
Happy Reading
Satu jam kemudian Sari datang lagi, kali ini ia masuk bersama seorang gadis di belakang nya.
" Bu, orang nya sudah datang " Seru Sari memberi tahu
Illona meletakkan pensil nya di atas meja dan menggeser kertas yang bercoretkan sketsa yang gambar nya sudah hampir sempurna. Pandangan nya beralih ke depan di mana sudah ada dua gadis berdiri di sana. Ia tersenyum
" Hai An apa kabar? Ayo silahkan duduk dulu " Illona menyapa gadis itu dan mempersilahkan untuk duduk
" Baik, terima kasih " Jawab gadis itu dan ia duduk di kursi di hadapan Illona
Gadis itu masih menatap Illona penuh tanya, sedangkan Sari masih berdiri di sana menunggu perintah dari Illona.
" Aku dengar kak Ana, ets maaf maksud nya Ana " Illona meralat panggilan nya pada Ana karena Ana menunjukkan wajah protes karena ia memanggil Ana dengan sebutan kak
" Dasar kalian ini tidak menerima kenyataan jika kalian itu sudah tua " Illona menatap Ana dan Sari bergantian kemudian ia menggeleng kepala.
Pasal nya Ana dan Sari ini lebih tua dari nya tapi mereka tidak mau di panggil dengan embel-embel kakak. Mereka mau di panggil dengan nama saja dengan alasan biar terdengar lebih akrab saja.
" Enak aja bu di dengar " Celetuk Sari
" Halah alasan aja, kau sendiri memanggil ku ' ibu ' apa aku ini ibu mu? " Illona menatap Sari jengah
" Ya kan saya menghormati ibu sebagai bos, gak sopan dong kalau saya panggil nama pada bos " Sari cengengesan, tapi apa yang di katakan oleh Sari benar ada nya. Status nya hanya seorang karyawan jadi sudah sepantas nya ia memanggil dengan sebutan yang sopan walaupun usia nya di atas Illona.
__ADS_1
Ana menyimak percakapan antara Illona dan Sari. Dari situ ia bisa menyimpulkan bahwa Illona bos di butik ini. Ternyata gadis cupu yang ia kenal bukan orang sembarangan. Ia pikir Illona hanya seorang karyawan biasa di sebuah perusahaan dan pantas saja waktu itu Illona bisa dengan mudah memperbaiki gaun nya yang rusak karena sengaja di rusak oleh Rosa. Ternyata ia seorang bos di butik ternama pasti kemampuan nya di bidang fashion tidak bisa di ragukan lagi.
" Aku dengar kamu sudah tidak bekerja lagi di One Entertainment " Illona mengalihkan pembicaraan pada Ana
" Ah iya " Ana menunduk
" Kenapa ? " Tanya Illona, sebenarnya ia sendiri sudah tahu alasan nya. Tapi ia ingin mendengar langsung dari mulut Ana.
Ana mengangkat wajah nya, mata nya mulai berkaca kaca. Ia ragu untuk bercerita, ia takut Illona tidak mempercayai nya seperti yang lain.
" Apa benar yang di katakan mereka jika kamu mencuri? " Pancing Illona karena Ana belum juga mau membuka suara
" Demi Tuhan aku tidak melakukan itu semua. Aku juga tidak tahu bagaimana bisa barang barang berharga milik mereka ada di loker ku " Lirih Ana dengan mata yang sudah basah " Kau tahu sendiri kan bagaimana perjuangan ku untuk bisa bergabung di sana. Jadi mana mungkin aku menghancurkan kerja keras ku dengan melakukan perbuatan hina seperti itu. Aku yakin ada yang menjebak ku, tapi aku tidak bisa menuduh sembarang orang karena aku tidak memiliki bukti " Seru Ana sendu
" Rosa. Karena hanya dia lah yang menginginkan aku keluar dari sana. Dan dari dulu memang dia membenci ku " Bukan tanpa alasan Ana menuduh Rosa
Illona mengangguk, ia juga sudah tahu siapa pelaku nya. Dan tebakan Ana benar, entah bagaimana Sari bisa mendapatkan bukit kejahatan Rosa yang jelas Illona puas dengan kerja Sari.
" Kenapa dia sangat membenci mu? " Tanya Sari yang mulai kepo
Sari cengengesan melihat Illona yang memelototi nya. Pantas saja Sari bisa mendapatkan bukti bukti dengan cepat, itu semua berkat jiwa kepo nya yang tinggi.
" Ibu ku dulu bekerja di rumah nya sebagai pembantu. Aku dan Rosa tumbuh bersama dari kecil kami selalu sekolah di tempat yang sama hingga kami dewasa. Aku selalu mendapat prestasi di sekolah, banyak teman teman dan guru menyukai ku. Rosa iri melihat ku yang selalu mendapat perhatian dari banyak orang. Bahkan orang tua nya pun kerap membandingkan prestasi ku dengan nya, itu semakin memupuk kebencian nya untuk ku. Berbagai cara dan usaha sudah ia lakukan untuk menjatuhkan ku. Dan dia juga melampiaskan kebencian nya pada ibu ku, hingga ibu ku tidak tahan lagi dan berhenti bekerja di rumah nya " Cerita Ana panjang kali lebar
" Ihhh dasar tidak waras. Dia yang tidak memiliki kemampuan kenapa malah membenci orang, harus nya dia berusaha lebih baik lagi jika mau diakui bukan nya berbuat curang seperti itu " Kesal Sari, ia yang mendengar cerita Ana saja ikut dongkol pada Rosa
__ADS_1
" Lalu sekarang, kau bekerja di mana? " Tanya Illona
Ana menggeleng lesu " Aku di rumah saja membatu ibu berjualan sayur, tidak ada yang mau menerima ku bekerja karena gosip itu sudah menyebar kemana-mana. Mana ada orang yang mau mempekerjakan seorang pencuri " Lirih Ana menundukkan kepalan nya
" Apa kau mau bekerja di sini? " Tanya Illona
Ana langsung mengangkat kepalanya dan melebarkan mata nya mendengar ucapan Illona. Apa dia tidak salah dengar? Apa Illona percaya pada nya? Jika itu semua benar tentu ia mau, di posisi apa pun ia akan menerima nya. Ia tidak akan menyia nyiakan kesempatan yang ada. Dengan mata berkaca kaca Ana mengangguk dengan semangat menerima tawaran Illona.
" Sari kau ajari Ana, beri semua ilmu yang kamu miliki untuk nya " Titah Illona pada Sari
Tanpa banyak bertanya lagi Sari mengajak Ana ke ruangan nya. Ia sudah tahu apa yang harus ia kerjakan, posisi apa yang akan Ana pegang. Karena Illona sudah mengatakan semua nya. Dan melihat dari prestasi akademik Ana, Sari juga yakin Ana pasti bisa memegang jabatan itu.
" Baik, Ana ayo ikut aku " Sari menunduk hormat dan langsung mengajak Ana ke luar
Hari itu juga Ana langsung mendapat pelatihan dari Sari. Ana sangat terkejut dengan posisi yang di berikan pada nya, ia mengira ia akan di tempat kan sebagai pramuniaga atau bagian bawah lain nya. Ternyata ia menggantikan posisi Sari sebagai manajer butik.
Tadi nya Illona ingin menjadikan Ana sebagai asisten nya, namun karena Ana belum tahu siapa Illona sebenarnya jadi ia memutuskan Ana mengantikan posisi Sari. Biar Sari saja yang menjadi asisten nya.
Awal nya Sari menolak untuk menjadi asisten pribadi Illona, ia tetap ingin menjadi manajer butik saja yang pekerjaan tidak sebanyak asisten pribadi. namun pada akhirnya ia menerima juga tawaran Illona dengan penuh drama di antara mereka.
bersambung....
❄❄❄
minta like nya ya
__ADS_1