Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
Part~8


__ADS_3

Part~8


***


Siswa itu menjambak rambut Bella,


kemudian bersiap melayangkan tamparan


kepadanya, tapi dengan cepat seseorang


menahan tamparan itu dan balik mendorong


siswa itu hingga jatuh.


"Kamu baik-baik saja?" tanya pemuda


tampan itu kepada Bella.


Bella menggangguk kecil.


"Nathan? Tiba-tiba para siswa yang tadi


mengganggu Gino dan Bella ketakutan


melihat pemuda tampan yang tidak lain


adalah Nathan.


"Apa yang kalian lakukan? Memukul seorang


gadis? Kalian ini benar-benar pria, atau


waria? Jangan berani-berani menyentuh


seorang gadis, jika tidak kalian tahu sendiri


apa akibatnya," ancam Nathan seketika


membuat mereka berlari ketakutan.


"Kamu baik-baik saja kan?" tanya Nathan


lagi


"Ya. Aku baik-baik saja, tapi dia terluka,"


jawab Bella menujuk Gino.


"Benarkah? Apa kau terluka?" tanya Nathan.


"Tidak. Aku baik-baik saja. Dan kau, lain kali


jangan lagi melakukan hal bodoh seperti tadi!


Jangan ikut campur masalahan orang lain!"


seru Gino kepada Bella, kemudian pergi


dengan cepat.


Apa-apaan itu? Baru saja aku menolong dia,


tapi dia malah mengatakan hal jahat seperti


itu. Oh iya, aku lupa. Terimakasih," ujar Bella.


"Kenapa berterimakasih kepadaku?"


"Karena kamu sudah menolong aku dari


murid-murid bandel itu."

__ADS_1


"Oh. lya sama-sama. Emm ... kamu murid


baru?"


"lya. Aku murid baru."


"Murid pindahan?"


"lya."


Pindahan dari mana?"


Saat Bella ingin menjawab pertanyaan


Nathan tiba-tiba ponselnya berdering dan


ternyata Bella mendapatkan telpon dari


nomor tak dikenal.


"Siapa?" tanya Nathan.


"Aku tidak tahu. Ini nomor tidak dikenal"


jawab Bella.


"Jawab saja dulu. Siapa tahu itu penting."


Bella menuruti saran Nathan dan menjawab


telpon itu.


Halo. Siapa ini?]


[Eh, babu! Loe kemana aja sih? Gue udah


nunggu loe hampir 15 menit buat dapatin jus


[Eh, tunggu! Kamu ...Igbal?]


[lya ini gue! Kenapa? Kaget? Loe nggak


punya waktu buat kaget, lebih baik cepat


bawain jus gue!]


Iqbal berteriak di telpon.


[Tapi, dari mana kamu dapat nomor telpon


aku?]


[Apa aku harus menjelaskan semua itu?


Lebih baik cepatlah, atau kau tau apa yang


bisa aku lakukan.]


Bella sangat kesal karena mendapatkan


ancaman dari lqbal.


[Baiklah.]


Bella langsung menutup telpon.


"Wah, hidupku benar-benar kacau. Oya,


sekali lagi terimakasih atas bantuan kamu


tadi emm.. kamu siapa?" tanya Bella.

__ADS_1


"Nathan. Namaku Nathan, dan kamu?"


"Bella. Kalau begitu aku harus pergi


sekarang, aku punya urusan yang harus aku


selesaikan. Aku pergi." Bella yang tak ingin


membuang-buang waktu lagi langsung


berlari menuju kantin.


Sesampainya di kantin dengan cepat Bella


memesan jus jeruk yang di minta oleh lqbal,


kemudian Bella kembali berlari untuk


memberikan jus itu kepada lqbal.


Di tengah perjalanan itu Bella tak segaja


melihat Stela sedang berbicara dengan


seseorang yang wajahnya tak terlihat, dan


hal yang membuat Bella tertarik adalah


mereka menyebut nama Billa.


Mendengar nama Billa di sebut Bella menjadi


tertarik dan memutuskan untuk mengusung


pembicaraan mereka, tapi tiba-tiba hal itu


terhenti gara-gara lqbal kembali


meneleponnya dan memintanya berlari


dengan cepat atau dia akan memberikan


kebenaran kepada Kathryn.


Mendengar ancaman lqbal, Bella langsung


kembali berlari menuju tempat rahasia lqbal


dan teman-temannya.


"Ini." Bella menyerahkan jus kepada lqbal


dengan napas yang terengah-engah.


"Kamu benar-benar berlari?" tanya lqbal.


"Tentu saja. Ini ambilah."


"Terimakasih atas jusnya. Oya, kenapa tadi


kamu terlambat? Andai saja kamu terlambat


satu menit saja aku tadi sudah bersiap


menelpon Kathryn untuk mengatakan apaa


yang aku lihat," ungkap lqbal.


bersambung


jangan lupa Vote yah😭😢😣✨

__ADS_1


__ADS_2