
Happy Reading
Sangat jarang sekali Marcello turun langsung untuk melihat karyawan nya bekerja. Sehingga saat melihat Marcello yang datang membuat Rosa ingin mencari kesempatan untuk mencari perhatian pria tampan itu. Apa lagi ia tahu Ivanka yang mengklaim bahwa Marcello adalah kekasih nya kini sudah tidak terlihat lagi batang hidung nya semenjak kasus nya bermunculan. Ia beranggapan jika hubungan mereka sudah selesai dan ia memiliki kesempatan untuk mendapatkan Marcello.
" Tuan Cello, lihat lah perempuan ini sangat lancang dan tidak ada sopan santun nya sama sekali. Dia berani menampar seorang model One Entertainment yang sangat berharga di hadapan banyak orang " Adu Rosa dengan tangan masih memegang pipi nya yang merah karena tamparan Illona
" Apa yang sebenar nya terjadi? " Marcello menuntut jawaban
" Dia " Tunjuk Rosa pada Illona " Perempuan tidak tahu malu ini, dia datang ke sini dan mengacau di sini " Rosa menatap Illona dengan sinis
" Aku sudah meminta nya untuk pergi dari sini dengan baik baik, tapi dia tidak mau dan malah menampar ku. Dia juga berbuat kasar pada karyawan kita " Tambah nya lagi menunjuk wanita berpakaian OB yang terlihat sedikit berantakan
Illona menaikkan sebelah alis nya mendengar kebohongan Rosa. Ia tahu kenapa semua orang hanya diam saja tidak melaporkan perlakuan buruk Rosa, ternyata wanita ular ini sangat pandai membual. Ia bisa membuat skenario dengan cepat dan cara nya menyampaikan sangat menyakinkan. Illona harus memberi apresiasi atas akting Rosa yang sangat bagus, seharusnya Rosa menjadi aktris saja dan mendapatkan penghargaan.
Illona bertepuk tangan dan tertawa
" Kau sangat pandai sekali berbicara ya " Seru Illona
" Oh ya ampun aku baru ingat, bukankah kau ini teman nya si pencari itu? Apa jangan jangan kau datang ke sini untuk mencuri juga sama seperti yang di lakukan oleh teman mu itu? Apa dia mengatakan jika di sini banyak sekali barang yang bagus dan mahal yang bisa di curi? " Tuduh Rosa ketika ia mengingat wajah Illona
" Tuan sebaik nya anda cepat panggil petugas keamanan dan usir perempuan pencuri ini, jangan sampai ia semakin membuat kacau di sini dengan banyak nya barang yang hilang " Seru Rosa mencoba memprovokasi Marcello yang hanya diam saja
Marcello mengeraskan rahang nya dan mengepalkan tangan nya, berusaha untuk meredam emosi. Rosa sangat senang melihat itu, ia pikir Marcello sudah termakan omongan nya dan marah pada Illona dan akan mengusir Illona.
" Sana pergi sebelum kau di seret paksa untuk ke luar dari sini oleh para petugas keamanan " Usir Rosa angkuh
__ADS_1
Wajah Marcello sudah memerah, ia sangat marah. Ia tidak suka ada orang yang mengatai Illona.
" Oliv urus semua ini " Tegas Marcello yang maksud perkataan nya itu tertuju pada Rosa
" Tu.. Tuan dia tidak salah " Seru wanita OB itu gugup, ia takut takut untuk membela Illona. Tapi itu harus ia lakukan, meskipun Rosa mengancam nya untuk tidak mengadu. Ia akan merasa bersalah jika orang lain yang tidak tahu apa apa terkena masalah apa lagi tadi Illona bertengkar karena sudah membela nya, jadi ia harus membela Illona juga.
Melihat Marcello yang diam seolah memberi nya kesempatan untuk bicara, wanita itu kembali berkata.
" Bukan kakak ini yang memulai, tapi dia " Tunjuk nya pada Rosa. Membuat Rosa melototi nya, tapi wanita itu tetap melanjutkan bicara nya dan menceritakan semua nya dari awal sampai terjadi keributan ini. Dan tanpa di duga yang lain nya pun ikut bersuara untuk membenarkan apa yang ia katakan.
" Oliv " Seru Marcello
" Baik " Tanpa Marcello katakan pun Olivia tahu apa yang harus ia lakukan
" Urus sampai tuntas " Setelah mengatakan itu Marcello menarik tangan Illona dengan lembut dan membawa nya ke luar
Olivia membawa Rosa ke ruangan nya
" Miss Elsa percaya lah pada ku, aku tidak melakukan itu " Rosa berusaha meyakinkan Olivia. Miss Elsa adalah nama panggilan Olivia di sana, karena ia sangat dingin.
" Perempuan itu sekongkol, pasti ia sengaja ingin menjatuhkan ku "
" Diam " Bentak Olivia membuat Rosa seketika terdiam
" Kau berurusan dengan orang yang salah " Seru Viona yang sedari tadi hanya diam menyimak saja. Rosa menoleh pada Viona yang ada di sebelah nya dengan alis menyatu.
__ADS_1
" Persiapan diri mu " Viona mengibas baju Rosa seakan membersihkan nya dari debu kemudian ia berlalu meninggal kan Rosa bersama Olivia yang sudah berada di depan pintu ruangan Olivia.
Rosa menjadi pucat, ia tahu apa yang di maksud kan oleh Viona. Jika sudah masuk ke dalam ruangan Olivia pasti akan mendapatkan berita buruk. Sebelum nya ia sudah mendapat surat peringatan dari Olivia karena kasus nya dengan Ana. Di mana ia sudah memfitnah Ana hingga Ana di keluarkan.
Tidak ada nya Ana dan saingan yang berat. Menjadikan Rosa sebagai satu-satunya model andalan di sana. Sehingga membuat Rosa besar kepala. Namun mulai sekarang ia tidak bisa lagi sombong, karena Olivia membatalkan kontak nya. Tentu itu semua atas perintah dari Marcello.
Marcello tidak perduli dengan pinalti yang akan ia keluarkan karena sudah membatalkan kontrak sebelum Rosa menyelesaikan pekerjaan nya. Yang terpenting orang seperti Rosa sudah tidak ada lagi di perusahaan nya. Dan ia juga membuat Rosa tidak di lirik oleh agensi nama pun. Marcello mem blacklist nama Rosa.
Rosa yang tadi nya ingin mendekati Marcello dengan mengambil simpati Marcello malah membuat ia terdepak dari sana bahkan karirnya terancam akan segera hancur.
Sedangkan di sisi Illona dan Marcello, kini mereka sudah kembali ke ruangan Marcello.
" Sayang setelah ini kau mau kemana? " Tanya Marcello yang sudah duduk di kursi kerja nya
" Bagaimana kalau kita pulang ke rumah mu saja? Aku ingin bertemu dengan calon mertua " Usul Illona tersenyum
" Baik lah, kalau begitu tunggu aku sebentar lagi ya. Aku akan menyelesaikan satu berkas ini " Seru Marcello menaikan berkas yang ada di tangan nya menunjukkan pada Illona
Illona mengangguk dan ia duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya. Illona menyibukkan diri nya dengan mendesain pakaian di aplikasi yang ada di ponsel nya. Illona sedang menyempurnakan desain baju pengantin nya. Di hari pernikahan nya nanti ia akan memakai gaun pengantin buatan nya sendiri. Ia harus menyelesaikan nya secepat mungkin, karena pernikahan mereka masih tinggal dua minggu lagi. Setelah selesai dan di rasa sudah cukup, Illona langsung mengirimkan hasil desain nya ke e-mail karyawan nya untuk segera di jahit.
Tiga puluh menit kemudian Marcello sudah selesai dengan pekerjaan nya. Mereka langsung pulang ke rumah utama keluarga Marcello. Dan kedatangan mereka di sambut baik oleh semua orang.
bersambung....
πΌπΌπΌ
__ADS_1
minta like nya ya
susah banget lulus reviewnya