
Part~8
***
Siswa itu menjambak rambut Bella,
kemudian bersiap melayangkan tamparan
kepadanya, tapi dengan cepat seseorang
menahan tamparan itu dan balik mendorong
siswa itu hingga jatuh.
"Kamu baik-baik saja?" tanya pemuda
tampan itu kepada Bella.
Bella menggangguk kecil.
"Nathan? Tiba-tiba para siswa yang tadi
mengganggu Gino dan Bella ketakutan
melihat pemuda tampan yang tidak lain
adalah Nathan.
"Apa yang kalian lakukan? Memukul seorang
gadis? Kalian ini benar-benar pria, atau
waria? Jangan berani-berani menyentuh
seorang gadis, jika tidak kalian tahu sendiri
apa akibatnya," ancam Nathan seketika
membuat mereka berlari ketakutan.
"Kamu baik-baik saja kan?" tanya Nathan
lagi
"Ya. Aku baik-baik saja, tapi dia terluka,"
jawab Bella menujuk Gino.
"Benarkah? Apa kau terluka?" tanya Nathan.
"Tidak. Aku baik-baik saja. Dan kau, lain kali
jangan lagi melakukan hal bodoh seperti tadi!
Jangan ikut campur masalahan orang lain!"
seru Gino kepada Bella, kemudian pergi
dengan cepat.
Apa-apaan itu? Baru saja aku menolong dia,
tapi dia malah mengatakan hal jahat seperti
itu. Oh iya, aku lupa. Terimakasih," ujar Bella.
"Kenapa berterimakasih kepadaku?"
"Karena kamu sudah menolong aku dari
murid-murid bandel itu."
__ADS_1
"Oh. lya sama-sama. Emm ... kamu murid
baru?"
"lya. Aku murid baru."
"Murid pindahan?"
"lya."
Pindahan dari mana?"
Saat Bella ingin menjawab pertanyaan
Nathan tiba-tiba ponselnya berdering dan
ternyata Bella mendapatkan telpon dari
nomor tak dikenal.
"Siapa?" tanya Nathan.
"Aku tidak tahu. Ini nomor tidak dikenal"
jawab Bella.
"Jawab saja dulu. Siapa tahu itu penting."
Bella menuruti saran Nathan dan menjawab
telpon itu.
Halo. Siapa ini?]
[Eh, babu! Loe kemana aja sih? Gue udah
nunggu loe hampir 15 menit buat dapatin jus
[Eh, tunggu! Kamu ...Igbal?]
[lya ini gue! Kenapa? Kaget? Loe nggak
punya waktu buat kaget, lebih baik cepat
bawain jus gue!]
Iqbal berteriak di telpon.
[Tapi, dari mana kamu dapat nomor telpon
aku?]
[Apa aku harus menjelaskan semua itu?
Lebih baik cepatlah, atau kau tau apa yang
bisa aku lakukan.]
Bella sangat kesal karena mendapatkan
ancaman dari lqbal.
[Baiklah.]
Bella langsung menutup telpon.
"Wah, hidupku benar-benar kacau. Oya,
sekali lagi terimakasih atas bantuan kamu
tadi emm.. kamu siapa?" tanya Bella.
__ADS_1
"Nathan. Namaku Nathan, dan kamu?"
"Bella. Kalau begitu aku harus pergi
sekarang, aku punya urusan yang harus aku
selesaikan. Aku pergi." Bella yang tak ingin
membuang-buang waktu lagi langsung
berlari menuju kantin.
Sesampainya di kantin dengan cepat Bella
memesan jus jeruk yang di minta oleh lqbal,
kemudian Bella kembali berlari untuk
memberikan jus itu kepada lqbal.
Di tengah perjalanan itu Bella tak segaja
melihat Stela sedang berbicara dengan
seseorang yang wajahnya tak terlihat, dan
hal yang membuat Bella tertarik adalah
mereka menyebut nama Billa.
Mendengar nama Billa di sebut Bella menjadi
tertarik dan memutuskan untuk mengusung
pembicaraan mereka, tapi tiba-tiba hal itu
terhenti gara-gara lqbal kembali
meneleponnya dan memintanya berlari
dengan cepat atau dia akan memberikan
kebenaran kepada Kathryn.
Mendengar ancaman lqbal, Bella langsung
kembali berlari menuju tempat rahasia lqbal
dan teman-temannya.
"Ini." Bella menyerahkan jus kepada lqbal
dengan napas yang terengah-engah.
"Kamu benar-benar berlari?" tanya lqbal.
"Tentu saja. Ini ambilah."
"Terimakasih atas jusnya. Oya, kenapa tadi
kamu terlambat? Andai saja kamu terlambat
satu menit saja aku tadi sudah bersiap
menelpon Kathryn untuk mengatakan apaa
yang aku lihat," ungkap lqbal.
bersambung
jangan lupa Vote yahðŸ˜ðŸ˜¢ðŸ˜£âœ¨
__ADS_1