Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
harus kuat


__ADS_3

Happy Reading


Sudah dua hari Illona mengurung diri di butik nya, ia tidak pulang ke rumah nya. Dan sudah dua hari juga ia tidak bertemu dengan Evan, Evan pulang ke rumah orang tua nya. Evan pulang bukan untuk menikah seperti apa yang ia katakan pada Illona tempo hari. Ia pulang karena memang sengaja untuk menjaga jarak dengan Illona, agar Illona terbiasa tanpa nya. Sekalian ia mengunjungi ibu nya yang memang sudah lama mereka tidak bertemu.


Evan duduk di bangku taman rumah orang tua nya, tatapan nya kosong. Ibu nya datang menghampiri dan duduk di samping nya. Evan tak menyadari jika ibu nya sudah duduk di samping nya.


Wanita paruh baya yang awet muda itu menghela napas. Ia meraih tangan Evan, menggenggam nya dan membawa ke pangkuannya. Evan menoleh ke samping dan tersenyum tipis.


" Apa kamu mencintai nya? " Tanya ibu nya menatap mata Evan


Evan mengangguk " Aku sangat menyayanginya "


" Jika kau mencintai nya kenapa kau menyerah? Bukan nya dia juga sangat mencintai mu? " Tanya ibu nya dengan lembut, ibu Evan sangat tahu apa yang sudah terjadi pada Evan, karena ia selalu memantau anak bungsu nya itu. Dan Evan pun selalu bercerita pada ibu nya.


" Tidak sesederhana itu bu " Evan menatap lurus ke depan " Masih ada yang lain di dalam diri ku yang harus aku sembuhkan dan aku tidak tahu harus berapa lama untuk menyembuhkan itu " Ucap nya dalam hati


Evan tidak akan menceritakan penyakit nya pada siapa pun. Ia kan menyimpan nya sendiri dan akan berusaha untuk sembuh sendiri. Ia tidak mau merepotkan orang lain. Ia akan melakukan dengan cara nya sendiri.


Ibu Evan hanya bisa memberi dukungan dan semangat untuk Evan. Ia akan mendukung apa pun yang Evan lakukan selama itu baik untuk Evan.

__ADS_1


" Jika kalian memang di takdir kan untuk bersama, kalian pasti akan bersatu. Kalian masih muda jalan kalian masih panjang " Ibu Evan mengelus punggung tangan Evan dan tersenyum hangat


 


Illona duduk di kursi kerja nya, ia berusaha fokus pada pekerjaan nya. Dua hari Illona tidak pulang, ia ingin mengalihkan pikiran nya dengan pekerjaan. Ia berharap dengan ia sibuk bekerja maka pikiran nya tentang Evan akan menghilang.


Illona mengambil ponsel nya, ia membuka aplikasi sosial media nya. Illona ingin memposting gaun rancangan terbaru nya di sana. Setelah selesai memposting gaun nya, ia membuka beranda nya dan jari lentiknya bermain di sana. Illona melihat akun Evan di sana, Evan memposting foto nya yang sedang duduk bersama seorang perempuan cantik. Entah siapa perempuan itu, Illona tidak tahu karena tidak ada caption apa apa di foto itu. Foto itu tidak mesra, namun terlihat senyuman di wajah Evan dan perempuan itu.


Illona meletakkan ponsel nya di atas meja, ia memejamkan mata nya. Illona berpikir jika perempuan itu pasti perempuan yang di pilih oleh ibu Evan untuk di jadikan menantu nya. Perempuan itu memiliki wajah yang sama seperti Evan, wajah dari keturunan wilayah yang sama, gadis itu sangat cantik menurut Illona.


" Kamu harus bisa Lona. Lupakan dia, biarkan dia menjalani hidup nya " Seru nya pada diri sendiri


Namun Lona tetap lah Lona. Ia masih belum bisa menghilangkan Evan dari dalam hati nya.


Ya, sebelum pergi Evan berpesan pada nya. Agar ia move on dan berbagai. Ia akan marah jika Illona lemah dan menangis seperti ini. Jika Illona tidak bahagia maka ia juga tidak akan bahagia. Jika Illona sedih maka ia juga akan sedih.


Illona menarik napas panjang dan perlahan mengeluarkan nya melalui mulut, ia lakukan berulang kali hingga ia tenang. Setelah merasa cukup tenang Illona kembali mengambil ponsel nya dan kembali melihat postingan Evan. Illona mengklik lambang hati di sana dan lambang itu berubah warna menjadi merah.


Illona melihat jam di dinding ruangan nya. Sudah waktunya untuk ia pergi ke One Entertainment, hari ini ia ada jadwal mengisi acara di sana. Selama Evan tidak ada maka Sari lah yang akan mengantikan Evan menjadi asisten nya.

__ADS_1


Sebenarnya Sari sangat kelabakan melakukan pekerjaan sebagai asisten pribadi, karena ia belum ada pengalaman. Di tambah ia juga banyak pekerjaan sebagai manajer butik yang sekarang sedang ramai-ramai nya.


Illona juga kasihan melihat Sari yang kelelahan mengurus semua pekerjaan. Padahal baru beberapa hari Sari merangkap menjadi asisten nya, tapi ia terlihat sudah tidak sanggup. Ia berencana mencari asisten sementara untuk menggantikan Evan selama Evan cuti yang entah sampai kapan Illona juga tidak tahu. Karena yang ia tahu, Evan harus mengurus perusahaan keluarga nya di sana.


Illona dan Sari sudah tiba di One Entertainment dengan di antar oleh


Supir. Illona juga sudah memperkerjakan seorang supir, karena tidak mungkin ia atau Sari yang mengendarai, karena mereka sudah lelah dengan pekerjaan yang mereka geluti seharian itu. Setidaknya mereka bisa beristirahat sejenak di dalam mobil.


Di sepanjang jalan Illona melangkah kan kaki nya masuk ke dalam One Entertainment, semua mata tertuju pada nya. Bagaimana tidak wajah nya yang cantik menjadi magnet tersendiri. Sari bangga berjalan di samping Illona, ia tersenyum pada setiap orang yang melihat mereka.


Sedangkan Illona, ia biasa saja dengan wajah tanpa ekspresi. Ia berjalan dengan anggun memasuki lift yang akan membawa nya ke tempat yang ia tuju.


Sehari mengikuti Illona sebagai asisten, Sari sangat heran dengan sikap Illona yang sangat jauh berbeda dengan Lona yang ia kenal saat berpenampilan cupu. Lona cupu akan ramah pada siapa saja dan selalu tersenyum. Sedangkan Illona model tidak pernah perduli dengan orang sekeliling nya, ia sangat sombong. Tersenyum hanya seperlunya saja, berbicara hanya jika ada yang mengajaknya berbicara. Sari tidak tahu yang mana Illona yang asli.


" Sari, kau harus terbiasa melihat ku seperti ini. Karena ini lah aku yang sebenarnya " Seru Illona tanpa melihat ke arah Sari dengan pandangan lurus ke depan


Seolah tahu dengan apa yang ada di otak Sari, Illona pun menjelaskan tentang diri nya seperti apa. Sari mengangguk mengerti, dan ia akan membiasakan diri. Illona meminta nya untuk tidak baper dalam mengikuti nya sebagai Illona, karena sikap nya yang angkuh. Illona tidak mau jika Sari mudah tersinggung dan sakit dengan sikap nya selama bekerja sebagai asisten.


bersambung

__ADS_1


❄❄❄


minta like nya ya


__ADS_2