Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
ada apa dengan mereka?


__ADS_3

Happy Reading


Di saat Illona dan Sari sedang berada di ruang tunggu. Mereka mendengar gosip tentang salah satu model yang di pecat karena ketahuan mencuri. Simpang siur mengenai cerita yang sebenarnya pun belum pasti. Ada yang mengatakan jika itu hanya fitnah saja ada juga yang percaya jika itu fakta.


Illona yang mendengar nama yang ia kenal saat orang orang menyebutkan nama tersangka pun langsung menajamkan pendengaran nya. Ia penasaran dengan cerita nya, namun karena tidak ada informasi yang jelas membuat Illona meninggalkan tempat itu.


" Sari, kamu cari tahu informasi mengenai kasus itu dan segera lapor ke saya " Seru Illona pada Sari yang berjalan di sebelah nya


Sari menoleh ke arah Illona dengan bingung " Hah "


Illona dan Sari sudah berada di sebuah ruangan, di sana sudah ada rekan kerja nya yang lain. Acara ini memiliki empat juri dan Illona salah satu nya. Illona duduk di kursi nya, ia hanya tersenyum kecil pada rekan kerja nya yang sudah duduk terlebih dulu di sana.


Setelah Sari mengurus semua kebutuhan Illona ia segera keluar ruangan. Ia akan menjalankan tugas dari Illona yang meminta nya untuk mencari informasi mengenai gosip yang berada. Ia bingung harus mulai dari mana dan seperti apa melakukan nya.


" Huh, apa mencari informasi itu termasuk pekerjaan seorang asisten? Kenapa juga ia ingin tahu masalah orang lain? " Gumam Sari " Lalu aku harus mulai dari mana? " Tanya nya lagi pada dirinya sendiri


" Haiss, sudah lah lebih baik aku keluar saja. Siapa tahu mendapatkan informasi di sana. Ck ternyata jadi seorang asisten itu tidak mudah " Gerutu Sari dan ia langsung berjalan menuju lobi


Di tempat Illona


Sebelum acara di mulai para juri sudah duduk di kursi masing-masing termasuk Illona. Mereka berbincang bincang mengenai para kontestan. Tiba-tiba pembicaraan mereka terhenti karena mendengar suara sapaan dari seseorang.


" Selamat sore semua nya " Terdengar suara yang cukup lembut dan mampu mengalihkan perhatian semua yang ada di sana


Semua orang menatap nya dengan ekspresi yang berbeda-beda. Illona melihat raut wajah rekan nya yang lain dengan mengangkat sebelah alis nya.

__ADS_1


" Siapa wanita ini? Dan ada apa dengan mereka semua? " Tanya Illona dalam hati


Tak ada satu pun di antara mereka yang mau beramah tamah dengan wanita itu. Mereka mengabaikan sapaan wanita tadi dan kembali melanjutkan obrolan mereka. Seakan wanita itu hanya angin lalu yang tidak penting. Illona pun acuh tidak mau tahu juga dengan apa yang terjadi.


Wanita itu tidak perduli dengan semua orang yang tidak membalas sapaan nya. Toh ia juga menyapa mereka hanya sekedar basa basi saja. Ia memilih duduk di kursi kosong yang berada di samping Illona.


" Hai " Sapa nya sok ramah pada Illona


Illona menoleh ke arah wanita itu dan tersenyum tipis. Kemudian ia kembali pada posisi semula duduk manis menunggu acara di mulai. Wanita itu kembali mencoba mengajak Illona berbicara.


" Hai, saya Ivanka. Senang sekali saya bisa bekerja bersama seorang model terkenal seperti mu. Aku pengemar mu " Seru wanita itu yang bernama Ivanka


" Ya " Jawab Illona singkat


" Saya juri tamu kali ini. Beruntung sekali saya menerima tawaran ini. Tadi nya saya menolak karena pekerjaan saya sangat padat. Tapi saya tidak menyesal sudah menerima tawaran ini yang akhirnya bisa membuat saya bertemu dengan idola saya " Seru Ivanka dengan sedikit menyombongkan diri nya


" Saya juga seorang model, berkat kerja keras saya selama ini. Saya berhasil go internasional, karena keberhasilan saya itu banyak yang iri pada saya " Seru Ivanka sambil melirik orang yang ada di samping Illona


" Cih, omong kosong " Orang yang ada di samping kiri Illona berdecih mendengar perkataan Ivanka yang menurut nya tidak penting sama sekali.


Illona hanya diam saja, ia tidak tahu ada masalah apa di antara mereka. Dan ia juga tidak ingin ikut campur karena ia tidak mengenal dekat dengan mereka. Walaupun ia sudah cukup lama bekerja dengan mereka sebagai sesama juri, tapi Illona tidak sedekat itu dengan semua nya. Illona membatasi diri tidak mau orang memanfaatkan nya lagi seperti sebelum sebelumnya.


Sepanjang jalan nya acara Illona di buat pusing dengan perdebatan orang yang ada di kiri dan kanan nya itu. Ia merasa terjepit berada di tengah tentang ke dua orang itu yang selalu beradu argumen.


Illona meminta bertukar tempat duduk pada yang lain, namun sama hal nya dengan Illona. Mereka juga tidak mau duduk di sana dan dengan terpaksa Illona duduk di sana samping acara selesai.

__ADS_1


Di dalam mobil, Illona menyenderkan punggung nya di kursi dan memijit pelipis nya yang terasa pening. Sari melihat itu dan ia bertanya.


" Apa anda sedang tidak baik baik saja, bu " Sari menyerahkan botol air mineral pada Illona


" Terima kasih " Ucap Illona mengambil alih botol itu dan langsung meneguk nya hingga air satu botol itu tandas tak bersisa.


" Sepertinya anda sangat kelelahan, bu " Seru Sari melihat botol yang sudah kosong di tangan Illona


" Hm, tolong bangunkan saya jika sudah sampai " Pinta Illona kemudian ia memejamkan mata nya mencoba untuk tidur


" Baik " Ucap Sari dan mengambil botol kosong di tangan Illona dan memasukkan nya ke dalam tempat sampah yang sudah di sediakan di dalam mobil


Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di butik. Sari membangun kan Illona dengan pelan. Illona membuka mata dan melihat depan butik nya. Ia pun turun setelah sari turun duluan.


Melihat hari yang sudah gelap Illona menyuruh Sari untuk pulang. Ia kasihan juga melihat penampilan Sari yang sudah kacau karena kelelahan.


" Kamu boleh pulang sekarang dan beristirahat di rumah. Pekerjaan mu untuk hari ini sudah selesai " Titah Illona melihat mata Sari yang sudah sayu


" Baik " Ucap Sari dengan senang, jujur saat ini yang ia butuhkan adalah kasur nya. Sari pun dengan segera berbalik arah menuju parkiran untuk mengambil kendaraan nya


Illona menggelengkan kepala dan masuk ke dalam butik. Karyawan yang melihat nya membungkuk kan sedikit badan tanda memberi hormat pada pemilik butik.


Illona hanya diam dan berjalan menuju anak tangga yang akan menuju ke ruangan nya. Ia sangat lelah dan malam ini ia akan kembali tidur di butik nya. Beruntung daerah itu memiliki keamanan yang baik, sehingga Illona tidak takut menginap di sana. Terkadang bukan hanya Illona saja yang tidur di butik, tukang jahit nya juga sering menginap jika pekerjaan mereka sedang banyak atau sedang di kejar dateline.


bersambung...

__ADS_1


❄❄❄


minta like nya ya


__ADS_2