Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
Siapa dia?


__ADS_3

Happy Reading


Hari ini Illona memutuskan untuk pulang saja. Ia sudah merasa jauh lebih baik walaupun ia belum sembuh total. Ia tidak mau menyusahkan Marcello lebih lama, ia juga kasihan melihat Marcello yang juga butuh istirahat. Selama Illona berada di rumah sakit, Marcello menjaga nya dengan baik. Waktu istirahat nya berkurang bahkan hampir tidak ada.


Setelah mendapat izin dari dokter, siang ini juga Illona dan Marcello akan kembali ke Jakarta. Sekali lagi Marcello menyakinkan Illona dengan keputusan nya yang kekeh ingin pulang.


" Apa kau yakin, Kau sudah baik baik saja? " Tanya Marcello dan Illona mengangguk mantap


" Aku sudah sembuh, cukup istirahat di rumah saja " Illona mengemasi barang barang nya


" Baik lah " Marcello menghela napas pasrah


Luka lebam pada wajah Illona sudah menghilang, hanya tinggal menghilangkan luka goresan saja. Itu pun sudah hampir sembuh karena obat yang di berikan dokter obat yang paling bagus. Luka pada bagian tubuh yang lain nya juga sudah jauh lebih baik.


Illona juga sudah mendapat kaca mata baru yang di bawakan oleh Viona beberapa hari yang lalu saat ia kembali ke sana untuk melihat keadaan Illona.


Marcello menepati kan mobil nya di area parkir sebuah restoran. Sebelum pulang ia mengajak Illona untuk makan siang terlebih dahulu. Sengaja Marcello memilih tempat duduk yang menghadap taman kecil milik restoran itu, ia tahu Illona pasti senang berada di luar karena hampir satu minggu suntuk berada di dalam ruangan terus.


Tebakan Marcello benar, nampak wajah Illona senang memandang taman kecil itu, di mana di tengah-tengah ada air mancur dengan patung putri duyung dan di sekeliling nya di penuhi oleh bunga aster beraneka warna.


Pelayan datang memberi daftar menu dan berdiri sigap di samping Marcello dengan memegang buku kecil dan pena untuk mencatat pesanan mereka. Pelayanan itu pun pergi setelah mencatat pesanan mereka.


" Aku ke toilet dulu sebentar " Pamit Illona dan di angguki Marcello


Illona meletakkan ponsel nya di atas meja dan meninggalkan Marcello. Marcello melihat Illona yang sedang bertanya letak toilet pada seorang pelayan dengan tersenyum. Baru saja Marcello ingin mengambil ponsel Illona, namun gerakan tangan nya terhenti karena ada suara wanita yang memanggil nama nya.


" Cello "


Marcello menoleh dengan malas, ia masih ingat suara itu.

__ADS_1


" Astaga Cello, akhirnya aku bisa bertemu dengan mu juga " Seru wanita itu tanpa permisi ia langsung duduk di depan Marcello tempat di mana Illona duduk tadi


" Tak sia sia aku datang ke sini. Kita memang jodoh. Tak bertemu di Jakarta tapi kita bertemu di sini. Kau tahu aku sudah berulang kali datang ke kantor mu untuk menemui mu, tapi kau selalu tidak ada " Oceh wanita itu dengan manja, Marcello diam saja tidak menanggapi.


" Cello kau sedang apa di sini? Cello kau tahu aku sangat merindukanmu. Apa kau juga merindukan ku? " Tanya wanita itu ingin memegang tangan Marcello, namun dengan cepat di tepis oleh Marcello.


Rasa nya Marcello ingin muntah melihat tingkah wanita di hadapan nya ini. Tidak tahu malu, bertingkah manja seperti mereka memiliki hubungan spesial saja.


" Cello " Lirih wanita itu ketika tangan nya di tepis


" Cello, aku kembali untuk mulai hubungan yang baru dengan mu. Aku minta maaf atas kesalahan ku dulu. Sungguh aku sangat mencintaimu, aku yakin kamu juga pasti masih mencintai ku juga kan " Ucap wanita itu dengan wajah sedih penuh sesal


" Cinta? Omong kosong " Marcello tersenyum miring menatap wanita di hadapan nya dengan menyenderkan punggung nya di kursi dan ke dua tangan nya terlipat di atas perut


Marcello sangat tahu apa alasan wanita itu ingin kembali pada nya. Wanita ular ini sangat licik, dulu Marcello memang mencintai nya. Marcello selalu menuruti semua keinginan wanita itu, ia selalu tutup mata dan telinga saat sahabat nya menasehati dan memberi tahu keburukan wanita itu. Tapi kali ini ia tidak mau tertipu lagi untuk yang ke dua kali nya.


Wanita itu tega bermain di belakang nya, padahal ia sudah setia dan menghabiskan banyak uang demi membahagiakan wanita itu. Wanita itu berselingkuh dengan alasan Marcello yang jarang memiliki waktu untuk nya dan pria selingkuhan nya jauh lebih kaya dari Marcello kala itu.


" Ya, aku benar-benar mencintaimu. Karena itu lah aku ingin kembali pada mu. Beri aku satu kesempatan lagi untuk membuktikan jika aku benar-benar mencintaimu " Ucap nya sungguh-sungguh


" Bagaimana dengan Defri? " Marcello bertanya dengan menaikkan sebelah alis nya


" Aku sudah meninggal kan nya. Dia menipu ku, dia memaksa ku untuk ikut bersama nya. Dan aku sangat menyesal karena sudah percaya dengan kata-kata manis nya dulu sehingga meninggalkan mu " Sesal wanita itu mendramatisir


" Cih, di sini kau lah yang penipu bermulut manis. Akting mu sungguh luar biasa, harus nya kau menjadi artis dan memenangkan Piala oskar " Cibir Marcello dalam hati


" Aku tahu kau masih mencintai ku " Ucap wanita itu menatap Marcello


Marcello menatap wanita itu dengan alis yang tinggi sebelah. Heran dari mana datangnya pemikiran wanita itu.

__ADS_1


" Aku tahu itu. Terbukti sekarang kau masih belum juga memiliki kekasih. Padahal sudah tiga tahun kita berpisah dan selama itu pula kau masih sendiri. Aku sangat terharu kau menjaga hati mu untuk ku " Papar wanita itu tersenyum senang


" Aku sendiri bukan karena menjaga hati ku untuk mu. Tetapi menjaga hati ku untuk gadis yang tepat " Ketus Marcello


Illona yang baru ke luar dari toilet melihat ada seorang wanita yang duduk di hadapan Marcello.


" Bicara dengan siapa dia? " Gumam Illona melihat punggung wanita yang duduk membelakangi nya


Illona tetap berjalan mendekati Marcello dan duduk di samping Marcello. Makanan pesanan mereka baru saja di antar oleh seorang pelayan. Illona langsung mengambil gelas berisi jus jeruk pesanan nya dan meminumnya.


Illona meletakkan gelas setelah puas minum dan melihat ke dua orang yang juga melihat nya dengan pandangan berbeda.


" Maaf sudah membuat mu menunggu lama " Ucap Illona


" Tidak, ini juga makanan nya baru datang " Ucap Marcello lembut


" Cello siapa dia? " Tanya wanita itu menelisik penampilan Illona


Illona dan Marcello kompak melihat wanita yang ada di hadapan mereka.


" Dia kekasih ku " Jawab Marcello santai, ia menatap Illona dengan pandangan teduh tidak seperti ia melihat wanita yang ada di depan nya


" Kekasih? "


Illona sama terkejutnya dengan wanita itu.


bersambung....


❄❄❄

__ADS_1


minta like nya ya


__ADS_2