Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
Part~2


__ADS_3

Billa menatap dirinya di cermin. "Ini tidak


mungkin. Aku tidak mungkin hamil kan? Ini


tidak mungkin! Aku akan buktikan, bahwa


aku tidak hamil!"


Billa melakukan tes yang ia berharap hasil


dari tes itu adalah negatif, tetapi sialnya hasil


yang ia dapatkan adalah positif.


Mendapati akan hal itu Billa merasa sangat


stres dan tertekan. Billa terus berteriak-teriak


histeris mengatakan jika semua ini tidak


mungkin! Tidak mungkin terjadi!


"Ini semua salah dia! Aku harus minta


pertanggung jawaban dia! Apa pun yang


terjadi dia harus bertanggung jawabl" seru


Billa sambil mengeluarkan ponsel dari


sakunya dan menelpon seseorang tapi


sayangnya ia tak mendapatkan jawaban dari


orang ia telpon itu.


Billa kembali berteriak-teriak histeris merasa


frustrasi pada dirinya sendiri. "Apa yang


harus aku lakukan? Semua kacau ." lirih


Billa.



Matahari kini tlah tenggelam dan kini giliran


bulan yang bersinar. Billa yang gelisah terus


menerus menelpon seseorang dan


mengatakan jika ia sedang hamil, tetapi


pemuda yang ia telpon itu mengatakan jika ia


tak peduli dengan apa pun yang dikatakan


Billa.



Billa merasa begitu frustrasi hingga ia tak


keluar kamar sama sekali sampai pagi


berikutnya datang.



Bu Rani yang merasa khawatir pun


mengetuk pintu kamar Billa untuk bertanya


apa yang terjadi, tapi Billa hanya menjawab


jika ia baik\-baik saja dan ia tak bisa ikut


bersama lbunya untuk menjemput Bella di


bandara.



Mengetahui jika Billa tidak ingin ikut Bu Rani


pun pergi ke bandara seorang diri untuk


menjemput Bella. Sesampainya di bandara


Bu Rani menghampiri Bella yang dari tadi


sudah menunggunya.


__ADS_1


"Bella." Bu Rani dengan gembira memeluk


erat Bella.



"lbu ." Bella juga merasakan hal yang


sama.



"Bagaimana perjalan kamu?" tanya Bu Rani.



"Semua baik\-baik saja. Oya, dimana Billa?


Apa dia tidak ikut menjemput aku?" tanya


Bella.



"Tidak. Dia sepertinya sedang tidak enak


badan. Bagaimana jika kita sekarang pergi


ke rumah untuk bertemu Billa? Kamu pasti


sudah merindukan Billa bukan?"



"Ya."



Saat sampai di depan rumah Bu Rani dan


Bella pun masuk. Sampai masuk ke dalam


rumah Bella memanggil-manggil Billa, tetapi


tak ada jawaban apa pun dari Billa.


"Mungkin dia tertidur di kamarnya. Kamu


masuk saja, Ibu akan ambilkan air buat


"Ya."


Saat Bu Rani pergi ke dapur mengambil air


minum Bella pergi ke kamar Billa. Kemudian


Bella membuka pintu kamar Billa, tetapi saat


pintu terbuka betapa kagetnya Bella melihat


Billa yang tergeletak di lantai dengan banyak


darah yang keluar dari tangannya.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Bu Rani


yang tidak menyangka akan kehilangan Billa


secepat ini. Bu Rani merasa sangat terpuruk


sampai ia pingsan berkali-kali karena masih


tak terima dengan fakta bahwa Billa sudah


meninggal karena ia bunuh diri.


Kesedihan Bu Rani dan Bella makin


memuncak tak kala mereka mendengar saat


ini di dalam tubuh Billa ada nyawa lain, yaitu


tidak lain ada bayi yang juga ikut meninggal


karena tindakan Billa.


Mendengar kebenaran bahwa Putrinya


meninggal dalan kaadaan hamil Bu Rani


semakin terkejut dan akhirnya kembali


pingsan, sedangkan Bella masih tak percaya


dengan apa yang dikatakan Dokter.

__ADS_1


"Dokter berbohong bukan? Saudara saja


tidak mungkin sedang hamil! Dia masih SMA,


dan Saya juga yakin dia tidak mungkin


melakukan hal hina itu! Bagaimana bisa


saudara Saya hamil? tanya Bella.


"Yang jelas saudara kamu sedang


mengandung. Kami tidak tahu dia melakukan


hal itu dengan segaja, atau terpaksa. Tugas


kami sudah selesai, jadi Saya permisi


dahulu." Dokter pun pergi.


Bella terdiam memikirkan perkataan Dokter.


"Dia melakukan hal itu dengan segaja, atau


terpaksa?" Bella terdiam kembali. "Ya! Itu


mungkin saja! Billa mungkin di paksa


melakukan hal itu. Aku harus mencari tahu.


Bella bangkit dan berlari kembali ke rumah.




Sesampainya di rumah Bella melangkah


dengan langkah kecil masuk ke kamar Billa


yang kini dipasang garis pembatas oleh


Polisi. Dengan rintikan air mata Bella


mencari sesuatu di kamar itu, dan akhirnya


ia menemukan sebuah buku harian berwarna


hitam putih tergeletak di bawah ranjang


tidur.



Buku harian Billa? Mungkin di buku ini Billa


ada menulis tentang apa yang sebenarnya


terjadi padanya." Bella mengambil buku itu,


kemudian pergi meninggalkan rumah untuk


membaca buku itu di tempat yang tenang.



Bella membawa buku harian itu ke taman


dekat rumahnya, kemudian dengan hati\-hati


ia membuka buku itu dengan takut.



"Apa tidak apa\-apa aku membaca buku


harian Billa? Billa, maafkan aku karena


sudah lancang membaca buku harianmu.


Dengan perlahan Bella mulai membaca buku


harian itu dari awal.



bersambung.



\#\#\#\#yuhu jangan lupa Like and Koment dibawah😍😘.


dan jangan lupa Follow tik tok aku ;ID:chcaamwyn


Ig@chcaa\_923

__ADS_1


fb@chcaa


__ADS_2