
Part~23
Setelah Iqbal pergi Bella pun sendiri lagi di kamar hotel itu dengan kesepian yang teramat mendalam.
Bella duduk di ranjang sambil melihat foto\-foto dirinya bersama dengan Billa di masa lalu. Ketika melihat hal itu Bella pun kini merasa sedih hingga membuat air matanya jatuh.
“Billa …,” lirihnya sambil menghapus air mata yang ada di wajahnya.
Bella meletakkan kembali foto itu dan kemudian bersiap untuk tidur agar besok mendapatkan energi lebih agar dapat mewujudkan tujuannya.
\*\*\*
Di tempat lain Iqbal sudah sampai di depan rumahnya, tetapi di sana David sudah menghadangnya tepat sebelum Iqbal dapat masuk.
“Ada apa?” tanya Iqbal dingin kepada David.
Dengan kakinya yang masih sedikit sakit karena pukulan dari Iqbal, ia pun berjalan mendekati Iqbal sambil memasang senyuman aneh di wajahnya.
“Kenapa dia begitu berharga bagimu?” tanya David.
__ADS_1
“Siapa? Apa maksudmu?”
“Gadis cupu itu. Siapa namanya? Ah, Bella. Kenapa dia sangat berharga bagimu? Siapa dia sebenarnya?”
“Bukankah sudah ku jelaskan semua itu? Dia babuku, apa kau masih tidak paham juga?”
“Babu? Loe pikir gue bakal percaya gitu kalau dia itu babu loe? Masa iya hanya karena seorang babu loe mukulin gue sampai kayak gini? Iqbal, ada apa denganmu? Ini bukan loe! Ini bukan Iqbal yang gue kenal. Kenapa loe berubah?”
“Setiap orang pasti berubah! Dan dibalik sikap seseorang pasti ada alasan dibaliknya. Jadi, berhentilah membully anak\-anak di sekolah sebelum semua terlambat.”
“Kenapa gue harus berhenti? Loe yang bawa tradisi ini ke sekolah dan saat loe lepas tangan dua tahun yang lalu, gue ambil alih. Jadi, loe jangan ikut campur lagi urusan kesenangan di sekolah!”
“Kenapa loe jadi emosional begini? Apa ini terjadi karena Ibumu?” tanya David seketika membuat Iqbal emosi dan langsung memukul keras wajah David.
“Jangan bawa Ibuku dalam masalah ini!” seru Iqbal.
David tertawa kecil. “Tebakan gue nggak meleset. Tapi Iqbal, loe pikir dengan melindungi Bella di sekolah bisa tidur membuat loe bayar semua hal yang udah loe lakuin? Nggak! Nggak akan bisa, dan Ibu loe juga nggak bakal balik lagi.”
Mendengar perkataan David, Iqbal kembali memukulnya dengan agresif. David yang tak terima terus mendapatkan pukulan dari Iqbal pun membalas pukulan itu.
__ADS_1
Mereka saling memukul satu sama lain, mereka tak mau berhenti sampai akhirnya Satpam lah yang menghentikan mereka.
Setelah di ancam akan menelpon polisi akhirnya David pun pergi meninggalkan rumah Iqbal dengan tambahan luka di tubuh serta wajahnya, begitu pula dengan Iqbal yang mendapatkan luka pada bibir serta dahinya.
“Tuan tidak apa?” tanya Pak Satpam.
“Saya nggak papa.” Iqbal pun langsung masuk ke dalam rumah dengan wajah penuh luka.
Iqbal masuk ke dalam rumah dan tanpa berhenti untuk menyapa Ayahnya yang sedang makan di meja makan ia terus saja berjalan dan langsung masuk ke kamarnya, kemudian membanting pintu dengan keras.
“Ada apa anak itu?” tanya Pak Haris.
“Dia mungkin sedang ada masalah Tuan.”
“Cari tahu apa masalahnya. Dan jangan sampai dia membuat masalah lagi di sekolah!” titah Pak Haris.
“Siap, Tuan.”
bersambung.
__ADS_1
before reading,please vote like and coment🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻