
Happy Reading
Marcello memundurkan waktu kencan nya bersama Illona, yang tadi nya mereka akan bertemu di pagi menjelang siang di undur ke sore hari.
Karena Marcello sedang berada di Paris jadi kakek Janshen meminta Marcello untuk mengunjungi hotel mereka yang ada di sana. Memantau keada hotel dan memantau kinerja karyawan secara langsung.
Dulu saat Marcello masih kuliah, hotel itu di pegang oleh Marcello. Ia bekerja sambil kuliah, hal itu sama sekali tidak mengganggu konsentrasi nya. Karena Marcello memiliki otak yang pintar dan ia pandai membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan.
Setelah lulus kuliah Marcello kembali ke tanah air, ia mengurus perusahan milik ayah nya dan kadang-kadang ia juga membatu mengurus perusahaan milik kakek Janshen. Dan hotel ini sekarang di percayakan pada orang kepercayaan kakek Janshen untuk mengelola nya.
Sore hari yang di tunggu pun tiba, Marcello mengendari mobil sendiri kali ini karena ia akan pergi berkencan dengan Illona dan ia tidak mau kebersamaan nya dengan Illona terganggu.
Kini Illona dan Marcello sudah berada di salah satu tempat wisata di kota Paris. Mereka mengunjungi seine river yang merupakan spot terbaik untuk menikmati indah nya Paris.
Illona dan Marcello memilih untuk makan malam di restoran terapung sungai seine. Mereka makan sambil menikmati indah nya suasana malam di sana.
" Apa kau sering datang ke sini? " Tanya Marcello
" Tidak juga, hanya beberapa kali "
" Dengan siapa, apa dengan pacar mu dulu. Tempat ini kan sangat romantis untuk di kunjungi para pasangan kekasih "
" Tidak, aku dulu ke sini bersama kakak kakakku "
" Bagaimana dengan Evan? " Ada sedikit nada cemburu di sela pertanyaan nya
" Pernah sekali "
" Berdua? "
" Ya " Illona melihat wajah Marcello yang sedikit aneh ia pun kembali melanjutkan " Saat itu kami ada pekerjaan tak jauh dari sini, selesai bekerja kami mencari tempat untuk makan dan restoran ini lah yang paling dekat. Kau tahu setiap datang kemari aku selalu memesan makan yang sama "
" Kenapa? "
" Karena makaroni ini sangat enak, kau mau coba? " Illona menunjukkan makaroni milik nya
Marcello melihat makaroni di depan Illona, ia sama sekali tidak tertarik karena ia bukan pecinta pasta. Namun karena Illona sudah menawari, ia pun mengangguk menerima tawaran Illona. Dengan segera Illona menyuapi Marcello.
__ADS_1
" Akkkk " Illona menyodorkan satu sendok makaroni di depan mulut Marcello dan Marcello membuka mulut nya menerima suapan dari Illona
" Bagaimana? Enak kan? " Tanya Illona antusias menunggu reaksi Marcello
Selesai mengunyah dan menelan makaroni itu baru Marcello bersuara.
" Hmm, enak... karena makan langsung dari tangan mu dan apa pun itu jika kamu yang menyuapi pasti makanan itu akan terasa enak "
" Makaroni di sini memang enak Cello, kau jangan menggombali ku " Illona memasukkan satu sendok makaroni ke dalam mulut nya sendiri
" Aku tidak sedang menggombal. Aku serius "
" Ya terserah pada mu. Seperti nya kau ini pandai sekali menggombal. Sudah berapa banyak gadis yang kau gombali? " Seru Illona
" Tidak ada "
" Benarkah? "
" Ya "
Selesai makan mereka berjalan jalan di pinggiran sungai. Marcello menggenggam tangan Illona sepanjang mereka jalan. Mereka duduk tak jauh dari sungai. Kerlap kerlip lampu kota terlihat sangat cantik.
" Aku juga senang " Marcello mengelus tangan Illona yang masih ia genggam
" Lona "
" Hmm "
" Apa boleh aku mencium mu? " Tanya Marcello dan membuat Illona terdiam
" Apa apaan kau ini, kenapa meski bertanya dulu sih. Kalau mau cium ya cium saja kenapa harus tanya. Apa kau tahu dengan kau bertanya itu malah membuat ku semakin malu " Gerutu Illona dalam hati, wajah nya kini sudah memerah karena malu. Beruntung di tempat mereka duduk pencahayaan nya tidak terlalu terang sehingga tidak menyoroti wajah nya yang merah seperti ceri.
" Lona " Panggil Marcello karena tak ada sahutan dari Illona, Marcello mengira Illona marah. Ia pun menggeser tubuhnya menghadap Illona
" Maaf, jika tidak boleh tidak apa apa "
" Kenapa? " Tanya Illona
__ADS_1
" Kenapa apa nya? " Tanya Marcello bingung
" Kenapa kau harus bertanya dulu? " Illona menunduk kan kepalan nya karena malu
" Aku harus meminta izin dulu, aku tidak mau kau marah karena mengambil ciuman mu tiba-tiba " Seru Marcello yang ternyata ia hanya mau mendapatkan izin terlebih dahulu dari sang pemilik
Marcello memegang ke dua pundak Illona dan kembali bertanya " Apa kau mengizinkan? "
Illona mengangguk tanda memberi izin. Marcello tersenyum namun ia tak langsung menjalankan aksi nya. Ia hanya menatap Illona yang masih menundukkan kepala.
Karena tidak ada pergerakan dari Marcello, Illona pun memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya nya melihat Marcello di depan nya yang masih menatap nya.
Ke dua mata mereka saling menatap, dengan perlahan Marcello mendekatkan wajah nya ke wajah Illona. Wajah mereka sudah sangat dekat hanya menyisakan beberapa centi saja. Hangatnya napas masing-masing dari mereka bisa meraka rasakan. Marcello sedikit memiringkan wajah nya dan kini bibir mereka sudah saling menempel.
Illona memejamkan mata nya, jantung nya berdetak sangat kencang. Ini akan menjadi ciuman pertama nya. Selama ia berpacaran dengan mantan kekasih nya terdahulu ia tidak pernah melakukan kontak fisik. Ia selalu membatasi.
Sesaat Marcello *****@* bibir Illona, Marcello menyadari jika Illona belum berpengalaman dalam hal berciuman. Illona hanya diam saja tidak membalas. Marcello tersenyum senang menyadari jika ia pria pertama yang melabuhkan bibir nya di bibir Illona.
Marcello melepaskan tautan bibir nya saat Illona memukul dada nya. Illona menghirup untuk sebanyak-banyaknya, pasokan oksigen di dalam paru-paru nya sudah terkuras habis.
" Kau ingin membunuh ku? " Kesal Illona
" Siapa yang ingin membunuh mu? Seharusnya nya kau bernapas. Dan kenapa kau hanya diam saja tadi, kau harus membalas nya sayang " Marcello mengelus wajah Illona dengan lembut
Illona tersipu malu mendengar Marcello menyebutkan kata 'sayang'. Entah mengapa ia bisa jadi salah tingkah seperti ini. Ini bukan seperti diri nya.
" Maaf, aku belum berpengalaman " Lirih Illona membuat Marcello melebarkan bibir nya
" Aku akan mengajari mu " Seru Marcello
Marcello kembali mendekatkan wajah nya " Bernapas sayang " Seru Marcello sebelum kembali *****@* bibir ranum Illona.
stop ah lagi puasa
bersambung dulu ya lanjut besok...
❄❄❄
__ADS_1
minta like nya ya guys