Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
Part~26


__ADS_3

Part~26


***


Bella merinding ketika melihat foto itu. Tangan bergetar hebat melihat Iqbal ada di dalam foto yang memperlihatkan sebuah pelecehan terhadap Billa sedang dilakukan di sana.


Lalu tiba-tiba Iqbal datang, dan dengan cepat Bella menyembunyikan foto itu.


“Bella, kenapa kamu masuk kedalam? Kenapa tidak tunggu diluar sana? Bagaimana jika sesuatu terjadi kepada kamu? Apa kamu baik-baik saja?” tanya Iqbal.


Dengan tangan yang masih bergetar ketakutan Bella berusaha bersikap biasa saja di depan Iqbal, walaupun sesungguhnya ia sangat takut saat melihat Iqbal.


“Aku baik-baik saja,” jawab Bella sembari menyembunyikan foto yang ia dapatkan itu.


“Ayo kita segera keluar dari sini,” ajak Iqbal sambil menggenggam tangan Bella.


Bella dengan cepat melepaskan tangan Iqbal dan berkata, “Aku bisa sendiri. Kamu tidak perlu repot-repot melakukan hal itu.” Walaupun dengan langkah yang berat Bella bersikeras untuk tidak menerima bantuan dari Iqbal.


Iqbal yang melihat perubah sikap pada Bella pun mulai merasa aneh, dan bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Setelah Iqbal dan Bella keluar dari kamar itu beberapa orang pun masuk dan mulai memeriksa serta membersihkan semua kekacauan itu.


Setelah semua sudah beres Iqbal dan Bella kembali masuk kesana.


“Hah, gara-gara semua kekacauan ini makanan kita menjadi kotor. Tapi tidak papa, aku akan buatkan yang baru,” ucap Iqbal kembli memasak.


Bella hanya diam saja dan tak mendengarkan apa saja yang dikatakan oleh Iqbal, kemudian tiba-tiba Bella pergi ke kamar mandi tanpa mengatakan apa pun kepada Iqbal.


“Kenapa dia pergi begitu saja? Ada apa dengannya? Ada dia sangat syok setelah kejadia tadi? Ya, aku bisa mengerti dia pasti sangat terkejut. Apa dia akan baik-baik saja?”


***


Bella mengunci dirinya di kamar mandi dan hanya bisa menangis tersedu-sedu. Ia tak bisa menerima kenyataan jika Iqbal terlihat dalam kasus pelecehan yang dialami Billa.


“Bagaimana ini mungkin terjadi? Bagaimana?” Bella yang frustrasi hanya bisa mengacak-acak rambutnya sambil terus menangis.


“Bagaimana mungkin orang yang aku percaya, ternyata dia ada hubungannya dengan pelecehan yang saudaraku dapatkan. Aku tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi? Di dalam foto itu jelas terlihat David dan Iqbal tengah bersama, dan disitu juga ada Billa yang ….” Bella yang tak sanggup lagi melanjutkan kalimatnya hanya bisa menangis terisak-isak.


Sedang dari luar pintu kamar Iqbal terus mengetuk pintu berharap mendapatkan jawaban dari Bella. Sudah lama Bella berada di kamar mandi, dan hal itu membuat Iqbal merasa khawatir.


“Bella, apakah kamu baik-baik saja didalam sana?” tanya Iqbal.


Tak ingin membuat Iqbal merasa curiga, Bella pun menjawab panggilan itu. “Ya, ya. Aku baik-baik saja, aku hanya sedang berurusan dengan masalahan pencerahan,” jawab Bella.


“Oh. Itu menjijikkan. Baiklah, kalau begitu aku harus pulang sekarang karena ada beberapa urusan. Aku sudah siapakan makanan baru untukmu, setelah urusanmu dengan WC selesai makanlah dan jangan lupa minum juga obatmu. Kamu dengar?”


“Ya. Akan aku lakukan.”


“Kalau begitu sampai nanti.”


“Sampai nanti.”


Beberapa saat kemudian tak ada lagi suara dari balik pintu. Mengetahui jika mungkin Iqbal sudah pergi, Bella pun keluar dari kamar mandi dan memeriksa setiap sudut ruangan dan untungnya Iqbal benar-benar sudah pergi.


“Syukurlah dia sudah pergi.”


Akhirnya Bella dapat bernapas dengan lega saat mengetahui Iqbal kini sudah pergi, dan saat Bella melihat makanan yang sudah Iqbal siapkan di meja dengan sangat indah Bella tampak sangat marah dan langsung melempar makanan itu hingga piring itu pecah berkeping-keping.


“Dasar penipu!” teriak Bella emosi.


Bella yang emosi langsung saja menghancurkan semua barang yang ada di hadapannya sambil terys berteriak histeris.


“Dasar penipu! Berani sekali dia bersikap layaknya teman, tetapi dari belakang dia menusukku. Dia bersikap baik kepadaku, tapi diam-diam dia menyembunyikan semua kebenaran ini. Kebenaran bahwa sesungguhnya dia juga terlibat dalam kasus ini! Aku benci Iqbal! Aku benar-benar membencimu Iqbal!” teriak Bella seketika melupakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Dengan hati yang masih panas sebuah ide muncul di kepala Bella untuk memberikan pelajaran kepada Iqbal.


“Sebenarnya aku tidak ingin melakukannya dengan cara ini, tapi setelah mendapatkan pengkhianatan ini aku tidak bisa tinggal diam. Aku harus memberikan dia sedikit pelajaran agar dia merasakan apa yang Billa rasakan.”


Bella mengambil ponsel dari kamarnya, kemudian menelpon seseorang dan memberikan perintah untuk memberikan Iqbal pelajaran malam ini di sebuah taman.


“Mungkin kali ini aku harus menggunakan cara kotor untuk memberikan kamu hukuman. Maafkan Iqbal, tapi inilah hukuman kamu karena sudah berani mengkhianati aku. Aku bukan Billa yang selalu diam saat di ganggu atau di lecehkan. Aku Bella! Aku berbeda.” Dengan menggenggam kuat ponsel di tangannya tatapan mata Bella benar-benar berubah. Saat itu Bella benar-benar tampak seperti orang lain.


***


Di rumah sakit David masih tak boleh pulang, karena lukanya belum juga sembuh dan di tambah luka yang ia dapatkan dari Iqbal tadi malam.


David merasa sangat marah kepada Iqbal dan berniat memberikan Iqbal pelajaran agar Iqbal bisa sedikit menghargai dirinya sebagai teman, tetapi dengan cepat Nathan mencegah hal yang ingin dilakukan David.


“Jangan macam-macam!” seru Nathan sambil mengupaskan buah untuk David.


“Jangan membela Iqbal!” seru David.


“Gue nggak membela siapa pun disini David, tapi mau bagaimana pun Iqbal itu tetap teman kita. Jadi lebih baik loe maafin aja dia,” ucap Nathan.


“Loe mungkin bisa maafin dia, tapi gue nggak! Dia mukul gue sampai babak belur begini cuman gara-gara cewek cupu itu! Waras nggak tuh dia?”


“Menurut gue dia waras aja. Lagian itu bukan keseluruhan salah Iqbal sendiri. Loe juga salah disini. Kenapa loe nampar Bella atas kesalahan kecil seperti itu?”


“Kok loe belain cewek itu juga sih? Sebenarnya apa sih yang spesial dari tu cewek cupu sampai-sampai dua sahabat gue belain dia?” tanya David.


“Loe bakal tau apa yang spesial dari cewek itu saat pintu hati loe udah terbuka,” jawab Nathan.


“Lebay! Gue bingung deh sama kalian berdua, kenapa kalian berdua sekarang jadi lemah sih? Mana Iqbal dan Nathan yang dulu? Mana? Kenapa kalian sekarang malah tidak bersemangat lagi mengganggu murid-murid itu?”


Mendengar pertanyaan David seketika Nathan langsung membanting piring bauh beserta pisau itu hingga berbunyi dengan keras.


“Jangan bawa-bawa aku lagi dalam hal gila itu! Aku tidak ingin lagi kembali ke dunia itu, karena aku sudah sadar semua hal itu salah. Akan lebih baik jika kamu juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan olehku dan Iqbal,” ujar Nathan kemudian meninggalkan David.


***


Bella sedang bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat, kemudian ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Iqbal yang mengatakan jika ia ingin bertemu dengannya di taman.


Bella hanya tersenyum kecil sampai ia melihat bayangannya sendiri di cermin. Tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi sedih.


“Ada apa denganku? Di satu sisi aku gembira dapat memberikan pelajaran kepada Iqbal, tapi kenapa di sisi lain aku merasa sedih? Air mata ini tidak pantas dia dapatkan! Tidak!” Bella menghapus air mata yang ada di wajahnya kemudian langsung berangkat ke taman untuk bertemu dengan Iqbal.


Malam ini Bella pergi menemui Iqbal dengan penampilan aslinya dan tanpa menyamar sebagai gadis cupu. Dengan cepat Bella berangkat menuju taman.


***


Suara barang-barang pecah terdengar dari kamar Kathryn terdengar. Suara-suara itu dibuat oleh Kathryn yang merasa takut serta marah dengan semua teror yang ia dapatkan beberapa hari belakangan ini.


“Siapa? Siapa? Siapa orang yang sudah berani meneror gue? Gue nggak terima ini! Gue bakal habisin orang itu dengan tangan gue sendiri. Awas aja loe!”


Kathryn yang tak ingin bekerja keras sendiri untuk mencari tahu siapa dibalik teror yang ia dapatkan pun menyewa seseorang untuk mencari tahu siaapkah dalang dibalik semua itu.


“Lihat aja, sebentar lagi gue bakal tanggap loe.”


***


Tak memperlakukan waktu lama akhirnya Bella sampai di taman tempat dimana ia dan Iqbal berjanji untuk bertemu. Saat Bella sudah sampai di sana, Bella melihat Iqbal sudah lebih dulu datang dan menunggu dirinya.


Bella melihat Iqbal dari jauh dengan tatapan mata sendu ia merasa tak ingin menyakiti Iqbal, tetapi di sisi lain ia harus melakukan itu.


Iqbal yang melihat Bella melambaikan tangan dari kejauhan sambil memasang senyuman lebar di wajahnya.


“Bella! Kesini!” teriaknya sambil melambaikan tangan pada Bella.

__ADS_1


Bella hanya memberikan senyuman palsu sampai tiba-tiba seseorang memukul kepala Iqbal dengan kayu hingga Iqbal jatuh ke tanah.


Melihat itu Bella sontak kaget dan berteriak. “Iqbal …!”


Bella yang mengkhawatirkan Iqbal langsung berlari kesana dan memeriksa kondisi Iqbal.


“Iqbal, kamu baik-baik saja?” tanya Bella dengan takut.


Tak ada jawaban apa pun dari Iqbal, dan itu membuat Bella semakin takut.


“Hey, kalian kenapa celakain Iqbal? Bukannya aku sudah bilang kalau kalian hanya harus menakuti Iqbal aja, bukan celakain dia! Kalian paham nggak sih?” Bella memarahi preman-preman yang ia kira mereka adalah orang-orang yang ia bayar untuk memberikan pelajaran kepada Iqbal tapi ternyata itu bukanlah orang yang Bella suruh.


Bella mendapatkan telpon dari orang-orang yang ia bayar dan mereka mengatakan jika mereka akan datang sedikit terlambat, lalu siapakah preman-preman yang ada di hadapannya saat ini?


“Siapa kalian?” tanya Bella berjalan menjauh dari para preman itu.


“Bagus ada cewek cantik nih. Kita dapat bonus bagus nih.”


“Siapa kalian? Kenapa kalian mau celakain Iqbal? Siapa yang suruh kalian?” tanya Bella.


“Kami akan beritahu, tapi kamu harus temani kita dulu untuk malam ini. Bagaimana?”


“Dasar sampah! Kalian jangan kurang ajar ya!”


“Cantik-cantik mulutnya kasar banget nih cewek. Yang gini-gini nih harus dikasih pelajaran biar sadar!” Preman itu tanpa ada rasa iba pun langsung menampar wajah Bella hingga Bella jatuh tersungkur ke tanah dan tangan Bella pun tanpa segaja menyentuh tangan Iqbal.


“Iqbal, kumohon sadarlah,” pinta Bella.


Lalu kemudian preman itu menjambak rambut Bella dan membuat Bella menangis kesakitan.


“Awwww … sakit,” rintihnya kesakitan.


“Bagus, bagus. Teruslah merintih dan memohon cantik.”


“Dasar berengsek! Lepaskan aku!” teriak Bella.


Bella terus berteriak meminta pertolongan, tetapi tak ada yang mendengarkannya hingga akhirnya Iqbal mendapatkan sedikit kesadaran dan berusaha dengan keras menolong Bella.


“Iqbal.” Dengan cepat Bella bersembunyi dibelakang Iqbal.


“Kamu baik-baik saja?” tanya Iqbal.


“Iya. Bagaimana dengan kamu? Kamu baik-baik saja?”


“Aku baik-baik saja. Kamu tunggu saja di sini, aku akan berikan preman sialan ini pelajaran.” Iqbal mendorong Bella agar menjauh dari area pertarungan itu.


Bella hanya melihat dengan takut saat Iqbal berkelahi dengan para preman itu. Bella terus berdoa demi keselamatan Iqbal dengan berlinang air mata, Bella berdoa untuk keselamatan Iqbal.


“Ya Tuhan, kumohon selamatkan Iqbal. Tolong, tolong, tolong …,” pintanya.


“Bella,” panggil Iqbal sambil tersenyum lebar karena sudah berhasil mengalahkan para preman itu.


Bella pun yang melihat itu ikut tersenyum, tetapi tiba-tiba raut wajah Iqbal berubah panik. Iqbal berlari dengan cepat kearah Bella, dan langsung memeluk Bella dengan erat dan memutar tubuh Bella hingga Bella dapat melihat salah seorang preman yang memegang batu di tangannya dan memukul kepala Iqbal dengan batu itu hingga darah pun mulai keluar dari kepala Iqbal.


Batu yang awalnya ditujukan untuk Bella, kini malah di dapatkan oleh Iqbal.


Melihat darah yang terus keluar Bella ketakutan dan hanya bisa berteriak dan menangis dengan penuh penyesalan.


***


Bersambung.


yuhu kembali lagi kita😎.maap yah bru up.banyak kerjaan soalnya😅

__ADS_1


Selamat membaca.jangan lupa like coment and vote aku,🤗😇


__ADS_2