dan tidak pernah ia mendengar Tama sampai melecehkan perempuan. Semua perempuan yang bersama Tama itu semua karena mereka sendiri yang mau.
" Bagaimana kamu akan bertanggungjawab atas semua ini? " Tanya papa Tama menatap Tama yang duduk di seberang nya dengan tatapan penuh menuntut.
" Aku akan menikahi nya " Seru Tama setelah cukup lama terdiam. Ia sudah memikirkan nya dan menjawab dengan yakin.
Semua yang ada di sana terkejut dengan jawaban Tama. Mereka tidak menyangka jika Tama akan menjawab seperti itu. Yang ada di dalam pikiran mereka, Tama akan menolak bertanggungjawab untuk menikahi Ayu. Karena selama ini Tama selalu menolak untuk menikah.
Lain lah nya dengan ke tiga orang yang ada di sana, Ayu malah menolak untuk menikah.
" Aku tidak mau " Seru Ayu sesenggukan
Kompak mereka semua melihat Ayu. Tidak tahu apa yang ada di pikiran gadis itu.
" Aku masih sekolah tante, jika aku menikah lalu bagaimana dengan sekolah ku? "
" Kau masih bisa terus bersekolah meskipun kamu sudah menikah bahkan kamu bisa meneruskan cita cita mu " Jelas mama Tama
" Tapi, bagaimana dengan teman teman mereka pasti akan mencela ku karena sudah menikah. Aku tidak mau "
" Kau tenang saja, tidak akan ada teman teman mu yang berani melakukan itu. Nanti kita akan memberi alasan yang tepat atas pernikahan kalian " Janji papa Tama dengan yakin
" Tapi aku takut " Cicit Ayu melirik Tama
Sepertinya mama Tama tahu akan ketakutan Ayu, gadis itu sedikit trauma. Ia pun kembali menyakinkan Ayu.
" Jangan takut, ada tante "
__ADS_1
Namun Ayu bersikeras tidak mau menikah, ia takut. Kejadian semalam membuat nya trauma. Bahkan hanya melihat Tama saja ia sudah ketakutan. Sekali lagi mereka membujuk Ayu agar mau menikah.
" Ayu, bagaimana jika kamu hamil? Bukankah itu akan semakin memperburuk keadaan? Kamu lah yang akan menderita di sini, apa kamu sanggup melewati semua itu seorang diri? Orang orang pasti akan menuding mu tanpa tahu yang sebenarnya. Kasih juga dengan anak mu nanti nya " Bukan maksud untuk menakuti Ayu, tapi itu harus mama Tama katakan. Ia juga memikirkan nasib Ayu sampai sejauh itu.
Ayu ikut berpikir, benar apa yang di katakan mama Tama, bagaimana jika ia hamil? , bagaimana nasib anak nya? Ia tidak berpikir sampai ke situ. Dan jika pun ia tidak hamil, pria mana yang mau menerima nya yang sudah tidak suci lagi. Apa masih ada pria tulus yang mau menerima nya apa ada nya. Se-bejat bejat nya pria, se-brengsek brengseknya pria pasti mau mendapatkan perempuan baik baik.
Dan pada akhirnya Ayu pun menerima pertanggungjawaban Tama. Namun pernikahan belum bisa di lakukan karena mereka harus mengobati trauma Ayu terlebih dahulu dan menunggu KTP Ayu keluar satu bulan lagi.
Flash on
" Dasar pedofil " Ketus Viona setelah cerita Tama selesai
" Aku bukan pedofil ya, dia sudah mendapatkan KTP nya " Bantah Tama tak terima
" Aku tidak tahu harus mengucapkan apa atas pernikahan kalian " Seru Marcello mendesah
" Tentu ucapan selamat lah " Seru Tama yang heran dengan Marcello
" Tentu saja itu, selamat untuk mu yang akan menikah, aku senang akhirnya kamu menikah namun. Harus kah aku senang di atas penderitaan gadis itu? "
" Apa maksud mu? " Tama menaikan alis nya
" Apa kamu sudah benar-benar taubat tidak bermain wanita lagi? Kalau tidak kasih gadis itu mendapatkan suami penjahat wanita. Masa muda nya sudah hancur karena ulah mu "
" Benar itu " Riki membenarkan ucapan Marcello
" Kalian tenang saja, aku sudah tidak seperti itu lagi. Aku sudah yakin dengan Ayu dan hanya Ayu yang akan menjadi partner ranjang ku " Tama senyum senyum sendiri mengatakan itu
Ya semenjak ia mengambil paksa keperawanan Ayu, ia tidak lagi bermain wanita. Ia sudah mantap dan candu dengan tubuh Ayu. Baru kali ini ia mendapat seorang perawan dan rasa nya jauh berbeda dengan wanita wanita sebelum nya yang sudah terbuka segel nya.
bersambung...
πΌπΌπΌ
__ADS_1
minta like nya ya