
Happy Reading
Pintu ruang ganti terbuka. Seorang wanita berpakaian OB terjatuh di depan pintu. Entah itu terjatuh sendiri apa sengaja di buat jatuh. Illona kasihan melihat wanita itu, ia melihat salah satu kru yang berbicara pada nya tadi.
" Mbak apa ini sering terjadi? " Tanya Illona dan wanita itu hanya mengangguk
" Kenapa kalian tidak melapor jika ada kejadian seperti ini? " Kesal Illona, ia beranjak dari duduk nya dan membatu wanita yang terjatuh itu untuk berdiri
Bukan mereka tidak mau melapor atau diam saja tapi mereka tidak mau membuat masalah dengan model arogan itu. Wanita itu sangat licik, jika ada yang melapor maka orang itu lah yang akan terkena batu nya. Ia sangat pandai memutar balikan fakta.
" Apa kau baik baik saja?" Tanya illona membantu wanita itu berdiri, wanita itu hanya menangis dalam diam entah apa yang sudah terjadi sebelum nya, tapi wanita yang terlihat masih mudah itu nampak tidak baik baik saja.
Saat Illona mencoba bertanya apa yang terjadi wanita itu hanya diam tidak berani berbicara. Ia melihat ke arah pintu di mana seorang wanita berdiri di sana, di lihat dari mata nya ia sangat ketakutan.
" Jangan takut, katakan apa yang terjadi? " Tanya Illona lagi namun wanita masih tetap diam.
" Baik lah jika kau tidak mau mengatakan nya, biar aku saja yang akan melaporkan ini pada bagian HRD, biar bisa di tindak lanjuti " Seru Illona
Wanita itu menahan tangan Illona dan menggelengkan kepalan nya dengan mata berkaca kaca.
" Kenapa? " Tanya Illona menaikan sebelah alis nya
" Ini tidak bisa di biarkan, biar pelaku penindasan ini mendapat hukuman nya. Jika di biarkan maka dia akan semakin menjadi dan banyak lagi korban lain nya " Illona menatap wanita yang berdiri di depan pintu itu, Illona tahu pasti wanita itu pelaku nya. Dan Illona tahu siapa dia, dia tidak pernah berubah dan selalu membuat masalah.
" Siapa kau, berani ikut campur urusan orang. Sok jadi pahlawan " Sarkas wanita itu dengan tangan terlipat di bawah dadaa.
" Siapa aku itu tidak penting. Yang jelas ini sangat keterlaluan dan pelaku harus di hukum " Seru Illona
Terjadi lah adu mulut antara Illona dan wanita itu.
__ADS_1
" Berhenti bersikap sok berkuasa, jika kau tidak mau hengkang dari sini. Sudah berapa banyak orang yang kau tindas, hah? Apa tidak cukup kau memfitnah seseorang sampai dia di keluarkan? " Tanya Illona
" Bukan urusan mu " Ketus wanita itu
" Karena kejadian ini ada di depan mata ku, maka aku tidak bisa tidak ikut campur "
" Kau pikir kau bisa semudah itu melawan ku. Kau tidak tahu aku ini sangat penting dan di butuhkan di sini. Mereka tidak akan percaya pada mu. Jadi lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku yang akan melaporkan kau yang tidak berkepentingan ini pada pihak keamanan untuk menyeret mu ke luar dari sini " Sombong nya, ia mengira jika Illona hanya orang luar yang entah untuk apa berada di sana karena ia tidak pernah melihat Illona selama ini berkeliaran di sana sebagai karyawan perusahaan itu.
" Siapa kau, kau hanya model kecil belum ada apa-apa nya. Untuk apa aku takut " Tantang Illona
" Kau " Geram nya, ia mengeraskan rahangnya karena kesal Illona merendahkan nya
" Apa? " Illona masih menantang
" Kau " Ia melayangkan tangan nya hendak menampar pipi Illona, namun dengan cepat Illona menangkap tangan wanita itu yang hampir mengenai pipi nya.
" Tangan mu tidak pantas menyentuh ku " Illona menghempaskan tangan nya dengan kasar, namun tiba-tiba tidak ada angin tidak ada hujan wanita itu terjatuh ke lantai dengan kepala menunduk. Padahal Illona hanya menghempaskan tangan nya saja.
Illona terkejut dengan apa yang di lakukan wanita itu, bukan hanya Illona saja yang terkejut tapi orang orang yang dari tadi menyaksikan mereka berdebat juga ikut terkejut dengan drama tiba-tiba itu.
" Ada apa ini? " Tanya seseorang yang baru saja masuk
Semua orang menoleh ke sumber suara dan mendapatkan Marcello, bos mereka berada di sana. Sekarang Illona paham kenapa wanita itu tiba-tiba bertingkah seperti itu ternyata karena ada Marcello yang datang. Bagus sekali aktingnya pikir Illona.
" Baik lah aku akan menyempurnakan akting mu " Gumam Illona dalam hati, ia menyeringai
" Apa yang terjadi? " Tanya Marcello lagi
Tidak ada yang menjawab, wanita itu sesegukan menangis karena sudah tersakiti. Ia berdiri dengan sedikit kesusahan. Melihat itu membuat Illona berdecih.
__ADS_1
" Rosa, katakan apa yang terjadi? " Tanya Olivia yang tadi juga baru datang bersamaan dengan Marcello dan Viona. Ia bertanya pada wanita itu yang bernama Rosa.
Marcello datang ke sana karena ingin menyusul Illona, sebelum pergi Illona sudah mengirim pesan pada Marcello jika ia akan keluar untuk jalan jalan sebentar. Marcello yang sudah tahu kemana tujuan Illona, setelah meeting ia langsung menghampiri Illona.
Sedangkan Viona dan Olivia mereka tadi nya akan mengontrol kegiatan pemotretan. Kebetulan bertemu dengan Marcello jadi mereka masuk bersama-sama.
" Miss Elsa, aku tidak tahu kenapa gadis ini menampar ku. Padahal aku hanya bertanya dengan baik baik, kenapa dia bisa masuk ke dalam sini. Karena hanya karyawan yang boleh masuk ke dalam. Tapi dia tidak Terima dan malah menampar ku " Adu nya mendramatisir
Plakkk
Suara tamparan sangat nyaring terdengar. Semua terdiam dan tercengang melihat itu. Illona benar-benar menampar wajah Rosa sangat keras sehingga wajah putih Rosa memerah.
" Ya tadi aku menampar nya seperti itu, apa kalian melihat nya? Apa saat kalian masuk kalian mendengar suara tamparan sama seperti tadi yang baru saja aku lakukan? " Tanya Illona pada Marcello, Olivia dan Viona dan mereka bertiga kompak menggelengkan kepala
" Ah sayang sekali kalian tidak melihat dan mendengar nya. Bagaimana dengan kalian, apa kalian juga tidak mendengar dan melihat? " Illona bertanya pada orang orang di sekeliling dan mereka juga menggelengkan kepala
" Apa perlu aku mengulanginya, biar kalian bisa melihat dengan jelas? " Tanya Illona tanpa menunggu jawab Illona langsung menampar pipi Rosa sekali lagi kali ini di sisi yang lain. Jadi sekarang ke dua pipi Rosa sudah memerah terkena tamparan Illona.
Plakkk
" Bagaimana apa sekarang kalian sudah melihat dengan jelas? " Tanya Illona
" Apa? Kalian belum melihat nya dengan jelas? " Illona menjawab pertanyaan sendiri dengan nada bertanya " Baik lah aku akan mengulangi nya sekali lagi " Seru Illona menyeringai
" Sudah cukup " Teriak Rosa yang tidak mau kena tamparan panas dari Illona lagi
bersambung...
πΌπΌπΌ
__ADS_1
minta like nya ya