Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
saling membenci


__ADS_3

Happy Reading


Illona yang reflek memeluk Marcello menjadi malu sendiri. Ini pertama kali nya ia memeluk Marcello. Dengan cepat Illona menguasai diri nya sendiri agar tidak memperlihatkan betapa malu nya ia.


" Astaga apa yang aku lakukan, memalukan " Gerutu Illona dalam hati


" Cello, aku senang ternyata kau datang kemari. Tapi kenapa kau tidak memberi tahu ku jika kau sudah ada di sini? " Illona melepaskan pelukannya dan duduk di samping Marcello yang terus menatap nya tanpa berkedip


" Untuk memberi kejutan " Marcello menatap mata Illona


" Kau sukses membuat ku terkejut " Illona mengangguk " Oya, apa kau sudah berkenalan dengan kakek? " Tanya Illona dan ia melihat ke arah kakek Gustav untuk menanyakan hal yang sama


" Sudah " Marcello dan kakek Gustav menjawab bersamaan


" Lona, bagaimana kegiatan mu tadi? Apa menyenangkan? " Tanya kakek Gustav tentang kegiatan nya hari ini bersama Sarah di panti jompo


" Ya seperti biasa selalu menyenangkan " Illona meletakkan gelas kosong setelah air nya habis ia minum


" Dengan Lucas? "


" Lucas? " Illona mengulang pertanyaan kakek Gustav ke dua alis nya saling bertaut


Oh akhirnya Illona tahu kenapa tadi tiba-tiba ada Lucas di sana. Itu semua pasti karena kakek Gustav. Illona memicing kan mata nya menatap kakek Gustav dengan sinis.


" Ah ya, tadi Lucas menghubungi kakek. Ia bertanya tentang mu, jadi kakek bilang saja kamu sedang ada di sana " Seru kakek Gustav yang tahu arti tatapan Illona


" Sekarang aku sudah ada Marcello, jadi jangan coba coba untuk menjodohkan ku lagi " Illona merapatkan duduk nya pada Marcello

__ADS_1


" Apa kau sudah yakin dengan pilihan mu ini? " Tanya kakek Gustav menatap Marcello remeh " Lucas itu pria yang baik, apa kau tidak mau mempertimbangkan nya lagi? " Tanya kakek Gustav lagi


" Aku sangat yakin " Seru Illona dengan yakin dan ia beranjak dari duduk nya dan menarik tangan Marcello untuk mengikuti nya meninggalkan kakek Gustav


Marcello hanya diam mendengar perdebatan antara cucu dan kakek ini. Ia melihat ke arah kakek Gustav dan sedikit menundukkan kepala untuk memberi hormat sebelum Illona benar-benar membawa nya pergi dari sana.


" Lona, pria itu tidak baik untuk mu. Apa kau lupa dia sudah menghina mu? " Teriak kakek Gustav


Illona tidak memperdulikan teriakan kakek nya, ia tetap menarik tangan Marcello untuk masuk ke dalam mansion.


Marcello menunduk mendengar perkataan kakek Illona. Ia sangat malu dan tak enak hati. Marcello tidak terkejut dengan perkataan kakek Gustav, yang tahu dulu ia pernah berbuat tidak baik pada Illona.


Setelah mengetahui siapa Illona, tidak menutup kemungkinan jika semua gerak gerik Illona sangat di awasi. Siapa saja yang mendekati nya dan siapa saja yang ingin mengganggu nya. Bodyguard ada di mana-mana untuk menjaga nya agar tetap aman. Illona adalah tuan putri satu satunya milik keluarga Smith. Ia adalah permata terindah, dan harta paling berharga bagi keluarga Smith. Jadi harus di jaga dengan sebaik mungkin.


Di taman sisi lain mansion Illona dan Marcello duduk di bawah ayunan tempat favorit Illona jika sedang mencari inspirasi untuk rancangan nya.


Marcello melihat tangan nya yang masih saling bertaut dengan jari lentik Illona. Kemudian ia menatap wajah cantik Illona.


" Hmm " Jawab Illona tanpa melihat Marcello, ia masih asik menatap bunga bunga di depan nya yang sedang bermekaran sangat cantik.


Marcello menatap wajah cantik sempurna milik Illona dari samping.


" Maafkan aku yang dulu sudah berlaku kasar pada mu. Apa yang di katakan kakek mu itu benar. Aku bukan pria baik yang pantas untuk mu. Aku... " Illona mengalihkan pandangan nya dan menatap Marcello. Ia meletakkan jari telunjuk nya di bibir Marcello sehingga Marcello tidak bisa melanjutkan perkataan nya


" Sudah lah jangan basah yang dulu dulu. Dulu aku juga tidak menyukai mu, jadi bukan hanya kamu saja yang tidak menyukai ku, kita sama sama saling membenci " Illona kembali melihat bunga bunga yang ada di depan nya


" Dan aku lah yang memulai itu semua. Jika aku tidak membuat mu marah waktu itu, pasti kita tidak ada dalam posisi saling membenci bukan? " Illona tertawa kecil mengingat pertama kali ia bertemu dengan Marcello dan membuat Marcello marah pada nya

__ADS_1


Saat itu Illona tidak sengaja menumpahkan minuman nya pada kemeja Marcello. Illona meminta maaf dan ingin membersihkan kemeja Marcello, namun bukan nya bersih ia malah membuat kemeja Marcello semakin kotor.


Marcello yang dalam suasana hati tidak baik langsung memarahi Illona dengan kata-kata kasar. Dan pertemuan ke dua Illona yang baru belajar mengendarai motor tak sengaja menabrak mobil Marcello yang sedang terparkir. Dari pertemuan pertama mereka yang buruk akhirnya membuat pertemuan kali itu pun semakin buruk. Lagi lagi Marcello memaki Illona dengan kasar, merendahkan Illona dengan mengatakan bahwa Illona tidak akan mampu membayar biaya perbaikan mobil mahal nya.


Di pertemuan ke tiga saat di cafe, Marcello menilai penampilan Illona yang cupu dan kampungan. Illona bukan tipe nya dan tidak akan pernah mau memiliki gadis seperti Illona.


" Jadi tidak semua nya salah mu " Illona tersenyum menatap wajah tampan Marcello yang juga menatap nya


" Tapi bagaimana kau bisa menyukai ku yang cupu itu? Bukankah ada Ivanka model cantik dan seksi yang menyukai mu? " Sekarang Illona tampak serius dan penasaran


" Hmm " Sebelum menjawab Marcello terlebih dahulu berdehem dan membenarkan posisi duduk nya


" Ya karena sering nya kita bertemu dan selalu bertengkar dalam pertemuan kita membuat aku terbiasa. Saat kau tidak ada, tidak pernah mengunjungi kakek lagi ke rumah aku merasa ada yang hilang " Marcello melihat wajah Illona


" Kehilangan musuh " Seru Illona tertawa


" Entah lah, saat itu aku juga belum mengetahui apa itu. Rasa apa yang aku miliki, kehilangan teman berdebat atau apa aku tidak tahu. Tapi saat kita bertemu lagi, aku merasa senang. Diam diam aku selalu memperhatikan mu, aku ingin mendekati mu, ingin memastikan sesuatu. Saat melihat mu dekat dengan pria lain ada rasa kesal di diri ku, aku tidak suka melihat itu " Jelas Marcello mengakui " Dan untuk Ivanka, dia hanya masa lalu yang tidak aku ingin kan " Tambah Marcello


bersambung...


❄❄❄


minta like nya ya


-


-

__ADS_1


-


selamat menunaikan ibadah puasa


__ADS_2