Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
cemburu


__ADS_3

Happy Reading


Penampilan terakhir di tutup oleh penampilan Illona yang membawakan busana hasil rancangan nya sendiri yang di jahit secara mendadak dan kilat.


Penampilan Illona sangat memukau. Busana yang sangat cantik melekat indah di tubuh nya yang indah. Wajah nya cantik membuat banyak orang terpesona akan kecantikan nya.


Illona berjalan dengan anggun dan penuh percaya diri, meleak leok kan tubuh nya di atas catwalk. Semua mata tertuju pada nya, banyak pujian melayang pada Illona. Termasuk Riki yang juga ikut mengagumi Illona secara blak-blakan sehingga membuat Viona kesal.


" Wah ternyata Illona Smith sangat cantik ya" Seru Riki tanpa mengalihkan pandangan nya pada Illona yang berada di atas catwalk.


Viona mendengar Riki yang memuji wanita lain di depan nya langsung mengalihkan pandangan nya pada Riki. Viona semakin kesal saat Riki memuji wanita lain di depan nya secara terang terangan tanpa berkedip. Wanita nama yang tidak kesal melihat kekasih nya memuji wanita lain. Walaupun Viona sangat mengidolakan Illona, tetapi tetap saja ia merasa kesal dan cemburu jika kekasih nya memuji Illona.


" Dasar mantan Casanova tak tahu diri " Kesal Viona dalam hati " Awas saja kamu ya, akan aku balas " Viona menatap Riki sinis


Acara peragaan busana sudah selesai dan saat ini acara bebas. Para tamu di persilahkan menikmati hidangan yang sudah di sediakan. Illona dan para model berbaur dengan tamu untuk memperlihatkan busana mereka lebih dekat pada para tamu.


Viona, Riki, Tara dan Marcello masih duduk di kursi mereka sambil berbincang-bincang. Seorang wanita paruh baya datang menghampiri mereka.


" Cello, tumben kamu datang ke acara seperti ini. Biasanya kamu gak mau pergi " Seru wanita paruh baya itu menepuk pundak Marcello


" Mama " Seru Marcello menoleh ke sumber suara


" Nyonya " Seru Tara dan Viona mereka berdiri dan menundukkan kepala sedikit untuk memberi hormat pada ibu dari bos mereka


" Tante " Seru Riki yang juga ikut berdiri


Nyonya Emily duduk dan menyuruh mereka semua untuk duduk.


" Kok mama bisa ada di sini? " Tanya Marcello balik


" Mama di undang ya mama datang dong, mama tanya kamu tumben kamu mau datang ke acara seperti ini. Biasanya juga kamu nyuruh asisten Tara yang datang untuk mewakili kamu " Seru nyonya Emily

__ADS_1


" Hmm,, tadinya juga aku gak mau datang. Tapi Tara yang maksa aku untuk datang " Seru Marcello membuat asisten Tara melebarkan mata


" Apa? Kok jadi saya tuan? " Tanya Tara


" Ya, kan memang kamu tadi yang minta saya untuk datang "


" Tapi, saya kan tidak memaksa tuan untuk datang. Saya hanya bilang sebaiknya tuan datang " Asisten Tara membela diri


" Ya, sama saja itu kamu memaksa saya untuk datang " Kekeh Marcello membuat yang lain nya menggeleng kan kepala


Asisten Tara menghembuskan napas dengan pasrah " Terserah tuan saja " Keluh asisten Tara dalam hati


Banyak pengusaha muda yang mendekati Illona. Mereka semua seolah sedang berlomba untuk menarik perhatian model cantik itu. Namun seperti biasa Illona Smith sangat sulit untuk di dekati. Bodyguard nya menjaga nya dengan ketat. Jika tidak ada Evan yang berada di samping Illona maka Luis lah yang berada di samping nya untuk menjaga. Seperti saat ini Luis selalu menempel di mana pun Illona berdiri. Hal itu membuat Illona kesal setengah mata.


Illona melihat ke arah jama satu di mana Emma sedang menemani nyonya Sarah mengobrol dengan para tamu. Netra Illona dan Emma bertemu. Illona berbicara tanpa suara, dengan isyarat mata. ' mengapa kak Luis di sini bukan nya menemani mu?' seperti itu lah kira kira sorot mata Illona berbicara. Namun seolah mengerti dengan maksud Illona, Emma hanya mengangkat bahu.


Illona mengakhiri obrolan nya dengan beberapa pengusaha muda yang sedang mengobrol dengan nya. Ia pamit untuk menghampiri nyonya Sarah dan di ikuti oleh Luis.


" Aku hanya mau menjaga mu dari para pria itu " Jawab Luis santai


Illona memutar mata dengan malas.


" Mereka semua berusaha mendekati mu, aku tidak suka pada mereka semua " Seru Luis lagi


" Aku juga tahu itu. Siapa sih yang tidak terpesona dengan kecantikan ku " Seru Illona penuh percaya diri " Aku juga tidak tertarik dengan mereka semua " Tambah Illona lagi


Illona dan Luis duduk di kursi tak jauh dari nyonya Sarah. Emma yang melihat mereka pun menghampiri mereka dan ikut duduk di sana.


" Kak sebaiknya kau bersama kak Emma saja, tidak usah mengikuti ku " Seru Illona


" Tidak bisa " Sela Luis

__ADS_1


" Kau membuat kak Emma cemburu kak " Seru Illona


" Tidak, dia tidak akan cemburu apa lagi itu kamu. Ya kan honey? " Luis menggenggam tangan Emma


Emma tersenyum dan mengangguk membenarkan perkataan Luis. Ya, Luis sudah memberi tahu pada Emma saat mereka baru menjalin hubungan. Emma di larang cemburu pada dua orang wanita yang ada di dekat Luis. Wanita pertama adalah nyonya Sarah, ibu mereka. Dan wanita ke dua adalah Illona, Satu-satunya adik perempuan mereka. Hal itu juga berlaku pada istri istri dari kakak kakak nya yang lain.


" Aku tidak melihat Evan. Apa kak Emma melihat nya? " Tanya Illona pada Emma


" Evan tadi bersama Sari, ada yang mereka urus " Seru Emma yang tadi memang melihat Evan bersama Sari


Tak lama kemudian Evan yang di tanya oleh Illona pun datang. Evan membawa satu piring buah di tangan nya. Evan meletakkan piring berisi buah itu di hadapan Illona.


" Ayo makan ini dulu " Evan menyuapi Illona buah melon segar


" Ck kalian membuat ku iri saja " Seru Luis sesekali ia melirik Emma di sebelah nya


" Bilang saja kalau kau juga mau di suapin " Seru Evan


" Iya, kak Emma itu kode dari kak Luis " Timpal Illona


" Oh " Emma hanya menjawab 'oh ' saja. Tetapi ia tetap melakukan apa yang Luis mau. Emma mengambil alih garpu yang ada di tangan Evan dan menusuk buah yang ada di piring kemudian ia menyuapi Luis.


" Terima kasih honey " Seru Luis tersenyum dengan buah yang masih ada di dalam mulut nya


" Huh dasar kekasih ku ini tidak peka sekali sih. Masa harus di kode dulu sih baru bisa romantis dan perhatian. Masa ia kami yang pacaran kalah sama mereka berdua yang tidak pacaran " Gerutu Luis dalam hati, tapi bibir nya masih tersenyum dengan tangan menggenggam tangan Emma


Luis iri melihat Illona dan Evan yang selalu romantis. Ia sangat menyayangkan kenapa Illona dan Evan tidak memutuskan untuk berpacaran saja. Malah memilih hubungan tanpa status seperti itu. Namun ia menghargai keputusan mereka ber dua, karena semua itu ada alasan nya baik dari Illona maupun dari Evan sendiri.


✨✨✨


minta like nya ya

__ADS_1


__ADS_2