Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
Part~16


__ADS_3

Part~16


“Oh ….” Pak Bima pun kembali terdiam.


Suara sangat canggung di antara mereka. Mereka tak saling bicara satu sama lain, tetapi kadang-kadang mereka pun curi-curi pandang.


Suasana canggung itu pun berakhir saat Suster menghampiri mereka dan mengatakan jika Bella dan David sudah sadarkan diri.


“Boleh Saya melihatnya?” tanya Iqbal dan Pak Bima secara bersamaan.


“Silahkan masuk, tetapi jangan ribut dan menganggu pasien lain.”


Tanpa menunggu berlama-lama Iqbal dan Pak Bima pun langsung masuk untuk melihat bagaimana kondisi Bella.


Saat itu Bella berada satu ruangan dengan David hanya saja ranjang mereka terpisah dan di helat oleh tirai yang menari pemisah antara mereka.


Iqbal yang tak ingin melihat wajah David pun langsung bergegas menutup tirai tersebut.


“Bella, kamu baik-baik saja? Apa masih sakit?” tanya Pak Bima.


“Tidak kok Pak. Tidak terlalu sakit lagi,” jawab Bella.


“Kamu yakin? Jadi, bagaimana ini semua bisa terjadi? Apa benar Iqbal yang bertanggung jawab atas kondisi kamu saat ini?”


Dengan cepat Bella membatah hal itu. “Tidak Pak! Itu tidak benar!”

__ADS_1


Mendengar jawaban Bella, Iqbal merasa sedikit aneh, dan hal yang sama pun dirasakan Pak Bima.


“Lah, bagaimana ini? Tadi Iqbal bilang dia adalah orang yang bertanggung jawab atas kondisi kamu saat ini. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Pak Bima bingung.


“Sebenarnya Iqbal tidak melakukan kesalahan apa pun terhadap Saya Pak. Tadi Iqbal hanya merasa tidak senang karena David menampar Saya, jadi Iqbal memukul David. Saya saat itu berusaha melerai mereka, tapi Saya jatuh ya akhirnya begini,” jelas Bella.


Iqbal hanya bisa terdiam melihat bagaimana Bella berusaha membersihkan namanya.


“Jadi ini semua bermula karena David?”


Bella mengangguk kecil.


“Memangnya apa yang kamu lakukan sampai dia menampar kamu?”


“Saya tidak segaja menumpahkan air minum kepada dia.”


“Iya Pak. Hanya itu.”


“Lalu sekarang dimana David?”


Iqbal membuka kembali tirai itu dan kemudian terlihatlah David yang sedang asik dengan rokoknya.


Melihat tindakan tak pantas David dengan cepat Pak Bima merebut rokok itu dan memusnahkannya.


“Hey, berani sekali kamu merokok di rumah sakit!” seru Pak Bima.

__ADS_1


“Aku sedang ingin saja,” jawab David dingin.


“Sekarang cepat jelaskan kepada Bapak, kenapa kamu melakukan semua ini? Apa kamu tahu tindakan kamu itu bisa saja membahayakan dirimu sendiri! Apa kamu mau masuk penjara?” tanya Pak Bima.


“Penjara? Coba saja masukkan aku ke penjara, aku tidak takut!” tegas David.


Mendengar jawaban David kini Pak Bima pun kembali terdiam. Nyalinya ciut seketika ketika melihat tatapan tajam mata David, tetapi dengan cepat Iqbal menyela pembicaraan mereka.


“Tutup mulutmu berengsek! Kau mungkin tidak takut polisi lalu bagaimana dengan Ayahmu?” tanya Iqbal seketika langsung membuat raut wajah David tegang.


“Takut?” Iqbal tampak mempermainkan David.


“Jangan macam-macam,” ujar David.


“Aku tidak macam-macam, aku hanya memberitahu.”


Seketika David terdiam, kemudian meminta maaf langsung kepada Bella dan Pak Bima. “Maafkan aku.”


Bella terdiam melihat bagaimana mudahnya dengan cepat Iqbal meminta maaf kepadanya atas perbuatan yang ia lakukan kepada dirinya.


Dengan memaksa senyum palsu di wajahnya Bella pun menjawab, “Tidak apa David. Aku tahu pasti kamu tidak segaja melakukan hal itu, dan aku juga tahu saat itu kamu pasti sedang memikirkan bagaimana tentang kasus Billa bukan? Ya, aku pahan kok.”


Mendengar jawaban Bella yang menyebutkan kata “Billa” seketika membuat David merasa emosi, tetapi ia tak bisa melakukan apa-apa karena Iqbal mengancam dirinya.


bersambung..

__ADS_1


hemm atas permintaan kalian aku update gila² aan😋😊😂🤣🤣


__ADS_2