Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
kedatangan Illona


__ADS_3

Happy Reading


" Lona "


Seru Marcello, Riki dan Viona bersamaan. Marcello tak menyangka jika gadis di depan nya saat ini adalah Illona, kekasih nya yang sedari tadi ia pikirkan.


Illona berjalan menghampiri Marcello yang sudah berdiri dari duduk nya.


" Sayang " Illona memeluk tubuh Marcello singkat


" Sayang? " Ulang Kiki mengernyitkan dahi nya


" Ya, kenapa? Ada yang salah kah? " Tanya Illona menatap Kiki


Kiki menelesik penampilan Illona dari atas sampai bawah. Illona yang mengenakan turtleneck rajut berwarna merah dan celana kulot berwarna hitam. Dengan rambut pirang nya di kuncir satu ikat kuda dan kaca mata bertengger di hidung mancung nya.


Kiki tertawa remeh melihat Illona " Apa aku tidak salah? Cello apa selera mu seburuk ini? " Cibir nya menunjuk Illona


" Bukan urusan mu " Ketus Marcello


Kiki kembali tertawa entah apa yang lucu di mata nya, hingga semua tamu beralih ke meja mereka untuk melihat apa yang terjadi di sana.


" Cello... Cello mata mu memang sudah rusak ternyata. Kau menolak ku yang cantik ini dan lebih memilih gadis dengan tampilan seperti ini? " Kiki tersenyum mengejek


Illona memang datang dengan penampilan sebagai Lona cupu, karena ia tidak mau tampil mencolok. Tetapi walaupun begitu outfit yang dia kenakan semua nya barang bermerek. Mulai dari tas sepatu dan juga baju semua sangat bernilai fantastis.


Illona mendekati Kiki dan mendekatkan wajah nya ke wajah Kiki sangat dekat. Ia melihat wajah Kiki dengan teliti kemudian ia tertawa membuat orang melihat nya heran.


" Ah ya benar sekali kau sangat cantik nona. Dengan hidung palsu mu ini dan ini dagu mu " Ucap Illona sambil menyentuh bagian wajah Kiki yang ia sebut


" Hmm apa lagi yang kau oplas selain hidung dan dagu mu ini? " Tanya Illona masih memperhatikan wajah Kiki dengan teliti


Sontak Kiki membelalakkan mata nya dan spontan memegang hidung dan dagu nya. Ia terkejut Illona bisa tahu jika wajahnya hampir semua sudah di oplas.


" Oh bibir seksi mu dan juga... " Illona menjedah ucapan nya melirik mata Kiki " Ckckck ternyata kau cantik karena oplas, ini yang kau bangga kan? " Cibir Illona


Viona tertawa melihat wajah Kiki yang berubah pucat. Ia puas melihat Kiki yang sok kecantikan itu terbungkam seribu bahasa.


" Pantas saja dia bisa berubah cantik sejauh ini ternyata dia sudah mempermak wajah nya " Gumam Riki dalam hati, setahu nya dulu Kiki memang cantik tapi tidak secantik sekarang ini. Banyak yang berubah dari wajah gadis ini yang Riki pikir itu karena sentuhan make up.

__ADS_1


" Bukan urusan mu dengan cara apa aku bisa cantik, yang penting aku cantik dan aku sangat bisa merawat tubuh ku agar bisa terlihat cantik. Tidak seperti mu tidak tahu cara mempercantik diri " Bela Kiki untuk dirinya


Marcello dan Riki kompak menggelengkan kepala. Wanita ini sangat tidak tahu malu.


" Ada apa ini? " Tanya Tama yang sudah turun dari pelaminan menuju meja mereka, ia bisa melihat apa perdebatan dari atas panggung tadi.


" Kenapa kau bisa mengundang nya? " Bukan nya menjawab Riki malah bertanya kenapa Kiki bisa berada di sini


" Bukan aku, pasti mama ku yang mengundang. Kan mama ku dan mama nya berteman. Kau tahu itu " Seru Tama


" Sudah sebaiknya kau suruh wanita gila itu pergi, jangan merusak pesta mu " Ketus Viona meminta Tama mengusir Kiki


Tama mendengus kesal, gadis itu selalu membuat onar di mana pun ia berada.


" Ki, ibu mu mencari mu. Sebaik nya kau menemuinya sekarang " Usir Tama secara harus


Kiki melihat arah pandang Tama dan benar saja beberapa meja dari mereka ada ibu nya yang sedang menatap nya tajam. Ia pun kelagapan dan merutuki kebodohan nya sendiri. Ia sadar jika secara tidak langsung ia sudah membuat ibu nya marah.


Dengan sedikit tidak rela akhirnya Kiki meninggalkan tempat itu dan segera menghampiri ibu nya. Ia takut ibu nya akan benar-benar mendeportasi nya kali ini. Karena sebelumnya ia sudah di ingatkan oleh ibu nya untuk tidak berulah lagi jika tidak maka ia akan di kirim ke tempat nenek nya yang ada di Afrika.


Setelah Kiki pergi semua pun menjadi tenang. Marcello kembali mendekati Illona.


" Seperti yang kamu lihat " Seru Illona tersenyum


" Maksud ku kenapa kamu bisa ada di sini dan juga tidak memberi tahu ku, hmm"


" Astaga aku sampai lupa memberi selamat pada pengantin nya " Illona malah menepuk jidat nya dan melihat ke arah Tama


" Kak Tama, selamat ya atas pernikahan nya semoga kalian selalu bahagia dan cepatlah beri kami keponakan yang lucu lucu " Illona memberi selamat dan sedikit menggoda


" Terima kasih " Seru Tama " Kalau itu sudah pasti dan sekarang keponakan mu sudah ada di dalam sana " Bisik Tama sambil tersenyum


" Benarkah? " Illona melebarkan mata nya " Wah selamat ya, kau pasti bahagia " Seru Illona, ia juga ikut senang menerima kabar itu dan Tama mengangguk senang


" Sayang, kau belum menjawab pertanyaan ku tadi? " Protes Marcello karena Illona malah sibuk dengan Tama


" Yang mana? " Illona lupa akan pertanyaan Marcello tadi


" Lupakan " Marcello mendesah kecil

__ADS_1


Viona, Riki dan Tama cekikikan melihat Marcello dan Illona menatap mereka bertiga meminta jawaban tanpa mengerakkan mulutnya.


" Lona, kapan kamu datang? Kok gak bilang? " Tanya Viona mewakili pertanyaan Marcello tadi


" Baru saja aku tiba dan langsung ke sini. Aku tak mau mengecewakan kak Tama, kan dia sudah mengundang ku. Aku sengaja tidak memberi kabar karena aku mau memberi kejutan untuk Cello " Jelas Illona memeluk lengan Marcello manja, Marcello mengelus kepala Illona gemas.


" Oya aku hampir lupa, ini kak Tama kado dari ku. Di Terima ya " Illona mengambil sesuatu di dalam tas nya dan menyodorkan sebuah amplop putih pada Tama


" Wah apa ini? " Tanya Tama sembari membolak-balikan amplop itu


" Buka saja, semoga kalian suka ya " Seru Illona


" Aku buka ya " Tama membuka amplop itu mengeluarkan isi nya. Ternyata itu tiket berbulan madu dengan tujuan ke Jepang.


" Wah kau tahu saja kami ingin ke sana " Seru Tama setelah ia membaca lembaran kertas di tangan nya " Istri ku pasti senang, terima kasih ya " Seru Tama lagi


Tama ingin memeluk Illona namun dengan cepat Marcello menarik kerah jas Tama sehingga tubuh nya kembali tertarik ke belakang.


" Sudah sana temani istri mu " Seru Marcello melihat ke arah Ayu yang sedang duduk sendiri di kursi pelaminan


Setelah Tama kembali menemani istri nya, Marcello dan yang lain kembali mengobrol santai sambil menikmati hidangan yang sudah di sediakan.


Illona dan Marcello pulang terlebih dahulu. Marcello mengantar Illona pulang ke apartemen yang dulu di tinggali oleh Evan. Illona tidak membawa apa pun dari Paris karena semua barang barang Illona masih ada di apartemen.


" Sayang, berapa hari rencana nya kamu di sini? " Tanya Marcello saat ia sudah duduk di sofa


" Dua hari, lusa aku sudah pulang "


" Kenapa cepat sekali? " Marcello nampak tak rela Illona cepat pulang ke negara nya


" Kenapa? Kau tak rela aku pergi? " Goda Illona, ia duduk di samping Marcello


" Jelas, aku masih ingin bersama mu. Kau tahu sendiri kan aku sangat merindukanmu " Marcello memeluk tubuh Illona dari samping


Illona tertawa geli akan tingkah Marcello, semenjak mereka memutuskan untuk menjalin hubungan Marcello selalu bersikap manis dan mengemaskan. Terkadang juga Marcello sangat manja seperti saat ini, Marcello terus menempel di dekat Illona.


bersambung....


🌼🌼🌼

__ADS_1


minta like nya ya


__ADS_2